Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam sejarah peradaban manusia, keluarga dikenal sebagai suatu
persekutuan (unit) terkecil, pertama dan utama dalam masyarakat. Keluarga
adalah inti dari jiwa dari suatu bangsa, kemajuan dan keterbelakangan suatu
bangsa menjadi cermin dari keadaan keluarga-keluarga yang hidup pada bangsa
tersebut. KB berarti suatu tindakan perencanaan pasangan suami istri untuk
mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval kelahiran dan
menentukan jumlah anak sesuai dengan kemampuannya serta sesuai situasi
masyarakat dan negara.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan KB?
2. Apakah hukum memakai KB menurut berbagai pandangan agama?
3. Apa saja jenis-jenis alat kontrasepsi?

1.3 Pembahasan Masalah


1. Untuk mengetahui apa KB itu.
2. Untuk mengetahui apa hukum memakai KB menurut pandangan berbagai
agama.
3. Untuk mengetahui jenis-jenis alat kontrasepsi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Keluarga Berencana (KB)
KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (1997), maksud daripada ini adalah: Gerakan untuk membentuk keluarga yang
sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran.
Dengan kata lain KB adalah perencanaan jumlah keluarga. Pembatasan bisa dilakukan
dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom,
spiral dan sebagainya.
Untuk menghindari kehamilan yang bersifat sementara digunakan kontrasepsi sedangkan
untuk menghindari kehamilan yang sifatnya menetap bisa dilakukan sterilisasi.
Dalam melaksanakan progam KB biasanya menggunakan alat kontrasepsi. Terdapat
beberapa metode yang digunakan dalam kontrasepsi. Metode dalam kontrasepsi tidak ada
satupun yang efektif secara menyeluruh. Meskipun begitu, beberapa metode dapat lebih
efektif dibandingkan metode lainnya. Efektivitas metode kontrasepsi yang digunakan
bergantung pada kesesuaian pengguna dengan instruksi. Perbedaan keberhasilan metode juga
tergantung pada tipikal penggunaan (yang terkadang tidak konsisten) dan penggunaan
sempurna (mengikuti semua instruksi dengan benar dan tepat). Perbedaan efektivitas antara
penggunaan tipikal dan penggunaan sempurna menjadi sangat bervariasi antara suatu metode
kontrasepsi dengan metode kontrasepsi yang lain.

2.2 Pandangan Berbagai Agama Terhadap Keluarga Berencana


(KB)
a. Pandangan Agama Islam Terhadap KB
Pandangan Hukum Islam tentang Keluarga Berencana, secara prinsipil dapat diterima oleh
Islam, bahkan KB dengan maksud menciptakan keluarga sejahtera yang berkualitas dan
melahirkan keturunan yang tangguh sangat sejalan dengan tujuan syari`at Islam yaitu
mewujudkan kemaslahatan bagi umatnya. Selain itu, KB juga memiliki sejumlah manfaat
yang dapat mencegah timbulnya kemudlaratan. Bila dilihat dari fungsi dan manfaat KB yang

dapat melahirkan kemaslahatan dan mencegah kemudlaratan maka tidak diragukan lagi
kebolehan KB dalam Islam.
Selain hukum islam yang mendukung keluarga berencana , ada para ulama yang menafsirkan
larangan keluarga berencana seperti yang tercantum dalam QS. Al-Anam : 151
Untuk memperjelas lagi , berikut ada hadist nabi
(
sesungguhnya lebih baik bagimu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan
dari pada meninggalkan mereka omenjadi beban atau tanggungan orang banyak.
Dari hadits ini menjelaskan bahwa suami istri mempertimbangkan tentang biaya rumah
tangga selagi keduanya masih hidup, jangan sampai anak-anak mereka menjadi beban bagi
orang lain (masyarakat). Dengan demikian pengaturan kelahiran anak hendaknya
direncanakan dan amalkan sampai berhasil.

