Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Hernia merupakan penonjolan keluar dari suatu organ atau bagiannya melewati suatu
cincin yang masih di dalam rongga anatomis tubuh. Kata hernia pada hakikatnya bearti
penonjolan suatu kantung peritoneum, suatu organ, hal ini terjadi akibat keluarnya organ
jaringan melalui lubang atau celah menuju rongga lain.. Hernia terdiri atas jaringan lunak,
kantong, dan isi hernia. Adanya cincin atau dinding yang terbuka merupakan faktor utama
terjadinya hernia. Menurut Read dan Bellenger (2003) bagian anatomis terjadinya hernia
biasanya digunakan untuk klasifikasi hernia.
Hernia dapat diklasifikasikan menjadi hernia dapatan maupun kongenital. Hernia
dapatan dapat disebabkan oleh salah satunya adalah trauma bedah atau terbukanya luka
sayatan bedah (Read dan Bellenger, 2003).

Gambar 1 Dinding abdomen yang mengalami hernia mengalami penonjolan.

Menurut Ramadhan dan Abdin (2001), kasus hernia bisa disebabkan karena faktor
trauma. Trauma yang disebabkan oleh benda tumpul maupun kejadian yang menyebabkan
tekanan rongga abdomen meninggi secara mendadak dan terbentuknya cincin. Selain itu
dapat disebabkan juga oleh faktor genetik (Grace dan Borley 2006). Kebanyakan kejadian
hernia terjadi pada hewan muda dimana stuktur peritoneum abdomen belum terbentuk secara
sempurna (Ramadhan dan Abdin 2001). Hernia dicirikan dengan adanya kantung hernia,
cincin hernia, leher hernia, dan isi hernia.
Diagnosa pada hernia dilakukan dengan memperhatikan signalemen, anamnesa, dan
pemeriksaan klinis. Secara spesifik diagnosa hernia dilakukan dengan melakukan palpasi
dengan menemukan cincin hernia pada kucing, dan bila diinspeksi akan terlihat benjolan
akibat adanya struktur isi abdomen yang keluar melewati cincin (Primovic dan Debra 2009).
Prognosa pada kasus hernia tergantung dari asal, arahnya, perlekatan mudah tidaknya
direposisi, isinya, lokasinya, kondisi hewan, dan lama kejadian.

TINJAUAN PUSTAKA

Operasi
Laparotomi terdiri dari tiga jenis yaitu laparatomi flank, medianus dan paramedianus.
Masing-masing jenis laparotomi ini dapat digunakan sesuai dengan fungsi, organ target yang
akan dicapai, dan jenis hewan yang akan dioperasi. Teknik operasi yang dilakukan adalah
teknik operasi laparatomi flank kanan dengan target organ ginjal, ovarium kanan, difhragma,
usus halus dan pankreas . Sayatan yang umummnya dilakukan adalah dibelakang dari costae
terakhir berdekatan dengan os vertebrae lumbalis terakhir dari tepi muskulus psoas ke
muskulus rektus abdominis. Sayatan dilakukan secara vertikal untuk meminimalkan syaraf
dan pembuluh darah yang terpotong pada bagian tersebut.
Umumnya, hernia pada hewan kecil seperti kucing yang sering terjadi adalah pada
bagian abdominal sehingga dilakukan operasi laparatomi medianus dengan orientasi pada
bagian abdominal ventral tepatnya di linea alba. Lapisan yang akan disayat adalah kulit,
musculus rektus abdominis internus dan externus, dan peritoneum.
Keuntungan penggunaan teknik laparatomi adalah tempat penyayatan mudah
ditemukan karena adanya garis putih (linea alba) sebagai penanda, sedikit terjadi pendarahan
dan di daerah tersebut sedikit mengandung syaraf. Adapun kerugian yang dapat terjadi dalam
metpde ini adalah mudah terjadi hernia jika proses penjahitan atau penanganan post operasi
kurang baik dan persembuhan yang relatif lama.

