Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap sel dalam tubuh memerlukan suplai makanan yang terus menerus
untuk bertahan hidup. Makanan tersebut memberikan energy, menambah jaringan
baru, mengganti jaringan yang rusak, dan untuk pertumbuhan (Syaifuddin, 2009).
Sistem Pencernaan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar
dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan
(pengunyahan, penelanan dan pencampuran) dengan enzim dan zat cair yang
terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus (Guyton and Hall, 2007).
Selama dalam proses pencernaan, makanan dihancurkan menjadi zat-zat
sederhana yang dapat diserap dan digunakan sel jaringan tubuh. Berbagai
perubahan sifat makanan terjadi karena kerja berbagai enzim yang terkandung
dalam berbagai cairan pencerna. Setiap jenis zat ini mempunyai tugas khusus
menyaring dan bekerja atas satu jenis makanan dan tidak mempunyai pengaruh
terhadap jenis lainnya (Evelyn, 2008).

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana anatomi sistem pencernaan dan fungsinya?
2. Apa saja kelenjar yang berperan dalam sistem pencernaan?

1.1. Tujuan
1. Mengetahui anatomi pencernaan dan memahami fungsinya.
2. Mengetahui kelenjar yang berperan dalam sistem pencernaan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan
2.1.1

Fungsi Sistem Pencernaan


Fungsi utamanya adalah untuk menyediakan makanan, air, dan elektrolit

bagi tubuh dari nutrient yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. Pencernaan
berlangsung secara mekanik dan kimia, dan meliputi proses proses berikut :
1.

Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut

2.

Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik oleh


gigi

3.

Peristaltik

adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang

menggerakkan makanan tertelan melalui saluran pencernaan


4.

Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi


molekul kecil sehingga absorpsi dapat berlangsung

5.

Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran


pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik

6.

Egesti (defekasi) adalah proses eliminasi zat zat sisa yang tidak tercerna
(Barret et al., 2015) .

2.1.2

Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan (alimentar), yaitu tuba
muskular panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ-organ
aksesoris seperti gigi, lidah kelenjar saliva, hati, kandung empedu, dan pankreas.
Saluran pencernaan yang terletak di bawah area diafragma disebut saluran
gastrointestinal.Fungsi utama sistem ini adalah untuk menyediakan makanan air
dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi.
Pencernaan berlangsung secara mekanik dan kimia (Sloane, 2003).

2.1.2.1 Saluran Pencernaan


2.1.2.1.1 Mulut (Oris)
Mulut merupakan sebuah rongga lonjong pada permulaan saluran pencernaan
dan berisi organ pencernaan. Terdiri atas dua bagian. Bagian luar yang sempit,
atau vestibula, yaitu ruang di antara gusi serta gigi dengan bibir dan pipi, dan
bagian dalam, yaitu rongga mulut yang dibatasi di sisi-sisinya oleh tulang
maksilaris dan semua gigi , dan di sebelah belakang bersambung dengan awal
faring. Atap mulut dibentuk oleh palatum, lidah terletak di lantainya dan terikat
pada tulang hioid. Di garis tengah sebuah lipatan membran mukosa (frenulum
linguas) menyambung lidah dengan lantai mulut. Di kedua sisi terletak papilla
sublingualis, yang memuat lubang kelenjar ludah submandibularis.Sedikit
eksternal dari papila ini terletak lipatan sublingualis, tempat lubang-lubang halus
kelenjar ludah sublingualis bermuara. Dan ada kelenjar parotis yang terletak agak
ke bawah dan di depan telingadan membuka melalui duktus parotis menuju suatu
elevasi kecil (papila) yang terletak berhadapan dengan gigi molar kedua pada
kedua sisi (Barret et al., 2015) .
Di dalam rongga mulut, terdapat gigi, lidah, dan kelenjar air liur (saliva).Gigi
terbentuk dari tulang gigi yang disebut dentin dan email. Struktur gigi terdiri atas
mahkota gigi yang terletak diatas gusi, leher yang dikelilingi oleh gusi, dan akar
gigi yang tertanam dalam kekuatan-kekuatan rahang.Ada tiga macam gigi
manusia, yaitu gigi seri (insisiv) yang berguna untuk memotong makanan, gigi
taring (caninus) untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham (molar) untuk
mengunyah makanan (Mikrajuddin dkk, 2007).
Di dalam rongga mulut, lidah menempatkan makanan di antara gigi
sehingga mudah dikunyah dan bercampur dengan air liur. Makanan ini kemudian
dibentuk menjadi lembek dan bulat yang disebut bolus. Kemudian bolus dengan
bantuan lidah, didorong menuju faring. Selain sebagai peletak dan pendorong
bolus makanan lidah juga berfungsi sebagai indera perasa (Mikrajuddin dkk,
2007).
Proses

