Anda di halaman 1dari 3

status KEK ibu * status BBLR bayi Crosstabulation

status KEK
ibu

1
2

Total

Count
% within status KEK ibu
Count
% within status KEK ibu
Count
% within status KEK ibu

status BBLR bayi


1
2
8
1
88.9%
11.1%
3
19
13.6%
86.4%
11
20
35.5%
64.5%

Total
9
100.0%
22
100.0%
31
100.0%

Symmetric Measures

Nominal by Nominal
N of Valid Cases

Contingency Coefficient

Value
.581
31

Approx. Sig.
.000

a. Not assuming the null hypothesis.


b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

Hasil uji cintigency coefficient menunjukkan bahwa p value (approx.. sig) sebesaar 0.000. karena
p value < 0,01 maka H0 ditolak sehingga terdapat hubungan yang sangat signifikan antara status
KEK pada ibu dan status BBLR pada anak yang dilahirkan

Mantel-Haenszel Common Odds Ratio Estimate ?????


Estimate
50.667
ln(Estimate)
3.925
Std. Error of ln(Estimate)
1.229
Asymp. Sig. (2-sided)
.001
Asymp.
95% Common
Lower Bound
4.554
Confidence Interval
Odds Ratio
Upper Bound
563.677
ln(Common
Lower Bound
1.516
Odds Ratio)
Upper Bound
6.334
The Mantel-Haenszel common odds ratio estimate is asymptotically normally distributed under
the common odds ratio of 1.000 assumption. So is the natural log of the estimate.

Hasul uji mantel-haenszed odds ratio ,menghasilkan odds ratio sebesar 3,925 (hamper 4) dengan
nilai p value 0,001. Karena p value <0,01 maka iodds ratio tersebut sangat signifikans. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa ibu yang mengalami KEK akan memiliki kemungkinan
untuk melahirkan anak yang BBLR sebesra 4 kali lipat lebih besar daripda ibu yang tidak
mengalami KEK. Berrarti KEK merupakan factor resiko untuk terjadinya BBLR pada bayi. Pada
In (common odds ratio) menunjukkan bahwa pada confidens interval 95% batas bawah odds
ratio (lower bound) di populasi sebesar 1,516 dan baats atas (upper bound) sebesar 6,334. Karena
antara lower bound dan upper bound tidak memotong angka 1. Maka odds ratio tersebut adalah
signifikans.

ANALISA KORELASI PEARSON PRODUCT MOMENT


ANTARA UKURAN LILA IBU HAMIL DENGAN BERAT BAYI YANG DILAHIRKAN
(BBL)
Correlations

Ukuran LILA responden

Berat Bayi yang


dilahirkan (gram)

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

Berat Bayi
yang
Ukuran LILA
dilahirkan
responden
(gram)
1
.591**
.000
31
31
.591**
1
.000
31
31

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

1. Hasil Uji korelasi product moment member4ikan nilai koefisien r sebesar 0,591.
2. Dengan nilai r =0,591 menunjukkan bahwa arah korelasinya positif berarti adakorelasi
seaarah anatara ukuran LILA ibu hamil dengan berat badan bayi yang dilahirkan (BBL)
Intensitas korelasinya adalah sedang.
3. Karena nilai p value sebesar 0,000 (p value <0,01 ) maka korelasi (hubungan) hubungan
antara LILA ibu hamil dengan berat badan bayi yang dilahirkan adalah sangat signifikan.
Korelasi searah yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa makin tinggi ukuran LILA
ibu hamil maka makin besar pula berat badan bayi yang dilahirkan. Sebaliknya makin
rendah ukuran LILA ibu hamil maka makin kecil pula berat badan bayi yang dilahirkan.
2

4. Nilai koefisien determinan ( ) =0,3493 yang berarati bahwa 34,93 % variasi berat
r
badan bayi yang dilahirkan dipengaruhi (dapat dijelaskan) oleh variabel ukuran LILA ibu

hamil atau dengan kata lain, kontribusi LILA ibu hamil terhadap berat badan bayi yang
dilahirkan adalah sebesar 34,93%, sedangakan sisanya (65,07 %) dipengaruhi oleh
variabel lain yang tidak digali dalam penelitian.