Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN MELALUI HASIL

DU PONT SYSTEM
(STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN SUB-SEKTOR INDUSTRI TEKSTIL
DAN GARMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN
2009 2013)
Aldi Sulton Noor
Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen
Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon

Jl. Pemuda No.32 Telp. (0231) 206558 Ext. 128 Cirebon


aldisultonn@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan industri
tekstil dan garmen apabila dianalisis menggunakan pendekatan Du Pont System. Fokus
penelitian ini adalah perbandingan kinerja perusahaan dengan menggunakan hasil Du
Pont System yaitu Return of Invesment (ROI) dengan 2 faktor pendukungnya yaitu Net
Profit Margin (NPM) dan Total Assets Turnover (TATO). Penelitian ini menggunakan
jenis penelitian deskriptif komparatif, sedangkan sumber data yang digunakan adalah data
sekunder dengan teknik pengumpulan data studi pustaka dan dokumentasi. Berdasarkan
penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT.Sri Rejeki Isman.Tbk pada
tahun 2009 2013 yang dianalisis menggunakan metode Du Pont System menunjukan
tingkat kinerja keuangan yang sangat baik dan rata-rata ROI selama 5 tahun terakhir
adalah 4,36%, sedangkan PT.Apac Citra Centertex.Tbk berada dalam kondisi kinerja
keuangan yang jauh dari kata baik dengan rata-rata ROI selama 5 tahun terakhir
menunjukan angka negatif yaitu -4,05%, dengan kata lain perusahaan tidak bisa
menciptakan laba dari penjualan atau perusahan mengalami kerugian. Perusahaan dapat
menekan resiko kerugian dengan cara meningkatkan penjualan dan mengoptimalkan total
aktivanya sehingga mendapatkan tingkat pengembalian (ROI) yang tinggi.
Kata Kunci :

Margin Laba Bersih, Perputaran total aset, Tingkat Pengembalian


Investasi, Kinerja Keuangan Perusahaan.

Pendahuluan
Kawasan perdagangan bebas
ASEAN-China Free Trade Area
(ACFTA) adalah suatu kawasan
perdagangan bebas diantara anggotaanggota
ASEAN
dan
China,
keikutsertaan Indonesia dalam berbagai
kesepakatan perjanjian perdagangan
bebas tidak dapat dicegah ataupun
dibatalkan walaupun sektor industri
manufaktur mengaku belum cukup
siap,(Kompas, Jumat 9 April 2010).
Kususnya dampak yang sampai
sekarang di rasakan adalah dari ACFTA
(Asean-China Free Trade Area) sejak
per-1 januari 2010 bea masuk barang
dari Negara peserta ACFTA menjadi
0%, menjadikan industri dalam negeri
tidak mampu bersaing dengan produk
luar (produk ASEAN) terlebih lagi
produk dari China.

aneka jenis produk datang, adalah


produk kualitas rendah (kw) yang
berasal dari China dengan harga sangat
murah. Bahkan jaring pemasarannya
sudah sampai pada pedagang kaki lima
di seluruh Indonesia. Akibatnya, semua
produksi dalam negeri sejenis menjadi
tidak bisa bersaing dan bahkan matisuri
di pasaran, khususnya industri tekstil
dan garment yang setiap tahun hampir
mengalami
penurunan
semenjak
ACFTA 2010.

Penduduk Indonesia adalah ke4


terbesar
didunia
menurut
International Data Base (IDB) 2013
seperti pada tabel berikut ini:

Flow

Tabel 1.1
10 Negara Dengan Jumlah Penduduk
Terbanyak
Jumlah
No
Negara
Penduduk
1
Republik
1.306.148.035
Rakyat
Cina
2
India
1.065.070.607
3
Amerika
293.027.571
Serikat
4
Indonesia
241.452.952
5
Brazil
184.101.109
6
Pakistan
159.196.336
7
Rusia
143.782.338
8
Bangladesh 141.340.476
9
Nigeria
137.253.133
10 Jepang
127.333.002
Sumber : International Data Base 2013.