penelanan makanan, setelah makanan di dalam mulut telah

menjadi bolus selanjutnya bolus akan ditelan. Lidah akan terangkat dan makanan

akan terdorong ke palatum mole. Secara reflek saluran pernafasan akan tertutup
dengan cara epiglotis terangkat menutup saluran napas. Sehingga makanan dapat
masuk ke faring (Mikrajuddin dkk, 2007).
2.1.2.1.2

Faring (tekak atau tenggorokan)

Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan.Berasal


dari bahasa yunani yaitu Pharynk. Didalam lengkung faring terdapat tonsil
(amandel) yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar limfosit dan
merupakan pertahanan terhadap infeksi, disini terletak bersimpangan antara jalan
nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung,
didepan ruas tulang belakang. Ke atas bagian depan berhubungan dengan rongga
hidung, dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium. Tekak terdiri dari
bagian superior (bagian yang sama tinggi dengan hidung), bagian media (bagian
yang sma tinggi dengan mulut) dan bagian inferior nasofaring, pada nasofaring
bermuara tuba yang menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga. Bagian
media disebut orofaring, bagian ini berbatas ke depan sampai di akar lidah bagian
inferior disebut laringofaring yang menghubungkan orofaring dengan laring.
Menelan (deglutisic), jalan udara masuk ke bagian depan terus ke leher bagian
depan sedangkan jalan makanan masuk ke belakang dari jalan napas dan di depan
dari ruas tulang belakang. Makanan melewati epiglotis lateral melalui resus
piriformis masuk ke esophagus tanpa membahayakan jalan udara. Gerakan
menelan mencegah masuknya makanan ke jalan udara, pada waktu yang sama
jalan udara ditutup sementara. Permulaan menelan, otot mulut dan lidah
berkontraksi secara bersamaan (Sherwood, 2011) .
2.1.2.1.3

Esofagus (kerongkongan)

Esofagus adalah yang menghubungkan tekak dengan lambung, yg


letaknya dibelakang trakea yg berukuran panjang 25 cm dan lebar 2 cm, mulai
dari faring sampai pintu masuk kardiak di bawah lambung. Lapisan dinding dari
dalam ke luar : lapisan mukosa, lapisan submukosa, lapisan otot melingkar
sekuler, dan lapisan otot memanjang longitudinal. Esofagus terletak di belakang
trakea dan di depan tulang punggung, setelah melalui toraks menembus diafragma

masuk ke dalam abdomen menyambung dengan lambung (Guyton and Hall,


2007) .
Fungsi dari esofagus adalah menghantarkan bahan yang dimakan dari
faring ke lambung dan tiap-tiap ujung esofagus dilindungi oleh suatu spinter yang
berperan sebagai barier terhadap refleks isi lambung kedalam esophagus (Guyton
and Hall, 2007).
2.1.2.1.4

Lambung (Gaster/Ventrikulus)
Lambung adalah bagian saluran cerna yang paling lebar dan terletak diantara

ujung esofagus dan pangkal usus halus. Terletak dikuadran kiri atas abdomen,
dibawah diafragma agak ke kiri dari garis tengah, dengan panjang 25 cm dan
Lebar 10 cm. Bentuk dan posisi lambung dipengaruhi oleh perubahan didalam
rongga abdomen dan oleh isi lambung. Lambung terdiri dari 4 bagian yakni
Kardia, Fundus, Korpus, dan Pilorus. Dilengkapi dengan 2 sfingter yakni sfingter
kardia (terletak dekat dengan lubang kardia), dan sfingter pilorus (dekat dengan
pilorus) (Barret et al., 2015) .
2.1.2.1.4.1 Fungsi motorik lambung ada 3:
1 Penyimpanan sejumlah besar makanan sampai makanan dapat diproses
didalam lambung, duodenum dan traktus intestinal bawah.
2 Pencampuran makanan dengan sekresi dari lambung sampai membentuk
suatu campuran setengah cair atau kimus
3 Pengosongan kimus dengan lambat dari lambung kedalam usus halus pada
kecepatan yang sesuai untuk pencernaan dan absorbsi yang tepat oleh usus
halus (Guyton and Hall, 2007).

