Anda di halaman 1dari 2

Penambangan Liar Masih Beroperasi

SLEMAN, TRIBUN - Tindakan tegas

Setelah kita datangi, ternyata masih ada

Satuan Polisi Pamong Praja yang menutup

aktivitas penambangan di lokasi yang

paksa penambangan liar tak otomatis

sudah pernah dthentikan, paparnya saat

menghentikan

razia di dusun Panggung, Lumbungrejo,

praktik

tersebut.

Penambangan liar yang tidak dilengkapi

Tempel,

Jumat

izinmasih saja beroperasi di Sleman.

Razia yang digelar bersama Dinas Sumber

Kepala Satpol PP Sleman, Joko Supriyanto

Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM)

mengatakan, pihaknya mendapat laporan

Sleman tersebut menyasar tiga lokasi

dan masyarakat terkait adanya kegiatan

penambangan.

Ketiga

(14/11).

lokasi

tersebut

adalah
Dusun
Panggung,

penambangan yang dilakukan di luar zona

Lmbungrejo, Tempel yang berada di

penambangan yang sudah diatur oleh

bantaran Sungai Krasak, serta Dusun

Pemkab Sleman. Dan laporan tersebut,

Dukuhsari, Wonokerto dan Dusun Tritis,

pihaknya

Girikerto,Tun

kemudian

menindakianjuti

yang

berada

lahan

Sleman

telah

dengan menggelar razia ke lokasi yang

pekarangan.Satpol

dilaporkan.

melayangkan Surat Edaran Bupati Nomor


540/02880.
menginstruksikan

PP

di

Surat

tersebut
penghentian

pengambilan material bukan logam dan

mengetahui jika arera yang ditambangnya

batuan di lokasi tak berizin. Pada lokasi

di

pertama petugas Satpol PPmemergoki

ditentukan.

adanya eskavator (back hoe) yang sedang

menjalankan tugas dan pemodal saja.

beroperasi dan mengisi material pasir. Joko

Saya

lantas meminta kegiatan penambangan

pelarangan menambang di kawasan ini.

dihentikan saat itu juga. Segala bentuk

Tapi karena sudah dilarang, saya akan

penambangan tanpa izin harus berhenti.

hentikan penambangan sampai adanya

Kegiatan

izin,

ini

merupakan

bentuk

pelanggaran, tegas Joko. Handariyanto


(45), operator alat berat di Panggung,
Lumbungrejo, Tempel

mengaku tidak

luar

kawasan

penambangan

Ja

tidak

tahu

paparnya.

mengaku
jika

ada

(ang)

yang
hanya
aturan