Anda di halaman 1dari 32

Kiln dan Coal Mill Operation

Bab 6. Pengendalian Operasi Kiln System

Blending Silo

Institut Semen dan Beton Indonesia

2007

Pengendalian Operasi Kiln


Prioritas pada pengoperasian kiln :
Menjaga keselamatan peralatan dan personil
Memproduksi klinker dengan maksimal dg kualitas yang baik
Stabilitas operasi kiln yang kontinyu
Kapasitas produksi maksimal dan efisien
Heat Consumption minimal

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Control Parameters
Control parameters of a kiln system:
Back End Temperature (BET)
Burning Zone Temperature (BZT)
Oxygen concentration of the combustion gases at kiln inlet

Institut Semen dan Beton Indonesia

CMP Level 2

Burning Zone Temperatur


Menunjukkan kesempurnaan reaksi pembentukan klinker
Target BZT tergantung raw mix, tapi perubahan dilakukan setelah

evaluasi Freelime dalam waktu lama


Free lime dan liter weight menunjukkan cukup/tidaknya BZT untuk

suatu raw mix


Indikator BZT:
Pyrometer: mengukur intensitas radiasi dan warna burning zone
NOx : semakin panas flame, NOx semakin tinggi (hrs ditinjau pada

CO dan O2 tertentu krn CO mengurangi NOx, sedangkan O2


membantu terbentuknya NOx).
Ingat: NOx dipengaruhi jenis bhn bakar juga.

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Burning Zone Temperatur

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Back End Temperatur

Menunjukkan tingkat persiapan meal: calcination

degree
Jika ada perubahan kualitas raw mix, BET berubah

dan BZT mengikuti beberapa saat kemudian


Jika semua parameter tetap BET turun, maka zone

reaksi akan bergeser ke bawah, dan sebaliknya

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Oksigen Inlet Kiln

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Control Variables
Control variables of a kiln system:
Fuel rate to kiln
Material feed rate to kiln
Kiln draft (ID fan speed or damper position)
Kiln speed

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Control Variables
Fan draft
Kiln feed rate

Fuel rate
Kiln speed

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Control Variables
Effect of a change to one of the control variables

BZT

BET

Oxygen

Fuel rate

Feed rate

Fan draft

Kiln speed (temporary) (temporary) (temporary)

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Variabel Kontrol

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Variabel Kontrol

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Control Parameters and Variables

Oxygen after PC
1 - 1.5 %

BZT
1450 C

BET
~1150 C

Fuel rate

Institut Semen dan Beton Indonesia

Oxygen at KI
(for coal) 2.5
- 3.5%

Kiln speed

Kiln draft
and PC draft

Feed rate
Fuel rate PC

Kiln & Coal Mill Operation

Contoh Pengendalian Operasi Kiln


Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk efisiensi
operasi di kiln antara lain:
Menjaga temperatur udara sekunder setinggi

mungkin

Menjaga temperatur gas keluar preheater

serendah mungkin

Menjaga temperatur klinker keluar cooler serendah

mungkin

Menjaga operasi kiln pada kapasitas maksimal


Menjaga burning zone sependek mungkin
Mengurangi false air mulai dari preheater, inlet

kiln, dan kilnhood

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Beberapa Contoh Control Parameter & Control Variabel


Control Parameter

Control Variabel

Kiln feed

Perubahan load elevator

Pengaturan umpan ke string A dan B

Perubahan temperatur dan draft di kedua string

Coal feed ke kiln burner

Perubahan temperature burning zone, torsi

Coal feed ke calciner

Perubahan temperature calciner

Speed kiln

Perubahan torsi

Damper ID fan dan EP fan

Perubahan draft di preheater, O2 content

Nozzle udara primer di burner

Perubahan temperatur burning zone, torsi.

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Pembentukan Coating di Dalam Kiln


Proses terbentuknya coating dimulai

chemisorption dan adsorption antara batu dengan


liquid phase, kemudian terjadi infiltrasi liquid
phase klinker ke brick, maka terjadi reaksi antara
klinker komponen dengan material refractory.