2.1.2.1.4.2 Karakteristik sekresi lambung


Mukosa lambung mempunyai dua tipe kelenjar tubular yang penting :
kelenjar oksintik (kelenjar gastrik) dan kelenjar pilorik. Kelenjar oksintrik
terdiri dari 3 tipe sel : (1) sel leher mukus yang terutama menyekresi mukus;
(2) sel peptik yang menyekresi sejumlah besa pepsinogen dan (3) sel

parietal yang menyekresi asam hidroklorida dan faktor intrinsik. Kelenjar


pilorik terutama menyekresi mukus untuk melindungi mukosa pilorus dari
asam lambung, selain itu kelenjar ini juga menyekresi hormon gastrin
(Guyton and Hall, 2007).
2.1.2.1.4.1 Fase sekresi lambung
1. Fase sefalik : fase ini timbul akibat melihat, membau, membayangkan,
atau mencicipi makanan ; dan semakin besar nafsu makan maka makin
kuat rangsangan itu timbul. Fase sekresi ini normalnya menghasilkan
20% sekresi lambung yang berkaitan dengan konsumsi makanan.
2. Fase

gastrik

sekali

makan

masuk

kelambung

maka

akan

membangkitkan reflek vagovagal yang panjang dari lambung ke otak dan


kembali kelambung, refleks enterik setempat, dan mekanisme gastrin
yang semuanya kemudian menyebabkan terjadinya sekresi getah
lambung selama beberapa jam ketika makanan berada didalam lambung.
Fase ini membentuk 70% dari total sekresi lambung.
3. Fase intestinal : keberadaan makanan dibagian atas usus halus khususnya
pada duodenum akan terus mengakibatkan lambung menyekresi sejumlah
kecil getah pencernaan, mungkin sebagian akibat sejumlah kecil gastrin
yang dilepaskan oleh mukosa duodenum (Guyton and Hall, 2007).
2.1.2.1.5

Usus Halus (Intestinum Minor)

Usus halus atau usus keciladalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak
di antara lambung dan usus besar. Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang
mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Usus halus terdiri
dari usus duodenum (usus dua belas jari),

usus kosong (jejenum), usus

penyerapan (ileum) (Guyton and Hall, 2007).


Fungsi usus halus:

Menerima zat-zat makanan yang udah dicerna untuk diserap melalui


kapiler-kapiler darah dan saluran-saluran limfe

Menyerap protein dalam bentuk asam amino

Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida

(Sherwood, 2011).

2.1.2.1.6

Usus Besar (Intestinum Mayor)

Usus besar membentang dari ujung illeum sampai ke anus, dengan panjang
1,5 meter. Usus besar terdiri dari appendiks vermiformis, sekum, kolon asenden,
kolon transversum, kolon desenden, kolon sigmoid, rektum dan kanal anal yang
dilengkapi sfingter anus interna yang melingkari bagian atas anus dan sfingter
anus eksterna yang mengelilingi kanal anus untuk menutup kanal anus lebih kuat
secara volunteer (Barret et al., 2015).
Bagian dari usus besar (Intestinum mayor) :
1. Sekum
Sekum (bahasa latin: caecus, buta) dalam istilah anatomi adalah suatu
kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon
menanjak dari usus besar. Di bawah seikum terdapat appendiks
vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingga disebut juga umbai
cacing, panjangnya 6 cm. Seluruhnya ditutupu oleh peritoneum mudah
bergerak walaupun tidak mempunyai mesentrium dan dapat diraba melalui
dinding abdomen pada orang yang masih hidup (Sherwood, 2011).
2. Kolon
Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rektum. Kolon
memiliki beberapadivisi :
a. Kolon asendens
Kolon asendens mempunyai panjang 13 cm, terletak di abdomen
bawah sebelah kanan membujur ke atas dari ileum ke bawah hati.
Di bawah hati melengkung ke kiri, lengkungan ini disebut fleksura
hepatica, dilanjutkan sebagai kolon transversum (Sherwood, 2011).
b. Kolon Transversum
Panjangnya 38 cm membujur dari kolon asendens sampai ke
kolon desendens berada di bawah abdomen, sebelah kanan terdapat
fleksura hepatica dan sebelah kiri terdapaat fleksura lienalis
(Sherwood, 2011).
7

