Anda di halaman 1dari 15

SISTEM PENGENDALI DAN

PENGONTROL PNEUMATIK UNTUK


MESIN PENGAMPLAS KAYU
OTOMATIS

Disusun Oleh :
1. Lilis Susanti
2. Kirliyanti Novia Rachma
3. M. Zein Al Haq

( 2214 039 007 )


( 2214 039 024 )
( 2214 039 025 )

Dosen :
Yunafiatul Aniroh S. T, M.Sc

JURUSAN D3 TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT , karena atas
berkat dan rahmatnya , kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah mengenai
Sistem Pergerakan dan Pengontrolan Pneumatik Untuk Mesin Pengamplas Kayu
Otomatis . Dalam pembuatan makalah ini , banyak pihak yang sudah membantu
kami menyelesaikannya. Kami juga mengambil berbagai referensi, baik dalam
buku , majalah , ataupun internet.
Tak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar dan
juga teman-teman yang turut membantu dan memberikan saran ataupun masukan
kepada kami dalam menyusun materi. Karena berkat saran dan masukannya ,
kami sangat cermat dalam menyusun setiap materi untuk makalah ini.
Kami sadar , bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh
karena itu , kami sangat membutuhkan saran dan juga kritik , yang mana kritik
tersebut akan kami jadikan bahan evaluasi kedepannya agar dalam pembuatan
makalah lainnya , kami bisa memperbaikinya.
Akhir kata , kami mengucapkan terima kasih.

Surabaya , 4 November 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar...
Daftar Isi.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..
1.2 Rumusan Masalah.
1.3 Tujuan.......
1.4 Manfaat.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Pneumatik...

Sistem

2.2
Karakteristik
Kempa..

Udara

2.3 Kekurangan dan Kelebihan Udara Kempa..


2.4 Diagram Alir
2.5 Konstruksi Pneumatik..
2.6 Sistem Pengendali dan Pengontrol Pneumatik pada Mesin Pengamplas
Kayu
Otomatis.
2.7
Simulasi
dengan
Pneumatic..
2.8
Gambar
Simulassi
Pneumatic..

Software
dengan

Fluid
Sssoftware

Simulation
Simulation

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan..
3.2 Saran
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin maju tidalah mungkin tidak
diimbangi dengan cara berpikir manusia yang semakin maju pula, karena
kedua hal tersebut sangat erat kaitannya dan saling mendukung. Seiring
berkembangnya kemajuan kedua hal tersebut bisa dilihat contoh saat ini telah
banyak kemajuan di bidang industri, baik itu industri yang bermodal besar
atapun bermodal kecil. Alat-alat produksi sangat berperan penting dalam
bidang produksi, karena tanpa adanya salah satu alat tersebut proses produksi
tidak akan berjalan apalagi tujuan dari perusahaan. Dalam industri yang
berbasis produksi pastinya memerlukan alat dan mesin untuk menunjang
proses produksi, salah satunya adalah mesin pengamplas kayu yang
menggunakan sistem pneumatik.
Pneumatik berasal dari kata Yunani :pneuma=udara. Jadi pneumatik adalah
ilmu yang berkaitan dengan gerakan maupun kondisi yang berkaitan dengan
udara. Perangkat pneumatik bekerja dengan memanfaatkan udara yang
dimampatkan (compressed air). Dalam hal ini udara yang dimampatkan akan
didistribusikan kepada system yang ada sehingga kapasitas system terpenuhi.
Tekanan udara yang dibutuhkan pada alat pengontrol pneumatic seperti
silinder, katup serta peralatan lainnya adalah 6bar, supaya efektif dan efisien
dalam penggunaannya.
1.2 Rumusan Masalah
2. Apa yang dimaksud dengan Sistem Pneumatic?
3. Apa yang dimaksud dengan udara kempa?
4. Aplikasi apa yang digunakan untuk menjalankan simulasi sistem
pneumatik?
5. Bagaimana Cara kerja dari mesin pengamplas kayu otomatis?
1.3 Tujuan
Mengetahui bagaimana pengendalian dan pengontrolan sistem pneumatik
pada mesin pengamplas kayu otomatis.
1.4 Manfaat

