Anda di halaman 1dari 2

Kelompok 4 : Elang Bondol (Haliastur indus)

Nama Kelompok:
Sayid Ramadhan
Ajeng Putri Fitriani Pertiwi
Faradilla Nurmayanti
Indah Sofiana
Karina Aprilia
Shynta Felicia
Si Biru Nan Eksotis dari Pulau Jawa
Di antara rerindangan dedaunan hijau, terbanglah si biru nan eksotis dengan sangat
anggun dan lincahnya. Seketika itu pula, ia menyihir kami dengan keselurahan gerakannya.
Warna birunya yang indah dan membuatnya nampak sangat jelas terlihat membuat fokus
pandangan kami hanya tertuju padanya. Sehingga kami pun bertanya-tanya, siapa dia?
Cekakak Jawa adalah pemilik dari burung berwarna biru mempesona tersebut.
Cekakak jawa merupakan burung air endemik Jawa dengan sayap berwarna biru dan penutup
sayap berwarna kehitaman. Cekakak Jawa memilki bentuk paruh yang besar dan panjang
yang dapat memudahkannya dalam berburu makanan di perairan untuk menopang
kehidupannya.
Ukuran dari pemilik nama latin Halcyon cyanoventris ini memiliki ukuran yang lebih
besar dari Todirhampus chloris atau Cekakak Sungai. Perbedaan lainnya yang paling
mencolok adalah warna paruh mereka. Cekakak Jawa memiliki paruh berwarna merah,
sedangkan Cekakak Sungai memiliki paruh berwarna hitam.
Cekakak Jawa memiliki leher berwarna kecoklatan sedangkan pada Cekakak Sungai
berwarna putih. Warna perut keduanya pun berbeda, warna putih dimiliki oleh Cekakak
Sungai dan warna biru untuk Cekakak Jawa.
Cekakak Jawa termasuk satwa yang endemik di Jawa yang pastinya banyak terdapat
di pulau Jawa. Namun sayang disayangkan, pada saat pengamatan, kami hanya melihat
seekor Cekakak Jawa. Hal tersebut dikarenakan cuaca yang mendung dan sedikit gerimis
pada saat pengamatan dilakukan, burung cenderung tidak beraktifitas pada saat cuaca sedang
tidak bersahabat. Selain itu, kemnungkinan lain disebabkan makanan yang kurang memadai
di perairan dekat kawasan pengamatan kami.
Di alam ini, setiap makhluk hidup tidak dapat terlepas dari ancaman kepunahan. Tak
terkecuali dengan si biru dari Jawa ini, maka dari itu diperlukan kesadaran dan tindakan nyata
untuk melestarikan satwa ini. Upaya pelestarian tersebut dapat dilakukan dengan tidak
merusak habitat tempat burung tersebut berkembang biak dan mencari makanan untuk

bertahan hidup. Setelah memulainya dari diri sendiri, selajutnya mengajak orang lain.
Penyuluhan juga diperlukan agar lebih banyak lagi masyarakat yang tahu dan ikut berperan
aktif dalam pelestarian burung ini.
Meskipun Cekakak Jawa belum mengalami kelangkaan, namun sudah menjadi
kewajiban kita semua untuk menjaga alam beserta keanekaragaman di dalamnya. Tuhan telah
menitipkan alam dan isinya yang indah kepada manusia untuk dijaga dengan baik. Salam
cinta bumi!