b. Pandangan Agama Hindu Terhadap KB


Menurut agam hindu Kb diperbolehkan karena :
Mempunyai anak 1 asal berkualitas lebih baik daripada banyak anak tetapi tidak berkualitas
sepanjang proses pembuahan sampai lahirnya anak tidak bertentangan dengan kitab suci
weda
Unsur unsur keluarga yang sempurna terdiri dari seorang suami, istri, dan keturunannya
serta proses pembuahan / kehamilannya tidak bertentangan dengan kitab suci Weda
Tujuan keluarga kecil adalah terciptanya anak yang berkualitas (suputra) bukan semata
mata hanya karena faktor ekonomi
c. Pandangan Agama Kristen Protestan Terhadap KB
Agama kristen protestan memandang kesejahteraan keluarga diletakkan dan
diwujudkan dalam pemahaman yang bersifat real sesuai dengan kehendak Allah dan tidak
melarang umatnya berKB.
d. Pandangan Agama Buddha Terhadap KB

Masalah kependudukan dan keluarga berencana belum timbul ketika budha Gotama maasih
hidup. Tetapi kita bisa menelaah ajarannya yang relevan dengan makna keluarga berencana.
Kebahagiaan dalam keluarga adalah adanya hidup harmonis antara suami istri dan antara orang tua
dan anaknya. Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah berusaha menimbulkan dan
memperkembangkan kesejahteraan untuk anak-anaknya. Jadi, bila kita perhatikan kewajiban tersebut
maka program KB patut dilaksanakan karena KB menimbulkan kesejahteraan keluarga. Keluarga
berencana dibenarkan dalam agama budha dan umat budha dibebaskan memilih cara KB yang cocok
untuk masing- masing

e. Pandangan Agama Katolik Terhadap KB


Agama Katolik memandang program KB dapat diterima. Namun, cara melaksanakannya
harus diserahkan sepenuhnya kepada tanggung jawab suami-istri, dengan mengindahkan
kesejahteraan keluarga. Agama Katolik menyatakan bahwa KB pertama-tama harus dipahami
sebagai sikap tanggung jawab. Soal metode, termasuk cara pelaksanaan tanggung jawab itu,
umat Katolik harus senantiasa bersikap dan berperilaku penuh tanggung jawab. Pelaksanaan
pengaturan kelahiran harus selalu memperhatikan harkat dan martabat manusia serta
mengindahkan nilai-nilai agama dan social budaya yang berlaku dalam masyarakat.

2.3 Jenis-Jenis Alat kontrasepsi


Berikut ini adalah beberapa macam alat-alat kontrasepsi yang
dipakai dan beredar pada saat sekarang ini. Macam-macam alat kontrasepsi
tersebut
antara
lain
adalah:
:
Alat Kontarepsi Berupa Kondom
Alat Kontarepsi Berupa Kondom Wanita
Alat Kontarepsi Berupa Diafragma
Alat Kontarepsi Berupa Pil KB
Alat Kontarepsi Berupa Susuk (Implan)
Alat Kontarepsi Berupa Kontrasepsi Suntik
Alat Kontarepsi Berupa AKDR (IUD)
Alat Kontarepsi Berupa Sterilisasi

1. Kondom

Kata kondom berasal dari kata Latin condus yang berarti baki atau nampan penampung.
Kondom adalah semacam kantung yang Anda sarungkan ke penis ereksi sebelum melakukan
hubungan seksual. Kondom dijual dalam berbagai ukuran dan bentuk. Kondom
memiliki kelebihan melindungi dari PMS dan tidak memengaruhi hormon. Kekurangannya
adalah efektivitasnya. Sekitar 2-15% wanita masih hamil meskipun pasangannya
menggunakan kondom. Selain itu, banyak pria merasakan berkurangnya sensasi seksual
dengan pemakaian kondom.

2. Kondom wanita

Kondom wanita adalah sebuah kantung dengan dua cincin fleksibel di ujung-ujungnya.
Sebuah cincin lunak yang dapat dilepas memudahkan pemasangannya dan menjaga kondom
di tempat. Sebuah cincin fleksibel yang besar tetap berada di luar vagina, yang meliputi
pembukaan vagina (vulva) dan memberikan perlindungan tambahan.
Kondom wanita sangat efektif bila digunakan dengan benar. Kondom wanita memiliki
keuntungan melindungi dari PMS, tidak mudah slip atau bocor, tidak memengaruhi hormon
dan tidak menimbulkan alergi. Kondom ini juga dapat dipasang jauh sebelum melakukan
hubungan seksual (sampai 8 jam sebelumnya) sehingga tidak perlu jeda selama bermesraan.
Kerugiannya adalah beberapa orang merasakan kurang nyaman, tidak efektif untuk semua
posisi, dan harganya mahal. Kondom wanita tidak dapat digunakan bersamaan dengan
kondom pria karena dapat menyebabkan posisinya bergerak keluar.
3. Diafragma