c. Kolon desendens
Panjangnya 25 cm terletak di abdomen bawah bagian kiri
membujur dari atas ke bawah dan fleksura lienalisbsampai ke
depan ileum kiri, bersambung dengan kolon sigmoid (Sherwood,
2011).
d. Kolon Sigmoid
Kolon sigmoid merupakan lanjutan dari kolon desendens terletak
miring dalam rongga pelvis sebelah kiri, bentuknya menyerupai S,
ujung bawahnya berhubungan dengan rectum (Sherwood, 2011).

Fungsi usus besar yang paling penting adalah mengabsorpsi air dan
elektrolit, yang sudah hampir lengkap pada kolon bagian kanan. Kolon sigmoid
berfungsi sebagai reservoir yang menampung massa feses yang sudah dehidrasi
sampai defekasi berlangsung. Kolon mengabsorpsi air, natrium, khlorida, dan
asam lemak rantai pendek serta mengeluarkan kalium dan bikarbonat. Hal tersebut
membantu menjaga keseimbangan air adan elektrolit dan mencegah dehidrasi.
(Jurnal Repository USU Sistem Pencernaan tahun 2010).Pencernaan dan
Penyerapan; tidak terjadi karena semua pencernaan dan penyerapan nutrien sudah
terjadi di usus halus (Sherwood, 2011)
2.1.2.1.7

Rektum

Rektum adalah organ terakhir dari usus besar yang berakhir di anus.
Rektum merupakan kanting yang berfungsi menampung tinja (faces). Organ ini
berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara tinja. Jika rectum telah penuh
dengan tinja, maka menimbulkan rangsangan yang disebabkan adanaya
perenggangan pada dinding rectum sehingga timbul keinginan untuk buang air
besar( defekasi). Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan
dikembalikan ke usus besar, dimana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika
defekasi tidak terjadi untuk proses yang lama, maka akan terjadi pengerasan tinja
dan konstipasi (Sherwood, 2011).

2.1.2.1.8

Anus

Anus merupakan sebuah lubang yang menghubungkan rectum dengan


lingkungan luar tubuh yang terletak dibagian tengah bokong.Pada anus terdapat
otot polos yang berperan sebagai katup muskuler yang disebut sfingter ani yang
berfungsi mengatur pengeluaran tinja.Terdapat dua otot fingter anal (disebelah
dalam dan luar).Salah satu dari otot sfingter merupakan otot polos yang bekerja
tanpa perintah, sedangkan lainnya merupakan otot rangka. Tinja di buang dari
tubuh melalui proses defekasi atau buang air besar (BAB), yang merupakan fungsi
utama anus (Sherwood, 2011).
2.1.2.2 Kelenjar Pencernaan
2.1.2.2.1 Kelenjar Ludah (Glandula Salivales)
Kelenjar ludah menghasilkan saliva. Saliva mengandung enzim ptialin atau
amilase dan ion natrium, klorida, bikarbonat, dan kalium. Fungsi saliva adalah :
Melarutkan makanan secara kimia,
Melembabkan dan melumasi makanan,
Mengurai zat tepung menjadi polisakarida dan maltose,
Zat buangan,
Zat antibakteri dan antibodi
(Sherwood, 2011).

2.1.2.2.1.1 Kelenjar parotis


Terletak disebelah bawah dengan daun telinga diantara otot pengunyah
dengan kulit pipi.Cairan ludah hasil sekresinya dikeluarkan melalui duktus
stesen kedalam rongga mulut melalui satu lubang dihadapannya
gigi molar kedua atas. Saliva yang disekresikan sebanyak 25-35 %
(Purwanto, 2015).
2.1.2.2.1.2 Kelenjar Sublingualis
Terletak dalam fossa submandibularis mandibulae, superior dari muskulus
mylohioideus. Dia mengeluarkan sekretnya di bawah lidah melalui duktus
sublingualis atau langsung melalui celah celah antar sel yang terdapat pada
mukosa dasar mulut (Purwanto, 2015).

