Anda di halaman 1dari 7

Patofisiologi terjadinya keguguran mulai dari terlepasnya sebagian atau seluruh jaringan plasenta, yang

menyebabkan perdarahan sehingga janin kekurangan oksigen. Bagian yang terlepas dianggap benda asing
sehingga rahim berusaha untuk mengeluarkan dengan berkontraksi. Pengeluaran tersebut dapat terjadi spontan
seluruhnya atau sebagian masih tertinggal sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit. Oleh karena itu
keguguran memberi gejala umum sakit perut karena kontraksi rahim, terjadi perdarahan dan disertai pengeluaran
seluruh atau sebagian hasil konsepsi. (Manuaba, 2010).

A. Latar Belakang Masalah

Perdarahan selama kehamilan dianggap sebagai suatu keadaan akut yang dapat
membahayakan ibu dan anak sehingga menimbulkan kematian. Wanita hamil yang mengalami
perdarahan pada umur kehamilan < 20 minggu biasanya berakhir dengan abortus yaitu keluarnya
hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan dengan berat janin < 500 gram. Sampai
saat ini kejadian abortus masih dianggap sebagai masalah kesehatan yang sangat serius dalam
masyarakat terutama abortus inkomplit yang termasuk penyebab langsung kematian ibu yang
apabila tidak mendapat penanganan segera dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas
(http://www.library.usu.ac.id.online, diakses 14 April 2007)
Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 1999 kejadian abortus berkisar 46 juta
kehamilan dan sekitar 30%-50% diantarnya meninggal akibat komplikasi abortus yang tidak aman.
(http://bkkbn.go.id.online, diakses 23 Maret 2007)
Angka Kematian Ibu (AKI) masih tergolong tinggi di negara berkembang dibandingkan di
negara maju. Pada tahun 2003 Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN yang paling tinggi yaitu
Indonesia berkisar 307/100.000 kelahiran hidup, yang menduduki peringkat kedua Filipina berkisar
170/100.000 kelahiran hidup, Vietnam berkisar 30/100,000 kelahiran hidup, dan Malaysia berkisar
30/100.000 kelahiran hidup (http://www.media.Indonesia.com.online, 1 Juni 2007)

1
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2005 angka kematian
ibu berkisar 290,8/100.000 kelahiran hidup berarti menurun 5,27%. Tingginya angka kematian ibu
secara langsung disebabkan oleh perdarahan (28%), eklamsia (13%), dan sepsis (10%), sedangkan
penyebab tidak langsung berupa anemia pada ibu hamil (51%), anemia pada ibu nifas (17,6%), tiga
terlambat (3T) yaitu terlambat mengambil keputusan, terlambat kefasilitas kesehatan,dan terlambat
mendapat penanganan (http://www.Hidayatullah.com.online, diakses 15 Maret 2007)
Data yang diperoleh dari pencatatan dan pelaporan Dinas Kesehatan Tingkat I Provensi
Sulawesi Selatan pada tahun 2004 angka kematian ibu berkisar (AKI) berkisar 110/100.000
kelahiran hidup yang disebabkan oleh perdarahan 60 orang (54,55%), Infeksi 7 orang (22,27%),
khusus kejadian abortus berkisar 1.852 orang (1,22%) dari 151.168 kehamilan, sedadngkan pada
tahun 2005 angka kematian ibu meningkat 53 orang (48,18%) menjadi 163/100.000 kelahiran hidup
yang disebabjan oleh perdarahan 88 orang (53,98%), infeksi 10 orang (16,3%), eklamsia 26 orang
(15,95%), dan lain-lain 39 orang (23,98%), khusus kejadian abortus berkisar 1.759 orang (0,60%)
dari 297.051 kehamilan, namun pada tahun 2006 menurun berkisar 30 orang (18,40%) menjadi
133/100.000 kelahiran hidup yang di sebabkan oleh perdarahan 71 orang (53,385), infeksi 4 orang

