Anda di halaman 1dari 55

LAPORAN PRAKTIKUM PRESTASI MESIN

Disusun untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Prestasi Mesin
pada Program Studi Teknik Mesin

Disusun Oleh :
IMAM SEHUDIN ( 12.6.21.201.C.577 )
ISNAINI ANDRIANTO ( 12.6.21.201.C.550 )
RIZQI WAHYU A ( 12.6.21.201.C.537 )
AGUS SALIM ( 12.6.21.201.C.573 )
FIAN ERFIANTO ( 12.6.21.201.C.540 )
PUJI NUR SIDIK ( 12.6.21.201.C.534 )
RAFIK ISKANDAR ( 12.6.21.201.C.569 )
ANDI WIDIYANTO ( 12.6.21.201.C.557 )

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


SEKOLAH TINGGI TEKNIK WIWOROTOMO
PURWOKERTO
2016

BAB I
PENDAHULUAN
a.

Latar Belakang
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan Teknologi, maka kemajuan

di bidang industri terutama dalam bidang permesinan, berbagai alat diciptakan


untuk mempermudah dan menambah kenyamanan manusia dalam memenuhi
kebutuhan. Salah satunya adalah di bidang otomotif, dimana dalam penggunaanya
diperlukan pengetahuan tentang mesin tersebut dengan baik supaya selama
pengoperasian mesin dapat berjalan seefektif dan seefisien sebagaimana
fungsinya. Maka dari itu di butuhkan perawatan pada suatu mesin atau engine.
Perawatan tersebut dibutuhkan untuk menjaga performa dari suatu mesin
atau engine, perawatan tersebut juga membutuhkan pengetahuan tentang
karakteristik suatu engine, karakteristik tersebut didapat dari suatu poenelitian,
salah satunya adalah peraktikum.Praktikum motor bakar di Laboratorium Teknik
Mesin STT WIWOROTOMO, terdiri atas pengujian motor bensin dan motor
diesel.
Untuk pengujian motor bensin digunakan mesin bensin 4 langkah CT. 100.
20 sedangkan untul motor diesel digunakan mesin diesel CT. 100. 22.
Percobaan tersebut akan mempelajari karakteristik mesin dan emisi yang
dihasilkan dari proses pembakaran yang terjadi di dalam silinder. Parameter
karakteristik mesin yang akan dipelajari adalah Daya (power), Momen puntir
(torque), Konsumsi bahar bakar spesifik (SFC), dan perbanding udara dan bahan
bakar (AFR).

b.

Tujuan Pengujian

Adapun tujuan dari praktikum prestasi mesin ini adalah sebagai berikut:
1. Mempelajari karakteristik dari prestasi motor bakar diesel dan bensin.
2. Memahami cara pengukuran dengan menggunakan alat ukur.
3. Menyelidiki prestasi kerja motor diesel dan bensin yang meliputi : momen
putar sebagai fungsi putaran. Daya output sebagai fungsi putaran. Tekanan
efektif pembakaran bahan bakar. Konsumsi bahan bakar spesifik sebagai
fungsi putaran.

BAB II
TEORI DASAR
A.

Bahan Bakar dan Pembakaran

a) Bahan Bakar
Bahan bakar adalah semua bahan atau mineral yang apa bila di bakar dapat
meneruskan

proses

pembakaran

dengan

sendirinya

disertai

pengeluaran/pelepasan panas.
1. Jenis-jenis bahan bakar :
a. Bahan bakar berdasarkan asalnya
Bahan bakar nabati /biomassa
Bahan bakar mineral
Bahan bakar fosil
b. Bahan bakar berdasarkan wujudnya
Bahan bakar padat
Bahan bakar cair
Bahan bakar gas
c. Bahan bakar berdasarkan proses tebentuknya
Bahan bakar alamia
Bahan bakar non-alamia
2. Macam-macam bahan bakar:
Bahan bakar fosil
Misalnya ; Batu bara minyak bumi dan gas
Bahan bakar nuklir
Misalnya ; Uranium dan plutonium
Bahan bakar lain
Misalnya ; Sisa tumbuhan dan minyak nabati

Kriteria utama yang harus dipenhi bahan bakar yang akan digunakan
dalam motor bakar adalah sebagai berikut :
Proses pembakaran bahan bakar dalam silinder harus secepat

mungkin dan panas yang dihasilkan harus tinggi.


Bahan bakar yang digunakan harus tidak meninggalkan endapan
atau deposit setelah pembakaran karena akan menyebabkan
kerusakan pada dinding silinder.
Gas sisa pembakaran harus tidak bebahaya pada saat dilepas
keatmosfer.
b) Pembakaran
Pembakaran adalah reaksi kimia yang cepat antara oksigen dengan
bahan/material yang dapat terbakar, dengan temperaturnya lebih besar dari
titik nyala disertai timbulnya cahaya dan menghasilkan kalor.Untuk
memperoleh daya maksimum dari suatu operasi hendaknya komposisi gas
pembakaran dari silinder (komposisi gas hasil pembakaran) dibuat seideal
mungkin, sehingga tekanan gas hasil pembakaran bisa maksimal menekan
torak dan mengurangi terjadinya detonasi. Komposisi bahan bakar dan
udara dalam silinder akan menentukan kualitas pembakaran dan akan
berpengaruh terhadap performance mesin dan emisi gas buang.
Untuk melakukan pembakaran diperlukan 3 (tiga) unsur, yaitu :
a. Bahan bakar
b. Udara
c. Suhu untuk memulai pembakaran
Dalam sebuah mesin terjadi beberapa tingkatan pembakaran yang
digambarkan dalam sebuah grafik dengan hubungan antara tekanan dan
perjalanan engkol.

Ada 3 (tiga) klasifikasi kecepatan pembakaran yaitu:


1. Explosive adalah suatu proses pembakaran dimana laju pembakaran
terjadi sangat cepat tapi tidak menampakkan adanya

ledakan

Combustion wave.
2. Deflagration yaitu perambatan api pembakaran yang terjadi pada ruang
bakar dengan kecepatan subsonic.