2.1.2.2.1.3 Kelenjar Submandibularis


Letaknya di bagian superior dan sebagian di inferior, musculus
mylohioideus. Kelenjar ini bermuara ke dalam cavum oris melalui plika
sublingualis di sebelah lateral frenulum lingualis (Purwanto, 2015).

2.1.2.2.2 Pankreas
Pankreas adalah kelejar terelongasi berukuran besar dibalik kurvatur bear
lambung.Cairan pankreas mngandung enzim-enzim untuk mencerna protein,
karbohidrat dan lemak (Sloane, 2003).
1. Enzim proteolitik pankreas (protease)
Tripsinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh
enterokinase yang diproduksi usus halus. Tripsin mncerna protein dan
polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptid yang lebih
kecil.
Kimotripsinogen teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin.
Kimotripsin memiliki fungsi yang sama seperti tripsin terhadap
protein.
Karboksipeptidase, aminopeptidase, dan dipeptidase adalah enzim
yang melanjutkan proses pencernaan protein untuk menghasilkan
asam amino bebas.
2. Lipase pankreas, menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol
setelah lemak di emulsi oleh garam-garam empedu.
3. Amilase pankreas, menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh
amilase saliva menjadi disakarida (maltosa, sukrosa).
4. Ribonuklease dan deoksiribonuklease, menghidrolisis DNA dan RNA
menjadi blok-blok membentuk nukleotidaya (Sloane, 2003).
5. NaHCO3atau KHCO3 atau ion bikarbonat HCO3-, berfungsi
menetralkan suasana asam yang berasal dari lambung (Sherwood, 2011).
Fungsi Pankreas :

Fungsi Eksokrin, membentuk getah pancreas yang berisi enzim dan


elektrolit

10

Fungsi Endokrin, sekelompok kecil sel epithelium yang berbentuk pulaupulau kecil atau pulau langerhans, yang bersama-sama membentuk organ
endokrin yang mengekresikan insulin

Fungsi sekresi eksternal, Cairan pankreas dialirkan ke duodenum yang


berguna untuk proses pencernaan makanan di intestinum

Fungsi sekresi internal, sekresi yang dihasilkan oleh pulau-pulau


langerhans sendiri langsung dialirkan ke dalam peredaran darah
(Sherwood, 2011).

2.1.2.2.3 Hati dan Kandung Empedu


Hati merupakan organ terbesar dan terpenting dalam tubuh. Berwarna coklat dan
beratnya 1.5 kg.Letaknya bagian atas dalam rongga abdomen di sebelah nkanan
bawah diafragma. Hati terbagi atas dua lapisan utama yaitu : permukaan atas
berbentuk cembung, terletak di bawah diafragma, dan permukaan bawah tidak
rata

dan

memperlihatkan

lekukan

fisuravtransversus.Fisura

Longitudinal

memisahkan belahan kanan dan kiri di bagian atas hati (Sherwood, 2011).
Fungsi hati antara lain:
1. Memproduksi dan mengekskresikan empedu
Empedu diproduksi secara terus menerus untuk membantu pencernaan lemak.
Dari hati kemudian empedu disalurkan menuju kandung empedu yang
kemudian di sana dipekatkan. Pada saat makanan berlemak mamasuki usus
12 jari, hormon kolesistokinin merangsang kandung empedu mengeluarkan
cairan empedu untuk membantu pencernaan lemak (Wijayakusuma, 2008).
Vesika felea atau kantung empedu menampung empedu.Empedu atau bilus
adalah cairan berwarna kehijauan yang diproduksioleh hepardan mengandung
garam empedu dan pigmen empedu.Garam empedu mengemulsi lemak pada
usus kecil.Emulsi adalah campuran yang terdiri dari tetesan suatu cairan yang
disuspensikan dalam cairan kedua, sedangkan emulsifikasi adalah pemecahan
lemak besar menjadi lebih kecil (Purwanto, 2015).
2. Membantu metabolisme protein
11

