Anda di halaman 1dari 1

a.

b.
c.

Undang-undang
No. 10 Tahun
2009 tentang
kepariwisataan

Latar Belakang Masalah:


Penurunan fungsi lingkungan alami DAS
Tallo sebagai cathman area Kota
Makassar
Kurangnya akses/sirkulasi (transportasi)
dari dan ke pulau lakkang.
Kurangnya Tingkat kesejahteraan
masyarakat khususnya di kelurahan
Lakkang

Misi Kawasan Khusus Pengembangan Koridor


Sungai Tallo adalah mengendalikan kawasan
Sungai Tallo dari bahaya sendimentasi,
pendangkalan,
banjir
dan
pencemaran,
memanfaatkan secara maksimal fungsi Sungai
Tallo sebagai sarana transportasi air, pariwisata,
sumber air baku, dan budidaya perikanan,
mewujudkan koridor Sungai Tallo sebagai ikon
alam bagian Utara Kota Makassar;

1. Rencana Tata Ruang Kawasan


metropolitan Mamminasata (2003-2012)
2. Perda Pemerintah Kota Makassar No.6
Tahun 2006 Tentang RTRW Kota
Makassar 2005-2015
3. RDTR Kawasan Konservasi Lingkungan
Sungai Tallo-Makassar Untuk
Implementasi RTRW Mamminasata
Metropolitan Area Provinsi Sulawesi
Selatan

Arahan Pemanfaatan Spasial


(Zoning Regulation) Kawasan Tepian
Sungai Tallo
Menetapkan Pulau Lakkang sebagai
Kawasan Konservasi

Aspek
Lingkungan

Pariwisata Inti
Rakyat
Gagasan Pengembangan
Ekowisata
Daerah Aliran Sungai Tallo

Study
Banding

Aspek
Ekonomi
Aspek
Sosial

Variabel
Variabel Pengembangan
Pengembangan
Akses/transportasi
Atraksi wisata
Sarana prasarana
Peran serta
masyarakat

Analisis
(Kualitatif dan kuantitatif):
1. Analisis Land use
2. Analisis Lingkungan
3. Analisis Ekowisata

Pengembangan Kawasan Ekowisata Terpadu Daerah Aliran


Sungai (DAS) Tallo meliputi:
1. Kebijakan dan Implementasi
2. Arahan Fisik Spasial:
a) Konsep Zoning
b) Sarana Prasarana
c) Akses/Sirkulasi
d) Atraksi Wisata
e) Bentang alam (Landsecap)
3. Model Kelembagaan

F
e
e
d
b
a
c
k