Anda di halaman 1dari 55

Trend dalam Pemrosesan Polimer

Aplikasi penggunaan plastik


mengalami peningkatan yang pesat
dibanding pengguanaan keramik dan
metal.
Banyak komponen/part sebelumnya
dibuat dari bahan metal digantikan oleh
bahan plastik.
Kontainer dari plastik sebagian besar
menggantikan botol-botol dari bahan
glas/kaca.

Saat ini jumlah total volume polimer


(plastik dan karet) sudah melebihi
volume logam (berat plastik tetap
lebih kecil karena BJ logam lebih
besar).

Alasan mengapa pemrosesan Polimer penting ?

Bentuk dan ukuran part yang


bervariasi dan banyak cara dalam
pemrosesannya.
Plastik mold dapat membentuk
benda langsung jadi, tanpa
diperlukan proses pengerjaan
lanjut.
Kebutuhan energi proses molding
lebih ekonomis dibanding proses
logam, karena temperatur
pemrosesan plastik lebih rendah.
Proses pengecatan dan pelapisan
tidak selalu diperlukan.

Cycle time /waktu proses biasanya


pendek 10 60 sec, hanya produk
khusus/besar yang memerlukan waktu
proses lebih dari 1 menit
Dapat membentuk lebih dari satu
produk dalam waktu yang bersamaan/
banyak cavity / bisa berlainan
bentuknya (family mold).

Dapat membuat bentuk yang


komplek dan rumit.
Batasan bentuk:
Kemampuan membuat
bentuk dan ukuran yang
sama pada tiap cavity.
Part harus dapat
dikeluarkan dari cavity
dengan mudah.
Berat produk bervariasi dari 50
gr sampai 25 kg atau lebih,
contoh bamper mobil.
Proses injeksi dapat
dikategorikan ekonomis jika
digunakan untuk produksi
masal (lebih dari 10 ribu pcs).

Perbandiangan pemrosesan Polimer

Unit pencekam

Hopper

Tempat mengikat mold

Panel Operasi

Unit injeksi

Silinder Injeksi

Panel Box

Nozle
Barrel/silinder
Heater
Screw
Hydro Motor
Piston Injeksi

Piston Ejector
Piston Clamping
Clamping Plate
Hoper
Piston Unit Injeksi
Hyd. Core Pull
9

2 Piston Ejector

Hoper

3 Clamping plate 4 Nozle


5 Heater 8 Piston Injeksi

1 Piston
clamping

6 Barrel

7 Piston Unit Injeksi

Unit Clamping

10 Hyd. Motor

Unit Injeksi

11 Screw

Terdiri dari dua bagian/unit:


Injection unit melehkan dan memasukkan plastik ke
dalam rongga cetak.
Clamping unit membuka dan menutup mold pada
setiap siklus, Hyd. Ejector untuk mengeluarkan produk.

Support Plate

Toggle

Hydraulic
Ejector

Movable Plate

Nozzle Side
Plate

Tie Bar

Fungsi:
1. Untuk pencekaman dua
bagian mold.
2. Menjaga mold supaya
tetap menutup dengan
rapat selama proses
injeksi, dengan adanya
tekanan clamping yang
cukup untuk menahan
tekanan injeksi.
3. Membuka dan menutup
mold pada waktu yang
tepat saat siklus injeksi
berlangsung.

Besaran mesin injeksi


ditentukan dari kekuatan
clamping. (50 ton, 450 ton)
Besaran tekanan injeksi
sesuai dengan kekuatan
clamping.
Mampu menahan belahan
mold yang tertutup saat
proses injeksi.
Sistem hydraulik, elektrik/
hybrid.
Sistem clamping toggle /
hydraulik

4
5

1
2
C

Besarnya kekuatan
clamping harus dapat
memenuhi kebutuhan
tekanan clamping suatu
besaran mold.

Clamping force :
Gaya yang dipergunakan
untuk menahan tekanan
injeksi pada saat langkah
injeksi (mengisi rongga mold)
dilakukan.

