Anda di halaman 1dari 6

6.

4 Proses dan Fungsi Jalur Alternatif Oksidasi Heksosa melalui


Jalur Pentosa Fosfat
Hampir seluruh organisme, termasuk tumbuhan dan hewan,
memiliki jalur alternatif untuk metabolisme glukosa disebut jalur
oksidatif pentosa fosfat. Jalur pentosa fosfat, juga dikenal sebagai jalur
fosfoglukonat, adalah suatu jalur multifungsi yang dapat digunakan
pada fermentasi hexosa, pentosa, dan karbohidrat lainnya. Meskipun
jalur oksidatif ini dibatasi ke sitosol pada hewan, jalur ini ada dalam
kloroplas maupun sitosol pada tanaman. Ini bukanlah satu-satunya
jalur yang tersedia untuk metabolisme karbohidrat (Hopkins, 2004).

1.

2.

Menurut Wood (1985) Lintasan ini tidak menghasilkan ATP, tetapi


mempunyai dua fungsi utama, yaitu :
Produksi NADPH untuk sintesis reduktif seperti biosintesis
asam lemak serta steroid. Kegunaan NADPH untuk sel adalah
untuk :
a. Mencegah stress oksidatif dengan mengubah H2O2 menjadi H2O
dan jika tidak terdapat NADPH , H2O2 akan di ubah menjadi
radikal bebas hidroksin yang akan menyerang sel.
b. Pada sel darah merah , kegunaan pertama dari NADPH adalah
untuk mereduksi bentuk disulfide dari glutathione menjadi
bentuk sulfhydryl, reduksi glutathione ini adalah untuk
mempertahankan struktur normal dari sel darah merah dan
untuk menjaga bentuk hemoglobin dalam bentuk Fe2+.
c. NADPH pada hati dan payudara digunakan untuk biosintesis
asam lemak.
Menghasilkan Ribosa untuk sintesa asam nukleat dan berbagai
koenzim
Jalur pentosa fosfat adalah jalur respirasi yang menghasilkan
NADPH dan pentosa. Terdapat dua fase yang berbeda, namunkeduanya
berada dalam jalur yang sama. Fase yang pertama adalah fase
oksidatif yang menghasilkan NADPH, dan fase kedua adalah fase
nonoksidatif yang menghasilkan pentosa (Wood, 1985).
1. Fase Oksidatif Menghasilkan NADPH
Pada fase yang pertama , glukosa 6-phosphate menjalani proses
dehidroginase dan dekarboksilase untuk memberikan sebuah senyawa
pentosa, yaitu ribosa 5-phosphate (Lakitan, 2012).
Proses Fase Oksidatif Pentosa Fosfat sebagi berikut :
Reaksi dehidrogenasi glukosa 6-fosfat menjadi 6-fosfoglukonat
terjadi lewat pembentukan 6-fosfoglukonolakton yang dikatalisis oleh
enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase, suatu enzim yang bergantung
NADP. Hidrolisis 6-fosfoglukonolakton dilaksanakan oleh enzim
glukonolakton hidrolase (Lakitan, 2012).
Tahap oksidasi yang kedua dikatalisis oleh enzim 6-fosfoglukonat
dehidrogenase, yang juga memerlukan NADP+ sebagai akseptor

hidrogen. Dekarboksilase kemudian terjadi dengan pembentukan


senyawa ketopentosa , yaitu ribulosa 5-fosfat. Reaksi mungkin
berlangsung dalam dua tahap melalui intermediate 3-keto-6fosfoglukonat (Lakitan, 2012).
a. Glukosa 6-fosfat + NADP+ 6-fosfoglukono-delta-lakton
+ NADPHReaktan
Glukosa 6phosphate +
NADP+

Produk
6phosphogluko
no- -lakton +
NADPH

Enzim
Glukosa 6phosphate
dehydrogenas
e

Keterangan
Dehidrogenase
, dimana
terjadi
pembuangan
H+ dan
kemudian
direaksikan
dengan
NADP+
membentuk
NADPH

b. 6-fosfoglukono-delta-lakton + H2O 6-fosfoglukonat+


H+Reaktan
Produk
Enzim
Keterangan
66
6
Hidrolisis
phosphogluko phosphogluko
phosphoglukolacto
no - -lactone nat+ H+
nase
+ H2O

c. 6-fosfoglukonat + NADP+ ribulosa 5-fosfat + NADPH +


CO2
Reaktan
Produk
Enzim
Keterangan
6Ribulosa 56Dekarboksilase
phosphoglukon phosphate +
phosphogluko
oksidatif.
at + NADP+
NADPH + CO2 nat
NADP+
dehidrogenase sebagai
akseptor
electron,
membentuk
molekul
NADPH yang
lain serta CO2
dan ribulosa 5phosphate