Selanjutnya terjadi pengerasan dari liquid

membentuk coating. Lapisan coating adalah


komponen klinker terdiri dari C2S-MgO yang
mengeras. Coating kontinyu terbentuk sampai
temperatur permukaan coating mencapai
temperatur lelehnya (1315 C).

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Fungsi coating adalah:

Melindungi brick dari corrosive dan abrasive

action
Menurunkan temperatur hot face dari brick
Menyimpan panas sementara, kemudian

dipindahkan lagi ke material

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Kerusakan coating disebabkan oleh:


Perubahan komposisi raw meal
Distorsi mekanis
Temperatur burning zone turun
Temperatur burning zone terlalu tinggi (overheating)

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Heating up yang tidak hati-hati menyebabkan :


Batu tahan api lolos, retak, pecah dan jatuh
Batu tahan api dapat meleleh bila apinya tidak tepat

dan tidak dilakukan pemutaran kiln


Distribusi tidak baik/tidak imbang artinya di kiln terlalu

panas tetapi di suspension preheater terlalu dingin dan


sebaliknya

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Red Spot on Kiln Shell

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Control Parameters (BZT)


BZT
NOx

Amps

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Permasalahan operasi pada kiln

Feed Kiln

Rpm Kiln
kW CoM

m3 Solar

Institut Semen dan Beton Indonesia

Coal Mill stop karena


rantai chain 5K1A02 keluar
dari sproket :
Fine coal dari pfister
berfluktuasi
karena
dorongan material dari
atas bin oleh produk
coal mill terhenti
Speed Kiln dari 2,1 rpm
ke 1,6 rpm
Feeding Kiln dari 525 tpj
ke 420 tpj
Pemakaian
solar
4
m3/jam

Produksi kiln
berkurang 170
ton

Kiln & Coal Mill Operation

Ring Fall
Ring coating

Kondisi dimana ada coating


dengan ketebalan tertentu
sehingga berakibat sangat
mengganggu pada
pengoperasian kiln karena:
Material akan tertahan di
belakang ring coating
Gas tidak lancar mengalir
sehingga udara yang
terhisap juga kurang dan
CO akan naik

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Coating Fall

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Hot Meal Flush


Kiln flushing

Flushing adalah akibat raw mix yang


tidak terbakar sempurna menjadi
klinker, penyebabnya bermacammacam, misalnya kiln feed
berfluktuasi, batu bara shortage atau
fluktuasi, atau jatuhnya ring coating
yang terlalu besar.
Indikator awal : torque kiln turun
secara drastis, misalnya disebabkan
oleh shortage/fluktuasi bahan bakar
maka temperatur di kalsiner SLC
atau burning zone akan turun, profil
nyala menjadi gelap

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Pengendalian Operasi Kiln


Untuk mencegah terjadinya flushing :

Turunkan secara drastis speed kiln, hal ini bertujuan


untuk memperpanjang waktu tinggal material di
dalam kiln, sehingga diharapkan akan memperbaiki
proses pembakaran raw mix menjadi klinker

Jaga temperatur di suspension preheater agar


tingkat dekarbonisasinya cukup sebelum masuk ke
kiln, kemudian stabilkan flame yang dapat dijaga
dengan menstabilkan fuel dan grate I agar dapat
menghasilkan temperatur udara sekunder yang
cukup temperaturnya

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Pengendalian Operasi Kiln 12 Feb 08


Mengubah panjang pendeknya flame,

dengan harapan ada perubahan


temperatur ring coating dan akhirnya jatuh.
Selain itu apabila di tempat ring coating itu

diberi pendingin pada kiln shellnya maka


cooling fan pada posisi tersebut dimatikan.

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Operasional Control/Kiln Feed

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Operasional Control/Kiln

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Operasional Control/Firing System

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Operasional Control/Cooler

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation

Operasional Control/Clinker Transport

Institut Semen dan Beton Indonesia

Kiln & Coal Mill Operation