Anda di halaman 1dari 4

PROBLEMATIKA PENDIDIKAN BIDANG STUDI SBK

INSTRUCTION :

Mata pelajaran Seni dan Budaya di Sekolah Dasar (SD) bertujuan agar peserta
didik memiliki kemampuan sebagai berikut 1) Memahami konsep dan pentingnya
seni budaya dan keterampilan, 2) Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni
budaya dan keterampilan, 3) Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan
keterampilan 4) Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan
dalam tingkat lokal, regional, maupun global (Depdiknas, 2006: 56 ).

Dalam memilih metode yang akan digunakan guru dalam program kegiatan
pembelajaran, guru hendaknya kreatif dalam memilih metode yang akan dipakai.
Sehingga dengan pemilihan metode yang tepat, mampu menumbuhkan dan
mengembangkan selutuh potensi yang dimiliki oleh siswa agar dapat
menghasilkan sesuatu hal yang baru berdasarkan daya pikir dan kemampuannya.
Selain itu dengan pemilihan metode yang tepat diharapkan anak dapat
menyalurkan ekspresi jiwanya, menumbuhkan keneranian berkreasi, yaitu
menyalurkan pikiran dan perasaan

kenyataan
Kondisi nyata yang dihadapi dalam pemilihan metode pada pembelajaran SBK di SD
tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Pemilihan metode mengajar yang dilakukan oleh guru tidak mengacu pada tujuan
pembelajaran. Selain itu metode yang digunakan tidak sesuai dengan keinginan siswa
sehingga membuat siswa tidak bersemangat dalam belajar dan berdapak pada tidak
tercapainya tujuan pembelajaran.dalam pembelajaran SBK siswa dituntuntut untuk lebih
banyak praktek seperti, seni tari, seni rupa, seni musik dan hasta karya. Akan tetapi
umumnya guru di SD belum memiliki bekal atau dgn kata lain belum memiliki keahlian
dalam mengajarkan pembelajaran tersebut

KURIKULUM
Muatan seni budaya dan keterampilan sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan tidak hanya terdapat dalam satu mata pelajaran karena budaya itu sendiri
meliputi segala aspek kehidupan. Dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan,
aspek budaya tidak dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu,
mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan pada dasarnya merupakan pendidikan seni
yang berbasis budaya.

Kenyataan :
Pada kenyataannya guru belum begitu optimal melibatkan kondisi psikis anak, karena
kewajiban-kewajiban mengajar telah tuntas dan anak bisa mengerjakan soal dengan benar
dirasa sudah cukup. Padahal sejatinya SBK tidak berfokus pada hasil pembelajaran
melainkan proses pembelajaran yang melibatkan lebih banyak psikis dari pada fisiknya

ADMINISTRASI
Administrasi idealnya mencakup fungsi :
Sebagai perencanaan. Dengan sistem pengadministrasian yang memadai para
administrator pendidikan baik dari tingkat sekolah dasar sampai di tingkat pusat
akan dapat menentukan perencanaan terhadap masalah-masalah pendidikan di
masa datang.
Sebagai pengorganisasian. Sekolah sebagai suatu organisasi,sudah jelas
memiliki mekanisme kerja yang melibatkan berbagai pihak. Oleh karena itu
Administrasi Pendidikan akan mengatur tugas-tugas setiap orang yang terkait
secara teratur,sehingga tujuan yang akan dicapai bisa terwujud.

Untuk mengambil tindakan. Tindakan dalam hal ini adalah semua langkahlangkah yang harus dan dilakukan,sebagai hasil dari suatu
proses pengadministrasian yaitu pencatatan dan pendataan yang dilakukan oleh
petugas pendidikan.
Sebagai pengevaluasi. Langkah akhir dari suatu kegiatan administrasi adalah
melakukan penilaian dari semua proses kegiatan sebuah organisasi. Dengan
demikian administrasi pendidikan juga berfungsi untuk mengevaluasi program
program pendidikan yang dicanangkan dalam setiap institusi pendidikan.
Kenyataan :
Realitanya para guru masih belum rutin mengisi administrasi baik administrasi kelas
maupun administrasi sekolah, dikarenakan beban jam mengajar yang cenderung banyak
sehingga hal pengadministrasian baru dikejar ketika mengahapi supervisi. Masalah
tersebut dapat mempersulit melacak riwayat anak-anak dari jenjang sebelumnya, karena
dokumentasi tiap anak kadang berceceran seperti catatan lapangan tiap siswa akan
mempengaruhi dijenjang selanjutnya.

EVALUASI
Evaluasi pada SBK idealisnya:
Penilaian SBK ditekankan pada penilaian proses pembelajaran dimana SBK merupakan
pelmbelajaran yang berusaha mengembangkan dan melatih keterampilan anak khususnya
di bidang seni (seni rupa, musik, tari)
Kenyataan:
Pada nyataya evaluasi dipandang sebagai hasil akhir dari pembelajaran tanpa
memperhatikan umpan balik. Segingga tujuan dari Pembelajaran SBK sendiri yaitu
melatih keterampilan sering diabaikan

KONSELING
Konseling pada pendidikan SBK idealnya:
Guru dapat menciptakan budaya dan komunitas kelas SBK yang menyenangkan.
Guru dapat menumbuhkan kepercayaan diri para siswa sehingga para siswa dapat
dengan mudah mengembangkan ide, kreatifitas, dan kepercayaan diri untuk
mengasah dan mengembangkan bakat sesuai dengan keahlianya khusunya di
bidang seni
Kenyataan :

Pada kenyataannya guru belum begitu optimal melibatkan kondisi psikis anak,
karena kewajiban-kewajiban mengajar telah tuntas dan anak bisa mengerjakan
soal dengan benar dirasa sudah cukup. Padahal sejatinya SBK tidak berfokus
pada hasil pembelajaran melainkan proses pembelajaran yang melibatkan lebih
banyak psikis dari pada fisiknya

1. Setiap paragraf ada rujukannya


2. Rujuaknnya up to date, terkini, dan mutakhir paling tua tahun 2005/ 10
tahun terakhir
3. Dalam rujukan memuat teori, artikel jurnal terutama jurnal internasional,
banyaknya rujukan internasional minimal 10
4.