2. Fase Non-Oksidatif Menghasilkan Prekursor Ribosa


Pada fase yang kedua, ribulosa 5-fosfat dikonversi kembali menjadi
glukosa 6-fosfat oleh serangkaian reaksi yang terutama melibatkan
dua enzim yaitu : transketolase dan transaldolase (Lakitan, 2012).
Proses Fase Non-Oksidatif Pentosa Fosfat sebagi berikut :
Ribulosa 5-fosfat kini berfungsi sebagai substrat bagi dua ennzim
yang berbeda. Ribulosa 5-fosfat 3-epimerase mengubah konfigurasi
disekitar karbon 3 dari ribulosa 5 fosfat, dengan membentuk epimer
xilulosa 5-pospat, yaitu senyawa ketopentosa lainnya. Ribosa 5-fosfat
ketoisomerase mengubah ribulosa 5-fosfat menjadi senyawa
aldopentosa yang bersesuaian, yaitu ribosa 5-fosfat yang merupakan
precursor bagi residu ribosa yang diperlukan dalam sintesis nukleotida
dan asam nukleat (Lakitan, 2012).
Transketolase memindahkan unit dua-karbon yang terdiri atas
karbon 1 dan 2 dari sebuah ketosa kepada atom karbon aldehid pada
gula aldosa. Oleh karena itu, enzim ini mempengaruhi konversi gula
pentosa menjadi aldosa dengan berkurangnya dua karbon, dan
sekaligus mengonversi gula aldosa menjadi ketosa dengan
bertambahnya dua atom karbon. Reaksi tersebut memerlukan vitamin
B, yaitu tiamin (Lakitan, 2012).
Enzim transketolase mengatalisis proses pemindahan unit dua
karbon dari xilulosa 5 fosfat kepada ribulosa 5 fosfat yang
menghasilkan ketosa sedoheptulosa 7-fosfat 7 karbon dan aldosa
gliseraldehid 3-fosfat. Kedua produk ini kemudian memasuki reaksi
lainnya yang dikenal sebagai reaksi transaldolasi. Enzim transaldolase
memungkinkan pemindahan moietas dihidroksiaseton tiga - karbon
(karbon 1-3), dari ketosa sedoheptulosa 7-fosfat kepada aldosa
gliseraldehid 3-fosfat untuk membentuk ketosa fruktosa 6-fosfat dan
aldosa eritrosa 4-fosfat empat karbon (Lakitan, 2012).

Kemudian berlangsung reaksi selanjutnya yang sekali lagi


melibatkan enzim transketolase dengan xilulosa 5-fosfat berfungsi
sebagai donor glikoaldehid. Pada keadaan ini, eritrosa 4-fosfat yang
terbentuk di atas bertindak sebagai akseptor , dan hasil reaksinya
adalah fruktosa 6-fosfat serta gliseraldehid 3-fosfat (Lakitan, 2012).
Reaktan
Ribulosa 5-phosphate

Produk
Ribosa 5-phosphate

Ribosa 5-phosphate

Xilulosa 5-phosphate

Xilulosa 5-phosphate
+ ribosa 5-phosphate

Gliseraldehid 3phosphate +
sedoheptulosa 7phosphate
Eritrosa 4- phosphate
+ fruktosa 6phosphate

Sedoheptulosa 7phosphate +
gliseraldehid 3phosphate
Xilulosa 5-phosphate
+
eritrosit
4phosphate

Gliseraldehid
3phosphate + fruktosa
6-phosphate

Hubungan Jalur Pentosa Fosfat dengan Glikolisis

Enzim
Isomerase
phosphopentosa
Epimerase
phosphopentosa
Transketolase

Transaldolase

Transketolase

Hubungan jalur pentosa fosfat dengan glikolisis adalah jalur pentosa


fosfat merupakan jalur alternative reaksi tumbuhan dalam memperoleh
energi dari oksidasi gula menjadi CO2 dan air selain melalui proses
glikolisis. Reaksi jalur pentosa fosfat serupa dengan reaksi pada
glikolisis. Disamping itu, glikolisis dan jalur pentosa fosfat mempunyai
pereaksi tertentu yang lazim dan keduanya terjadi terutama di sitosol,
sehingga kedua lintasan saling terjalin. Satu perbedaan penting ialah di
jalur pentosa fosfat penerima elektonnya selalu NADP+, sedangkan di
glikolisis penerima elektonnya adalah NAD+ (Santoso, 1990).

DAPUS
Hopkins, W.G. 2004. Introduction to Plant Physiology 3rd. Huner NPA.
USA: Jhon Wiley dan Sons
Wood, T. 1985. The Pentose Phospate Pathway. New York. Academic
Press
Lakitan, Benyamin. 2012. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Rajawali
Press, Jakarta.
Santosa. 1990. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai