Anda di halaman 1dari 3

LKM SISTEM SARAF

Kelompok IV:
1. Jala saraf adalah susunan organisasi saraf yang menyerupai jala. Jala saraf
dapat ditemukan pada hewan karang dan ubur-ubur. Susunan saraf yang
terdapat pada bagian atas tubuh ubur-ubur berfungsi untuk mengkoordinasikan
gerakan, sedangkan jala saraf yang terdapat pada tentacle berfungsi sebagai
reseptor sensoris.
2. Hubungan jala saraf dan saraf difus ialah organisasi sel saraf yang saling
berhubungan satu sama lain, berfungsi sebagai reseptor sensori dan dimiliki
oleh hewan-hewan tingkat rendah.
3. Kesan kami terhadap hewan yang memiliki jala saraf adalah hewan-hewan
tersebut masih tergolong hewan tingkat rendah sehingga saraf yang dimiliki
ialah jala saraf dan tidak sekompleks saraf pada hewan tingkat tinggi.
4.
Radial simetri

Bilateral simetri

Bilateral simetri lebih

sederhana

maju

Sel sel reseptor Sistem

saraf

konduktor (tidak tersentralisasi

lebih
oleh

membentuk jalur terbentuknya korda saraf


tunggal,

saling longitudinal

terjalin
membentuk suatu
jala saraf yang
menyebar
seluruh

ke
tubuh,

belum ada pusat


pengontrol)

Sel-sel

efektor

menghasilkan
reaksi

gerakan

yang

sangat

terbatas

6. depolarisasi adalah perubahan muatan ion dalam sel dari negative menjadi
positif, perubahan ion tersebut akibat permeabilitas Na masuk kedalam sel yang
meningkat. Permeabilitas Na yang meningkat akibat adanya rangsangan pada sel
(listrik, zat kimia)
Repolarisasi adalah proses polarisasi kembali dari membrane, sel atau serabut,
dengan muatan positif dipermukaan luar dan muatan negatif di dalam.
Hiperpolarisasi adalah keadaan sel yang mengalami perubahan elektro kimia
dengan cara tertentu, yang membuatnya mtidak dapat dirangsang, ditandai dengan
adanya muatan didalam sel yang menjadi lebih negative daripada sebelumnya.
7.

8. Ion yang berperan dalam potensial istirahat adalah K+, sedangkan ion yang
berperan dalam mencapai potensial aksi adalah Na+

9. potensial aksi merupakan peristiwa all or none (seluruhnya atau tidak sama
sekali), maksudnya apabila ada salah satu bagian saja yang dirangsang, maka
bagian yang disebelahnya akan ikut terangsang juga secara terus menerus sampai
rangsang itu sampai ditempat tujuannya. Begitu juga sebaliknya, apabila tidak ada
satu bagian saja yang tidak dirangsang maka bagian-bagian disebelahnya tidak
akan terngsang juga.
14. Pada saraf bermielin terdapat nodus Ranvier dimana nodus Ranvier ini terdiri
dari lipid dan berfungsi sebagai isolator. Nodus Ranvier ini berhubungan langsung
dengan cairan ekstraseluler, sehingga memungkinkan terjadinya aliran ion bila
terjadi potensial aksi. Bila terjadi potensial aksi pada satu nodus, maka akan
terjadi tarik-menarik muatan listrik yang berlawanan antara nodus aktif dengan
nodus inaktif. Sedangkan pada saraf tidak bermielin (telanjang) tidak memiliki
nodus Ranvier, sehingga tidak terjadi konduksi loncatan. Dengan kondisi loncatan
ini maka aliran impuls pada serabut saraf bermielin lebih cepat daripada saraf
telanjang.
15. Periode absolute adalah jangka waktu saat sel saraf benar-benar tidak dapat
menanggapi rangsangan yang diberikan untuk kedua kalinya, apapun jenis
rangsangannya dan berapapun kekuatan rangsang yang diberikan.
Periode relative adalah jangka waktu ketika sel saraf memungkinkan sudah dapat
kembali menanggapi rangsang. Asalakan rangsang yang diberikan lebih kuat
daripada rangsang sebelumnya atau jenis rangsang yang berbeda.