Anda di halaman 1dari 7

Kewirausahaan II |

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sepatu dan sandal bisa dikatakan kebutuhan kedua setelah kebutuhan pangan
sudah terpenuhi. Ya, Sepatu bermutu tak harus mahal. Percayakah?

Kenapa

tidak?! Kunjungi saja bursa sepatu di kawasan sentra industri sepatu dan sandal
desa Wedoro, antara Waru dan Sidoarjo, Jawa Timur.
Tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Sidoarjo, Surabaya dan
sekitarnya. Hampir setiap hari, banyak warga Kota Surabaya dan masyarakat
berbagai penjuru daerah yang mengunjungi sentra industri sepatu tersebut. Para
pengunjung umumnya berbelanja sepatu dan sandal. Banyak model tersedia,
termasuk pilihan produk berbahan kulit maupun sintetis. Tidak hanya itu bagi
pengunjung luar kota maupun luar jawa juga tak asing lagi, karena banyak yang
berkunjung untuk mendapatkan harga dan mutu yang dapat di jangkau oleh semua
lapisan masyarakat. Baik untuk di jual kembali maupun dipakai sendiri ataupun
untuk oleh-oleh keluarga di rumah.
Perkembangan Desa Wedoro sebagai sentra industri sepatu dimulai sejak
tahun 2000 silam. Sentra industri ini sudah mampu memikat hati publik. Jumlah
pengunjung sentra industri yang mengkonsentrasikan diri pada produksi sepatu
dan sandal juga meningkat pesat. Jajaran toko-toko yang hampir seluruhnya
menjual sepatu, sandal inipun tertata rapi. Berbagai macam jenis dan merk sandal
dan sepatu tersedia di sana. Bahkan, Wedoro tak kalah bersaing dengan kawasan
bursa alas kaki di daerah lainnya.
Melihat jumlah pengunjung yang membludak, praktis, ratusan kepala
keluarga di Desa Wedoro menggantungkan hidup sepenuhnya sebagai pengusaha
dan perajin sepatu. Kesuksesan para pengusaha dan perajin Wedoro tak terlepas

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945


SURABAYA

Kewirausahaan II |

dari sejumlah strategi jitu. Selain menawarkan harga produk relatif murah, mereka
juga membidik konsumen dengan mutu yang cukup terjamin.
Boleh dikatakan, setiap konsumen memang menginginkan membeli produk
berkualitas. Kendati demikian, harga tinggi terkadang menjadi ganjalan. Kendala
itulah yang nampaknya dapat disiati oleh sejumlah pengusaha sepatu di Wedoro.
Industri kecil tersebut telah menjadi motor penggerak dominan pertumbuhan
ekonomi penduduk sekitar.
Selain itu keberhasilan ini tak terlepas dari perhatian Pemerintah Desa
Wedoro. Menyadari potensi wilayahnya yang cukup menjanjikan, mereka pun
mengupayakan kemudahan pencapaian lokasi melalui sarana pendukung yang
telah tertata rapi.
Sentra Industri Kecil seperti Wedoro ini adalah suatu usaha yang baik untuk
dikembangkan. Industri-industri seperti inilah yang dibutuhkan bangsa kita untuk
segera mengurangi angka pengangguran yang jumlahnya semakin membengkak.
Namun yang juga dibutuhkan adalah bagaimana cara pemeliharaan konsumen
agar industri ini tidak mati dan tetap bisa maju dan berkembang lebih baik lagi.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang, masalah dalam makalah ini dirumuskan
sebagai berikut:
1. Profil Usaha UD Agus dan Doni Sentral Pembuatan Sandal dan
Sepatu Wedoro?
2. Dimana Produk Sepatu dan Sandal Wedoro Di distribusikan?
3. Bagaimana Sentral Pembuatan Sandal dan Sepatu Wedoro
Memasarkan Produknya?
4. Bagaimana Cara Sentral Pembuatan Sandal dan Sepatu

Wedoro

Mempromosikan Produknya

BAB II
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945
SURABAYA

Kewirausahaan II |

PEMBAHASAN

2.1 Sentral Pembuatan Sandal dan Sepatu Wedoro


Sidoarjo bukan sekadar dikenal sebagai kota yang memiliki aset
wisata kuliner. Kota tetangga terdekat dengan Surabaya ini juga memiliki
produk unggulan hasil industri rumahan berupa sandal dan sepatu khas
Wedoro. Nama ini memang diambil dari nama desa tempat industri ini
berada, Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Gambar
:

Sandal
yang

dihasilkan oleh usaha di wedoro


Untuk menemukan lokasi sentra perajin sepatu dan sandal di kawasan
ini relatif mudah. Selain berbatasan dengan Surabaya wilayah selatan, juga
dekat dengan beberapa tempat transportasi massal. Di antaranya Terminal
Purabaya dan Bandara Internasional Juanda.
Di era kejayaan sandal dan sepatu Wedoro, sekitar sepuluh tahun
silam, hampir seluruh kawasan ini dipenuhi gerai-gerai yang memajang
berbagai produk alas kaki. Baik yang secara langsung diproduksi perajin
Wedoro atau para perajin dari luar daerah. Wisatawan domestik atau
mancanegara, sudah bisa dipastikan memasukkan sentra industri Wedoro
dalam agenda perjalanan mereka.
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945
SURABAYA

Kewirausahaan II |

Akan tetapi, kejayaan alas kaki Wedoro tidak berlangsung lama.