Clamping Unit
Clamping unit,
Dengan toggle,
hanya 2 tie bar

Gaya pencekaman
secara mekanis

Clamp Pressure
Gaya Pencekaman

A
Catatan:
Toggle bergerak ke posisi atas !
B

Setting gaya cekam dengan mur


tie-bar: mempengaruhi posisi
toggle saat mould tertutup. Dlm
kasus A clamping force akan

lebih rendah

Clamp Pressure
Tanpa tie bar ?

Gaya cekam oleh


System Hidraulis

Movable ejector side


plate

Fixed nozzle side


plate

Jenis clamping unit :


tie-bar-less

Tandem systems untuk


proses stack mold

Hoper

Piston Injeksi
Barrel
Heater
Nosel

Piston Unit Injeksi

Adapun bagian-bagian dari Unit Injeksi


berdasarkan skema tersebut adalah sbb :
1. Hydrolic Motor [Motor Hidrolik], untuk
memutar Screw
2. Injection Cylinder [Silinder Injeksi],
untuk menggerakkan Screw maju dan
mundur
3. Hopper, sebagai wadah Material
Plastik sebelum masuk ke Barrel.
Beberapa aplikasi menempatkan
Hopper Dryer di atas Injection Unit ini.
4. Screw, berfungsi sebagai Feeder untuk menyuplai material dari arah
belakang atau dari Hopper, dan juga berfungsi sebagai pengaduk material
plastik dalam keadaan cair sehingga pencampuran warna lebih merata.
5. Barrel [Tungku], yang berfungsi memanaskan material plastik hingga
mencair.

6. Torpedo dan Check Ring atau Check


Valve, yang berfungsi membuka aliran
material pada saat Charging dan
menutup aliran material plastik pada
saat injeksi berlangsung
7. Heater Band, pemanas elektrik dengan
bentuk sabuk
8. Cylinder Head [Kepala Silinder],
penghubung antara Nozle dan Barrel.

9. Nozle
10. Carriage [Pembawa], sebagai dudukan unit injeksi dan juga ia sendiri
duduk pada rel slider.
11. Injection Unit Cylinder [Silinder Unit Injeksi], berfungsi menekan Nozle
kepada Sprue Bush dari cetakan terpasang
12. Pressure Switch 2 [Saklar bertekanan bagian 2], aktif pada tekanan
minimal 100 kg/cm sebagai konfirmasi untuk melakukan proses injeksi
dan juga untuk memastikan material plastik tidak akan bocor pada saat
proses injeksi berlangsung.

Terdiri dari barrel, hopper untuk supply


plastik pelet.
Di dalam barrel terdapat screw yang
memiliki dua fungsi utama al :
1. Berputar untuk mencampur dan
pemanasan polimer.
2. Berfungsi sebagai piston untuk
memasukkan plastik cair ke dalam
rongga cetak.
Non-return valve dibagian ujung
screw untuk menghambat
plastik cair supaya tidak
kembali ke barel.
Valve akan membuka pada saat
proses mendosis/pengisian
bahan untuk proses injek
berikutnya.

2
Zona pemanas 1
Zona 2
Zona 3
Zona 4

Pendinginan utk zona pengumpan

Standard screw : 3 zona

Zona pengumpan
Zona Kompresi
Zona Pengisian

Ujung screw open

Non-return valve yg paling banyak dipakai.


(Kira-kira > 99 %)
Kecuali untuk beberapa kasus:
Ujung screw open .

Penting untuk rigid PVC !

Ujung screw terbuka


diperlukan dan sesuai dengan
thermo-sensitive plastics :
contoh rigid PVC,
Dan thermoset.

Untuk meningkatkan efek selfcleaning, uliran diperpanjang


hingga ujung screw. Desain ini
dapat mencegah efek
pembakaran pada plastik PVC
tertentu,

Ujung Screw dengan


Non-Return Valve

Check ring bekerja seperti


selama injeksi !

Plastisasi/dosing
Ujung Screw dengan
Non-Return Valve

Katup terbuka

Ujung Screw dengan

Injeksi + Tekanan Tahan

Non-Return Valve

Katup tertutup

Referat IV

Ujung nozzle
Dikencangkan dalam kondisi panas
Dengan torsi terkontrol

Ujung Nozzle
(Head)

Body Nozzle

Ball Head

Ujung Nozzle

Flat Head

Ball head lebih banyak dipakai karena kemampuan...

