Anda di halaman 1dari 24

ANEMIA GIZI PADA IBU

HAMIL
DEPARTEMENT KEDOKTERAN KELUARGA

MATERI BAHASAN
Pendahuluan
Etiologi
Anemia Defisiensi Zat Besi
Diagnosis
Terapi

Anemia Aplastik
Gambaran klinik
Komplikasi
Terapi

Anemia Hemolitik Drug Induced


Anemia Sickle Cell
Akibat Anemia Pada Kehamilan Dan Persalinan

Kehamilan menyebabkan serangkaian


perubahan fisiologik yang sering
mengacaukan diagnosa penyakit
hematologi dan penentuan terapi.
Salah satu yang paling penting adalah
terjadinya perubahan volume plasma yang
tidak sebanding dengan perubahan
volume darah secara keseluruhan
sehingga menyebabkan penurunan
hemtokrit.

ETIOLOGI ANEMIA DALAM


KEHAMILAN
Acquired

Anemia defisiensi zat besi


Anemia akibat perdarahan akut
Anemia karena keganasan atau inflamasi
Anemia megaloblastik
Anemia hemolitik yang acquired
Anemia aplastik atau hipoplastik

Herediter

Thalassemia
Sickle-cell hemoglobinopathies
Hemoglobinopathie lain
Anemia hemolitik herediter

ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI


Di Negara Berkembang, anemia merupakan keadaan
yang membahayakan ibu hamil.
Wanita dewasa mempunyai kandungan zat besi sebesar
3500 4500 mg
75% berada dalam eritrosit sebagai hemoglobin.
20% berada dalam tempat penyimpanan terutama
dalam sumsum tulang dan RES (reticulo endohelial
system) sebagai kompleks ferritin.
5% berada dalam otot, sistem enzym terutama dalam
bentuk myohemoglobin.

Usia eritrosit 120 hari dan setiap hari terdapat eritrosit


yang mati dan mengeluarkan kandungan zat besinya
yang diperlukan dalam proses pembentukan eritrosit
baru.
Setiap hari seorang akan kehilangan 1 mg zat besi
melalui lapisan epitel yang mati. Pada wanita dewasa,
melalui darah haid pasien akan kehilangan zat besi
sekitar 1 mg perhari.
Jadi kebutuhan seorang wanita tidak hamil untuk
mempertahankan keseimbangan zat besi adalah 2 mg
perhari. Makanan sehari-hari kira-kira mengandung
15 20 mg zat besi dan hanya 14 20% yang dapat
diabsorbsi.

Kehamilan adalah situasi dimana kebutuhan zat


besi meningkat dan diperkirakan selama 40
minggu kehamilan kebutuhan zat besi wanita
hamil adalah 750 mg yang terdiri dari :
425 mg untuk ibu
300 mg untuk janin
25 mg untuk plasenta

Sepanjang masa kehamilan, kebutuhan zat besi


tidak selalu sama dan hal itu mempengaruhi
derajat absorbsi zat besi oleh tubuh wanita
hamil.
Pada minggu ke 30, absorbsi sekitar 30%
asupan zat besi yang ada ; pada minggu ke 36 ,
absorbsi sekitar 66% asupan zat besi yang ada
( 9 kali lipat aborbsi pada minggu ke 16)

Kebutuhan Zat Besi selama Kehamilan


Selama periode
kehamilan
Minggu

Kebutuhan setiap hari

Kebutuhan
Maternal
(mg)

Kebutuhan
FetoPlasenta
(mg)

Kebutuhan
harian
total
(mg)

Kebutuhan
asupan
harian (mg)

19

100

40

1.4

10 12

10 19

200

65

2.6

10 12

20 29

200

120

3.3

14 16

30 39

200

200

4.0

18 - 22

Catatan
Kebutuhan maternal total dihitung dari:
Kehilangan zat besi dari epitel yang mati 1 mg/hari
Kenaikan masa eritrosit dan perkembangan otot
1.6 mg /hari
Simpanan akibat amenorea 0.6 mg/hari
Kebutuhan harian 2.0 mg / hari

Anggapan penggunaan harian adalah


20 25% dari asupan zat besi dasar

DIAGNOSIS
Bila Hb < 11 g/dL atau hematokrit < 33%, harus
dilakukan investigasi yang baik untuk menghindari
tranfusi darah kelak.
Sebagian besar AG adalah akibat defisiensi zat besi,
tetapi di belahan dunia lain dapat pula disebabkan oleh
thalassemia atau sickle cell anaemia
Pada anemia yang berat (kurang dari 65 g/L) hal ini
mungkin disebabkan oleh anemia megaloblastik.
Pemeriksaan hemoglobin dilakukan pada kunjungan
ANC pertama, minggu ke 30 dan minggu ke 36 .
Jenis tes bervariasi tergantung pada kondisi lokal (tabel
31.2).
Bila anemia terdeteksi secara klinis ( Hb < 10 g/L) maka
MCV dan serum ferritin harus diperiksa.