Negara
dengan
penduduk
terbanyak ke-4 menjadikan indonesia
sebagai target pasar beberapa produkproduk didunia. Pada saat ini, karena
daya beli masyarakat kita lemah, maka

Dalam Hal ekspor impor tekstil


Indonesia dan China, Indonesia masih
mengalami defisit bahkan sebelum
ACFTA per-1 Januari 2010, seperti
pada tabel berikut ini:
Tabel 1.2
Data Perdagangan Ekspor-Impor Tekstil
(TPT) Indonesia Ke China
Eksp
or
Impo
r

2007
162,088,4
84
348,852,8
58

Nilai US$
2008
175,116,11
8
1,034,736,2
72

2009
180,617,34
8
1,038,771,0
12

Sumber:
BPS
diolah
Kementrian
Perdagangan Direktorat Ekspor Hasil
Industri dan Pertambangan.

Berdasarkan
tabel
diatas
menunjukkan
bahwa
sebelum
dibentukknya ACFTA ekspor-impor
industri tekstil ke China setiap tahun
mengalami defisit walau pun ada
peningkatan namun hanya sedikit.
Sedangkan untuk impor, tahun 2008
sebesar 1,034,736,262 naik menjadi
1,038,771,012
di
tahun
2009.
Peningkatan tiap tahunnya menandakan
bahwa aktivitas ekspor impor antara
China dengan Indonesia untuk sektor
industri
sangat
mempengaruhi
perekonomian Indonesia.
Dari dampak ACFTA di atas
memiliki sifat ganda, yaitu berdampak
positif bagi produsen yang kompetitif
dengan terbukanya perluasan pasar ke
China dan bagi konsumen karena dapat
menjangkau produk dengan harga
murah. Sedangkan dampak negatifnya

yaitu dengan adanya penurunan pangsa


pasar produsen lokal, khusus nya tekstil
dan garment akibat bertambahnya
volume impor produk tersebut dari
negara China. Sehingga yang kuat akan
semakin kuat dan yang lemah akna
semakin
tertindas
akibat
dari
persaingan pasar bebas tersebut. Oleh
karena itu pihak manajemen di tuntut
untuk mengantisipasi kondisi seperti ini
dengan segala kebijakan yang diambil
terutama dari segi keuangan, karena
dari segi keuanganlah perusahaan itu
tetap hidup atau bahkan sebaliknya.
Melalui
analisis
laporan
keuangan dapat di ketahui keberhasilan
suatu perusahaan di setiap periodenya,
maupun untuk keperluan seperti yang di
jelaskan di atas. Laporan keuangan
sendiri terdiri dari laporan Neraca dan
laporan laba(rugi), kedua laporan
tersebut
saling
berkaitan
dan
melengkapi. Dilihat dari kegunaan
laporan keuangan bukan hanya untuk
perusahaan, melainkan pihak luar juga
termasuk investor. Hasil analisis ini
dapat memberikan informasi dengan
tujuan screening, diagnosis, evaluasi,
dan
prediksi
keadaan
ekonomi
perusahaan. Dengan demi-kian analisis
laporan keuangan ini menjadi sangat
bermanfaat bagi manajemen dan
investor.
Sebelum
menanamkan
modalnya investor menganalisis dan
memprediksi perusahaan mana yang
memiliki tingkat kinerja keuangan dan
kesehatan keuangan yang bagus dari
setiap periodenya apalagi banyaknya
perusahaan sejenis yang seringkali
membuat para investor berfikir lagi
perusahaan mana yang harus di pilih,
oleh sebab itu agar prediksi yang
dilakukan
dalam
penerapan
pengambilan keputusan dalam mencari
perusahaan
mana
yang
tingkat
kinerjanya bagus perlu dilakukan
analisis laporan keuangan salah satunya
dengan metode Du Pont Sytem.