Diafragma adalah topi karet lunak yang dipakai di dalam vagina untuk menutupi leher rahim
(pintu masuk ke rahim). Fungsinya adalah mencegah sperma memasuki rahim. Agar
diafragma bekerja dengan benar, penempatan diafragma harus tepat. Diafragma seefektif
kondom, namun dapat dicuci dan digunakan lagi selama satu sampai dua tahun.
Kekurangannya, Anda harus menempatkan diafragma sebelum berhubungan seks (sampai 24
jam sebelumnya) dan mencopotnya setelah enam jam. Beberapa wanita mungkin kesulitan
menyisipkankannya dan memiliki reaksi alergi.

4. Pil KB

Pil KB atau kontrasepsi oral berisi bentuk sintetis dua hormon yang diproduksi secara alami
dalam tubuh: estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut mengatur siklus menstruasi
wanita. Pil KB bekerja dengan dua cara. Pertama, menghentikan ovulasi (mencegah ovarium
mengeluarkan sel telur). Kedua, mengentalkan cairan (mucus) serviks sehingga menghambat
pergerakan sperma ke rahim.
Pil KB sangat bisa diandalkan (efektivitasnya mencapai 99%). Pil KB juga memberikan
kendali di tangan wanita untuk mencegah kehamilan. Kekurangan Pil KB adalah tidak
melindungi terhadap PMS, harus diambil setiap hari sesuai jadwal (tidak boleh terlewatkan
barang sehari pun agar efektif), dan menambah hormon sehingga meningkatkan risiko
trombosis, penambahan berat badan, sakit kepala, mual dan efek samping lainnya. Pil KB
tidak boleh diambil oleh wanita dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit
liver, dan penyakit jantung.
5. Susuk (Implan)

Susuk KB adalah batang kecil berisi hormon yang ditempatkan di bawah kulit di bagian
lengan wanita. Batang itu terbuat dari plastik lentur dan hanya seukuran korek api. Susuk KB
terus-menerus melepaskan sejumlah kecil hormon seperti pada pil KB selama tiga tahun.
Selama jangka waktu itu Anda tidak perlu memikirkan kontrasepsi. Bila Anda menginginkan
anak, susuk KB dapat dicopot kapan pun dan Anda pun akan kembali subur setelah satu
bulan. Biaya murah dan pemakaian yang tidak merepotkan adalah keunggulan lain susuk KB.
Kekurangannya, menyebabkan sakit kepala dan jerawat pada beberapa wanita, tidak
melindungi terhadap PMS dan sekitar 20% wanita tidak lagi mendapatkan haid atau
haidnya menjadi tidak teratur.
6. Kontrasepsi suntik

Kontrasepsi suntik atau injeksi adalah suntikan hormon yang mencegah kehamilan. Setiap
tiga bulan sekali Anda mendapatkan suntikan baru. Selama periode tersebut, menstruasi Anda
normal. Keunggulan kontrasepsi suntik adalah keandalannya yang setara dengan pil KB atau
susuk dan Anda hanya perlu memikirkan kontrasepsi setiap 3 bulan sekali. Kelemahannya,
Anda tidak terlindungi terhadap PMS dan mendapatkan hormon. Anda juga tidak bisa

menghentikannya tiba-tiba karena hormon selama tiga bulan tetap aktif di dalam tubuh. Anda
mungkin perlu waktu lama untuk subur kembali.
7. AKDR (IUD)

