Anda di halaman 1dari 26

Dislokasi TMJ

Kelompok 10
Kelas C

TMJ ( Temporomandibular
Joint)

Persendiaan dari kondilus mandibula


dengan fossa gleinodalis dari tulang
temporal.
Sendi yang bertanggung jawab
terhadap pergerakan membuka dan
menutup rahang, mengunyah dan
berbicara yang letaknya dibawah
depan telinga.

ANATOMI TMJ

1.Fossa Glenoidalis

Fossa mandibularis terletak pada


dasar kepala yaitu pada
os.Temporalis

Processus condylaris
os mandibular
2.

3.

Capsula articularis

ujung
tulang
yang
berbentuk seperti gulungan
(rol)
yang mempunyai
kepala dan leher.

Superior
Posterior

fossa mandibularis.
tepat di posterior
fissure squamotympanica.

Anterior
eminentia

lereng anterior
articularis

inferior
bagian tepi

melekat pada
collum mandibular.

4. Ligamentum
Temporomandibul
are

Acessorius

Serabut ligamentum temporo


mandibulare berjalan oblikke
bawah danposteriordarilateral
eminentiaarticularis ke
posterior
collum mandibula

1. Ligamentum
stylomandibulare.
2. Ligamentum
sphenomandibulare

5. Discus articularis
Jaringan fibro kartilago yang terletak
dalam capsula sendi antara prosessus
condylaris dan fossa mandibularis dan
melekat pada tepi dalam capsul sendi.

6. Eminentia articularis
Eminentia yaitu istilah umum untuk suatu
tonjolan atau prominentia khususnya pada
permukaan tulang

7. Rongga Sinovial
menghasilkan cairan pelumas yang berguna
untuk pergerakan sendi.

Mekanika Pergerakan TMJ

hal yang kompleks

Gerakan Rotasi

Pada
sendi
temporomandibular, rotasi
terjadi sebagai pergerakan
dalam kavitas inferior sendi.
Dengan
demikian
rotasi
adalah pergerakan anatara
permukaan
superior
kondilus dengan permukaan
inferior
dari
diskus
artikularis.

Pergerakan

Gerakan Translasi
Translasi terjadi pada kavitas superior
dari sendi, di antara permukaan
superior diskus artikularis dan
permukaan inferior dari fosa
artikularis. (antara kompleks diskus
kondilus dan fosa artikularis)

Tiga Dimensi

Dislokasi TMJ
Suatu gangguan yang terjadi karena pergeseran sendi antara
tulang temporal dengan tulang rahang (mandibula).

Dislokasi tmj dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Dislokasi ke arah anterior


dimana kondilus bergerak ke anterior dari eminentia articulare. Dislokasi ke arah ini,paling
sering terjadi dan merupakan bentuk pergerakan sendiyang patologis.
2. Dislokasi ke arah posterior
dimana merupakan implikasi dariadanya fraktur dasar tengkorak atau dinding depan dari tulang
meatus.
3. Dislokasi ke arah lateral
terbagi atas 2 tipe :
Tipe 1,merupakan subluksasi lateral, dan
Tipe 2, merupakan keadaan dimana kondilus tertekan ke lateral dan masuk ke fossatemporal.
4. Dislokasi ke arah superior
merupakan dislokasi ke arahfossakranialis bagian tengah yang biasanya berhubungan
denganadanya fraktur pada fossaglenoidale.

sakit
- Ketidakmampuan untuk menutup mulut disertai adanya rasa sakit
- Setelah membuka mulut terlalu lebar, pasien tidak bisa menutup
mulut dan
posisi rahang terkunci dalam keadaan posisi yang prognati.
- Pasien tidak bisa menggerakan rahang secara vertikal

Etiologi Dislokasi

- Pasien mempunyai fossa mandibular yang dangkal serta kondilus

yang tidak
berkembang dengan baik
- Anatomi yang abnormal serta kerusakan dari stabilisasi ligament
yang akan
mempunyai kecenderungan untuk terjadi kembali (rekuren);
- Membuka mulut yang terlalu lebar atau terlalu lama;
- Kelemahan kapsuler yang dihubungkan dengan subluksasi kronis;
- Diskoordinasi otot-otot karena pemakaian obat-obatan atau
gnagguan
neurologis.

Patofisiologi Dislokasi TMJ


Hipermobilitas dari Mandibula

Dislokasi dari temporomandibularjoint (TMJ)


Subluxation (dislokasi parsial dari sendi) menyebabkan
pemindahan dari kondilus, biasanya tidak membutuhkan
pengelolaan medis.
Kondisi yang lebih serius timbul ketika kondilus mandibula bertranslasi
ke anterior di depan articular eminence dan terkunci pada posisi itu.