Agar dapat diserap usus, asupan protein dalam makanan harus dipecah dahulu
oleh enzim pencernaan menjadi asam amino.Di dalam hati, berbagai jenis
asam amino tersebut dirangkaikan kembali menjadi protein yang sesuai
dengan kebutuhan tubuh (Wijayakusuma, 2008).
3. Mengubah amonia menjadi urea
Protein yang tidak tercerna, diuraikan oleh bakteri usus besar dan
menghasilkan zat amonia yang beracun bagi sel saraf.Amonia tersebut
sebagian diabsorbsi oleh darah dan diterima oleh hati.Di dalam hati, amonia
dirubah menjadi urea, lalu dikeluarkan dari darah oleh ginjal melalui urin.Jika
hati tidak dapat mengubah amonia maka amonia akan masuk ke dalam aliran
darah dan mencapai otak dan merusak otak (Wijayakusuma, 2008).
4. Metabolisme vitamin dan mineral
Vitamin A merupakan vitamin yang banyak disimpan di hati.Jumlah yang
disimpan mampu mencukupi kebutuhan vitamin A tubuh selama 2 tahun.Hati
juga menyimpan vitamin D dan B12 yang mampu mencukupi kebutuhan
tubuh selama 1 4 bulan (Wijayakusuma, 2008).
5. Hati juga berperan penting dalam mengatur keseimbangan zat besi. Zat besi
berlebihan disimpan dalam hati dalam bentuk feritin dan jika zat besi tersebut
diperlukan akan dilepas kembali (Wijayakusuma, 2008).

2.1.2.2.4 Kelenjar Usus Halus


Kelenjar kelenjar usus menghasilkan enzim enzim pencernaan, yaitu :

Peptidase, berfungsi mengubah peptide menjadi asam amino

Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa

Maltase, berfungsi mengubah maltose menjadi glukosa

Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa


(Guyton and Hall, 2007).

BAB III
KESIMPULAN
12

1.

Sistem pencernaan (digestive system) merupakan sistem organ dalam yang


menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta
mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. Proses pencernaan makanan
berlangsung di dalam saluran pencernaan makanan.

2.

Fungsi dari sistem pencernaan adalah; ingesti, pemotongan dan penggilingan


makanan, peristaltik, digesti (penguraian) molekul besar menjadi molekul
kecil, absorbs dan egesti (defekasi) yang merupakan proses eliminasi zat zat
sisa yang tidak tercerna.

3.

Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.


Saluran pencernaan terdiri atas mulut, pharynk, esophagus, lambung, usus
halus, usus besar, rectum dan berakhir pada anus. Sedangkan kelenjar
pencernaan terdiri atas kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelenjar usus, hati,
dan pankreas

DAFTAR PUSTAKA

13

Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan fisiologi Untuk Pemula. Jakarta: EGC
Syafuddin. 2009. Anatomi Tubuh Manusia Edisi 2. Salemba Medika
Press : Jakarta
Evelyn.2008. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis.Media Pustaka Utama.
Purwanto. 2015. Biologi Kedokteran. FKG Universitas Jember
Barret, Kim E., Susan M. Barman, Scott Boitano, Heddwen L. Brooks. 2015.
Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Ganong Edisi 24. Jakarta : EGC.
Mikrajuddin, dkk.2007 IPA Terpadu SMA, Erlangga
Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem.Edisi 6. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2012.
Guyton, A.C and J.E. Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi
12.Singapore: Elsevier.
Wijayakusuma, H. M. Hembing. 2008. Tumpas Hepatitis dengan Ramuan Herbal.
Jakarta: Pustaka Bunda.

LAMPIRAN

14

Pertanyaan Presentasi Kelompok C4 Sistem Percernaan


1. Mengapa pada lidah terdapat adanya rangsang rasa manis, asin, asam,
dan pahit (Rizqi apriliani 1510101092). Jawab : Tiga saraf cranial yang
memainkan peranan dalam pengantaran impuls dari lidah keotak, yaitu nervus
facial (VII) pada bagian 2/3 anterior lidah, nervus glossopharyngeal (IX) pada
bagian 1/3 posterior lidah, dan nervus vagus (X) pada pharynx dan epiglottis.
Diawali dari taste buds pada lidah, impuls menyebar sepanjang nervus facial
dan dari 1/3 posterior lidah melalui nervus glossopharyngeal. Impuls dari
daerah lain selain lidah berjalan melalui nervus vagus. Impuls di ketiga saraf
tersebut menyatu di medula oblongata untuk masuk ke nukleus traktus
solitarius. Dari sana, axon berjalan membawa sinyal dan bertemu dengan
leminiskus medialis kemudian akan disalurkan ke daerah insula. Impuls
diproyeksikan ke daerah cortex serebrum di postcentral gyrus kemudian
dihantar ke thalamus yang akan memberi persepsi pengecapan yang dirasa
(Levine,