3. Detonation yaitu perambatan api yang terjadi pada ruang bakar dengan
kecepatan supersonic.
b.

Motor Diesel

Motor diesel dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran
dalam (internal combustion engine). Penggunaan motor diesel bertujuan untuk
mendapatkan tenaga mekanik dari energi panas yang ditimbulkan oleh energi
kimiawi bahan bakar, energi kimiawi tersebut diperoleh dari proses
pembakaran antara bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar.
Pada motor diesel ruang bakarnya bisa terdiri dari satu atau lebih tergantung
pada tujuan perancangan dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu atau dua
torak. Tekanan gas hasil pembakaran akan mendorong torak yang dihubungkan
dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat
bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah
menjadi gerak rotasi oleh poros engkol. Dan sebaliknya gerak rotasi poros
engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.
Berdasarkan cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan
menjadi dua, yaitu motor diesel yang menggunakan sistim airless injection
(solid injection) yang dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang
menggunakan sistem air injection yang dianalisa dengan siklus diesel
sedangkan motor bensin dianalisa dengan siklus otto.
Diagram P-V siklus diesel dua langkah Perbedaan antara motor diesel dan
motor bensin yang nyata adalah terletak pada proses pembakaran bahan bakar,
pada motor bensin pembakaran bahan bakar terjadi karena adanya loncatan api
listrik yang ditimbulkan oleh dua elektroda busi, sedangkan pada motor diesel
pembakaran terjadi karena kenaikan temperatur campuran udara dan bahan
bakar hingga mencapai temperatur nyala akibat kompresi torak. Karena prinsip
penyalaan bahan bakarnya akibat tekanan maka motor diesel juga disebut
compression ignition engine sedangkan motor bensin disebut spark ignition
engine.
Keunggulan motor diesel dibandingkan pembakaran yang lain adalah :
1. Motor diesel lebih irit dalam pemakaian bahan bakar dengan motor bensin,
motor diesel lebih efisien 20-30%.
2. Motor diesel lebih kuat dan mempunyai daya tahan yang lebih lama.
3. Motor diesel lebih besar tenaganya sehingga Motor diesel dapat menjadi
motor penggerak (primover).
4. Motor diesel mengakibatkan polusi udara yang lebih kecil.
5. Motor diesel tidak dipengaruhi oleh cuaca.

Kelemahan/ Kekurangannya antara lain adalah :


1. Perbandingan tenaga terhadap berat motor masih lebih besar dibandingkan
motor bensin.
2. Motor diesel tetap lebih sukar dihidupkan pertama kali dibandingkan
motor bensin.
3. Harga inisial (dasar) Motor diesel lebih mahal karena Motor diesel lebih
kompleks dan lebih berat dibandingkan motor bensin.
4. Perawatan dan servis pada umumnya tidak dapat dikerjakan oleh bengkel
lokal.
Penggunaan atau aplikasi Motor diesel sebagai motor penggerak (primover)
sangatlah berkembang pesat dan akan terus berkembang. Motor diesel banyak
dipergunakan untuk keperluan transportasi seperti truk,bis,kapal dll. Untuk
kepentingan pertanian, Motor diesel digunakan pada traktor untuk mengolah
lahan pertanian. Pada industri kontruksi bangunan dan pertambangan, Motor
diesel digunakan sebagai primover untuk mesin-mesin pengeruk dan
pemindah tanah, buldozer dll.
a) Prinsip Kerja Motor Diesel
Mesin/motor diesel (diesel engine) merupakan salah satu bentuk motor
pembakaran dalam (internal combustion engine) di samping motor bensin
dan turbin gas. Motor diesel disebut dengan motor penyalaan kompresi
(compression ignition engine) karena penyalaan bahan bakarnya
diakibatkan oleh suhu kompresi udara dalam ruang bakar. Dilain pihak
motor bensin disebut motor penyalaan busi (spark ignition engine) karena
penyalaan bahan bakar diakibatkan oleh percikan bunga api listrik dari
busi.
Meskipun untuk motor diesel tidak diperlukan sistem pengapian seperti
halnya pada motor bensin, namun dalam motor diesel diperlukan sistem
injeksi bahan bakar yang berupa pompa injeksi ( injection pump) dan
pengabut (injector ) serta perlengkapan bantu lain. Bahan bakar yang
disemprotkan harus mempunyai sifat dapat terbakar sendiri (self ignition).
Penampang mesin diesel secara sederhana dapat dilihat pada gambar 1.

Klasifikasi Motor Diesel


a) Klasifikasi Motor Diesel Menurut Konstruksinya.
Ada beberapa cara pengklasifikasian motor diesel yang dapat
dibuat untuk mengetahui perbedaan jenis atau tipe motor diesel dan
pelayanan yang sesuai dengan jenis motor diesel tertentu. Kebanyakan
pengklasifikasian motor diesel yang paling lazim adalah menurut
tenaga yang dihasilkan. Ada motor diesel yang kecil dengan tenaga
dari 3 tk. Adapula motor diesel yang besar dengan kapasitas besar
sampai

menghasilkan

tenaga

40.000

tk.

Motor

diesel

juga

diklasifikasikan menurut jumlah silindernya.


Dengan pengklasifikasian ini terdapat motor diesel dengan
jumlah silinder dari satu silinder hingga 24 silinder. Motor diesel
brsilinder tunggal ( satu ) sering dipakai untuk penggerak yang kecilkecil dan handi ( portable ) dan untuk keperluan irigasi. Untuk
keperluan komersial dan angkutan digunakan motor diesel bersilinder
4,6 dan 8 silinder. Untuk keperluan industri dan penggerak kapal kapal
besar (ships) digunakan diesel bersilinder yang lebih banyak missal
dengan variasi jumlah silinder 12,16,20 dan 24. Cara lain dalam
pengklasifikasian motor diesel adalah menurut prinsip/ proses
kerjanya. Dengan pengelompokan ini dikenal dua jenis motor diesel
yaitu motor diesel empat langkah dan motor desel dua langkah.
Cara pengaturan silinder motor juga sering digunakan untuk
mengklasifikasikan motor diesel. Yang paling popular adalah motor
diesel tegak / vertical, dimana silinder motor diatur dalam satu baris
silinder motor. Jenis lain adalah dimana silinder motor dibuat baris
yang berseberangan bertolak belakang. Pada motor ini mungkin semua
silinder motor dibuat pada satu sisi poros engkol. Dengan jumlah
silinder yang sama pada masing- masing sisi dikenal motor datar
bersilinder bertolak belakang ataupun motor bersilinder v.
Motor diesel dengan pengaturan baris membentuk v perlu
dijelaskan besarnya sudut v untuk baris silinder yang bervariasi

seperti : 45, 50, 55, 60 atau 90 derajat. Sudut v bergantung kepada


jumlah silinder dan disain poros engkol. Bentuk lain dari pengaturan
silinder dengan baris yang berbentuk w dan x. Juga ada yang
membentuk segitiga atau delta. Pengklasifikasian lain dari motor diesel
adalah

menurut

kerja

piston.