Diagnosis Dislokasi TMJ


ANAMNESA

Riwayat Pasien :
- Pasien sering merasa tidak nyaman pada rahang setelah gerakan
membuka mulut yang lebar
- Kadang disertai ketidakmampuan menutup mulut, dan adanya rasa
sakit.
- Apakah pasien mempunyai riwayat benturan yang tanpa disadari
telah terjadi perubahan posisi kondilus
- Pasien dengan gangguan makan kronik menyebabkan prevalensi tinggi
gangguan TMJ.
- Banyak pasien dengan gangguan TMJ juga mengalami nyeri leher dan bahu.
- Dokter sebaiknya menanyakan tentang clenching di siang hari atau
malam hari.

Pemeriksaan Fisik
Observasi
Pemeriksaan Rentang Gerakan Sendi
Rentang normal gerakan untuk pembukaan mulut adalah 5 cm dan gerakan lateral
mandibula adalah 1 cm.

Palpasi

Palpasi terbaik TMJ adalah lateral sebagai


lekukan tepat di bawah sudut zigomatikum, 1-2
cm di depan tragus.
Pada disfungsi dan nyeri miofasial terisolasi, klik
dan kelembutan sendi bisanya tidak ditemukan.

Dislokasi Unilateral

Mandibula miring dan pada bagian yang terkena lebih ke bawah


posisinya,biasanya disertai pembengkakan
Lunak jika ditekan serta dengan palpasi kelainannya terjadi di sekitar sendi
TMJ
Gigi-gigi tidak dapat dioklusikan, baik secara aktif maupun pasif.

Dislokasi Bilateral
Jika dislokasi terjadi pada kedua kondilus mandibular, pasien akan terlihat
prognati dan terdapat pembengkakan bilateral serta lunak jika ditekan pada
kedua sisi TMJ.
Gigi-gigi tidak dapat dioklusikan baik secara aktif maupun pasif, karena adanya
hambatan mekanis. Biasanya spasme otot masseter bilateral dapat teraba.

Pemeriksaan
Radiografis
1.Transorbital
Projection

Teknik radiografi untuk melihat


eminentia artikularis dan
kepala kondilus pada
penampang melintang
coronal oblique.

2.

TranspharyngealProjecti
Teknik radiografi untukmenggambarkan
onkepala kondilus dalampandangan
lateral

3.
ComputedTomography

4. Panoramik

Suatu gambaran dari rahang, yang


dihasilkan dari mesin yg didesain
khusus
untuk
mendapatkan
gambaran panoramik dari rahang dan
sekitarnya secara menyeluruh pada
suatu filmtunggal.

Tomografi
adalah
teknik
radiografi untuk mendapatkan
rangkaian gambaran potongan
melintang
dengan
mulamulamengamati
suatu
irisan
jaringandari
berbagai
sudutpandang
dengan
menggunakan sinar X dengan
diameter kecil.

5. TeknikReverse Towne
Tempatkan radiographic baseline sejajar dengan horizontal plane
Kemudian sinar x diarahkan keatas dari bawah occipital dengan
membentuk sudut 30o terhadap horizontal dan sinar melewati condyle.
6.

MRI (Magnetic Ressonance Image)

MRI baik untuk menunjukkan delineasi dari posisi diskus dan jaringan
lunak dari TMJ. Perforasi diskus dan adhesi sendi tidak dapat ditunjukkan
oleh MRI

Penatalaksanaan dan
Terapi Dislokasi TMJ
Tergantung pada kejadian dislokasi :

masih memungkinkan untuk dilakukan reposisi secara


AKUT manual sebaiknya sesegera mungkin sebelum spasme otot
bertambah dalam.

KRONIS diperlukan prosedur pembedahan dan non bedah lainnya


REKUREN
untuk menghindari redislokasi.

Reposisi Manual
Tahapan prosedur ini:
1. Operator berada di depan pasien
2. Letakkan ibu jari pada daerah retromolar pad
pada kedua sisi mandibular dan jari-jari yang lain
memegang permukaan bawah dari mandibula.
3. Berikan tekanan pada gigi-gigi rahang bawah
untuk membebaskan kondilus dari posisi terkunci
di depan eminensia artikulare.
4. Dorong mandibular ke belakang untuk
mengembalikan ke psisi anatominya
5. Reposisi yang berhasil ditandai dengan gigi
kembali beroklusi dengan cepat karena spasme
dari otot masseter
6. Pemasangan Barton Head bandage, untuk
mencegah redislokasi dan membatasi pasien
untuk membuka mulut terlau lebar dalam 24-48
jam.
7. Pemberian obat berupa analgesic dan pelemas
otot ( jika perlu )

Terapi
Pembedahan
Cara terakhir yang dipilih setelah terapi non pembedahan lainnya.