Analisis Du Pont System ini


bersifat menyeluruh karena mencakup
tingkat efisiensi perusahaan dalam
penggunaan aktivanya dan dapat
mengukur tingkat keuntungan atas
penjualan produk yang dihasilkan oleh
perusahaan tersebut. Tujuan analisis ini
digunakan untuk mengetahui sejauh
mana efektvitas perusahaan dalam
memutar modalnya, sehingga analisis
ini mencakup berbagai rasio. Du Pont
System ini didalamnya menggabungkan
rasio aktivitas / perputaran aktiva
dengan rasio laba / profit margin atas
penjualan dan menunjukkan bagaimana
keduanya
berinteraksi
dalam
menentukan Return On Invesment
(ROI), yaitu profitabilitas atas aktiva
yang dimiliki perusahaan.
Berdasarkan hasil Rasio laba
atas penjualan (profit margin) yang
dipengaruhi oleh tingkat penjualan dan
laba bersih yang dihasilkan, berarti
profit margin ini mencakup pula
seluruh biaya yang digunakan dalam
operasional perusahaan. Rasio aktivitas
sendiri dipengaruhi oleh penjualan dan
total aktiva. Dapat dikatakan bahwa
analisis ini tidak hanya menfokuskan
pada laba yang dicapai, tetapi juga pada
invesatasi yang digunakan untuk
menghasilkan laba tersebut. Dalam kata
lain semakin besar ROI semakin baik
pula perkembangan perusahaan tersebut
dalam mengelola aset nya sehingga
optimal dan menghasilkan laba. Angka
ROI ini akan memberikan informasi
yang penting bagi calon investor atau
untuk menarik para investor, Jadi
perbandingan ROI selama beberapa
periode berturut-tuurut akan lebih
akurat, berdasarkan dari kecenderungan
ROI ini dapat dinilai perkembangan
efektifitas
operasional
usaha
perusahaan,
apakah
menunjukan
kenaikan atau penurunan.
Berdasarkan latar belakang
diatas penulis tertarik mengambil judul
: Analisis Perbandingan Kinerja

Keuangan Melalui Hasil Du Pont


System (Studi Kasus Pada Perusahaan
Sub-Sektor Industri Tekstil dan
Garment yang Terdaftar di BEI Periode
2009-2013).
Metode Penelitian
Populasi dan Sampel
Dalam
Penelitian
ini
populasinya
adalah
perusahaanperusahaan industri tekstil dan garmen
yang tercatat di Bursa efek indonesia
sebanyak 18 perusahaan, sedangkan
sampel dalam penelitian ini adalah 5
perusahaan
yang
data
laporan
keuangannya lengkap dari tahun 20092013.
Jenis dan Sumber Data
Sumber data yang digunakan
penulis adalah data sekunder, yaitu
laporan keuangan Tahun 2009-2013
dari 5 perusahaan industri tekstil dan
garmen, serta data lain yang
mendukung dalam penelitian ini.
Definisi Operasionalisasi Variabel
1. Kinerja Keuangan
Kinerja
Keuangan
adalah
gambaran pencapaian pelaksanaan atau
program atau kebijaksanaan dalam
mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan
visi suatu organisasi (Indra Bastian
2006:274).
2. Marjin Laba Bersih (Net Profit
Margin)
Merupakan persentase laba bersih
setelah pajak dibandingkan dengan
penjualan.
3. Perputaran Total Aset (Total Aset
Turn over)
Perputaran total aset adalah
perbandingan antara jumlah penjualan
perusahaan dengan seluruh harta/ aktiva
perusahaan.
4. Tingkat Pengembalian Investasi
(Return of Invesment)
ROI merupakan perbandingan
antara laba bersih dengan total aktiva.
Rasio ini mengukur kemampuan modal

yang
diinvestasikan
dalam
menghasilkan laba/keuntungan.
Hipotesis Penelitian
Ho: Tidak terdapat perbedaan kinerja
keuangan yang signifikan dari hasil
metode du pont system (ROI) dari ke-5
perusahaan tekstil dan garmen periode
2009-2013.
Ha: Terdapat perbedaan kinerja
keuangan yang signifikan dari hasil
metode du pont system (ROI) dari ke-5
perusahaan tekstil dan garmen periode
2009-2013.
Analisis Data
Dalam menyusun penelitian ini
metode
pengolahan
data
yang
digunakan
adalah
Deskriptif
Komparatif,
sedangkan
teknik
analisisnya adlah menggunakan metode
Du Pont System dan dibantu
pengolahan data menggunakan IBM
SPSS
yang
mengacu
untuk
membandingan kinerja keuangan dari
ke-5 perusahan industri tekstil dan
garmen.

