Anda di halaman 1dari 73

Hepatitis Virus

Akut dan Kronik


NASRUL ZUBIR

PENYAKIT HATI
HEPATITIS ( Akut & Kronik )
2. SIROSIS HATI
3. KARSINOMA HATI
4. ABSES HATI
1.

HEPATITIS AKUT
DIF

: PERADANGAN HATI YANG

BERLANGSUNG SECARA AKUT KARENA


BEBERAPA SEBAB

Transmisi : horizontal & vertikal


Etiologi : 1. Virus

2. Obat-obatan

3. Bakteri

4. parasit

Hepatitis virus akut


Hepatitis

yang disebabkan virus


Virus hepatitis :
A,B,C,D,E,F,G,TT
Prevalensi : A : 20-25%

B : 10-15%

C : 1-3%

PREVALENSI HEPATITIS A DI INDONESIA


100

80
Jayapura

Anti HAV (%)

60

Bandung
Jakarta

40

Makasar

20

12

16

20

Age (years)

Sulaiman HA, Julitasari, Virus Hepatitis A sampai E di Indonesia, 1995, Hal 1-15

PREVALENSI HEPATITIS B DI DUNIA

Prevalensi HBsAg (%)


>8:

Tinggi

2-7: Menengah
<2:

Rendah

Infeksi Hepatitis C:
Prevelensi Seluruh Dunia

WHO. Wkly Epidemiol Rec. 2000;75:18-19.

Gambaran Klinik
1.

Std preikterik

Gejala umum infeksi virus

- demam ,anoreksia, atralgia,lesu

mialgia, mual,muntah dsb


2. Std Ikterik

- ikterus, hepatomegali,adenopati
3. Std rekovalesensi

- std. penyembuhan

Petanda hepatitis ( hepatitis


marker )
Hepatitis

A : Anti-HAV
Hepatitis B :
HbsAg,antiHbs,HbeAg,AntiHbe,
HbcAg ,anti Hbc,DNA HBV
Hepatitis C : Anti HCV , RNA-HCV
Hepatitis D : Anti HDV

Laboratorium :
Fungsi

Hati :
- SGOT( AST) ,
- SGPT (ALT)
- Bilirubin
- Albumin , globulin

Perjalanan Hepatitis virus

Hepatitis
Akut

Sembuh (90%)
Kronik (10%)
Hepatitis kronik
Sirosis hati
Kanker hati
Kronik (90%)
Sembuh (10 % )

PROGRESIVITAS INFEKSI HEPATITIS B


5%-10%
pasien
terinfeksi
Hepatitis B
kronik1

Infeksi
akut

Infeksi
kronik

Kanker
hati
(hepatoma
)

>30% pasien
infeksi
kronik1

>90% anak terinfeksi


berlanjut menjadi
infeksi kronik
<5% dewasa
imunokommpeten
berlanjut menjadi
penyakit kronik1

1.
2.

Torresi J, Locarnini. Gastroenterology 2000.


Fattovich G et al. Hepatology 1995

Gagal hati
(Dekompensata)

Sirosis

Kematian

Pencegahan/ Preventif
1.

Vaksinasi hepatitis

- Hepatitis A

- Hepatitis B
2. Imunoglobulin

Pengobatan Hepatitis akut


1.

Istirahat
2. Diet : DH1 DH4
3. Obat-obatan :

- hepatoprotektor

Hepatitis Kronik
Dif

: Hepatitis dengan perjalanan


penyakit lebih dari 6 bulan

Terdiri

:
1. Hepatitis kronik persisten
2. Hepatitis kronik lobuler
3. Hepatitis kronik aktif

Gamb.Klinik Hepatitis
kronik
Gambaran

klinik tidak khas ,lesu


,ikterik ,hepatomegali
Perjalanan hepatitis lebih 6 bulan
,ditandai dengan HbsAg (+) atau Anti
HCV (+)
HK Persisten ,lobuler tidak ditemu kan kelainan klinis , USG(+) ,PA (+)
HK Aktif , peningkatan SGOT/SGPT

Penatalaksanaan HK
Istirahat

pada fase aktif (HKA)


Obat obatan :

1. Hepatoprotektor

2. Imunomodulator

3. Anti viral
Evaluasi / monitoring reguler

Incidence of HCC increases with progress of C type


chronic hepatitis

normal

CH

LC

HCC

Annual incidence of HCC


0
normal

0.5

1.5

3.0

F1

F2

F3

CH

7.0

30%

LC

HCC

Evaluasi Hepatitis Kronik


1.

HBsAg tiap3 bulan


2. HBV-DNA tiap 6 bulan
3. USG tiap 6 bulan
4. SGOT dan SGPT tiap 3 bulan
5. Keluhan- keluhan

TERIMA KASIH

Sirosis hepatis

NASRUL ZUBIR

Difinisi :
Penyakit

hati kronis yang ditandai


dengan gambaran :
degeneratif
Nekrosis
destruksi struktur hati
pseudolobulus
serta fibrosis difus

Insiden
Cina

dan India 4-7%


Afrika timur 6.7%
Amerika Serikat 2-4%
Indonesia 3- 7 %
RS.M.Djamil 5-6%
Umur : 30-50 tahun ( Indonesia)

>60 tahun ( LN)

Etiologi
Yang

pasti : ?
Faktor etiologi :
- Hepatitis virus
- Alkohol
- Nutrisi
- parasit ( schistosomiasis )
- Kriptogenik

Klasifikasi
Morfologi

:
1. Makronoduler
2. Mikronoduler
3. Kombinasi
Klinis/etiologi

:
1. Postnekrotik /posthepatitis
2. Portal /alkoholik/nutrisional/Laenec
3. Bilier

Gambaran klinik
Stadium

:
1. Kompensata
2. Dekompensata
Gambaran klinis akibat :
1. Kegagalan sel hati
2. Hipertensi portal

Akibat kegagalan sel hati


Ikterus
Spider

naevi
Palmar eritem
Gynaecomastia
Atrofi testis
Rambut seksual berkurang
Edem/asites

Akibat hipertensi portal


Kolateral
Caput

meducae
Hemetemesis melena
Splenomegali
Varises esofagus
hemoroid

Incidence of HCC increases with progress of C type


chronic hepatitis

normal

CH

LC

HCC

Annual incidence of HCC


0
normal

0.5

1.5

3.0

F1

F2

F3

CH

7.0

30%

LC

HCC

Liver cirrhosis

Diagnosis
1.