Terapi pembedahan bersifat ireversibel dan terkadang menimbulkan


rasa sakit bahkan kerusakan rahang.

Terdapat tipe pembedahan pada kelainan temporomandibular:

1. Artosentesis
Artrosentesis meliputi pencucian sendi dengan cairan yang diinjeksikan
ke dalam ruang sendi dengan spuit. Tindakan ini dapat dilakukan dengan
anestesi lokal secara intravena.

2. Artroskopi
Artroskopi membutuhkan anestesi umum. Ketika pasien sudah
dalam kondisi tidak sadar, dokter bedah akan melakukan insisi
kecil pada depan telinga. Setelah itu, dimasukkan alat melalui
lubang ini sehingga bisa terlihat area sekitar temporomandibular.

3. Pembedahan sendi terbuka


Pembedahan ini baru dilakukan jika ada indikasi seperti:
Degenerasi sendi temporomandibular
Tumor

Komplikasi pada TMJ


Sakit
Kepala

Sakit pada
Rahang

Arthritis

BunyiClick
pada
rahang

KASUS

Seorang pasien lakilaki berumur 25 tahun datang ke bagian bedah mulut Perjan RS dr. Hasan Sadikin
Bandung dirujuk dari sebuah rumah sakit swasta di Bandung karena nyeri dan sulit membuka mulut
dengan disertai pembengkakan di depan telinga. Nyeri terjadi ketika sebulan yang lalu, ketika penderita
jatuh dari angkotan kota sehingga timbul pembengkakan yang disertai dengan perdarahan dari mulut tidak
disertai dengan muntah, pingsan, perdarahan telinga. Pasien dibawa ke rumah sakit swasta tapi
tidakdilakukan perawatan.

Anamnesa :
Keluhan Utama : Nyeri dan sulit membuka mulut dengan disertai pembengkakan di depan telinga.

Riwayat Penyakit
: -Nyeri terjadi ketika sebulan yang lalu, ketika penderita jatuh dari
angkotan kota sehingga timbul pembengkakan yang disertai dengan perdarahan
tidak disertai dengan muntah, pingsan, perdarahan telinga.
- Pasien dibawa ke rumah sakit swasta tapi tidakdilakukan perawatan.

dari mulut

Pemeriksaan fisik
Didapatkan tanda vital dalam batas normal tetapi ekspresi muka menahan rasa nyeri.

Pemeriksaan klinis ekstra oral:


Ditemukan adanya pembengkakan adanya daerah preaurikular dengan ukuran4 x 4 x 3 cm, deviasi
mandibula ke kanan pada palpasi terdapat nyeri tekan.Pada pemeriksaan intraoral terdapat laserasi pada
bibir, sedangkan padadaerah palatum, lidah, tonsil sulit dinilai serta keterbataan pembukaan sebesar2 mm.

Pemeriksaan Penunjang
dilakukan terhadap penderita yaitu pemeriksaanlaboratorium darah
lengkap dan urin rutin, serta pemeriksaaan radiologi, yaitu foto
panoramiks dan foto thoraks.
Hasil pemeriksaan foto panoramiks
Menunjukkan adanya dislokasi sendi ke arah fossa cranio medial dan
tidakterlihat adanya gambaran fraktur kondilus. Foto thoraks tidak
menunjukkanadanya gambaran pembesaran jantung dan proses spesifik
aktif. Dari anamnesa dan pemeriksaan klinis yang telah dilakukan
didiagnosa adanya dislokasi kondilus ke arah fossa cranium medial yang
tidak dirawat kira kira selama satu bulan.
Dalam kasus ini, dilakukan pemeriksaan secara fisik maupun secara
radiologi. Adapun berdasarkan kasus, pasien mengalamipembengkakan
disertai nyeri dan rasa sakit pada telinga sehinggapasien sulit untuk
membuka mulut.

Diagnosis
Dari anamnesa dan pemeriksaan klinis yang telah
dilakukan didiagnosa adanya dislokasi kondilus ke arah
fossa cranium medial yang tidak dirawat kira kira
selama satu bulan.

Penatalaksanaan
Pada kasus ini dilakukan tindakan bedah karena diagnosa
dislokasi ditentukan setelah satu bulan dari waktu
terjadinya,
tindakan
yangdilakukan
berupa
gap
arthroplasti yaitu pemotongan tulang pada leherkondilus,
sehingga terjadi gap kirakira 2 cm dan interposisi
faciatemporalisinsitu
untuk mencegah terjadinya ankilosis