ADKR (alat kontrasepsi dalam rahim/Intrauterine divice) atau dalam bahasa populernya
disebut spiral adalah alat kontrasepsi kecil yang ditempatkan dalam rahim wanita. Ada dua
jenis AKDR: AKDR tembaga yang terbuat dari plastik kecil dengan tembaga meliliti
batangnya dan AKDR progestogen yang berbentuk T kecil dengan silinder berisi progestogen
di sekeliling batangnya.
Walaupun telah digunakan lebih dari 30 tahun untuk mencegah kehamilan, cara kerja AKDR
masih belum sepenuhnya dipahami. AKDR memengaruhi gerakan dan kelangsungan hidup
sperma dalam rahim sehingga mereka tidak dapat mencapai sel telur untuk membuahi.
AKDR juga mengubah lapisan rahim (endometrium) sehingga tidak cocok untuk kehamilan
dan perkembangan embrio janin. Efektivitas AKDR adalah 98%, hampir sama dengan pil
KB.
Keunggulan AKDR adalah berjangka panjang (minimal lima tahun), mudah mempertahankan
(Anda tidak mungkin lupa menggunakannya), lebih murah dibandingkan kontrasepsi lain
(lebih mahal pada awalnya, tetapi lebih murah dalam jangka panjang) dan jika Anda ingin
hamil, kesuburan Anda dapat dikembalikan dengan cepat setelah Anda melepaskannya.
AKDR progestogen memiliki manfaat tambahan mengurangi perdarahan haid. Kekurangan
AKDR adalah bila gagal dan wanita menjadi hamil, perangkat ini harus dibuang sesegera
mungkin karena meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, ada risiko kecil infeksi setelah
pemasangan AKDR, kehamilan ektopik dan berbagai efek samping seperti menstruasi tidak
teratur, vagina kering, sakit kepala, mual dan jerawat.
8. Sterilisasi

Sterilisasi adalah kontrasepsi yang paling efektif. Pada sterilisasi pria (vasektomi), vas
deferens ditutup sehingga tidak ada sperma yang keluar, meskipun tetap ejakulasi. Pada
sterilisasi wanita (tubektomi), saluran tuba falopi ditutup sehingga sel telur tidak keluar.
Keuntungan sterilisasi adalah Anda tidak akan perlu memikirkan kontrasepsi selamanya.
Kekurangannya, sifatnya permanen (tidak bisa dibatalkan), tidak memberikan perlindungan

terhadap PMS, dan memerlukan operasi mayor. Perlu diingat bahwa tidak ada kontrasepsi
yang 100% efektif. Masih ada 1% kemungkinan kehamilan pasca sterilisasi, bahkan
bertahun-tahun setelah operasi dilakukan
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(1997), maksud daripada ini adalah: Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan
sejahtera dengan membatasi kelahiran.
Untuk menghindari kehamilan yang bersifat sementara digunakan kontrasepsi sedangkan
untuk menghindari kehamilan yang sifatnya menetap bisa dilakukan sterilisasi.

Berdasarkan paham agama-agama yang ada di Indonesia, pada umumnya


menyatakan dapat menerima gagasan Keluarga Berencana. Dengan kata
lain prinsip untuk mensejahterakan umat manusia dari program KB ini
tidak dilarang oleh agama manapun. Hanya saja perbedaan pandangan
yang masih ada ialah tentang cara-cara pelaksanaannya atau alat-alat
yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam KB..

Ada 8 metode kontrasepsi, yaitu: Kondom, kondom wanita, diafragma, pil KB, susuk
(implan), kontrasepsi suntik, AKDR (IUD) dan sterilisasi.

B. SARAN

Pergunakanlah KB untuk para ibu,agar bisa mengatur jarak kehamilan,supaya


bisa menjadi keluarga yang berencana dalam suatu keluarga.
C. Daftar Pustaka
1http://books.google.co.id/books/about/Keluarga_berencana_menurut_pandangan_aga.html?

id=5H0XtwAACAAJ&redir_esc=y
http://ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=2455
http://tinevitamehi.blogspot.com/2011/04/program-kb-menurut-pandangan-kristiani.html
http://www.ayumonie.blogspot.com/2013/01/kb-menurut-5-agama-di-indonesia.html

http://www.desaakhirat.wordpress.com/2013/04/01/kb-menurut-islam-kb-menurut-alqurandan-hadis/
http://ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=2455
http://www.kainsutera.com/remaja/keluarga-berencana-menurut-agama-kristenprotestan.html
http://www.kainsutera.com/remaja/manfaat-kb-menurut-agama-hindu.html
http://www.santopauluspku.wordpress.com/tag/kb-menurut-ajaran-katolik/
http://www.solusiislam.com/2013/03/hukum-kb-keluarga-berencana-dalam-islam.html
http://www.walubi.or.id/wacana/wacana_dw_39.shtml