a. Penulisan makalah ini bermanfaat memberikan pemahaman dan


pengetahuan tentang pengendalian dan pengontrolan pneumatik pada
mesin pengamplas kayu otomatis
b. Mengetahui cara mensimulasikan sistem pneumatik pada mesin
pengamplas kayu otomatis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Pneumatik
Pneumatik dari segi bahasa berarti pneuma, yang artinya napas atau udara.
Pneumatik merupakan teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak,
keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbang-an.
Orang pertama yang dikenal dengan pasti telah menggunakan alat pneumatik
adalah orang Yunani bernama Ktesibio. Dengan demikian istilah pneumatik
berasal dari Yunani kuno yaitu pneuma yang artinya hembusan (tiupan).
Bahkan dari ilmu filsafat atau secara philosophi istilah pneuma dapat diartikan
sebagai nyawa. Dengan kata lain pneumatik berarti mempelajari tentang
gerakan angin (udara) yang dapat dimanfaatkan sebagai media transfer dan
sebagai penyimpan tenaga (daya), yang diperoleh dari atmosphere dan
dimampatkan ke dalam kompresor.
Pneumatik merupakan cabang teoritis aliran atau mekanika fluida dan
tidak hanya meliputi penelitian aliran-aliran udara melalui suatu sistem
saluran, yang terdiri atas pipa-pipa, selang-selang, gawai (device) dan
sebagainya, tetapi juga aksi dan penggunaan udara mampat. Udara yang
dimampatkan adalah udara yang diambil dari udara lingkungan yang
kemudian ditiupkan secara paksa ke dalam tempat yang ukurannya relatif
kecil.
Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri (dunia
perusahaan) (dan khususnya dalam teknik mesin) merupakan ilmu
pengetahuan dari semua proses mekanis dimana udara memindahkan suatu
gaya atau suatu gerakan. Dalam pengertian yang lebih sempit pneumatik dapat
diartikan sebagai teknik udara mampat (compressed air technology).
Sedangkan dalam pengertian teknik pneumatik meliputi : alat-alat
penggerakan, pengukuran, pengaturan, pengendalian, penghubungan dan
perentangan yang meminjam gaya dan penggeraknya dari udara mampat.
Dalam penggunaan sistem pneumatik semuanya menggunakan udara sebagai
fluida kerja dalam arti udara mampat sebagai pendukung, pengangkut, dan
pemberi tenaga.

Adapun ciri-ciri dari para perangkat sistem pneumatik yang tidak dipunyai
oleh sistem alat yang lain, adalah sebagai berikut :
1. Sistem pengempaan, yaitu udara disedot atau diisap dari atmosphere
kemudian dimampatkan (dikompresi) sampai batas tekanan kerja tertentu
(sesuai dengan yang diinginkan). Dimana selama terjadinya kompresi ini suhu
udara menjadi naik.
2. Pendinginan dan penyimpanan, yaitu udara hasil kempaan yang naik
suhunya harus didinginkan dan disimpan dalam keadaan bertekanan sampai ke
obyek yang diperlukan.
3. Ekspansi (pengembangan), yaitu udara diperbolehkan untuk berekspansi
dan melakukan kerja ketika diperlukan.
4. Pembuangan, yaitu udara hasil ekspansi kemudian dibebaskan lagi ke
atmosphere (dibuang).

Gambar 2.1 Sistem Pneumatic Sederhana


2.2 Karakteristik Udara Kempa
Udara Kempa yang digunakan dalam sistem pneumatik, memiliki
beberapa karakteristik. Dapat diketahui, bahwa udara kempa terdiri dari 78%
volume gas, 21% volume nitrogen, dan 1% gas lainnya. Karakteristik dari
udara kempa antara lain :
a. Udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah
b. Volume udara tidak tetap
c. Udara dapat dikempa (dipadatkan)
d. Berat jenis udara 1,3 kg/m3
e. Udara tidak bewarna
f. Mengandung uap air
2.3 Kelebihan dan Kekurangan Pneumatik