Dalam

pengelompokan

ini

diklasifikasikan motor diesel piston kerja tunggal, piston kerja ganda


dan piston berlawanan . Piston kerja tunggal adalah dimana satu sisi
dari piston yang berhubungan dengan gas pembakaran, sedang sisi
yang lain berhubungan dengan poros engkol melalui batang piston .
Pada piston kerja ganda kedua sisi dari piston bekerja berhubungan
dengan gas pembakaran yang menghasilkan tenaga. Kedua sisi dari
silinder digunakan untuk gas pembakaran yang secara berganti-ganti
kedua sisi piston menerima gas hasil pembakaran . Tekanan gas
pembakaran bekerja pada langkah keatas maupun kebawah. Pada
piston berlawanan yaitu dua piston pada silinder yang sama diantara
kedua piston yang berlawanan itu terletak ruang pembakarannya.
Masing-masing piston mempunyai batang piston dan poros engkol
sendiri-sendiri. Jenis lain dari motor diesel adalah motor diesel dengan
piston parallel atau sejajar satu sama lain dengan dua poros engkol
yang parallel. Motor ini dibuat oleh Sulzer Bros Ltd dari Switzeland
yang digunakan untuk lokomotif. Metode pengelompokan motor
menurut kecepatannya. Secara pasti tidak ada batas yang tertentu untuk
mengklasifikasikan motor kedalam kecepatan rendah, menengah, dan
tinggi. Tetapi umumnya motor dengan kecepatan kurang dari 1000
hingga 2500 sebagai motor dengan kecepatan rendah menengah. Motor
dengan kecepatan dari 2500 hingga kurang lebih 6000 ppm sebagai
motor kecepatan tinggi.
b) Klasifikasi Motor Diesel Menurut Bahan Bakarnya.
Ada 4 jenis bahan bakar dan dari bahan bakarnya motor itu
disebut yaitu : motor bahan bakar gas, motor bahan bakar campuran
(dual fuel diesel engines), motor bahan bakar ganda (bifuel engines)
9

dan motor bahan bakar kombinasi (multi fuel engines).


1. Motor diesel bahan bakar gas.
Motor diesel bahan bakar gas menggunakan bahan bakar gas
seperti gas natural / gas bumi ataupun gas bahan bakar hasil produksi
pembuatan gas. Gas bahan bakar tersebut kemudian diinjeksikan
kedalam silinder motor dan dinyalakan oleh panas hasil dari
kompresi dalam silinder motor pada langkah kompresi. Sistem
pengijeksian bahan bakar gas memerlukan sistem pemampatan gas
atau kompressor agar bahan bakar gas dapat dimasukkan kedalam
ruang pembakaran pada akhir langkah kompresi dari motor diesel
tersebut. Jenis lain dari motor diesel gas adalah motor diesel yang
dimampatkan adalah campuran gas dan udara dengan perbandinagn
kompresinya 12 aatu 13. Kemudian penyalaanya dengan busi pada
akhir kompresi.
Motor tersebut mirip dengan motor gas atau motor bensin.
Motor jenis ini dikelompokkan dengan motor diesel karena besarnya
perbandingan kompresinya. Motor diesel gas dibuat menurut proses
kerja dua langkah dan proses empat langkah.
2. Motor bahan bakar campuran (dual fuel diesel engines).
Motor diesel bahan bakar campuran ini memasukkan dan
mengkompresi gas alam, gas buatan atau gas bahan bakar yang lain
ketekanan kompresi normal motor diesel. Udara murni ditambahkan
pada wakyu pemasukkan untuk mencegah kemungkinan penyalaan
awal (pre ignition). Proses pembakaran terjadi setelah penginjeksian
bahan bakar gas utama. Motor diesel bahan bakar campuran dibuat
dengan prose kerja dua langkah dan empat langkah. Gas bahan bakar
dimasukkan kedalam silinder pada saat kurang ebih akan dimulai
langkah kompresi. Pemasukkan yang menyuplai 3 % sampai 5 %
dari total keseluruhan panas yang ada dalam silinder. Motor bahan
bakar campuran dapat dioperasikan dalam campuran yang bervariasi
antara gas dan bahan bakar cair. Untuk motor diesel jenis bahan

10

bakar campuran jenis 2 langkah, desain yang banyak digunakan


motor ini memiliki klep gas yang dapat dioperasikan secara mekanik
dan diatur pembukaannya hanya setelah silinder dibilas oleh udara
murni dan lubang buang tertutup. Motor diesel bahan bakar
campuran gas jenis 4 langkah sering menggunakan klep yang
dioperasikan oleh nok untuk mengatur masuknya udara dan gas
kedalam silinder. Pembukaan klep gas dilakukan hanya setelah klep
buang tertutup. Klep-klep itu pengoperasianya dengan nok ataupun
secara hidrolik. Untuk motor gas 4 langkah yang kecil, sering juga
dipakaikan karburatordan leburator gas untuk menyuplai bahan bakar
gas.
3. Motor bahan bakar ganda (bi-fuel engines).
Kedua dengan cara bahan bakar tambahan diinjeksikan segera
didepan klep pemasukan dengan menggunakan injector atau
pengabut tekanan rendah.
4. Motor bahan bakar kombinasi (multi fuel engines).
Bahan bakar ini mempnyai variasi dari bahan bakar beroktan
sedang hingga distilasi menengah. Pada saat ini banyak dilakukan
eksperimen pengembangan motor dengan berbagai bahan bakar yang
memiliki kemampuan memulai operasi atau kerja sejak memulai
operasi. Motor diesel dengan bahan bakar kombinasi terutama
dikembangkan untuk kepentingan militer.
C. Motor Bensin 4 Langkah
Motor 4 langkah adalah motor yang setiap satu kali pembakaran bahan bakar
memerlukan empat langkah dan dua kali putaran poros engkol.

11

12

Gambar 2.3 menunjukan skema langkah kerja pada motor 4 langkah.


Prinsip kerja motor 4 langkah dapat dijelaskan sebagai berikut :
Langkah Isap :
1. Torak bergerak dari TMA ke TMB.
2. Katup masuk terbuka, katup buang terbuka.
3. Campuran bahan bakar dengan udara yang telah tercampur di dalam
karburator masuk ke dalam silinder melalui katup masuk.
4. Saat torak berada di TMB katup masuk akan tertutup.

Langkah Kompresi :
1. Torak bergerak dari TMB ke TMA.
2. Katup masuk dan katup buang kedua-duanya tertutup sehingga gas
yang telah dihisap tidak keluar pada waktu ditekan oleh torakyang
mengakibatkan tekanan gas akan naik.
3. Beberapa saat sebelum torak mencapai TMA busi mengeluarkan bunga
api listrik.
4. Gas bahan bakar yang telah mencapai tekanan tinggi terbakar.
5. Akibat pembakaran bahan bakar, tekanan akan naik menjadi kira-kira
tiga kali lipat.

Langkah Kerja/ ekspansi :


1. Saat ini kedua katup masih dalam keadaan tertutup.
2. Gas terbakar dengan tekanan yang tinggi akan mengembang kemudian
menekan torak turun ke bawah dari TMA ke TMB.
3. Tenaga ini disalurkan melalui batang penggerak, selanjutnya oleh
poros engkol diubah menjadi gerak berputar.