Pembagian Hernia
Secara klinis hernia dibagi menjadi: a) hernia reponabilis yaitu dapat dimasukkan
tanpa operasi, b) hernia irreponabilis yaitu hernia tidak dapat kembali tanpa harus dioperasi
(strangulasi), dan c) hernia ingkarserata adalah hernia irreponabilis disertai gejala illeus,
akibat mengalami perlengketan. Berdasarkan dapat tidaknya hernia terlihat dari luar, maka
hernia dapat dibagi menjadi hernia internal dan hernia eksternal. Ketika penonjolan dapat
didorong masuk kembali ke abdomen, hernia dikatakan redusibel. Ketika tidak dapat, hernia
dikatakan ingkarserata. Hernia ingkarserata menjadi strangulasi jika suplai darah ke jaringan
kurang (Eldredge, 2008)
Tipe hernia paling umum adalah hernia umbilical. Hernia tersebut terjadi ketika pusar
perut anak kucing tidak tertutup dengan baik setelah lahir. Lubang yang biasanya sedikit kecil
dan muncul sebagai kantung ditengah perut, ditutupi oleh kulit. Hernia umbilikus tidak
darurat dan dapat diperbaiki ketika hewan steril. Perbaikan hernia umbilikus melalui
pengambilan beberapa jahitan pada dinding abdominal dan kulit. Insisi steril biasanya dapat
diperluas sampai kedalam dan kemudian penutup hernia umbilikus (Mitchell, 2004).
Tipe lain, disebut dengan hernia inguinal, muncul sebuah kantung pada regio paha.
Lemak abdominal atau organ dapat didorong keluar dari lubang ini pada dinding abdominal.
Hernia inguinal dapat karena gangguan congenital atau terjadi sebagai hasil dari trauma fisik.
Hernia inguinal biasanya tidak berbahaya, tapi karena dapat meluas, harus segera ditangani
(Mitchell, 2004). Dua hernia lain yang biasanya ditemukan di kucing adalah hernia
diafragmatika dan hernia pericardial-diafragmatika. Tipe hernia ini terjadi pada rongga dada