Kelebihan dari alat penumatik yang sangat menonjol adalah karena udara
dapat mengembang dengan begitu kuat dan cepat di ruangan yang sempit
dalam waktu yang relatif singkat. Berdasarkan itu maka peralatan pneumatik
banyak digunakan di indistri-industri dan pabrik-pabrik. Juga karena beberapa
bukti yang nyata bahwa dalam berbagai masalah untuk otomatisasi tidak ada
media lain yang dapat dipakai secara lebih mudah dan ekonomis.
Selain dari kelebihan di atas, alat pneumatik juga mempunyai kelebihankelebihan lainnya sehingga alat pneumatik seringkali diutamakan
dibandingkan alat-alat yang lain. Kelebihan-kelebihan itu antara lain bisa
dilihat dari:
Fluida kerja yang mudah diperoleh dan mudah ditransfer
a. Udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
b. Saluran-saluran balik tidak diperlukan, karena udara bekas (udara yang
telah memuai dan telah menyerahkan energinya) dapat dibuang bebas.
Dapat disimpan dengan baik.
a. Sumber udara mampat (kompresor) hanya memproduksi udara
mampat kalau udara itu memang digunakan, jadi kompresor tidak
selalu bekerja.
b. Pengangkutan dan penyimpanan dari tangki-tangki penampungan juga
dimungkinkan.
Bersih dan kering.
a. Udara mampat adalah bersih, jadi kalau ada kebocoran pada saluran
pipa benda-benda kerja ataupun bahan-bahan tidak akan menjadi kotor.
b. Udara mampat adalah kering, jadi kalau ada kerusakan pipa-pipa tidak
akan ada pengotoran-pengotoran, bintik (stain) minyak dan
sebagainya.
Tidak peka terhadap suhu.
a. Udara bersih dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu tinggi dan
pada nilai-nilai yang rendah.
b. Udara mampat juga dapat digunakan di tempat-tempat yang sangat
panas.
c. Peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara
aman dalam lingkungan yang panas sekali.
Aman terhadap ledakan dan kebakaran.
a. Keamanan kerja serta produksi besar dari udara mampat tidak
mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
b. Alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan
yang mahal dan luas.

Kesederhanaan (mudah dipelihara)


a. Karena kontruksinya sangat sederhana, peralatan-peralatan udara
mampat hampir tidak peka gangguan.
b. Konstruksinya yang sederhana menyebabkan waktu motase
(pemasangan) menjadi singkat, kerusakan-kerusakan seringkali dapat
diperbaiki sendiri.
c. Komponen-komponennya dengan mudah dipasang dan setelah dibuka
dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.
Konstruksi kokoh.
Pada umumnya komponen pneumatik kostruksinya kokoh sehingga
tahan terhadap gangguan dan perlakuan-perlakuan kasar.
Namun demikian, udara bertekanan dan peralatan pneumatik masih tetap
juga mempunyai kelemahan-kelemahan. Kekurangan dari sistem pneumatik
antara lain:
Gangguan suara (bising).
Udara yang ditiup keluar menyebabkan kebisingan (desisan) terutama
dalam ruang-ruang kerja yang sangat mengganggu.
Mudah menguap (volatile).
Udara mampat mudah menguap (volatile). Terutama dalam jaringan
udara-udara mampat yang besar dan luas dapat terjadi kebocoran-kebocoran
yang banyak dan menyebabkan udara mampat mengalir keluar.
Bahaya pembekuan.
Pada waktu pemuaian (expansion) mendadak dan penurunan suhu yang
berkaitan dengan pemuaian mendadak ini, dapat terjadi pembentukan es.
Gaya tekan terbatas.
Udara mampat hanya dapat membangkitkan gaya yang terbatas. Untuk
gaya-gaya yang besar pada suatu tekanan bisa dalam jaringan, dan
dibutuhkan diameter torak yang besar.
Biaya energi tinggi.
Biaya produksi udara mampat tinggi, oleh karena itu untuk produksi dan
distribusi dibutuhkan peralatan-peralatan khusus.
2.4 Diagram Alir
Diagram Rangkaian harus digambar dengan tata cara penggambaran yang
benar. Karena hal ini akan memudahkan seseorang untuk membaca rangkaian,
sehingga mempermudah pada saat merangkai atau mencari kesalahan sistem
pneumatik.

Gambar 2.4 Klasifikasi Elemen Sistem Pneumatik


2.5 Kontruksi Pneumatik
Secara umum komponen-komponen konstruksi pneumatik dapat
dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu :
a.
b. Unit Tenaga (Power Pack)
Unit ini berfungsi untuk membangkitkan tenaga fluida yaitu berupa aliran
udara mampat. Unit tenaga ini terdiri atas kompresor yang digerakkan oleh
motor listrik atau motor bakar, tangki udara (receiver) dan kelengkapannya,
serta unit pelayanan udara yang terdiri atas filter udara, regulator pengatur
c.tekanan dan lubricator.
Udara bertekanan untuk penggunaan pneumatik harus dapat memadai dan
memiliki kualitas yang baik.Udara dimampatkan kira-kira menjadi 1/7 dari
volume udara bebas oleh kompresor dan disalurkan melalui suatu
sistempendistribuasian udara. Untuk menjaga kualitas udara yang diteriama,
peralatan unti pemeliharaan udara (sevis unit) harus digunakan untuk
mempersiapkan udara sebelum digunakan kedalam sistem kontrol
pneumatik.