Langkah Pembuangan :
1. Katup buang terbuka, katup masuk tertutup.
2. Torak bergerak dari TMB ke TMA.
3. Gas sisa pembakaran terdorong oleh torak keluar melalui katup buang.
Siklus Aktual Motor Bensin
Siklus udara volume konstan atau siklus otto adalah proses yang ideal.
Dalam kenyataannya baik siklus volume konstan, siklus tekanan konstan

13

dan siklus gabungan tidak mungkin dilaksanakan, karena adanya beberapa


hal sebagai berikut [Ref.2]:
1. Fluida kerja bukanlah udara yang bisa dianggap sebagai gas ideal,
karena fluida kerja di sini adalah campuran bahan bakar (premium)
dan udara, sehingga tentu saja sifatnya pun berbeda dengan sifat gas
ideal.
2. Kebocoran fluida kerja pada katup (valve), baik katup masuk maupun
katup buang, juga kebocoran pada piston dan dinding silinder, yang
menyebabkan tidak optimalnya proses.
3. Baik katup masuk maupun katup buang tidak dibuka dan ditutup tepat
pada saat piston berada pada posisi TMA dan atau TMB, karena
pertimbangan dinamika mekanisme katup dan kelembaman fluida
kerja. Kerugian ini dapat diperkecil bila saat pembukaan dan
penutupan katup disesuaikan dengan besarnya beban dan kecepatan
torak.
4. Pada motor bakar torak yang sebenarnya, saat torak berada di TMA
tidak terdapat proses pemasukan kalor seperti pada siklus udara.
Kenaikan tekanan dan temperatur fluida kerja disebabkan oleh proses
pembakaran campuran udara dan bahan bakar dalam silinder.
5. Proses pembakaran memerlukan waktu untuk perambatan nyala
apinya, akibatnya proses pembakaran berlangsung pada kondisi
volume ruang yang berubah-ubah sesuai gerakan piston. Dengan
demikian proses pembakaran harus dimulai beberapa derajat sudut
engkol sebelum torak mencapai TMA dan berakhir beberapa derajat
sudut engkol sesudah TMA menuju TMB. Jadi proses pembakaran
tidak dapat berlangsung pada volume atau tekanan yang konstan.
6. Terdapat kerugian akibat perpindahan kalor dari fluida kerja ke fluida
pendingin, misalnya oli, terutama saat proses kompresi, ekspansi dan
waktu gas buang meninggalkan silinder. Perpindahan kalor tersebut
terjadi karena ada perbedaan temperatur antara fluida kerja dan fluida
pendingin.
7. Adanya kerugian energi akibat adanya gesekan antara fluida kerja
dengan dinding silinder dan mesin.
14

8. Terdapat kerugian energi kalor yang dibawa oleh gas buang dari dalam
silinder ke atmosfer sekitarnya. Energi tersebut tidak dapat
dimanfaatkan untuk kerja mekanik. Siklus aktual motor bensin
ditunjukan pada Gambar

15

Siklus Udara Volume Konstan (Siklus Otto)

Motor bensin adalah jenis motor bakar torak yang bekerja berdasarkan
siklus

volume

konstan,

karena

saat

pemasukan

kalor

(langkah

pembakaran) dan pengeluaran kalor terjadi pada volume konstan. Siklus


ini adalah siklus yang ideal. Seperti yang terlihat di diagram P V Gambar
2.3.

Gambar 2.3. Diagram P V Siklus Otto (siklus Volume Konstan).


Adapun siklus ini adalah sebagai berikut :
1. Langkah 0 1 adalah langkah hisap, yang terjadi pada tekanan (P)
konstan.
2. Langkah 1 2 adalah langkah kompresi, pada kondisi isentropik.
3. Langkah 2 3 adalah dianggap sebagai proses pemasukan kalor pada
volume konstan.
4. Langkah 3 4 adalah proses ekspansi, yang terjadi secara isentropik.
5. Langkah 4 1 adalah langkah pengeluaran kalor pada volume konstan.
6. Langkah 1 0 adalah proses tekanan konstan.

Sistem Pada Motor Bakar

16

Motor bensin merupakan jenis dari motor bakar. Motor bensin


kebanyakkan dipakai sebagai kendaraan bermotor yang berdaya kecil
seperti mobil, sepeda motor, dan juga untuk motor pesawat terbang.
Bensin premium mempunyai sifat anti ketukan yang baik dan dapat
dipakai pada mesin kompresi tinggi pada semua kondisi. Sifat-sifat
penting yang diperhatikan pada bahan bakar bensin adalah :
a. Kecepatan menguap (volatility).
b. Kualitas pengetukan (kecenderungan berdenotasi).
c. Kadar belerang.
d. Titik beku.
e. Titik nyala.
f. Berat jenis.

Denotasi (knocking)
Terbakarnya bagian-bagian yang belum terbakar (dikenai oleh api),
yang berlangsung sangat cepat dan menyebabkan kenaikan tekanan yang
sangat tinggi, sehingga menimbulkan suara ketukan (nglitik). Peristiwa
pembakaran yang demikian disebut denotasi.

17

Angka oktan
Angka oktan pada bensin adalah suatu bilangan yang menunjukkan
sifat anti ketukan/berdenotasi. Dengan kata lain, makin tinggi angka oktan
semakin berkurang kemungkinan untuk terjadi denotasi (knocking).
Dengan berkurangnya intensitas untuk berdenotasi, maka campuran bahan
bakar dan udara yang dikompresikan oleh torak menjadi lebih baik
sehingga tenaga motor akan lebih besar dan pemakaian bahan bakar
menjadi lebih hemat.
Karburator memiliki beberapa bagian komponen yang masingmasing mempunyai tugas tertentu untuk memenuhi fungsi yang
dibebankan pada karburator. Bagian-bagian dari karburator adalah sebagai
berikut :
1. Mangkok karburator (float chamber)
.Mangkok karburator (float chamber) berfungsi untuk menyimpan
bahan bakar pada waktu belum digunakan.
2. Klep/jarum pelampung (floater valve)
Klep/jarum pelampung (floater valve) berfungsi untuk memasukkan
bahan bakar ke dalam mangkok karburator.
3. Pelampung (floater)
Pelampung (floater) berfungsi untuk mengatur agar posisi bahan bakar
tetap berada di dalam mangkok karburator.

18

4. Skep/katup gas (throttle valve)


Skep/katup gas (throttle valve) berfungsi mengatur banyaknya
campuran bahan bakar yang masuk ke dalam silinder
5. Pemancar jarum (main nozzle/needle jet)
Pemancar jarum (main nozzle/needle jet) berfungsi memancarkan
bahan bakar waktu digas, besarnya diatur oleh terangkatnya jarun
skep.
6. Jarum skep/jarum gas (needle jet)
Jarum skep/jarum gas (needle jet) berfungsi mengatur besarnya
semprotan bahan bakar dari pemancar jarum (main nozzle) pada waktu
digas.
7. Pemancar besar (main jet)
Pemancar besar (main jet) berfungsi memancarkan bahan bakar waktu
throtle ditarik penuh (tinggi).
8. Pemancar kecil/stationer (slow jet)
Pemancar kecil/stationer (slow jet) berfungsi memancarkan bahan
bakar waktu stasioner.
9. Sekrup gas/baut gas (throttle screw)
Sekrup gas/baut gas (throttle screw) berfungsi menyetel posisi skep
sebelum digas.
10. Sekrup udara/baut udara (air screw)
Sekrup udara/baut udara (air screw) berfungsi mengatur banyaknya
udara yang akan dicampur dengan bahan bakar.
11. Katup cuk (choke valve)
Katup cuk (choke valve) berfungsi menutup udara luar yang masuk ke
dalam karburator sehingga gas menjadi kaya, digunakan pada waktu
start.
Sistem Pengapian
Fungsi pengapian adalah memulai pembakaran atau menyalakan
campuran bahan bakar dan udara pada saat dibutuhkan, sesuai dengan
beban dan putaran motor.
Sumber api diambil dari tenaga listrik tegangan tinggi yang dialirkan
ke kabel busi dan diteruskan ke busi sehingga busi akan menghasilkan
percikan bunga api diantara elektroda busi tersebut. Sedangkan listrik
tegangan tinggi tersebut diperoleh dengan memanfaatkan magnet atau
kumparan induksi dalam koil.
19