Gambaran klinis
2. Radiologi
3. Endoskopi
4. USG
5. CT-scan
6. MRI
7. Peritoneuskopi
8. Biopsi ( histopatologi)

Penatalaksanaan
1.

Istirahat
2. Diet , DH/RG
3. Obat-obatan
4. Tindakan khusus

1. Bedah pintas (shunt)

2. TIPS ( Transjugularis intra

hepatic portosystemic shunt)

3. Transplantasi hati

Prognosis
Tergantung

- etiologi
- Tanda klinis
- Kelainan laboratorium
- Hasil pengobatan

KEGANASAN
PADA HATI

TUMOR HATI

Tumor Hati
Tumor

hati : 1. Benigna ( Jinak )

2. Maligna ( ganas )
1. Tumor benigna :
a. Parenkhim :

- hepatoadenoma

- cholangioadenoma

- campuran

b. Tumor vaskuler
-

hemangioma
- limfangioma

c. Tumor lain-lain :

- fibroma
- lipoma
- leimioma

2. Tumor Ganas
1.

Tumor ganas hati primer ( Hepatoma ) :


a. sel hati : Ca-hepatoseluler
Ca-cholangioseluler
Ca-hepatocholangioseluler
b. Jaringan ikat :
- fibrosarkoma
- limfoma maligna
- leomiosarkoma

Kanker Hati

(karsinoma hepatoseluler )

Epidemiologi
Terutama

Asia,afrika
Laki-laki > wanita 3:1
Umur lebih muda di Asia dan Afrika

Etiologi : ?
1.

Faktor predisposisi
- sirosis hati
- hepatitis
- nutrisi
- bahan karsinogenik
- herediter, dll

Gambaran klinik
-

nyeri perut kanan atas


- benjolan pada perut kanan
- perut buncit
- Lemah ,lesu ,BB menurun anorek
sia
- hepatomegali ,keras ,benjol2, tidak
rata

Laboratorium
-

Tes faal hati


- Alfa feto protein (AFP)
- PIVKA-II ( prothrombin induced
vit-K antagonist II)

Before OTL

After OTL

Hepatocellular carcinoma
(large size)

Risk Factors of
Hepatocelluler Carcinoma
Hepatitis

B virus Infection ( HBV )


Hepatitis C virus Infection ( HCV )
Alcohol
Cirrhosis of liver
Age
Gender
Miscellaneous Factors

TREATMENT
1.

NON-SURGICAL
2. SURGICAL

NON-SURGICAL (MEDICAL)
1.

ETHANOL INTRA-TUMOR (EIT)


2. EMBOLI INTRA ARTERIAL (EIA)
3. CHEMOTERAPHY INTRA TUMOR
( CIT)
4. RADIO FREQUENCY ABLATION (RFA)
5. RADIOACTIVE RADIATION INTRA
TUMOR ( RRIT)
6. GEN THERAPY

Diagnosis
1.

Gambaran klinis
2. Radiologi
3. CT-Scan
4. MRI
5. Angiografi
6. USG
7. biopsi

Penatalaksanaan
1.

Istirahat
2. Diet
3. Obat-obatan (medical)

- etanol intra tumor (EIT)

- Emboli intra arterial ( EIA)

- Radio frequence ablation


4. Tindakan bedah : reseksi
5. Transplantasi

Changes of US image of tumor during RFA


1

gas gas

RADIOFREQUENCY ABLATION
HOOKED ARRAYS
ELECTRODE
CONVENTIONAL
MONOPOLAR
ELECTRODE

1.6 cm
(ablation area)

COOLED-TIP ELECTRODE

Ion agitation is produced within the tissues surrounding the electrode.


This agitation is converted by friction into heat, inducing cellular death
via coagulative necrosis.

mm3
3000

Suppression of tumor growth by gene


therapy with Adenovirus
17971228 Endostatin

2000

Cont.
1000

179128

Cont.

Endostatin

Endostatin

SURGICAL TREATMENT
1.

RESECTION
2. TRANSPLANTATION

Prognosis
Tergantung

:
- stadium kanker
- tipe kanker : nodul ,difus, masif

ABSES HATI

DIFINISI
SUATU

INFEKSI HATI
YANG BERUPA ABSES

ETIOLOGI
1.

ABSES PIOGENIK

- STREPTOKOKUS

- STAFILOKOKUS

- dll
2. ABSES AMUBIK

Gambaran klinis
-

Sakit perut kanan atas


- Demam
- Hepatomegali
- Lekositosis

Dignosis
1.

Gambaran klinis
2. Radiologi
3. USG
4. CT-Scan
5. Aspirasi abses

USG Abses hati

USG Abses hati

Penatalaksanaan
1.

Istirahat
2. Diet
3. Obat-obatan :

- Piogenik : antibiotik

- Amubik : antiamuba

- Metronidazol
4. Tindakan bedah : - aspirasi

Prognosis
Pada

umumnya baik
Komplikasi : - fistula

- Abses paru

- sepsis

TERIMAKASIH