H..Loss

of

Taste

&

Smell

Stinks.

Available

from

http://www.american-rhinologic.org/. Accessed : March, 26, 2011).


2. Otot sfingter mengapa tidak bisa mencegah muntah? (Galuh Ayu
1510101089) Jawab : Proses terjadinya muntah ->Lambung memberikan
sinyal ke zona kemoreseptor oleh system syaraf aferen dan s.simpatis ke
pusat muntah di medulla oblongata. Hal ini menyebabkan kontraksi
antiperistaltik yang kuat sehingga mendorong makanan kembali ke duodenum
dan lambung setelah masuk ke usus. Sehingga banyak makanan terkumpul
di lambung menyebabkan terganggunya kerja lambung dan duodenum
sehingga duodenum teregang. Akibat duodenum teregang mengakibatkan
kontraksi kuat diafragma dan otot dinding abdominal sehingga menyebabkan
tekanan di dalam lambung tinggi. Setelah itu kita menjadi bernafas dalam dan
naiknya tulang lidah dan laring untuk menarik sfingter esophagus bagian atas
supaya terbuka. Sfingter bagian bawah berelaksasi dan pengeluaran isi
lambung melalui esophagus dan keluar (muntah). (Guyton, A.C and J.E.
Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 12.Singapore: Elsevier).
3. Apakah pada jejunum juga terdapat proses seperti yang ada pada
duodenum dan ileum? (Imaniar Leonita 1510101106) Jawab: Jejunum atau

15

usus kosong panjangnya kira-kira 250 cm. Jejunum merupakan bagian dari
usus halus yang menghubungkan usus dua belas jari (duodenum) dan usus
penyerapan (ileum). Dinding usushalus terdiri dari jonjot-jonjot usus
(villus/vili) yang gunanya untuk mempeluas bidang penyerapan. Pada jonjot
(villus) inilah terjadi penyerapan sari-sari makanan. Usus halus yang
melakukan proses penyerapan adalah duodenum dan jejunum. (Guyton, A.C
and J.E. Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 12.Singapore:
4.

Elsevier).
Apakah enzim rennin hanya ada pada bayi? Lalu bagaimana
pencernaan susu? (Anjelia geli 1510101118) Jawab: Renin pada balita
berfungsi sebagai penggumpal susu pada saat di lambung sehingga dapat
dicerna. Semakin dewasa rennin semakin menghilang dan tergantikan oleh
enzim lactase (Mikrajuddin, dkk.2007

IPA Terpadu SMA, Erlangga).

Sehingga proses pencernaan susu digantikan oleh enzim laktase. Laktase,


berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
5. Empedu yang dihasilkan oleh hati, apa fungsinya? (Fiolina 1510101121)
Jawab:Pertama, empedu memainkan peranan penting dlam pencernaan dan
absorbsi lemak, bukan karena enzim dalam empedu yang menyebabkan
pencernaan lemak, tetapi karena asam empedu dalam empedu melakukan dua
hal : (1) asam empedu membantu mengemulsikan partikel partikel lemak
yang besar dalam makanan menjadi banyak partikel kecil, permukaan partikel
tersebut dapat diserang oleh enzim lipase yang disekresikan dalam getah
pancreas, dan (2) asam empedu membantu absorbs produk akhir lemak yang
telah di cerna melalui membrane mukosa intestinal. Kedua, empedu bekerja
sebagai suatu alat untuk mengeluarkan beberapa produk buangan yang
penting dari darah. Hal ini terutama meliputi bilirubin, suatu produk akhir
dari penghancuran hemoglobin, dan kelebihan kolesterol. (Guyton, A.C and
J.E. Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 12.Singapore:
Elsevier).

16