Anda di halaman 1dari 1

30 Menit Terpapar Asap Rokok Bisa Rusak

Pembuluh Darah
Selama ini perokok pasif diketahui berisiko mengalami gangguan paru-paru. Ternyata terpapar
asap rokok selama 30 menit berisiko merusak pembuluh darah dan jantung.
Hasil studi baru menunjukkan orang yang tidak merokok tapi terkena paparan tingkat rendah
asap rokok selama 30 menit bisa menyebabkan kerusakan yang signifikan pada lapisan
pembuluh darahnya.
Temuan ini tentu saja memiliki dampak yang besar bagi kesehatan di masyarakat karena jenis
kerusakan yang muncul berkaitan dengan kondisi aterosklerosis yang bisa memicu serangan
jantung atau stroke.
"Bernapas dengan asap rokok meski tingkat rendah tampaknya sudah bisa merusak fungsi dari
pembuluh darah seseorang," ujar peneliti utama Dr Paul Frey dari divisi kardiologi di San
Francisco General Hospital, seperti dikutip dari HealthDay, Selasa (15/5/2012).
Dr Frey melihat adanya penurunan yang cukup signifikan dan tajam terhadap fungsi pembuluh
darah bahkan jika seseorang terpapar asap rokok sangat singkat dan kadar asap yang rendah.
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan.
Dalam studi ini peneliti membagi partisipan menjadi 3 kelompok yaitu udara yang bersih, udara
dengan tingkat asap rokok rendah seperti di rumah atau restoran serta udara dengan tingkat asap
rokok tinggi seperti di bar atau kasino.
Didapatkan pembuluh darah utama yang ditemukan di lengan atas atau disebut dengan arteri
brakialis tidak melebar dengan benar pada orang yang terkena asap rokok, meski pada tingkat
rendah.
Peneliti mengungkapkan hal ini karena lapisan dalam dari pembuluh darah tersebut tidak bisa
bekerja dengan benar. Jika paparan terus berulang maka bisa menimbulkan efek yang lebih besar.
Hasil studi ini diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology.
Untuk itu para ahli menyarankan agar dibuat kebijakan yang lebih komprehensif dan ketat
mengenai larangan merokok di tempat umum, serta dokter juga perlu menanyakan pada pasien
apakah hidup atau berada di sekitar perokok atau tidak.
"Merokok tetap menjadi salah satu faktor risiko yang paling bisa dicegah untuk penyakit jantung.
Kami harap studi ini bisa mengubah kebiasaan perokok, efeknya tidak hanya pada kesehatan
jantung mereka sendiri tapi juga orang lain yang berada di sekitarnya," ujar Dr Frey.
Sumber: detikHealth