Anda di halaman 1dari 3

Bahaya Merokok

Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan baik bagi perokok maupun orang di sekitar perokok
(perokok pasif). Pada asap rokok terdapat ratusan bahan beracun. Berbagai penelitian telah
dilakukan untuk mengetahui apa yang ada pada asap rokok dan bahayanya bagi kesehatan.
Bahaya tersebut beberapa diantaranya adalah akibat rokok terhadap paru-paru dan jantung.
Selain itu juga tidak bisa dikesampingkan bahayanya terhadap otak, lambung, ginjal dan masih
banyak lagi organ tubuh lainnya. Angka merokok aktif di Indonesia mencapai 75% atau 141 juta
orang, dan 60% nya adalah orang berkategori miskin.
Salah satu gas yang berbahaya dari asap rokok yaitu gas karbon monoksida sekitar 3-5%. Gas ini
jika dihisap masuk ke dalam paru-paru akan segera masuk ke dalam darah darah dan kemudian
berikatan dengan sel darah merah (eritrosit). Eritrosit yang telah berikatan dengan gas ini akan
lebih sulit untuk mengikat oksigen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dan tentu saja, tubuh
akan lebih kekurangan oksigen karena gas karbon monoksida ini.
Bahaya bagi paru-paru dan saluran pernafasan
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paruparu. Pada saluran napas besar (atas) terjadi perubahan struktur dan bentuk sel lapisannya dan
juga dikeluarkannya lebih banyak cairan lendir atau mucus. Pada saluran napas kecil (bawah)
terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada
jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli (bagian akhir
saluran nafas). Jika hal ini berlanjut akan mengakibatkan kanker.
Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker
paru-paru. Partikel asap rokok seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai
bahan karsinogenik (bahan pemicu timbulnya kanker). Kemungkinan timbul kanker paru-paru
pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering dibandingkan dengan bukan perokok.
Bahaya bagi jantung dan pembuluh darah
Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung
koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih
dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit
jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992,
mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7% (peringkat ketiga) menjadi
16% (peringkat pertama).
Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak. Risiko terjadinya
penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.
Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian
menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain seperti
hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi terhadap tercetusnya penyakit jantung
koroner.
Gangguan pada jantung disebabkan oleh rusak atau terganggunya pambuluh darah yang
menyediakan darah bagi jantung. Gangguan ini mengakibatkan penyumbatan akibat
penggumpalan komponen darah di dinding pembuluh darah. Penyumbatan ini dapat

mengakibatkan hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit akibat penyumbatan
pembulah darah perifer yang bias menyebabkan kaki diamputasi.
Bahaya bagi organ tubuh lainnya
Rokok dapat mengakibatkan gangguan pada lambung. Pada keadaan normal lambung dapat
bertahan terhadap keasaman cairan lambung karena beberapa zat tertentu. Nikotin dapat
mengacaukan zat tertentu terutama bikarbonat yang membantu menurunkan derajat keasaman.
Kebiasaan merokok dapat memperparah penyakit lambung yang sudah ada misalnya gastritis dan
tukak lambung-duodenum.
Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok
memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS
timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5
bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS
sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.
Selain yang telah disebutkan diatas merokok juga dapat mengakibatkan kemandulan baik bagi
pria maupun wanita, impotensi bagi pria, gangguan pada janin ibu hamil dan juga bisa memicu
timbulnya serangan asma.
Bahaya Perokok Pasif
Perokok pasif yaitu orang yang berada di sekitar orang yang merokok ikut mendapatkan dampak
buruk dari asap rokok. Perokok pasif menghisap asap rokok yang keluar dari ujung batang rokok.
Resiko penyakit yang ditimbulkan tidak kalah besar dari seorang yang merokok. Bahkan perokok
pasif mendapat bahaya yang lebih besar karena asap yang dihisap dikeluarkan terus dari ujung
batang rokok. Oleh karena itu adalah wajar jika ada orang yang terganggu dan melarang orang
lain merokok disebelahnya karena orang tersebut mempunyai hak penuh untuk hidup sehat.
MENGHENTIKAN ROKOK
Pemerintah sudah melakukan beberapa langkah untuk mengurangi kebiasaan merokok di
masyarakat. Pemerintah mewajibkan kepada semua produsen rokok untuk mencantumkan
peringatan bahaya rokok serta kadar nikotin dan tar pada produknya. Larangan merokok di
beberapa tempat umum sudah mulai diterapkan dengan sanksinya meskipun belum berjalan
optimal. Pemerintah juga sering menaikkan cukai rokok agar harga rokok semakin mahal
sehingga masyarakat mulai berpikir untuk mengurangi atau menghentikan rokok. Tapi timbul
masalah baru dengan bermunculannya produsen-produsen rokok ilegal yang tidak membayar
cukai rokok sehingga produk-produk rokoknya bisa dijual dengan harga murah.
Melihat bahayanya rokok bagi manusia, sudah seharusnya kita mulai mengurangi bahkan
menghentikan kebiasaan merokok. Tapi masih banyak orang mengabaikan bahaya-bahaya ini
dengan berbagai alasan. Salah satu hal mengapa orang sulit menghindari rokok yaitu bahaya
rokok tidak dapat dirasakan dalam jangka pendek tetapi akibatnya akan timbul bertahun-tahun
kemudian. Seorang perokok baru menghentikan kebiasaan merokoknya setelah dia jatuh sakit
misalnya terkena serangan jantung. Tetapi masih ada juga yang tetap melanjutkan kebiasaan
merokok setelah dia sembuh.

Advertisement