Gambar 2.5 Sistem pengadaan udara bertekanan


c. Unit pengatur
Unit pengatur merupakan bagian pokok yang menjadikan sistem pneumatik
termasuk sistem otomasi. Karena dengan unit pengatur ini hasil kerja dari
sistem pneumatik dapat diatur secara otomatis baik gerakan, kecepatan,
urutan gerak, arah gerakan maupun kekuatannya. Dengan unit pengatur ini
sistem pneumatik dapat didesain untuk berbagai tujuan otomatis dalam
suatu mesin industri.
Fungsi dari unit pengatur ini adalah untuk mengatur atau pengendalikan
jalannya penerusan tenaga fluida hingga menghasilkan bentuk kerja (usaha)
yang berupa tenaga mekanik. Unit pengatur ini berupa katup kontrol arah.
Jenis-jenis katup kontrol arah antara lain:
1. Katup 3/2 Geser Dengan Tangan ( Hand Slide Valve )
2. Katup 3/2 dengan tuas roller
3. Katup kontrol 5/2
4. Katup ganti/ katupAtau.
5. Katup kontrol aliran satu arah
d. Unit penggerak ( actuator )
Unit ini berfungsi untuk mewujudkan hasil transfer daya dari tenaga fluida,
berupa gerakan lurus atau gerakan putar. Penggerak yang menghasilkan
gerakan lurus adalah silinder penggerak, sedangkan yang menghasilkan
gerakan putar adalah motor pneumatik.

Gambar 2.5 Macam-macam actuator


2.6 Sistem Pengendali dan Pengontrol Pneumatik Mesin Pengamplas Kayu
Otomatis.
Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terdapat pada
pengamplasan kayu secara manual, maka perlu didesain suatu rancangan
untuk mesin pengamplas kayu. Pergerakan mesin pengamplas yang dibuat,

dikontrol secara otomatis dengan menggunakan sistem kontrol pneumatik.


Kondisi yang diharapkan dari sistem pergerakan dengan pengontrolan
pneumatik yaitu ketika proses pengamplasan, operator cukup menggeser katup
dan proses pengamplasan akan berlangsung otomatis. Operator hanya melihat
apakah benda yang diamplas sudah sesuai. Kalaupun ada yang perlu sedikit
diamplas, maka operator dapat menggunakan katup semi otomatis. Untuk
pencekaman benda kerja diperlukan alat bantu cekam. Dalam pembuatan
tulisan yang berjudul Perancangan Simulasi Sistem Pergerakan dengan
Pengontrolan Pneumatik untuk Mesin Pengamplas Kayu Otomatis ini,
pencekaman yang digunakan adalah ragam.
Dalam pengaplikasian mesin pengamplas kayu otomatis ini, kita harus
menentukan berapa besar diameter silinder yang akan digunakan. Hal ini
perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar gaya yang akan bekerja
pada silinder atau seberapa besar beban yang akan didorong atau ditarik oleh
silinder, yang secara teoritis dapat dihitung melalui rumus:
Untuk silinder kerja tunggal:
F = ( D . /4 . P) - f
Untuk silinder kerja ganda:
Langkah maju F = D . /4 . P
Langkah mundur : F = (D - d) . /4 . P
Keterangan :
F = Gaya piston (N)
f = Gaya pegas (N)
D = Diameter piston (m)
d = Diameter batang piston (m)
A = Luas penampang piston yang dipasang (m)
P = Tekanan kerja (Pa)
Selain itu juga harus diketahui terlebih dahulu bagaimana posisi dari
silinder terhadap bebannya, hal ini bertujuan ntuk menentukan berapa besar
load ratio. Adapun persamaannya sebagai berikut:
F = Px Ax

Keterangan :
F = Gaya gerak piston (N)
Pe = Tekanan pengukuran (Pa)

A = Luas permukaan piston (m2)