Hasil dan Pembahasan


1) Analisis Du Pont System
Tabel 1
Hasil Perhitungan DuPont System
dari Industri Tekstil dan Garmen
Tahun 2009 - 2013
Tahun
Perusahaan
2009
Polychem
Indonesia
Ever Shine
Tex
Apac Citra
Centertex
Pan Brother
Sri Rejeki
Isman
Rata-Rata
Industri

2010

2011

2012

2013

1,38
%
-5,6
%
-6,9
%

0,15
%
-8,9
%
-2,3
%
4,2
%
5,5
%
0,27
%

1,4 %
1,45
%
0,71
%

0,9 %
0,8 %
-5,4
%

5,4 %
0,69
%
-6,4
%

3,9 %
-1,2
%

4%

4,6 %

4,2 %

6,7 %

5,6 %

5,2 %

1,25
%

1,4
%

1,9%

-0,34
%

Berdasarkan hasil dari metode


DuPont System diatas maka dapat
diketahui kondisi kinerja keuangan dari
masing-masing perusahaan, Jika dilihat
dari tabel diatas, tingkat pengembalian
yang dihasilkan oleh 5 perusahaan
industri tekstil dan garment dalam 5
tahun terakhir, mendapatkan hasil
dengan tingkat pengembalian yang
tertinggi diperoleh PT.Sri Rejeki
Isman.Tbk sebesar 6,7% pada tahun
2010 yang artinya berada diatas ratarata industri dan dalam 5 tahun terakhir
rata-rata ROI PT.Sri Rejeki Isman.Tbk
ada pada posisi baik yaitu 4,36%, yang
menandakan
bahwa
perusahaan
memiliki tingkat kosistensi yang tinggi
dalam menjaga kinerja dimasa masa
yang akan datang, dengan nilai 4,36%
dan berada diatas rata-rata industri yaitu
sebesar 3,08% dan membuktikan bahwa
perusahaan mengelola aktiva yang
dimilikinya untuk menghasilkan laba
bersih masih sangat baik. Dengan kata
lain bahwa kinerja perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih sangat baik.
Sedangkan untuk ROI paling rendah
adalah PT.Ever Shine.Tbk, bahkan pada
tahun 2013 ROI Ever Shine sampai
minus, yaitu -8,9% yang menunjukan
bahwa kinerja perusahaan sangat jauh
dari kata tinggi dan baik, semenjak
tahun 2009-2013 perusahaan Ever
Shine mengalami penurunan kinerja
dengan rata-rata penurunan 205,7%
dalam 5 tahun terakhir, dengan kinerja
yang kurang baik tersebut dipastikan
bahwa perusahaan tidak bisa mengelola
dengan baik aktiva yang dimilikinya
sehingga perusahaan tidak bisa
mendapatkan laba dari penjualan
dengan kata lain perusahaan mengalami
kerugian.
Dari
penjelasan
diatas
perbandingan kinerja keuangan yang
diukur dengan nilai ROI dan rata-rata
industri selama periode yang sama
menunjukan bahwa PT.Sri Rejeki
Isman.Tbk dan PT.Pan Brother.Tbk
dari tahun ke tahun cenderung fluktuasi

tetapi menunjukan kinerja yang baik


dilihat dari rata-rata ROI selama
periode
tersebut
sangat
tinggi
dibandingkan kompertitor lainnya yaitu
sebesar 4,36% dan 4,18% keduanya
berada diatas rata-rata industri sebesar
3,08%. Sementara untuk PT.Ever Shine
Tex.Tbk
dan
PT.Apac
Citra
Centertex.Tbk mengalami penurunan
kualitas kinerja sehingga ROI yang
dihasilkan selama periode 2009 sampai
dengan 2013 mendapatkan niali minus
yaitu -2,312 dan -4,058. Dengan hasil
minus yang menunjukan bagaiman
kinerja perusahaan tersebut masih jauh
dengan kata bagus dan tinggi,
dibandingkan dengan perusahaan Pan
Brother dan Sri Rejeki Isman yang
membuktikan kinerja yang lebih baik
lagi dimasa yang akan datang,
disamping itu perusahaan mampu
mengoptimalkan penjulan sehingga
menghasilkan
laba
yang
besar,
pengaruh tersebut yang membuat ROI
perusahaan
tinggi
yang
juga
menggambarkan kinerja perusahaan
selama periode tersebut. Sementara itu
PT.Polychem Indonesia.Tbk menjadi
perusahaan yang cenderung fluktuasi
dan mengalami penuruunan dalam
periode 2009 2013, selama periode
tersebut rata-rata ROI perusahaan
adalah sebesar 1,846%. Dari rata-rata
tersebut yang masih dibawah rata-rata
industri sejenis sehingga kinerja
perusahaan dinilai kurang bagus
dikarenakan terjadi penurunan yang
disebabkan oleh penurunan penjualan
sehingga perusahaan tidak mampu
menghasilkan laba dengan baik.
2) Uji Anova
a. Homogenety Test
Homogenity Test dilakukan
untuk mengetahui apakah asumsi
Anova bahwa setiap group (kategori)
variabel independen memiliki varian
yang sama, hasil pengujian tersebut
seperti pada tabel 2 dibawah ini :

System dari 5 perusahaan sub-sektor


industri tekstil dan garment yang
terdaftar di BEI.