Sudah beberapa tahun terakhir, para perajin di Wedoro harus berpikir lebih
keras untuk menjalankan bisnisnya.
Kelompok kami berkesempatan berbincang dengan agus dan doni
adalah salah satu pengrajin sandal dan sepatu yang masih aktif. Saat
ditemui di tempat produksi sandal dan sepatu yang mereka buat di Desa
Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo, ia masih optimis bisa menjalankan
roda industri rumahan ini.
Dalam kurun sebulan,

Irfan

bersama

17

pekerjanya,

bisa

memproduksi 1000 kodi sandal sol eva. Dengan perkiraan omzet yang
diperoleh sekitar Rp 170 juta per bulan. Sedangkan di saat tiga bulan
menjelang bulan Ramadan, produksinya meningkat hingga 1500 kodi. Per
kodi berisi 20 pasang sandal.
Baginya, untuk menghidupi keluarga dan meneruskan tongkat estafet
bisnis keluarganya, tidak ada kata putus asa. Meskipun jumlah perajin
sandal atau sepatu di kawasan Wedoro sekarang makin bertambah.
Semangat untuk membangun industri rumahan ini tak pernah padam.
"Kuncinya hanya satu, mengikuti tren. Karena sandal atau sepatu
kebutuhan yang tiap hari dibutuhkan, sama halnya dengan kebutuhan
sandang dan pangan," terangnya.
Disinggung
mengenai
perhatian

dari

pemerintah

pada

keberlangsungan UKM di Sidoarjo, ia tidak langsung menjawab. Sambil


menyedot dalam-dalam rokok yang ada di tangan kanannya, ia menjawab
dengan nada sedikit berat.

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945


SURABAYA

Kewirausahaan II |

"Hingga kini enggak ada perhatian dari pemerintah kepada perajin di


Wedoro. Dulu memang sempat ada perhatian itu, akan tetapi ketika masih
berdiri koperasi perajin sandal dan sepatu," kenangnya.

Gambar: Tempat produksi sandal Agus dan Doni


2.2 Pemasaran Produk Sandal dan Sepatu

Produk sandal yang biasa di distribusikan rata-rata 250 kodi per


minggu dan biasannya agus dan doni mentribusikan ke pasar turi Surabaya
dari pasar turi produk sandal Agus dan Doni bisa terjual di luar jawa
karena banyak orang-orang luar jawa mencari barang-barang ke pasar turi.
Tidak hanya itu produk sandal dan sepatu mereka sudah terjual langsung
ke Yogyakarta.
Dalam menjalankan pemasarannya Agus dan Doni Mengalami
kesulitan jika ada Toko yang baru mereka tawarkan produk tersebut,
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945
SURABAYA

Kewirausahaan II |

mereka sulit meyakinkan pihak toko. Akan tetapi masalah itu bisa teratasi
karena ketidak putus asaan mereka meyakinkan pihak toko.
Selain itu media promosi internet belum digunakan oleh agus dan doni
ini, padahal media promosi internet saat ini mempunyai perang penting
untuk memperluas bisnis sehingga produk mereka bisa dikenal secara luas
tidak hanya di Indonesia tidak menutup kemungkinan akan diketahui
mancanegara.
Untuk mempertahankan konsumen produk sandal dan sepatu agus dan
doni mempunyai keunggulan di disain karena mereka pintar membaca
pasar. Disain-disain yang mereka ciptakan umumnya adalah tokoh kartun
yang memang sedang terkenal di siaran televisi sehingga produk yang
mereka ciptakan lebih up-to-date.

BAB III
KESIMPULAN
3.1

Kesimpulan
Dari seluruh hasil uraian dan hasil pengamatan diatas, penulis

menyimpulkan bahwa Produk Sepatu dan Sandal di wedoro yang dimiliki oleh
Agus dan Doni sangat baik karena dapat menghasilkan dan menjual produk dalam
negeri sehingga banyak orang-orang Indonesia lebih memilih produk dalam
negeri dengan kualitas yang bagus dan harga yang relatif murah serta terjangkau
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945
SURABAYA

Kewirausahaan II |

daripada produk luar negeri. Akan tetapi dari segi promosi usaha Agus dan Doni
belum maksimal dikarenakan kurang memaksimalkan media promosi internet
3.2

Saran
Saran yang dapat disampaikan oleh kelompok kami adalah usaha agus dan

doni menggunakan layanan internet. Selain memudahkan agus dan doni dalam
menjual produknya layanan internet juga bisa sebagai media promosi yang sangat
baik dan terbukti hasilnya.

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945


SURABAYA