Sistem penyalaan terdiri dari :


1. Baterai.
2. Kumparan penyala (ignition coil).
3. Distributor
4. Kondensator
5. Kontak pemutus
6. Busi
Penyalaan api pada motor bakar, umumnya dibagi atas 2 macam sistem
pengapian.yaitu; sistem pengapian dengan magnet dan sistem pengapian
dengan baterai.

20

Bagian-bagian Motor
1. Silinder
Silinder merupakan tempat pembakaran campuran bahan bakar dengan
udara untuk mendapatkan tekanan dan temperature yang tinggi. Akibat
dari adanya tekanan tinggi dan gesekan-gesekan dinding torak dengan
dinding silindernya, maka pembuatan silinder harus dikerjakan dengan
halus, teliti dan baik. Bahan logam yang digunakan adalah bahan logam
yang berkualitas baik sehingga tahan lama, tahan gesekan, serta tahan
terhadap temperatur tinggi. Pada umumnya silinder dibuat dari baja tuang
untuk mesin besar dan untuk mesin kecil terbuat dari bahan logam
aluminium.
2. Kepala Silinder
Pada umunya kepala silinder dibuat dari bahan aluminium paduan. Untuk
menghindarkan kebocoran gas terutama pada langkah kompresi maka
pemasangan paking dan pemasangan sekrup untuk merapatkan kepala
silinder terhadap silindernya harus seteliti mungkin.
3. Bak Mesin
Bak mesin merupakan tempat penempatan poros engkol dan gigi
transmisi. Bak mesin umumnya dibuat dari bahan logam aluminium
paduan. Pada jenis motor 2 langkah pada bagian bak mesinnya terdapat
saluran yang dihubungkan dengan karburator sebagai pemasukan bahan
bakar. Pada motor 4 langkah bak mesin merupakan tempat minyak

21

pelumas sekaligus juga sebagai pendingin minyak pelumas


di dalam sirkulasinya.
4. Torak

Gambar 2.5. Torak dan Pena Torak


(Sumber : Crouse; Angling 1994)
Gambar (2.5) menunjukkan bagian-bagian dari torak. Torak atau
piston terbuat dari bahan aluminium paduan yang mempunyai sifat :
a. Ringan
b. Penghantar panas yang baik
c. Pemuaian kecil
d. Tahan terhadap keausan akibat gesekan
e. Kekuatan yang tinggi terutama pada temperature tinggi.

5. Cincin Torak
Cincin torak adalah cincin yang memisahkan dua bagian, yaitu

22

torak dan silinder. Fungsi cincin torak adalah untuk mempertahankan


kerapatan antara torak dan dinding silinder agar tidak ada kebocoran gas
dari ruang bakar ke dalam bak mesin. Cincin torak juga berfungsi
membantu pengontrolan lapisan minyak pelumas di dinding silinder.
Cincin torak dibuat dari besi tuang atau baja campuran dan
digunakan sebagai penekan arah radial ke dinding silinder untuk
membentuk suatu sil antara silinder dan torak.
Cincin torak terbagi dua jenis dasar :
a. Rincin kompresi
Cincin kompresi yang secara normal dipasang pada bagian atas terdiri
dari dua cincin. Pada dasarnya cincin kompresi berfungsi untuk
memisahkan (sil/perapat) agar mencegah gas dalam ruang pembakaran
melewati bak mesin.
b. Ring pengontrol oli
Ring ini dipasang pada bagian bawah dan merupakan ring tunggal yang
berfungsi untuk meratakan minyak pada dinding silinder dan
mengalirkan kembali ke panci oli. Ring oli pada dasarnya terdiri dari
tiga jenis, yaitu :
1. Ring oli besi tuang (Slotted cast iron oil ring) yang dibuat satu buah
2. Ring oli bentuk segmen terdiri dari dua atau empat buah
3. Satu ekspander atau pengembang yang dipasang di belakang segmen
berfungsi sebagai pendorong keluar pada dinding silinder.

6. Pena Torak
Pena torak berfungsi sebagai pengikat torak terhadap batang
penggerak. Selain itu, pena torak juga berfungsi sebagai pemindah tenaga

23

torak ke batang penggerak agar gerak bolak-balik dari torak dapat


diubah menjadi gerak berputar pada poros engkol. Pena torak terbuat dari
bahan baja paduan yang bermutu tiggi dan tahan terhadap beban yang
sangat besar.
7. Batang Penggerak
Batang penggerak menghubungkan torak atau piston ke poros
engkol. Batang penggerak memindahkan gaya torak dan memutar poros
engkol. Ketika berhubungan dengan poros engkol, batang penggerak
mengubah gerakan bolak-balik torak dengan gerakan putaran dari poros
engkol dan roda gigi. Batang penggerak pada umumnya terbuat dari
campuran baja.
8. Poros Engkol

Gambar 2.6. Poros engkol dan bagian-bagiannya


(Sumber : Crouse; Anglin, 1994)
Gambar (2.6) menunjukkan bagian-bagian dari poros engkol. Pada

24

umumnya poros engkol dibuat dari bahan baja. Poros engkol berfungsi
mengubah gerakan bolak-balik yang diterima dari torak menjadi gerakan
berputar. Pada poros engkol biasanya terdapat counter weight yang
berfungsi untuk mengubah gaya-gaya yang tidak setimbang dari
komponen poros engkol atau dari komponen mesin yang berputar pada
poros engkol menjadi balance. Bagian poros engkol yang berfungsi
sebagai poros disebut journal yang ditumpu oleh dua buah lempengan
bantalan yang disebut bantalan utama (main bearing). Bantalan utama juga
berfungsi sebagai penumpu dari poros engkol agar tidak mudah terpuntir
dan berubah bentuk.
9. Roda Gaya atau Roda Penerus

Gambar 2.7. Roda gaya


(Sumber : Daryanto, 2003)
Gambar (2.7) merupakan gambar roda gaya. Berputarnya poros
engkol secara terus menerus adalah akibat adanya tenaga gerak (energi
kinetik) yang disimpan pada roda penerus sebagai kelebihan pada saat