Tabel 2
Test of Homogenity Variance
Levene's Test of Equality of Error Variances

Dependent Variable: ROI


F
5,055

Kesimpulan dan Implikasi

df1

df2
4

Sig.
20

Hasil
Uji
levene
test
menunjukan bahwa nilai probability
0,006 dan signifikan pada = 0,05 (p <
0,05) yang berarti hipotesis nol ditolak
yang menyatakan tidak terdapat
perbedaan kinerja keuangan yang
signifikan dari hasil metode DuPont
system (variance sama).
3) Uji Hipotesis
Uji hipotesis dalam penelitian
ini menggunakan Uji-F yaitu untuk
mengetahui apakah sub-variabel
independen secara bersama-sama
mempunyai
pengeruh
yang
signifikan
terhadap
variabel
dependen. Hasil Uji-F seperti tabel
3 dibawah ini:
Tabel 3
Perbandingan Hasil Dupont Tehadap
Kinerja Keuangan Industri Tekstil
Tabel 4.28. Pengauh Kualitas Produk (X1) Dan Citra Merek (X2) Tehadap Keputusan Pembelian (Y)

1. Kesimpulan

,006

ANOVA
Model
Sum D Mean
F
Sig
of
f Squa
.
Squar
re
es
Regres
460,4 2 230,2 294,1 ,00
b
sion
04
02
92 0
Residua 17,21 2 ,782
1
l
5 2
477,6 2
Total
18 4

Berdasarkan hasil tabel diatas,


maka dapat diinterpretasikan bahwa
nilai
, sedangkan
nilai
3,38 dan signifikan pada
=
5%
(0,000<0,05).
Artinya
(3,38)
,
Maka
ditolak. Hal ini berarti
terdapat perbedaan kinerja keuangan
yang signifikan atas hasil DuPont

Berdasarkan hasil penelitian


dari perbandingan hasil Du Pont
System untuk mengukur tingkat
kienerja keuangan 5 perusahaan tekstil
dan garmen yang terdaftar di BEI dari
tahun 2009 2013, yaitu terdapat
perbedaan kinerja keuangan yang
signifikan antara ke-5 perusahaan
industri tekstil dan garmen berdasarkan
hasil Du Pont System, sehingga
ditolak.
2. Implikasi
1) kondisi ROI PT.Apac Citra
Centertex.Tbk dan PT.Ever
Shinetex.Tbk sangat rendah
dikarenakan
perusahaan
mengalami
penurunan
penjualan dalam 5 tahun
terakhir, itu membuktikan
bahwa perusahan mengalami
kerugian,
dilihat
dari
pengalaman
tahun-tahun
sebelumnya
perusahaan
harusnya
belajar
dari
penurunan penjualan sehingga
perusahaan
tidak
mengalaminya lagi pada tahun
yang akan datang, sedangkan
PT.Sri Rejeki Isman.Tbk dan
PT.Pan
Brother.Tbk
mendapatkan laba bersih yang
tinggi dari hasil penjualan, oleh
karena itu perusahaan memiliki
kinerja keuangan yang sangat
bagus dalam memenfaatkan
aset guna menghadapi setiap
peluang dipasar persaingan.
2) Kondisi rata-rata NPM dari 5
perusahaan menunjukan 2
perusahaan dengan nilai sangat
baik, yaitu NPM Pan Brother
sebesar 2,82% dan NPM Sri