(3,01%), eklamsia 34 orang (25,56%), dan lain-24 orang (10,05%) (Profil Dinas Kesehatan 2005)
Data yang diperoleh dari pencatatan dan pelaporan Dinas Kesehatan kabupaten Gowa pada
tahun 2006 jumlah kematian ibu sekitar 10 orang yang disebabkan oleh perdarahan 8 orang (80%),
dan eklamsia 2 orang (20%). Khusus kejadian abortus berkisar 221 orang (1,65%) dari 13.388
kehamilan.
Khusus data yang diperoleh dari medical Record (Rekam Medis) di Rumah sakit umum
daerah Syekh Yusuf Gowa pada tahun 2006 kejadian abortus berkisar 148 orang (10,55%) dari
1.402 kehamilan, diantaranya abortus provakatus 10 orang (0,67%), abortus imminens 46 orang
(31,08%), abortus habitualis 1 orang (0,67%), abortus komplit 2 orang (1,35%) dan abortus inkomplit
89 orang (60,13%).
Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya abortus pada umumnya adalah gangguan
pertumbuhan zigot, embrio, plasenta, infeksi, kelainan uterus, dan faktor eksternal seperti radiasi
dan obat-obatan ,sedangkan komplikasi yang dapat mengancam jiwa ibu akibat abortus adalah
perdarahan, infeksi, perforasi, dan syok. Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah sekaligus
menekan kejadian abortus dengan menganjurkan ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan
(ANC) secara teratur, memberikan konseling tentang pengtinya keluarga berencana (KB) untuk
mengatur jarak kehamilan.
Tingginya kejadian abortus yang ditemukan serta besarnya resiko yang ditimbulkan
membuat penulis termotivasi untuk membahas lebih lanjut melalui karya tulis ilmiah dengan judul
Manajemen Asuhan kebidanan pada NY S Dengan Abortus Inkomplit.
B. Ruang Lingkup Pembahasan
Ruang lingkup pembahasan karya tulis ilmiah ini adalah Manajemen Asuhan kebidanan
pada Ny S Kehamilan 13 Minggu Empat Hari Dengan Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum
Daerah Syekh Yusuf Gowa.
C. Tujuan Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini, tujuan yang diharapkan adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny S Kehamilan 13 Minggu Empat Hari dengan
Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Gowa.
2. Tujuan Khusus

a. Dapat melaksanakan pengkajian dan analisa data dasar pada Ny S Kehamilan 13 Minggu Empat
hari dengan Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Gowa.
b. Dapat mengidentifikasi dioagnosa / masalah aktual pada Ny S Kehamilan 13 Minggu Empat Hari
dengan Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Stekh Yusuf Gowa.
c. Dapat mengantisipasi diagnosa / masalah potensial pada Ny S Kehamilan 13 Minggu Empat Hari
dengan Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Gowa.
d. Dapat melaksanakan tindakan segera dan kolaborasi pada Ny S Kehamilan 13 Minggu Empat hari
dengan Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Gowa.
e. Dapat merencanakan tindakan asuhan kebidanan pada Ny S Kehamilan 13 Minggu Empat Hari
dengan Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Gowa.
f. Dapat melaksanakan tindakan asuhan kebidanan pada Ny S Kehamilan 13 Minggu Empat Hari
dengan abortus inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Gowa.
g. Dapat mengevaluasi asuhan kebidanan pada Ny S Kehamilan 13 Minggu Empat Hari dengan
Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Gowa.
h. Dapat mendokumentasikan semua asuhan kebidanan pada Ny S Kehamilan 13 Minggu Empat Hari
dengan Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Gowa.
D. Manfaat Penulisan
1. Manfaat praktis
Sebagai salah satu sumber informasi bagi setiap penentu kebijakan dan pelaksaan program baik di
Departemen Kesehatan maupun pihak Rumah Sakit Umum Daerah Stekh Yusuf Gowa dalam
menyusun perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program sebagai upaya pencegahan atau
penanganan abortus inkomplit.
2. Manfaat ilmiah
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dalam memperkaya wawasan ilmu
pengetahuan dan sebagai bahan acuan bagi penulis selanjutnya.
3. Manfaat Institusi
Sebagai bahan masukan bagi rekan-rekan mahasiswa program D III Kebidanan Universitas
Indonesia Timur dalam melaksanakan asuhan kebidanan.
4. Manfaat bagi penulis

a. Sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan ujian akhir dijenjang pendidikan Diploma III
Kebidanan Universitas Indonesia Timur Makassar.
b. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam proses manajemen asuhan kebidanan dengan
kasus abortus inkomplit.
B. Metode Penulisan
Dalam penyusunan karya tulis ini didasarkan pada teori ilmiah yang dipadukan dengan
praktek dan pengalaman penulis memerlukan data yang objektif dan relevan dengan teori-teori yang
dijadikan dasar analisa dalam pemecahan masalah. Untuk itu penulis menggunakan metode
sebagai berikut :
1.

Studi Kepustakaan
Yaitu dengan membaca data dan mempelajari buku-buku atau literatur yang ada kaitannya dengan
masalah yang dibahas sebagai dasar teoritis yang digunakan dalam pembahasan karya tulis ini.