25

langkah kerja. Roda penerus atau disebut juga roda gila dalam
pembuatannya harus dibuat seimbang agar putaran mesin rata tanpa
getaran-getaran.
10. Roda Gigi Timing dan Penggerak Poros Kam

Gambar 2.8. Roda gigi timing dan penggeraknya


(Sumber : Crouse; Anglin, 1994)
Gambar (2.8) merupakan gambar roda gigi taiming dan
penggeraknya. Roda gigi timing mereduksi roda gigi yang memindahkan
gerakan dari poros engkol ke poros kam sehimgga membuka dan menutup
katup menurut kecepatan waktu, seirama dengan posisi langkah toraknya.
Cara yang digunakan untuk mengerakkan poros kam cukup bervariasi.
Tiga dasar yang digunakan untuk menggerakkan roda gigi timing, yaitu :
a. Dengan hubungan roda gigi
b. Dengan hubungan rantai
c. Dengan hubungan sabuk puli bergigi
11. Poros Kam

26

Gambar 2.9. Poros kam


(Sumber : Crouse; Anglin, 1994)
Gambar (2.9) merupakan gambar bagian-bagian poros kam. Poros
kam adalah sebuah poros yang terdapat kam dengan bentuk bulat telur dan
berputar eksentrik. Poros kam berfungsi untuk mengoperasikan katup pada
masing-masing silinder mesin. Poros kam umumnya terbuat dari baja
tuang atau baja tempa.

27

12. Katup

Gambar 2.10. Mekanisme katup


(Sumber : Aris munandar, 2002)
Gambar (2.10) merupakan gambar katup dan bagian-bagiannya. Katup
mesin berfungsi untuk mengontrol aliran gas yang masuk dan keluar dari

28

ruang pembakaran. Katup harus mampu menahan tekanan tinggi akibat


terbakarnya campuran bahan bakar dan udara. Katup terdiri dari batang
dan kepala katup yang dibuka oleh gaya dorong dari kam dan ditutup oleh
gaya pegas

29

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.

Waktu dan Tempat


Adapun waktu dan tempat pelaksanaan Praktikum adalah sebagai
berikut adalah sebgai berikut :
Hari/Tanggal : Selasa, Oktober-Desember 2014
Waktu : 12.30 s/d selesai
Tempat

pelaksanaan

Laboratorium

Teknik

Mesin

STT

WIWOROTOMO
b.

Alat dan Bahan


a) Alat
Adapun alat yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.

Mesin yang dipakai:


1.1. Mesin bensin
Merek/type

: 1 cyliander 4 langkah pendingin

udara
Type

: sf 2

9000xe HONDA GX 160


Rated voltage

: 240 v

Rated frekuensi

: 50 hz

Peak power

: 2,9 Kva

Rated power

: 2,4 Kva

Power pactor

: 1,0

1.2. Mesin diesel


Merk / Type

: multi Equitment, 4 lankah, 1

silinder.
Systemk pendingin air
Volume silinder

: model Hopper
: 353

30

/ 0,353

Diameter silinder

: 74,5 mm

Panjang lankah

: 81 mm

Perbandingan kompresi

: 21-23 (standar)

Saat injeksi standar

Celah katup isap

: 0,15 0,25 mm

Celah katup buang

: 0,25 0,35 mm

Tekanan injektor

: 145

Daya maksimum

: 4,41 kW pada putaran 2.600 rpm

sebelum TMA

5 kg/

2. Intrumen yang dipakai:


2.1. watch.
2.2. Stop Pengukur temperature
2.3. Takaran bahan bakar.
2.4. Inguition switch.
2.5. Evnergency stop
2.6. Rpm switch
2.7. Torque switch
2.8. Generator alat uji daya untuk memberi beben pengereman motor
diesel :
Merk / type

: Huafa ST-3

Poiwer

: 3000W ; 230 V ; 13 A ; 1500 rpm

Pembebanan listrik : 500 W 3000 W . lampu 100 W * 30


2.9. Panel lampu pembebanan
2.10. Burret
2.11. Power Analiser, merek lutron DW 6091

31

b) Bahan
Bahan yang digunakan dalam pelaksanaan Praktikum ini adalah
bahan bakar Solar dan bensin sebanyak kurang lebih 5 liter atau lebih
(dapat disesuaikan dengan kebutuhan praktikum)
c.

Langkah- Langkah Pelaksanaan Praktikum


Adapun langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
C.1. Lankah lankah pelaksanakan peraktikum motor diesel
Sebelum mesin dihidupkan harus dilakukan pemeriksaan:
Periksa bahan bakar dalam penampungan bahan bakar dan
pastikan cukup untuk pengujian dalam waktu tertentu.
Buka kran bahan bakar yang tertera pada bahan bakar
Periksa oil pelumas mesin harus sampai batas yang diizinkan
Cara Start/ Menghidupkan Mesin
Dial putaran throttle mesin ke wide open position untuk
memudahkan dan mengidupkan mesin.
Dial rpm Nob keposisi medium
Switch ignition keposisi on untuk menghidupkan mesin.
Apabila mesin mulai bunyi/hidup, maka posisi throttle diatur
keposisi normal (medium)
Biarkan mesin hidupselama 15 menit sebelum melakukan
pengambilan data.

32

Pengujian Prestasi Mesin dan Emesi Gas Buang


Pada pengujian prestasi mesin digunakan metode throttle penuh:
Aturlah throttle pada posisi terbuka penuh ( selanjutnya dan
penuh)
Atur putaran mesin sehingga mencapai 50 Hz pada pengukur.
Bahan dinaikan dengan mengatur Pada switch beban sesuai
kebutuhan.
Atur putaran mesin untuk beban sampai mencapai putaran 50 Hz
dan lakukan pengukuran untuk setiap penambahan beban
(prestasi mesin dan emesi gas buangnya)
Ulangi dengan beban yang lain sampai prestasi mesin mengalami
penurunan.
Setiap

penambahan

beban

lakukan

pengukuran

dengan

menggunakan stopwach dengan konsumsi bahan bakar setiap 10


ml di habiskan dalam waktu berapa detik.
Kondisikan putaran mesin harus konstan yaitu 50 Hz.
C.2. Langkah langkah pelaksanakan peraktikum motor bensin
Sebelum mesin dihidupkan harus dilakukan pemeriksaan:
Periksa bahan bakar dalam penampungan bahan bakar dan
pastikan cukup untuk pengujian dalam waktu tertentu.
Buka kran bahan bakar yang tertera pada bahan bakar
Periksa oil pelumas mesin harus sampai batas yang diizinkan
Cara Start/ Menghidupkan Mesin
Dial putaran throttle mesin ke wide open position untuk
memudahkan dan mengidupkan mesin.
Dial rpm Nob keposisi medium
Switch ignition keposisi on untuk menghidupkan mesin.
Apabila mesin mulai bunyi/hidup, maka posisi throttle diatur
keposisi normal (medium)
Biarkan mesin hidupselama 15 menit sebelum melakukan
pengambilan data.

