Anda di halaman 1dari 11

BAB 1

PENGERTIAN
TEORI AKUNTANSI
Sumber:
Suwardjono., 2012. Teori Akuntansi. Penerbut: BPFE-UGM, Yogyakarta

PENGERTIAN TEORI AKUNTANSI

Teori akuntansi, merupakan landasan untuk memecahkan masalah


masalah
akuntansi
secara
rasional,
etis
&
ilmiah
untuk
dipertanggungjawabkan. Jika masalah akuntansi di pecahkan semata
alasan pragmatis dan taktik, dipastikan hasilnya tidak memadai & tidak
menuju pada praktek yang sehat.

Praktek akuntansi yang baik dan maju, tidak akan dicapai tanpa suatu
teori baik yang melandasi. Praktek & profesi harus dikembangkan
berdasarkan penalaran. Jadi teori merupakan unsur penting dalam
mengembangkan dan memajukan praktek akuntansi dengan prinsipprinsip yang masuk yang masuk akal.

PENGETAHUAN AKUNTANSI DAPAT DIPANDANG DARI DUA SISI:

Sebagai pengetahuan profesi


(prosedur, metode, teknik)

yang

dipraktekkan

Sebagai disiplin pengetahuan yang diajarkan


(merupakan kajian dari sisi praktek & teori)

di

dunia

nyata

diperguruan

tinggi

Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada


kesepakatan tentang pengertian akuntansi sebagai disiplin
pengetahuan. Akuntansi dapat dipandang sebagai ;

Seni

Sains

Teknologi

Akuntansi sebagai seni

Akuntansi sebagai bidang pengetahuan keterampilan,


keahlian, dan kerajinan yang menuntut praktik untuk
menguasainya.

Akuntansi menuntut pertimbangan (judgment) dalam


penerapannya.

Pertimbangan harus dituntun oleh pengalaman dan


pengetahuan (profesionalisma).

Akuntansi sebagai sains

Bila akuntansi dipandang sebagai sains, akuntansi


bertujuan untuk mendapatkan kebenaran atau validitas
penjelasan tentang suatu fenomena akuntansi dengan
menerapkan metode ilmiah.

Teori akuntansi berkepentingan untuk menghasilkan


pernyataan-pernyataan
umum
(yang
bermula
dari
hipotesis) sebagai penjelasan praktik akuntansi. Bidang
kajian yang menjadi pusat perhatian adalah masalah fakta
sehingga teori akuntansi harus bebas dari pertimbangan
nilai.

Pertimbangan dan penyimpulan dituntun oleh kaidah ilmiah


(rules of science).

Akuntansi sebagai teknologi

Bila akuntansi dipandang sebagai teknologi, akuntansi


merupakan teknologi perangkat lunak yang harus dipelajari
dan dikembangkan untuk mencapai tujuan social tertentu.
Dengan demikian, akuntansi merupakan suatu
pengetahuan tentang perekayasaan informasi untuk
pengendalian keuangan Negara.

Hasil akhir akuntansi adalah prinsip, metode, atau teknik


yang bermanfaat untuk mencapai tujuan akuntansi.

Pengertian Teori Akuntansi

Bergantung pada apakah akuntansi dipandang sebagai


sains atau teknologi.
- Sains: teori akuntansi bersifat positif
- Teknologi: teori akuntansi bersifat normatif

Teori Akuntansi sebagai Sains

Seperangkat konsep, definisi, dan proposisi (pernyataan)


yang saling berkaitan secara sistematis yang diajukan
untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena akuntansi.

Fenomena akuntansi yang menjadi perhatian adalah


keputusan atau perilaku pihak (manusia) yang
berkepentingan dengan akuntansi.

Menggunakan metoda yang diemulasi dari metoda ilmiah


dalam ilmu alam dengan sasaran menguji kebenaran
pernyataan/penjelasan secara ilmiah.

Tidak menghasilkan prinsip, metoda, atau teknik akuntansi


yang menjadi pilihan kebijakan akuntansi.

Teori Akuntansi sebagai Teknologi

Penalaran logis yang melandasi praktik akuntansi.

Proses penalaran untuk menjustifikasi kelayakan praktik atau


prinsip akuntansi tertentu.

Teknologi melekat pada perekayasaan pelaporan keuangan.

Hasil perekayasaan didokumentasi dalam bentuk rerangka


konseptual.

Teori akuntansi merupakan suatu penalaran logis mengevaluasi


dan mengembangkan praktik akuntansi.
Hasil penalaran logis adalah suatu rerangka konseptual yang
menjadi semacam konstitusi akuntansi. Adanya tujuan social
yang harus dicapai oleh akuntansi menjadikan teori akuntansi
banyak membahas pertimbangan nilai (value judgment).

Atas dasar sasaran yang ingin dicapai, teori akuntansi


dibedakan menjadi:
Teori Positif
Menjelaskan fenomena akuntansi seperti apa adanya atas
dasar pengamatan empiris.
Penjelasan atau penalaran untuk menunjukkan secara ilmiah
kebenaran pernyataan atau fenomena akuntansi seperti apa
adanya sesuai fakta. Fakta sebagai sasaran.
Teori Normatif
Menjelaskan fenomena akuntansi untuk menjustifikasi atau
membenarkan perlakuan (standar) akuntansi karena bertujuan
akuntansi tertentu harus dicapai.
Penjelasan atau penalaran untuk menjustifikasi kelayakan
suatu perlakuan akuntansi paling sesuai dengan tujuan yang
telah ditetapkan. Nilai sebagai sasaran

Atas dasar sasaran semiotika dalam teori komunikasi, teori


akuntansi dibedakan menjadi:
Teori Sintaktik
Berkepentingan struktur pelaporan keuangan. Teori ini memberi
penalaran mengapa data/informasi disajikan dengan cara tertentu.
Teori Semantik
Memusatkan perhatian pada masalah-masalah penyimbolan,
pengukuran, dan penyajian kegiatan operasi dan objek fisis
perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Teori ini memberi
penalaran mengapa kegiatan perusahaan disimbolkan dengan cara
tertentu.
Teori Pragmatik
Berkepentingan untuk mengukur pengaruh dan kebermanfaatan
informasi berpengaruh terhadap perilaku pemakai (termasuk pasar
modal).
Berbagai aspek teori akuntansi harus diverifikasi atau diuji
validitasnya secara tepat atas dasar (1) Penalaran Logis, (2) Bukti
Empiris, (3) Daya Prediksi, dan (4) Standar Nilai yang telah
Disepakati.

Pendekatan Penalaran

Penalaran: Proses berpikir logis dan sistematis untuk


membentuk dan mengevaluasi validitas/kelayakan suatu
pernyataan, simpulan, penjelasan, atau prinsip.

Deduktif

Menurunkan pernyataan, simpulan, penjelasan, atau


prinsip atas dasar konsep umum/dasar yang disepakati dan
dianggap benar.

Induktif

Menurunkan pernyataan, simpulan, penjelasan, atau


prinsip umum atas dasar pengamatan beberapa kasus atau
kejadian.