Anda di halaman 1dari 6

Ukuran Berat Pada Kapal

in 7:20:00 PM

Maritime Baru 336 x 280

Cara Menurunkan
Berat

Menurunkan Berat Badan Secara Alami Menghilangk

Ukuran Berat Pada Kapal


Untuk menyatakan ukuran suatu kapal dalam sebuah kapal rancangan,
dapat ditentukan berdasarkan spesifikasi muatan kapal.

Spesifikasi muatan kapal tersebut dapat ditinjau sebagai berikut:


Ukuran menurut isi kapal.
Atau ukuran menurut bobot atau berat kapal.
Daya mesin kapal.
Bagi usaha penyeberangan, umumnya dalam pemilihan kapal akan
mengambil kapal yang memiliki ruangan yang dapat menampung
kendaraan yang akan diseberangkan sebanyak mungkin, bahkan
ruangan yang lebih dari satu dek (geladak), agar daya muat
kendaraannya besar.

Sedang untuk angkutan sungai dan danau yang dipentingkan adalah


muatan penumpang atau barang yang bisa diangkut. Untuk mengetahui
daya muat atau ruang yang luas adalah ukuran menurut isi kapal,
tepatnya net registered tonnage (NRT)

Ukuran Menurut Isi


Untuk mengetahui tonnage isi kapal, diukur ruangan dalam kapal
dengan alasan bahwa ruangan yang tertutup dan digunakan untuk
pemuatan barang (di bawah atau di atas geladak) adalah faktor penting
penentuan daya pendapatan (earning power) suatu kapal.
Oleh karenanya ruangan tersebut dijadikan sebagai dasar perhitungan
untuk pengukuran dan sebagai batas perhitungan ukuran, diambil
tonnage dek (geladak ukur), yaitu geladak teratas untuk kapal yang
memiliki kurang dari 3 dek lengkap (continous deck) atau geladak
lengkap kedua dari bawah bagi kapal yang memiliki deck lengkap lebih
dari 2 buah geladak lengkap.
Ada 2 macam ukuran menurut isi kapal yaitu Gross Tonage (GR) dan
Net Tonage (NT).
Gross Tonnage (GT)
Gross Tonnage atau dulu disebut Gross Register Tonnage atau
dalam bahasa Indonesia disebut sebagai tonase kotor yaitu
jumlah seluruh ruangan di bawah geladak ukur (Tonnage deck) dan
ruangan-ruangan tertutup yang ada di atasnya dan dikurangi dengan
ruangan-ruangan tertentu, yakni: ruangan cahaya dan angin, rumah
kemudi (Wheelhouse), dapur, tangga, WC, hatchways di atas % dari
gross tonnage dan ruangan-ruangan yang menurut peraturan
pengukuran terbuka (seperti open shelter deck).
GRT ini untuk mendapatkan kapal-kapal (ship registration), surat ukur
kapal. Arti ton dalam hal ini diartikan sebagai isi atau registered ton.
Satu (1) ton sama dengan 100 cubicfeet atau sama dengan 2,83 M3 (1
M3 = 35,3165 cf).
Badan yang melakukan pendaftaran kapal ini (badan swasta) disebut
classification society, yang akan menerbitkan sertifikat klasifikasi.

Badan ini mengikuti pertumbuhan kapal, mulai dari pembuatan sampai


dengan pemusnahan (from the cradle to the grave). Beberapa badan
klasifikasi di dunia:
Lloyds Register of shiping (L_R) di London.
American Bureau of shipping (A-B) di New York.
Bureau Veritas (B-V) di Paris.
Nopske Veritas (N-V) di Oslo.
Germanische Lloyd (G-L) di Berlin.
Registro Italion (R-I) di Roma.
Nippon Kaiji Kyokai (N-K) di Tokyo.

Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) di Jakarta.


Perhitungan Tonase Kotor GT/GRT
Perhitungan tonase kotor dijelaskan di dalam Regulation 3 dari Annex 1
dalam The International Convention on Tonnage Measurement of Ships,
1969. Tergantung dari dua variabel:
V adalah total volume dalam meter kubik (m),
K1 adalah faktor pengali berdasarkan volume kapal.
Faktor pengali K mempengaruhi persentase volume kapal yang
dinyatakan sebagai tonase kotor. Untuk kapal kecil nilai K lebih kecil,
sedang untuk kapal besar nilai K lebih besar.
Nilai K bervariasi pada rentang antara 0.22 sampai 0.32 dan dihitung
dengan rumus:

Setelah V dan K diketahui, tonase kotor dapat dihitung dengan


menggunakan rumus:
Sebagai contoh, kita dapat menghitung tonase kotor suatu kapal
dengan volume sebesar 10,000 m.
K1 = 0.2 + 0.02 log10(V) = 0.2 + 0.02 log10(10,000 )= 0.2 +
0.02 4 =
maritime link di artikel

Ikla
n

oleh
Goo
gle
Kapal indonesia
Mesin kapal
Jasa alat berat
0.2 + 0.08 = 0.28
Jadi besarnya tonase kotor/GT adalah: GT = K1 V = 0.28 10,00
0= 2,800 tons
Net Tonnage (NT)
NT atau sering juga disebut Regitered ton atau Net Tonnage, diperoleh
dari pengurangan Gross Tonnase dengan isi ruangan-ruangan tempat
kediaman awak kapal, (kamar nakhoda dan perwira-perwira, ruangan
navigasi, tempat alat-alat serang (boatswain) tempat air ballast dan air
minum, tempat pompa-pompa, mesin Bantu (donkey) dan ketel (boiler)
tempat penyimpanan layar (tidak boleh lebih dari 21/2 % tempat mesin
kapal).

Berarti bahwa net tonnage adalah jumlah seluruh isi ruangan kapal
yang tersedia untuk keperluan pengangkutan barang muatan atau
barang dagangan.
Contoh Perhitungan
Untuk kapal dengan penumpang 12 orang atau kurang:

Dasar perhitungan tonase bersih berdasarkan ketentuan tergantung


kepada variabel berikut:
V adalah total volume cargo dalam meter kubik (m).
D adalah jarak bagian atas lunas sampai bagian tepi bawah geladak
dalam meter.
d, adalah draft dalam meter.
Langkah pertama dalam menghitung NT adalah menghitung nilai K2,
yang tergantung kepada Vc. Yang diperoleh dengan menggunakan
rumus berikut:
Selanjutnya dengan menggunakan ketiga nilai tersebut perhitungan NT
diperoleh dari rumus:
Di mana faktor (4d/3D)2 tidak boleh melebihi 1, dan nilai Vc K2
(4d/3D)2 tidak melebihi 0.25 GT, dan nilai akhir NT tidak boleh diterima
bila hasilnya kurang dari 0.30 GT.
Untuk kapal dengan penumpang 13 orang atau lebih:
Dalam menghitung NT untuk kapal-kapal yang diizinkan mengangkut 13
atau lebih penumpang digunakan tambahan 3 variabel lain:

GT adalah Tonase kotor kapal.


N1 adalah jumlah penumpang di dalam kabin dengan tidak lebih dari 8
tempat.
N2 adalah jumlah penumpang lainnya,
Pertama sekali dihitung pengali K3 atas dasar GT dengan menggunakan
rumus berikut:

Selanjutnya dapat dihitung tonase bersih:


Di mana faktor (4d/3D)2 tidak boleh melebihi 1, sehingga Vc K2 (4d/3D)2
tidak akan lebih dari 0.25 GT, dan nilai akhir dari NT tidak boleh diterima kalau
kurang dari 0.30 GT.

Ukuran Menurut Bobot


Ukuran menurut bobot atau berat kapal, digunakan satuan longton ( 1
longton = 224 pound / lbs = 1.016 kg) atau satuan short ton (1 short
ton = 907, 18 Kg), namun kalau tidak dinyatakan lain maka ton berat
adalah longton. Ada 2 macam ukuran ton berat, yaitu:
Tonase bobot mati (Inggris: deadweight tonnage disingkat DWT) adalah
jumlah bobot/berat yang dapat ditampung oleh kapal untuk membuat
kapal terbenam sampai batas yang diizinkan dinyatakan dalam long ton
atau metrik ton.
Batas maksimum yang diizinkan ditandai dengan plimsol mark pada
lambung kapal. Tonase bobot mati didefinisikan sebagai perjumlahan
dari bobot/berat berikut ini: muatan barang, bahan bakar, air tawar, air
ballast, barang konsumsi, penumpang, awak kapal.
Berat benaman atau disebut juga sebagai displacement tonnage adalah
bobot yang sesungguhnya dari keseluruhan kapal, merupakan jumlah
dari DWT dan LWT.
Kalau tanpa muatan dan BBM, disebut LIGHT DISPLACEMENT, yang
terdiri dari berat baja kapal, berat peralatan dan mesin penggerak
beserta instalasi pembantu. Kalau termasuk muatan, BBM dan berat
kapal sampai pada garis muat yang terdalam (to her deepes mark)
disebut HEAVY DISPLACEMENT.