The Diagnosis of Anemia in Pregnancy

Haemoglobin
< 105 g/L
Haemotocrit
< 0.30
MCV (mean corpuscular volume) An MCV < 80fl indicates
possible Thalassemia
if found, an estimation of
haemoglobin A2 and Haemoglobin
electrophoresis
shoud be made.
MCH (mean corpuscular hemoglobin) < 28 pg/cell
MCHC ( MCH concentration)
< 32 g/dL
Serum Ferritine
A level of 10 50 g/L indicates a
strong possibility that anemia will
developed ,
whilst a level < 10 g/L
indicates severe depletion of
iron
stores. In the latter case iron tabletes
should be prescribed, irrespective of
the
haemoglobin level. Some
authorities estimate serum
ferritine
at 24, 30 and 36 weeks to ensure
that iron deficiency does not occur.

Bila pasien tak dapat mentolerir zat


besi PO, atau bila saat persalinan
sudah dekat atau kadar Hb < 6 5 g/L
maka pemberian zat besi dilakukan
secara parenteral.
Pasien dengan anemia berat juga
harus diberi asam folate 5 mg per
hari (karena anemia berat mungkin
menutupi gejala anemia
megaloblastik) anemia defisiensi
asam folat.
Semakin rendah kadar Hb, semakin
besar kemungkinan menderita
anemia megaloblasik.
Dugaan anemia megaloblastik : bila
hapusan darah menunjukkan adanya
> 7% neutrofil memiliki > 5 lobus.
Konfirmasi dilakukan dengan
pemeriksaan sumsum tulang.

ANEMIA APLASTIK
Kegagalan sumsung tulang yang
menyebabkan anemia jarang terjadi selama
kehamilan.
Kejadian ini dapat berlangsung secara sekunder
akibat bahan-bahan : kloramfenikol,
fenilbutazone, mepheyntoin ,
kemoterapeutika atau insektisida.
Pada kehamilan biasanya sembuh spontan dan
diperkirakan merupakan reaksi imunologis
yang terjadi selama kehamilan.

Gambaran Klinik
Pucat,
Lesu ,
Takikardia,
Ulkus tenggorokan yang nyeri dan
demam.
Kriteria diagnostik :

Pansitopenia dan
Sumsum tulang yang kosong.

Komplikasi :

IUFD,
persalinan prematur atau
abortus.
Morbidtasi ibu dan anak tinggi.

Terapi :

Hindari faktor faktor penyebab


Prednisolone 10 20 mg qid
Tranfusi PRC dan trombosit
(terminasi kehamilan)
Transplantasi sumsum tulang

DRUG INDUCED HEMOLYTIC


ANEMIA
Kadang terjadi pada pasien dengan
inborn error of metabolisme
Di US sering terjadi pada kasus defisiensi
G6PD (glucosa 6 phosphat
dehydrogenase) dalam eritrosit

Gambaran Klinik
Terjadi penurunan aktivitas G6PD pada 1/3
pasien trimester III sehingga mengalami episode
hemolisis. 2/3 pasien memilki hematokrit < 30%
Sering terjadi komplikasi UTI
Pemakaian sulfonamide sering merupakan
pencetus hemolisis
Janin yang mengalami defisiensi G6PD bila
terpapar dengan ibu yang menggunakan
sulfonamide dapat mengalami hemolisis, hidrop
fetalis dan IUFD.

SICKLE CELL ANEMIA


Kelainan genetik yang
hampir selalu terjadi pada
pasien kulit hitam.
Ditandai dengan adanya
kelainan molekul
hemoglobin yang disebut
hemoglobin S sehingga
bentuk eritrosit seperti
bulan sabit.

Gambaran klinik :
Ditandai dengan anemia hemolitik kronis
dengan krisis berulang
Sering menderita UTI
Sel eritrosit cenderung berubah bentuk
saat hipoksia

Gejala dan Tanda

Anemia kronis
Eritrosit berubah bentuk seperti bulan sabit
Krisis perdarahan
Manisfestasi lain :
a. Kepekaan terhadap infeksi bakteri meningkat
Pneumonia
Bronchopneumonia
Infark paru
b. Kerusakan ginjal
c. Gangguan SSP
d. Gangguan mata

AKIBAT ANEMIA PADA


KEHAMILAN dan PERSALINAN :

Morbiditas meningkat akibat abortus ,


partus prematur
Mortalitas ibu meningkat akibat
perdarahan pasca persalinan dan anemia
Komplikasi paru, gagal jantung kongestif,
infeksi, PE dan E

Sumber Bacaan

Bayouneu et al: Iron therapy in iron deficiency anemia in pregnancy .


Am J Obstet Gynecol 186:512,2002
Cunningham FG et al : Cardiovascular Disease in Williams Obstetrics
, 22nd ed, McGraw-Hill, 2005
DeCherney AH. Nathan L : Cardiac, Hematologic, Pulmonary, Renal &
Urinary Tract Disorder in Pregnancy in Current Obstetrics and
Gynecologic Diagnosis and Treatment , McGraw Hill Companies, 2003
Llewelyn-Jones : Cardiovascular, Repiratory and Hematological
disorder in pregnancy in Obstetrics and Gynecology 7th ed. Mosby,
1999
Scanlon KS, Yip R, Schieve LA,et al: High and low hemoglobin level
during pregnancy : Differential risk for preterm birth and SGA. Obstet
Gynecol 96:741, 2000
Sharma JB, et al: A prospectibe, partially randomized study of
pregnancy outcomes and hematologic respon to oral and intramuscular
iron treatment in moderately anemic pregnant women. Am J Clin Nutri
79:116, 2004

Sekian