33

Pengujian Prestasi Mesin dan Emesi Gas Buang


Pada pengujian prestasi mesin digunakan metode throttle penuh:
Aturlah throttle pada posisi terbuka penuh ( selanjutnya dan
penuh)
Atur putaran mesin sehingga mencapai putaran 50 Hz.
Bahan dinaikan dengan mengatur Pada switch beban sesuai
kebutuhan
Atur putaran mesin untuk beban sampai mencapai putaraan 50
Hz dan lakukan pengukuran untuk setiap penambahan beban.
Setiap penambahan beban di ukur waktu yang di butuhkan untuk
menghabiskan bahan bakar sebanyak 10 ml.
Ulangi penambahan beban sampai mesin mengalami penurunan
prestasi.
Pastikan mesin harus dalam putaran yang konstan yaitu 50 Hz.

d.

Rumus-Rumus Yang Di Gunakan untuk Unjuk Kerja Motor


Ada beberapa faktor untuk unjuk kerja yang umum untuk semua motor

penggerak mula, di antaranya adalah daya, torsi, BMEP, konsumsi bahan bakar
spesifik (sfc), efesiensi thermal dan emisi gas buang.
1. Daya motor
Rumus yang di gunakan dalam perhitungan daya :
.......................................................................................(1)

Dimana :
T

= trorsi (Nm)

= Daya (kW)

= Putaran mesin (rpm)

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi daya motor antara lain :
a. Volume silinder
Volume silinder terdiri dari bor dan stroke. Bor adalah garis tengah
dari silinder motor, sedangkan stroke adalah gerak tempuh, yaitu jarak
34

antara titik mati atas (TMA) dan Titik Mati Bawah (TMB). Volume
silinder ini di hi9tung dari TMA sampe TMB. Volume silinder ini
mempengaruhi daya hisapan ruang bakar menghisap bahan bakar.
Volume semakin besar daya hisapnya juga semakin besar,
sehingga bahan bakar diruang bakar menjadi banyak, maka hasil energi
pembakaraannya juga semakin besar, demikian juga sebaliknya.
Seperti yang telah di ketahui bahwa motor adalah suatu pesawat yang
energi panas menjadi energi mekanik, apabila energi panas yang di
hgasilkan besar maka energi mekanik yang di hasilkan juga besar.
Untuk menghitung volume silinder dapat di gunakan rumus
sebagai berikut :

.....................................................................(2)

Dimana :
Vs

= Volume silinder (

= Diameter torak (mm)

= Panjang lankah piston (mm)

= Jumlah silinder

b. Perbandingan kompresi (compression ratio)


Perbandingan kompresi adalah perbandingan antara isi silinder
yaitu jarak antara Titik Mati Atas (TMA) sampai Titik Mayi
Bawah (TMB) di tambah isi ruang bakar di bagi isi ruang bakar.

Perbandingan kompresi

...........................................................................(3)

35

2. Torsi
Rumus yang di gunakan dalam perhitungan Torsi :
............................................................................(4)

Dimana :
T

= Torsi (Nm)

= Daya (kW)

= Putaran mesin (Rpm)

3. Brake Mean Effective Pressure (BMEP)


proses pembakaran campuran bahan bakar dengan udara menghasilkan
tekanan yang bekerja pada torak sehingga menghasilkan lankah kerja.
Besar tekanan tersebut berubah ubah sepanjang lankah torak tersebut. Jika
di ambil stu tekanan konstan yang bekerja pada torak dan menghasilkan
kerja yang sama, maka tekanan tersebut di sebut dengan tekanan efektif
rata-rata yang di identifikasikan sebagai kerja persiklus per volume lankah
torak. Besar Brake Mean Effective Pressure (BMEP) di nyatakan dengan
persamaan:

....................................................................
(5)
Dimana :
P

= Daya (kW)

nR

= Ketetapan, motor 2 lankah = 1 dan motor 4 lankah = 2

Vd

= Volume silinder (

= Putaran mesin (rpm)

4. Konsumsi bahan bakar spesific (sfc)


Sfc adalah kemampuan motor dalam menggunakan bahan bakar untuk
menghasilkan kerja. Besar pemakaian bahan bakar spesific (sfc) di tentukan
dalam Kg / kWh dengan persamaan sebagai berikut :
36

................................................................................

(6)
Dimana :
Sfc
P

= konsumsi bahan bakar spesific (Kg/kWh)


= Daya mesin (kW)

Sedankan nilai mf dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Diman :
B

= Volume buret (ml)

= Waktu (s)

Pbb

= berat jenis bahan bakar (kg/l)

Mf

= Laju aliran massa bahan bakar (kg/h)

37

BAB IV
ANALISIS DATA
1. TABEL DAN GRAFIK ANALISIS DATA PADA MOTOR DIESEL
BAHAN BAKAR SOLAR
BEBAN

DAYA

0
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
1100
1200
1300
1400
1500
1600
1700
1800
1900
2000
2100
2200
2300
2400
2500
2600
2700
2800
2900
3000
3100
3200
3300
3400

55
134
200
284
354
442
634
617
692
785
862
940
1012
1065
1140
1204
1291
1323
1382
1441
1504
1535
1585
1627
1669
1696
1717
1715
1752
1779
1788
1791
1737
1830
1825

KONSUMSI BBM / 10ML


(S)
97
94
93
90
85
82
79
73
71
68
65
64
59
56
55
53
51
50
47
47
45
44
42
41
40
39
38
38
36
35
35
35
33
33
34

38

1.1.

GRAFIK BEBAN DAN DAYA

1.2.

TABEL DATA DAYA, TORSI DAN SFC (MOTOR DIESEL)


BEBAN
0
100
200

DAYA
55
134
200

300

284

400

354

500

442

600

634

700

617

800

692

900
1000

785
862

1100

940

1200

1012

39

TORSI
350.32
853.5
1273.8
9
1808.9
2
2254.7
8
2815.2
9
4038.2
2
3929.9
4
4407.6
4
5000
5490.4
5
5987.2
6
6445.8
6

SFC
0
0.02
0.03
0.04
0.04
0.04
0.04
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.06

1300

1065

1400

1140

1500

1204

1600

1291

1700

1323

1800

1382

1900

1441

2000

1504

2100

1535

2200

1585

2300

1627

2400

1669

2500

1696

2600

1717

2700

1715

2800

1752

2900

1779

3000

1788

3100

1791

3200

1737

3300

1830

3400

1825

40

6783.4
4
7261.1
5
7668.7
9
8222.9
3
8426.7
5
8802.5
5
9178.3
4
9579.6
4
9777.0
7
10095.
54
10363.
06
10630.
57
10802.
55
10936.
31
10923.
57
11159.
24
11331.
21
11388.
54
11407.
64
11063.
69
11656.
05
11624.
2

0.07
0.07
0.07
0.07
0.08
0.08
0.08
0.09
0.09
0.1
0.1
0.11
0.11
0.12
0.12
0.13
0.14
0.14
0.15
0.17
0.16
0.16

1.3.

