Anda di halaman 1dari 3

Bahan Kain Sprei dan Bed Cover

MAY 1, 2013LOVEAIS LEAVE A COMMENT


Dalam artikel saya kali ini, saya ingin memberikan informasi mengenai jenis bahan kain. Kita
sebagai wanita harus jeli dengan bahan kain sebagai bahan pakaian, jilbab ( bagi yang
muslim ), dan alas tidur / sprei, gorden dan semua yang berkenaan dengan kain.
Tidak bisa saya bayangkan apabila tidak ada yang menemukan benang dan kain, nah lhoo??
Kita akan menggunakan apa untuk menutupi aurat kita, heheheeee..
Saya akan membahas spesifikasi bahan kain khusus untuk sprei dan bed cover. Di Indonesia
kita tercinta begitu banyak produsen sprei dan bed cover, dengan bahan kain yang dipakai
pun beragam mulai dari buatan lokal maupun impor. Semoga dengan informasi yang saya
bagikan, akan lebh menambah wawasan kita dalam memilih bahan kain yang nyaman dan
sesuai kebutuhan kita.

JENIS BAHAN KAIN


A. POLYESTER
Bahan ini adalah terbuat dari serat sintetis.
Harganya ekonomis dan warna-warni serta corak yang menarik, mudah diatur serta
tidak mudah kusut sehingga selalu terlihat rapi.
Bahan ini kurang cocok dipakai di negara yang beriklim tropis yang lembab. Bahan ini
tidak menyerap keringat, sehingga terasa kurang nyaman pada tubuh.
Sprei TC/poly TC adalah sprei yang terbuat dari kain TC/poly TC, kain poly TC banyak
di gunakan oleh produsen sprei karena memang harganya lebih murah
Tetapi jangan heran jika ternyata luntur waktu dicuci, berbulu, tidak halus karena
memang bahan sprei jenis ini berkualitas rendah.
Kain T/C adalah kain hasil campuran dari komposisi 65% polyester dan 35% cotton,
kain T/C terbagi menjadi:
T/C186 47
T/C186 63
T/C208 47
T/C208 63
1. B. KATUN
Bahan yang umum dipakai untuk sprei dan bed cover ataupun aneka perlengkapan
tidur lainnya.
Dengan harga yang ekonomis, bahan ini mempunyai corak yang paling lengkap dan
beragam diantara jenis bahan lainnya.
Di pasaran ada 3 jenis katun lokal yang sering ditemui, yaitu:
Katun CVC (cotton viscose) adalah bahan katun dengan komposisi 60-75% katun dan
sisanya viscose yang nyaman, lembut dan adem, yang biasa juga disebut sprei katun korea.
Kelebihan bahan ini dibanding dengan bahan yang lainnya adalah tidak mudah kusut &
tingkat penyusutan kain yang rendah. Jenis sprei ini banyak di sukai karena memang lebih
nyaman di pakai dan merupakan kain sprei kualitas sedang.

kain CVC adalah kain hasil campuran dari komposisi 45% polyester dan 55% cotton, kain
CVC terbagi menjadi:
CVC186 63
CVC208 63
KATUN PANCA
Bahan katun buatan lokal yang komposisinya terdiri dari 80% katun dan 20% polyester.
Motifnya biasanya sangat banyak, khususnya untuk motif anak dan klasik.
Kalau motif warnanya penuh, kainnya akan kaku. Hal itu dilakukan karena
pewarnaan yang tebal supaya tidak cepat pudar.
Bahannya dingin dan nyaman dipakai

KATUN CATRA
Sama dengan Pance, katun jenis Catra juga termasuk katun buatan lokal,
namun memiliki kualitas yang lebih bagus dari katun Panca.
Terbuat dari bahan yang hampir 90% katun dan 10% polyester.
Koleksi kain Catra biasanya lebih banyak motif dewasa, yaitu warna yang
terlihat modern atau motif minimalis. Meskipun begitu ada juga beberapa motif
katun Catra yang sudah dikeluarkan pula versi Panca-nya.
Kalau Catra walau warnanya penuh, kain tidak akan kaku.
Bahannya dingin dan nyaman dipakai.
C. FULL COTTON (100 % Katun)
Dengan bahan ini tidur akan terasa nyaman dan sejuk karena bahan ini adalah
kualitas yang terbaik.
Tetapi dengan kandungan katun mencapai 100%, bahan akan mudah terlihat kusut
(lecek).
Bahan yang mengandung 100% katun terasa lebih lemas dan mudah kusut bila
dipegang.
Bahan pewarna yang dipakaipun cenderung lebih baik, terlihat dari pori-pori kain
yang tidak tertutup oleh pewarna dan masih tampak jelas

D. SATIN
Pada satin, bahan yang dipakai adalah katun 100% juga, tetapi struktur anyamannya
berbeda. Anyaman satin adalah saling silang antara 1 benang dengan 4 atau 7
benang.
Semakin banyak benang yang menyilang terhadap benang lain, semakin lembut dan
halus, tetapi juga semakin rapuh anyaman terhadap sikat sewaktu mencuci.
Ciri-ciri dari satin adalah bobotnya yang agak berat, agak mengkilap permukaannya
dan walaupun terasa lebih tebal, tetapi lebih lemas.

1. E. KATUN atau SATIN JEPANG

Di bagian sisi ujung bahan terdapat tulisan japan design dan atau terdapat kode
warna pada kain tersebut.
Daya serap keringat bagus.
Harga lebih mahal dari kain katun biasa.
Permukaan kain lebih halus.
Warna lebih awet dan tahan lama.
Sering dan cocok digunakan untuk blouse wanita.
ciri ciri dingin, lembut, warna yang kuat
Warna tidak pudar walaupun sering di cuci.
Motif yang terbatas karena bahan ini import, dengan harga yang hampir 2x sprei cvc
Sprei jenis ini dijamin membuat ketagihan jika sudah digunakan.
Lebar bahannya 250 sehingga dapat dibuat menjadi sprei dengan tinggi 25cm tanpa
sambungan.

1. F. Bahan Katun Cina / Twill / Canon


Bahan dari Twill / Canon atau lebih dikenal dengan katun cina.
Bahan sprei jenis ini memiliki 2 grade yaitu yang rendah dengan ciri ciri warna yg
kurang cerah dan tipis sedangkan grade tinggi ciri cirinya mirip dengan sprei katun
jepang, hanya saja kekurangannya lebar bahan hanya 235 sehingga untuk standar
sprei tinggi 25 harus menggunakan sambungan dilipatan bagian kepala.
G. Bahan Sprei Dobby
Sprei dari bahan dobby biasanya bermotif garis-garis atau kotak-kotak dan sering di
pergunakan di hotel-hotel.
Karena mengandung satin sprei ini tampak berkilau sehingga bahan sprei dobby
tampak mewah.
Biasa digunakan di hotel berbintang empat keatas.
Biasanya tersedia warna putih atau gold,
H. Bahan Sprei Jacquard/king koil
King koil adalah nama produsen spring bed / tempat tidur tetapi karena lebih
mendunia akhirnya banyak yang menyebut bahan jacquard sebagai bahan sprei
king koil.
Ciri-cirinya dingin, lembut, full katun.
Motif berpasta sehingga tidak menonjol warnanya.
Antara motif dan background sama warnanya .
Nah, sekian informasi saya mengenai jenis dan ciri khas masing masing jenis bahan kain.
Good Luck for women, explore everything and enjoy safely our world.
Salam semangat.

Anda mungkin juga menyukai