dan didiagnosa dengan sinar X. Hernia diafragmatika sering karena trauma. Hernia
perikardial-diafragmatika merupakan gangguan congenital (Mitchell, 2004).
Hernia abdominal biasanya terjadi sekunder sampai trauma, seperti kecelakaan atau
luka gigitan; biarpun, adakalanya terjadi sebagai lesi congenital. Hernia abdominal cranial
congenital (dengan kata lain cranial sampai umbilicus) telah dilaporkan berhubungan dengan
peritoneoperikardial hernia diafragmatika pada anjing dan kucing. Hernia abdominal adalah
hernia semu karena tidak mengisi kantung hernia. Ketika dihubungkan dengan trauma benda
tumpul, hernia tersebut muncul sebagai hasil dari rupture dinding dari dalam disebabkan oleh
peningkatan pada tekanan intraabdominal saat otot abdominal berkontraksi. Kebanyakan area
umum untuk hernia abdominal traumatika adalah region prepubis dan flank. Hernia
ligamentum pubis kranial sering dihubungkan dengan fraktur pubis. Hernia parakostal dapat
bermigrasi dari isi abdominal sepanjang dinding thoraks. Pada kasus yang jarang isi
abdominal masuk ke dada karena kecacatan otot interkostal (Fossum, 2007).
Beberapa anak kucing terlahir dengan hernia, yang dimana lubang pada otot yang
harusnya secara normal padat. Gangguan ini biasanya tidak serius dan dapat dikembalikan
dengan prosedur operasi sederhana (Mitchell, 2004). Kebanyakan hernia abdominal dapat
dikembalikan dengan menjahit tepi otot atau dengan menangani gangguan tepi dinding
abdominal sampai pubis, tulang rusuk, atau batas fasia. Lubang buatan harus digunakan
untuk mengembalikan kecacatan pada kasus yang jarang.
Beberapa hernia (misalnya strangulasi intestinal, obstruksi urinary, dan trauma organ
konkuren) memerlukan pembedahan. Bagaimanapun, luas devitalisasi otot mungkin pada
awalnya tidak jelas, pada pasien bedah stabil perbaikan mungkin ditunda sampai cedera otot
dapat secara akurat dipastikan. Komplikasi utama yang paling banyak adalah hernia rekuren
dan luka infeksi. Hernia abdominal sekunder sampai luka gigitan biasanya terkontaminasi,
luka infeksi dan dehisen dari kulit atau perbaikan hernia umum dilakukan. Lubang harus
ditempatkan pada hernia tersebut, dan luka harus didrainase.
Pengobatan luka infeksi termasuk kultur, drainase, antibiotic, dan/atau dibilas.
Eksplorasi abdomen harus dilakukan pada herniorafi sampai diagnose konkuren luka organ
abdominal (misalnya avulse mesenterika, perforasi gastric atau intestinal, herniasi
diafragmatika, dan rupture blader) (Fossum, 2007). Perbaikan dinding hernia abdominal
umumnya dilakukan dengan pembedahan, dan oleh karena itu terdiri dari proporsi signifikan
dari trainee teaching time (Dabbas, 2011). Tindakan pembedahan dilakukan dengan cara
menjahit lubang atau cincing hernia (Rahaman, 2010).
Terdapat beberapa metode untuk memperbaiki hernia, yaitu; 1) perbaikan secara
tradisional yaitu insisi dilakukan diatas lokasi hernia. Jaringan yang keluar dikembalikan
kembali ke dalam ruang abdomen. Kantong dilepaskan dan jaringan yang kuat dijahit diatas
kerusakan. Tipe perbaikan ini dapat menyebabkan tekanan dan jaringan yang dijahit
diatasnya dapat menyebabkan rasa sakit. Kemungkinan terulangnya hernia juga tinggi. 2).
Perbaikan tanpa tegangan yaitu Sebuah lubang khusus digunakan untuk memperbaiki daerah
yang lemah. Prosedur ini dapat memperbaiki area yang rusak tanpa adanya tekanan pada
jaringan. 3). Laparoskopi yaitu Pada laparoskopi, dilakukan insisi yang kecil pada abdomen.
Melalui lubang tersebut dilakukan operasi perbaikan hernia (Rahman, 2010).

DAFTAR PUSTAKA
Dabbas N., et al. 2010. Frequency of Abdominal Wall Hernias: is Classical Teaching Out of Date?.
JR Soc Med Sh Rep 2011; 2: 5.
Fossum, Theresa Welch. 2007. Small Animal Surgery. Mosby, Inc: St. Louis, Missouri.
Mitchell E. W. 2004. Guide to A Healthy Cat. Wiley Publishing, Inc., Hoboken, New Jersey.
Read R.A. dan Bellenger CR. 2003. Textbook of Small Animal Surgery Vol 1, 3rd edition. Editor:
Slatter D. USA: Saunders.
Grace PA, NR Borley. 2006. Surgery at a Glance. Massachusets: Blackwell Publishing Ltd.
Primovic, Debra. 2009. Umbilical Hernia in Cats. [diunduh pada 2015 april 15]. [tersedia di:
http://www.petplace.com]
Ramadhan RO, Abdin MR. Abdominal and inguinal hernias in camel (Camelus dromedaries) in
Saudi Arabia. 2001. J Agric Sci, 13: 57-61.
Rahman, M. 2010. Hernia Abdominalis Surgery. http://indovet.wordpress.com/. Diakses 31
Desember 2015.
Eldredge D. M, Carlson D. G, Carlson L. D & Giffin J. M. 2008. Cat Owners HomeVeterinary
Handbook. 3th Ed . Wiley Publishing, INC. Hoboken, New Jersey.