2.

Studi Kasus
Yaitu melaksanakan studi kasus dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah melalui
asuhan kebidanan yang meliputi : pengkajian, merumuskan diagnosa/masalah aktual maupun
potensial, melaksanakan tindakan segera atau kolaborasi, perencanaan, implementasi, dan evaluasi
serta mendokumentasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan pada klien dengan kasus
abortus inkomplit.
Tehnik pengumpulan data yang digunakan :

a. Anamnese
Penulis mengadakan tanya jawab dengan ibu, suami maupun keluarganya yang dapat memberikan
informasi yang dibutuhkan serta bidan dan dokter yang berada di ruang kebidanan yang
berhubungan dengan masalah klien.
b. Pemerikasaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis mulai dari kepala sampai kaki (head to toe) meliputi
inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi dan pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan diagnostik
lainnya.
c. Pengkajian Psikososial
Pengkajian psikososial dilakukan meliputi pengkajian status emosional, respon terhadap kondisi
yang dialami serta pola interaksi dengan keluarga, petugas kesehatan dan lingkungannya.

d. Studi Dokumenter
Mempelajari status kesehatan klien yang bersumber dari catatan dokter, bidan, perawat, petugas
laboratorium dan hasil pemeriksaan penunjang lainnya.
e. Diskusi
Penulis melakukan tanya jawab dengan dokter, bidan dan perawat yang menangani langsung klien
tersebut serta mengadakan diskusi dengan dosen pengasuh/pembimbing karya tulis ilmiah ini.
E. Sist

Konsep Dasar Tentang Abortus


1. Pengertian Abortus
Kehamilan adalah suatu proses yang dimulai dari ovulasi sampai persalinan aterm sekitar
280 hari (40 minggu). Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan yaitu : a)
0-12 minggu, b)

Triwulan kedua antara 12-28 minggu, c)

Triwulan pertama antara

Triwulan ketiga 28-40 minggu dan

apabila kehamilan ini berakhir sebelum waktunya maka disebut dengan abortus. (Manuaba, I.B.G.
1998. Hal. 125)
Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat
hidup diluar kandungan. Sampai saat ini janin yang terkecil dilaporkan dapat hidup diluar kandungan
memiliki berat badan lahir 297 gram tetapi jarangnya janin yang di lahirkan dengan berat badan
dibawah 500 gram dapat hidup terus, maka abortus ditentukan sebagai pengakhiran kehamilan
sebelum janin mencapai berat 500 gram atau kurang dari 20 minggu (Winkjosastro, H, 2005, Hal
302).
Berikut ini dikemukakan beberapa defenisi abortus menurut beberapa pendapat antara lain
:
a. Abortus merupakan berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada atau sebelum
kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar
kandungan (Saifuddin., A. B. 2001, Hal 145).
b. Abortus merupakan pengakhiran kehamilan dengan cara apapun sebelum janin cukup berkembang
untuk dapat hidup diluar kandungan. Defenisi lain yang digunakan secara umum adalah kelahiran
janin-neonatus yang beratnya kurang dari 500 gram (Cunningham, Mac Donald, Gant, 1995).

EASTMAN

c. Abortus merupakan terhentinya proses kehamilan sebelum berumur 28 minggu atau berat janin 1000
gram (Manuaba, I.B.G. 1998. Hal 214).
d. Abortus merupakan suatu proses berhentinya suatu kehamilan, dimana janin belum mampu hidup
diluar rahim (viable) dengan criteria usia kehamilan < 20 minggu atau berat badan janin < 500 gram
(Achadiat, M. C. 2004. Hal 26)
e. Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Dibawah
ini dikemukakan beberapa defenisi para ahli tentang abortus :
: Abortus adalah keadaan terputusnya suatu kehamilan dimana fetus belum sanggup hidup sendiri di
luar uterus. Belum sanggup diartikan apabila fetus itu beratnya terletak antara 400-1000 gram, atau
sisa kehamilan kurang dari 28 minggu.

EFFCOAT : Abortus adalah pengeluaran dari hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 28 minggu, yaitu fetus belum

HOLMER

Viable by law.
: Abortus adalah terputusnya kehamilan sebelum minggu ke 16, dimana proses plasentasi belum
selesai (Mochtar, 1998, Hal 209).
Berdasarkan beberapa defenisi tentang abortus diatas maka penulis menyimpulkan bahwa
abortus adalah keluarnya hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan pada umur
kehamilan < 20 minggu dengan berat badan janin < 500 gr.