Lebih baik

centering

Ball Head

Ujung Nozzle

Flat Head

Flat head digunakan untuk mencegah pemisahan dari nozzle


saat kontak dengan dua belahan mould

(Injection lewat separating area)

dD

dA
Contoh:

dA = 3 mm
dD = 2,5 mm

Diameter lubang nozzle (dD) dibanding


diameter lubang sprue (dA) harus

lebih kecil

rD
Example:

rD = 15 mm
rA = 15,5 mm

rA

Centering dan sealing menjadi lebih baik


dengan perbedaan radius:

radius nozzle (rD) dibanding radius sprue


bush (rA) harus ...

lebih kecil

Kondisi Nozzle :

Tidak boleh ada sumbatan !

Karena salah posisi pasang !


Kerusakan permukaan !

Akibatnya :
Degradasi!

Undercut :
Sprue tidak bebas !

Kondisi mana yang paling baik ?

Undercut :
Sprue tidak bebas !

ok
Metode pemeriksaan sederhana:

paper print

Fungsi nozzle :

1. Sebagai penghubung antara mold dengan unit injeksi


2. Sebagai penahan kebocoran / sealing
3. Penyempitan pada nozel berfungsi untuk mempertinggi
kecepatan.

Proses injeksi sangat simpel : pemanasan polimer,


clamping, injek, pendinginan dan mengeluarkan/ ejek.

Parameter Proses Injeksi

Temperature : barrel, tool/mold, oil hydraulik

Pressure/ tekanan : injeksi max, packing,holding


Time/ waktu : injeksi, holding, mold buka, tutup
Distance/ jarak : mold buka, tutup, mendosis, eject

Temperature

Pengendali suhu pelelehan polimer. Ada tiga zona pemanasan


utama untuk memanaskan silinder/barrel. Zona belakang (hoper),
zona tengah, dan zona depan (nosel). Di bagian ini plastik
menyerap sejumlah besar panas disebabkan oleh gesekan antara
screw dan silinder pada proses mendosis.

Pada akhir proses injeksi, screw diam


pada posisinya untuk proses holding
menjaga tekanan plastik dalam cavity.

Injection Pressure. Tekanan hasil dari system hidrolik yang diperlukan untuk
mendorong material plastik yang sudah cair/plastis kedalam rongga cetak.
Holding Pressure. Tekanan yang bekerja setelah tekanan injeksi berakhir, untuk
memastikan proses pengisian berlangsung dengan dengan komplit dan menahan
sampai gate, sprue mengeras agar plastik yang telah diinjeksikan tidak kembali
ke dalam screw.

Back Pressure. Tekanan untuk menahan screw saat mendosis, untuk


memastikan konsistensi/kontuinitas berat, kepadatan dan penampilan produk.

Dry-cycle- Total waktu yang diperlukan dimulai dari mold tutup sampai
mold buka (sum of mold opening and closing time).
Opening Time- Waktu yang diperlukan saat mold membuka sampai
proses ejek.
Closing Time- Waktu untuk mold menutup.
Mold Protection- Waktu keamanan mold yang diseting saat mold menutup,
untuk keamanan bilamana dalam belahan mold ada material, kotoran,
flash.
Mold Open- Waktu untuk mold membuka
Ejection Time- Waktu yang diperlukan untuk mengeluarkan produk saat
mold membuka
Injection time.
Packing & holding time
Cooling time.

Parameter

Average Value

Gate Closing Time

1 Second

Mold Closing Time

4 Seconds

Injection Time

3 Seconds

Hold Time

5 Seconds

Cooling Time

15 Seconds

Screw Return time

10 Seconds

Mold Open Time

3 Seconds

Ejection Time

1 Seconds

Part Removal Time

2 Seconds

Mold Inspection, clean, spray, etc.

4 Seconds

Jarak mold menutup


> kecepatan mold

Panjang langkah
buka mold

Panjang langkah injeksi

Injection unit

Jarak injeksi dan holding


Nozzle pada ujung silinder

Jarak mold menutup

Jarak holding cushion


(antara 3 6 mm).

Jarak proses injeksi dan holding


Panjang screw mundur, menetukan
volume plastik untuk proses
selanjutnya

Screw gerak ke
belakang karena
desakan material

Nozzle

Hold Cushion

Jarak proses dosis