Anda di halaman 1dari 3

Aplikasi Sensor Load Cell dalam Sistem Lift

Dalam merancang sistem pengukuran ada beberapa langkah yang perlu


diperhatikan :

1. Variabel yang akan diukur : Massa


2. Sensor yang akan digunakan : Load Cell
3. Pengkondisi sinyal : Amplifier dan ADC
A. Load Cell
Load cell adalah sebuah alat uji perangkat listrik yang dapat mengubah suatu
energi menjadi energi lainnya yang biasa digunakan untuk mengubah suatu gaya
menjadi sinyal listrik. Load Cell merupakan sensor berat. Apabila Load Cell diberi
beban pada inti besi maka nilai resistansi di strain gauge-nya akan berubah yang
dikeluarkan melalui empat buah kabel. Dua kabel sebagai eksitasi dan dua kabel
lainnya sebagai sinyal keluaran ke kontrolnya. Sebuah Load Cell terdiri dari
konduktor, strain gauge, dan jembatan Wheatstone. Gambar 1 menunjukkan
rangkaian strain gauge. Gambar 2 menunjukkan jembatan Wheatstone di dalam
Load Cell. Tegangan keluaran dari Load Cell sangat kecil, sehingga untuk
mengetahui perubahan tegangan keluaran secara linier dibutuhkan rangkaian
penguat instrumen yang dapat menguatkan tegangan keluaran yang sangat kecil
hingga kurang dari satuan milivolt.

Gambar 1. Strain Gauge Load Cell

Gambar 2. Jembatan Wheatston di dalam Load Cell

B. Limit switch
Limit switch merupakan jenis saklar yang dilengkapi dengan katup yang berfungsi menggantikan
tombol. Prinsip kerja limit switch sama seperti saklar Push ON yaitu hanya akan menghubung
pada saat katupnya ditekan pada batas pene
kanan tertentu yang telah ditentukan dan akan memutus saat saat katup tidak ditekan. Limit
switch termasuk dalam kategori sensor mekanis yaitu sensor yang akan memberikan perubahan
elektrik saat terjadi perubahan mekanik pada sensor tersebut. Penerapan dari limit switch adalah
sebagai sensor posisi suatu benda (objek) yang bergerak.

Gambar 2. Simbol dan Bentuk Limit switch

C. Motor DC

Motor DC bekerja berdasarkan prinsip gaya elektromagnetik sehingga apabila motor


tersebut diberi catu daya, arus akan mengalir ke dalam motor kemudian menghasilkan torsi putar
yang sebanding dengan arus tersebut. Persamaan matematis dari Rangkaian internal Motor DC
yang digunakan sebagai acuan pengendalian putaran motor dc adalah sebagai berikut :

1.Mengendalikan (fluks) pada kutub magnet motor, yaitu dengan mengubah nilai tegangan
kumparan medan (Vf ).
2.Memvariasi resistansi jangkar dengan menambah resistansi variabel (Rs) dirangkai seri dengan
kumparan jangkar Ra.
3.Mengendalikan tegangan terminal (Ea) pada kumparan jangkar.
D.