= Viskositas (load ratio)
= 0,7 untuk silinder dengan operasi seimbang
= 0,8 untuk silinder dengan operasi dinamis
Pada mesin pengamplasan kayu ini dibutukan udara sebagai sumber
energinya. Untuk menyiapan udara dan untuk mengetahui biaya pengadaan
energi, terlebih dahulu harus diketahui konsumsi udara pada sistem. Pada
tekanan kerja, diameter piston dan langkah tertentu, konsumsi udara dihitung
sebagai berikut:
Kebutuhan udara = Perbandingan kompresi x Luas
penampang piston x Panjang langkah
Untuk mempermudah dan mempercepat dalam menentukan kebutuhan udara,
tabel di bawah ini menunjukkan kebutuhan udara persentimeter langkah piston
untuk berbagai macam tekanan dan diameter piston silinder.
Silinder kerja tunggal : Q = s.n.q
Silinder kerja ganda : Q = 2 ( s.n.q )
Keterangan :
Q = Kebutuhan udara silinder ( 1/min )
q = Kebutuhan udara persentimeter langkah piston
s = Panjang langkah piston ( cm )
n = Jumlah siklus kerja per menit
Aliran fluida untuk hidrolika dan pneumatika pada kecepatan rendah pada
dinding-dinding pipa dan aliran yang paling tinggi dipusat pipa. Ini dikenal
dengan aliran laminer atau streamline.
Sifat aliran ditentukan pada bilangan Reynolds, Re, yang diberikan oleh
persamaan :
Re v.
d.

Keterangan :
v = kecepatan aliran (m/s)
d = diameter pipa (mm)
= densitas (kg/m3)
Viskositas
2.7 Simulasi dengan Software Fluid Simulation Pneumatic
Pengujian simulasi dilakukan menggunakan simulasi software Fluid
Simulation Pneumatic dan hasilnya menunjukkan bagaimana aliran udara yang
bekerja pada tiap-tiap katup pneumatik yang digunakan untuk menggerakkan
silinder kerja ganda yang berfungsi sebagai penggerak balok pengamplas.
Software Fluid Simulation Pneumatic merupakan salah satu dari software
komputer untuk demo simulasi aliran fluida yang khususnya pada sistem

rangkaian pneumatik. Software ini berjalan dalam sistem windows. Pengguna


software ini harus memahami terlebih dahulu tentang simbol-simbol dan
lambing pneumatik sebelum membuat diagram rangkaian berupa simbolsimbol dari pneumatik untuk pengontrolan aplikasi yang akan dibuat atau
disimulasikan. Dengan adanya pemodelan menggunakan program Fluid
Simulation Pneumatic ini, pengguna tidak perlu repot saat simulasi, karena
pengguna hanya tinggal memasang komponen-komponen pneumatik ke tempat
sesuai diagram rancangan yang akan dibuat atau disimulasikan.
2.8 Gambar Simulasi dengan Software Fluid Simulation Pneumatic

Gambar 2.8 Rangkaian Pengampelasan Kayu


Apabila katup X atau Y di ON-kan udara mampat mengalir dari kompresor
menuju katup OR maka udara mampat akan diteruskan menuju katup A.
Apabila katup A diaktifkan maka udara mampat diteruskan menuju katup Z.
saat katup Z bergeser kekanan/aktif, udara akan mendorong piston keluar. Saat
piston sudah maksimum maka piston akan mengaktifkan sensor B. Saat sensor
B aktif maka udara mampat mengalir menuju katup Z, sehingga katup Z
bergeser ke kiri yang mengakibatkan piston terdorong masuk. Pada saat piston
dalam keadaan minimum maka sensor A akan aktif. Keadaan ini berlangsung
secara terus-menerus sampai katup X di reset atau di OFF-kan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
a. Dari Perancangan Simulasi Sistem Pergerakan dengan Pengontrolan
Pneumatik untuk Mesin Pengamplas Kayu Otomatis yang dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa sebelum membuat diagram rangkaian dan
pengaplikasian sebenarnya dalam perancangan sistem pneumatik,
sebaiknya melakukan uji coba dengan menggunakan software FluidSim
Pneumatic, sehingga hasil yang didapatkan pada rangkaian yang dibuat
adalah betul.
b. Dengan menggunakan system pneumatic pada Mesin Pengamplas Kayu
Otomatis, dapat mempermudah kerja karena tidak memerlukan operator
khusus.
3.2 Saran
a. Untuk lebih memahami lebih lanjut tentang mesin pengamplas kayu
otomatis ini, perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam.
b. Diperlukan suatu usaha untuk merealisasikan alat tersebut agar dapat
digunakan oleh masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
http://ayunafroch96.blogspot.co.id/2014/04/perancangan-simulasi-sistempergerakan.html
http://ondyx.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-dan-fungsi-pneumatik.html
http://budihartono.blog.uns.ac.id/2014/11/17/sistem-pneumatik/