Rejeki sebesar 3,58%. Dari


hasil tersebut 2 perusahaan
menunjukan tingkat kinerja
yang baik di bandingkan
dengan 3 perusahaan yang
mendapatkan nilai NPM masih
dibawah
rata-rata,
secara
berturut-turut NPM Apac,
Polychem dan Ever Shine yaitu
-4,386%, 2,108% dan -2,312%
yang menandakan 2 dari 3
perusahaan tersebut mengalami
kerugian, dari nilai tersebut
perusahaan harusnya lebih
meningkatkan lagi penjualan
sehingga berdampak pada hasil
ROI yang menggambarkan
kinerja keuangan perusahaan.
3) Dalam penelitian ini hasil
TATO yangmenunjukan 2 dari
5 perusahaan yang hanya
mendapatkan nilai diatas ratarata industri, itu membuktikan
hanya 2 perusahaan yang
mengoptimalkan
aktivanya,
sedangkan 3 perusahaan tidak
bisa mengoptimalkan aktivanya
sehingga kinerjanya masih
kurang
baik.
Manajemen
perusahaan
harusnya
bisa
mensiasati penurunan kinerja
yang
kurang
baik
dari
perusahaan,
sehingga
kedepannya perusahaan dapat
memperbaiki yang sebelumnya
menjadi kesalahan manajemen,
perbaikan kualitas manajemen
dan peningkatan penjualan
yang harus dibenahi oleh 3
perusahaan tersebut sehingga
perusahaan
bisa
mangoptimalkan penjualan dari
total
aktiva
sehingga
kemampuan
perusahaan
memperoleh laba bersih dari
penjualan akan naik dan
berdampak
pada
baiknya
kinerja keuangan perusahaan.

Daftar Pustaka
Bastian, Indra. 2006. Sistem Akuntansi
Sektor Publik. Jakarta : Salemba Empat.
Fahmi, Irham. 2012. Analisis Kinerja
Keuangan. Bandung : Alfabeta
Freddy, Daulat dan Hildawati. 2014.
Analisis Kinerja Keuangan
dengan Menggunakan Metode
DuPont System. Jurnal forum
Ilmiah Vol 11 Nomer 2.
Indonesia.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis
Multivariate dengan Program
IBM SPSS-19. Semarang :
Universitas Diponogoro.
Gito Sudarmo, Indriyo dan Basri. 2002.
Manajemen Keuangan. Edisi 3.
Yogjakarta : BPFE-Yogya.
Hanafi, Mamduh dan Halim, Abdul.
2012. Analisis Laporan Keuangan.
Hanafi,

Mamduh.
Laporan
Yogyakarta:
Yogyakarta.

2012.

Analisis
Keuangan.
BPFE-

Harahap, Sofyan. 2013. Analisis Kritis


Atas
Laporan
Keuangan.
Jakarta : Raja Grafindo
Persada.
Ikatan

Akuntan Indonesia. 2002.


Standar Akuntansi Indonesia.
Jakarta : Salemba Empat.

Kasmir. 2014. Analisis Laporan


Keuangan. Cetakan ke-7. Jakarta : Raja
Grafindo.
Lianto, David. 2013. Penilaian Kinerja
Keuangan
Perusahaan
Menggunakan Analisis Dupont.
Jurnal JIBEKA Vol 7 Nomer 2
Halaman 25-31.Indonesia
Listiadi. 2007. Analisis Keuangan
System DuPont Sebagai Alat

Pengukur Profitabilitas. Jurnal


Ekonomi dan Manajemen Vol
8 Nomer 1. Universitas Negeri
Surabaya.
Lukviarman, Niki. 2006. Dasar Dasar
Manajemen Keuangan. Edisi
Pertama. Padang : Andalas
University Press.
Noor, Juliansyah. 2014. Metodologi
penelitian. Cetakan ke-4. Jakarta :
Kencana.
Riduan. 2014. Dasar-dasar Statistik.
Cetakan ke-12. Bandung : Alfabeta
Rivai, Veithzal dan Idroes. 2007. Bank
and
Financial
Institution
Management. Jakarta : Raja
Grafindo Persada.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif
dan
R&D. Bandung : Alfabeta.
Syamsudin, Lukman. 2001. Manajemen
Keuangan Perusahaan (Konsep
Aplikasi dalam Perencanaan,
Pengawasan dan Pengambilan
Keputusan. Jakarta : Rajawali
Pers
http://apidki-jakarta.weebly.com/
http://embassyofindonesia.eu/sites/all/ar
chives/NP%202013%20Indonesia.pdf
http://nasional.kompas.com/read/2010/
04/09/03474252/keikutsertaan.i
ndonesia.dalam.acfta.
http://news.liputan6.com/read/acftakado-pahit-di-awal-tahun
www.apaccitra.co.id
www.evershinetex.com
www.idx.co.id
www.panbrotherstbk.com
www.polychemindo.com

www.sritex.co.id