Anda di halaman 1dari 1

46

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Dari hasil Kuliah Kerja Profesi yang dilakukan di laboratorium kultur
jaringan services laboratory SEAMEO BIOTROP, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan kultur jaringan tanaman pisang raja bulu di laboratorium kultur
jaringan services laboratory SEAMEO BIOTROP menggunakan media 0
(media untuk menumbuhkan eksplan) dan media PB (media untuk
multiplikasi). Untuk media PB ditambahkan BAP sebanyak 0,5 mg.l-1 dan IAA
sebanyak 0,1 mg.l-1. Subkultur pada tanaman pisang raja bulu hanya dibatasi
sampai 15 kali karena apabila lebih dari 15 kali maka tanaman akan
mengalami mutasi yang menyebabkan tanaman tidak sama seperti induknya.
2. Berdasarkan hasil inokulasi dari eksplan tanaman pisang raja bulu, tingkat
kontaminasi mencapai lebih dari 50 %. Tingkat kontaminasi paling tinggi
terjadi pada tahap inokulasi atau penanaman eksplan, karena pada saat
sterilisasi eksplan kurang sempurna sehingga masih terkandung kontaminan
dari tanah.
3. Teknik perbanyakan tanaman pisang raja bulu secara in vitro di laboratorium
kultur jaringan services laboratory SEAMEO BIOTROP sudah cukup baik
karena sesuai prosedur dalam teknik kultur jaringan, sehingga ketersediaan
bibit pisang raja bulu yang seragam dapat tepenuhi. Perbanyakan ini efektif
untuk tanaman pisang raja bulu yang permintaannya tinggi tetapi pasokannya
rendah, karena laju perbanyakan secara konvensional dianggap lambat dan
tidak dapat memenuhi permintaan dalam skala luas dan dalam waktu yang
relatif singkat.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan adalah sebaiknya bahan
tanam (eksplan) tanaman pisang raja bulu yang digunakan harus disterilisasi
dengan benar agar bakteri-bakteri yang terkandung dalam eksplan tersebut dapat
hilang untuk meminimalisasi terjadinya kontaminasi.