GRAFIK DATA, DAYA, TORSI DAN SFC (MOTOR DIESEL)

2. TABEL ANALISIS DATA PADA MOTOR DIESEL BAHAN BAKAR


PERTAMINA DEX
BEBAN

DAYA

KONSUMSI BBM / 10ML


(S)

0
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
1100
1200
1300
1400
1500
1600

62
124
190
293
365
425
561
630
717
791
872
954
1015
1116
1147
1208
1290

112
106
103
97
93
90
88
88
85
69
66
64
61
58
57
55
51

41

1700
1800
1900
2000
2100
2200
2300
2400
2500
2600
2700
2800
2900
3000
3100
3200
3300
3400

1337
1401
1456
1512
1532
1590
1622
1665
1685
1706
1731
1751
1762
1782
1807
1803
1781
1771

51
50
48
46
44
43
41
39
38
38
38
37
36
36
36
35
35
35

2.1. GRAFIK BEBAN DAN DAYA PADA MOTOR DIESEL BAHAN


BAKAR PETAMINA DEX

2.2. TABEL DATA DAYA, TORSI DAN SFC (MOTOR DIESEL BAHAN
BAKAR PERTAMINA DEX)
BEBAN

DAYA

TORSI

SFC

0
100
200

62
124
190

0
0.02
0.03

300

293

394.9
789.81
1210.1
9
1866.2

42

0.03

400

365

500

425

600

561

700

630

800

717

900

791

1000

872

1100

954

1200

1015

1300

1116

1400

1147

1500

1208

1600

1290

1700

1337

1800

1401

1900

1456

2000

1512

2100

1532

2200

1590

2300

1622

2400

1665

2500

1685

4
2324.8
4
2707.0
1
3573.2
5
4012.7
4
4566.8
8
5038.2
2
5554.1
4
6076.4
3
6464.9
7
7108.2
8
7305.7
3
7694.2
7
8216.5
6
8515.9
2
8923.5
7
9273.8
9
9630.5
7
9757.9
6
10127.
39
10331.
21
10605.
1
10732.
48

43

0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.05
0.05
0.06
0.06
0.06
0.07
0.07
0.08
0.08
0.08
0.09
0.09
0.1
0.1
0.11
0.12
0.12

2600

1706

2700

1731

2800

1751

2900

1762

3000

1782

3100

1807

3200

1803

3300

1781

3400

1771

10866.
24
11025.
48
11152.
87
11222.
93
11350.
32
11509.
55
11484.
08
11343.
95
11280.
25

0.13
0.13
0.14
0.14
0.15
0.15
0.16
0.17
0.17

2.3. GRAFIK DATA, DAYA, TORSI DAN SFC (MOTOR DIESEL BAHAN
BAKAR PERTAMINA DEX)

3. DATA ANALISIS VARIABEL BEBAS

UNTUK

SOLAR

PERTAMINA DEX
NO

BEBAN
SOLAR

TORSI
PERTAMINA DEX

350.32

394.9

100

853.5

789.81

200

1273.89

1210.19

44

DAN

300

1808.92

1866.24

400

2254.78

2324.84

500

2815.29

2707.01

600

4038.22

3573.25

700

3929.94

4012.74

800

4407.64

4566.88

10

900

5000

5038.22

11

1000

5490.45

5554.14

12

1100

5987.26

6076.43

13

1200

6445.86

6464.97

14

1300

6783.44

7108.28

15

1400

7261.15

7305.73

16

1500

7668.79

7694.27

17

1600

8222.93

8216.56

18

1700

8426.75

8515.92

19

1800

8802.55

8923.57

20

1900

9178.34

9273.89

21

2000

9579.64

9630.57

22

2100

9777.07

9757.96

23

2200

10095.54

10127.39

24

2300

10363.06

10331.21

25

2400

10630.57

10605.1

26

2500

10802.55

10732.48

27

2600

10936.31

10866.24

28

2700

10923.57

11025.48

29

2800

11159.24

11152.87

30

2900

11331.21

11222.93

31

3000

11388.54

11350.32

32

3100

11407.64

11509.55

33

3200

11063.69

11484.08

34

3300

11656.05

11343.95

35

3400

11624.2

11280.25

3.1 GRAFIK ANALISIS VARIABEL BEBAS UNTUK SOLAR DAN

45

PERTAMINA DEX

4. TABEL ANALISIS DATA PADA MOTOR BAHAN BAKAR BENSIN


PREMIUM
BEBAN

DAYA

KONSUMSI
BBM /
10ML (S)

0
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
1100
1200
1300
1400
1500
1600
1700
1800
1900
2000

55
39
123
221
304
407
493
583
672
778
867
956
1034
1143
1231
1324
1423
1534
1635
1740
1834

95
81
76
71
67
65
58
62
56
51
48
48
46
43
40
40
38
38
37
37
38

46

2100
2200
2300

1855
1960
1723

38
42
53

4.1. GRAFIK ANALISIS DATA PADA MOTOR BAHAN BAKAR BENSIN


PREMIUM

4.2. TABEL ANALISIS DATA, DAYA, TORSI DAN SFC (BAHAN


BAKAR BENSIN PREMIUM)
BEBAN

DAYA

TORSI

SFC

0
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
1100
1200
1300
1400
1500
1600
1700

55
39
123
221
304
407
493
583
672
778
867
956
1034
1143
1231
1324
1423
1534

350.32
248.41
783.44
1407.64
1936.31
2592.36
3140.13
3713.38
4280.25
4955.41
5522.29
6089.17
6285.99
7280.25
7840.76
8433.12
9063.69
9770.70

0
0.09
0.06
0.05
0.05
0.05
0.06
0.05
0.06
0.06
0.06
0.06
0.07
0.07
0.08
0.08
0.08
0.08

47

1800
1900
2000
2100
2200
2300

1635
1740
1834
1855
1960
1723

10414.01
11082.80
11681.53
11815.29
12484.08
10974.52

0.08
0.08
0.08
0.08
0.07
0.07

4.3. GRAFIK ANALISIS DATA, DAYA, TORSI DAN SFC (BAHAN BAKAR
BENSIN PREMIUM)

5.1 TABEL ANALISA PADA MOTOR BENSIN BAHAN BAKAR


PERTAMAX
BEBAN

DAYA

KONSUMSI BBM / 10ML (S)

0
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
1100
1200
1300
1400
1500

52
39
130
224
324
415
501
587
682
771
861
952
1039
1125
1212
1306

102
93
93
97
92
72
70
65
63
62
76
62
65
57
65
66

48

1600
1700
1800
1900
2000
2100
2200

1424
1520
1619
1721
1824
1926
1890

42
39
41
41
39
38
41

5.2 GRAFIK ANALISA DATA PADA MOTOR BENSIN BAHAN BAKAR


PERTAMAX

5.3 TABEL ANALISIS DATA, DAYA, TORSI DAN SFC ( BAHAN BAKAR
PERTAMAX )
BEBAN

DAYA

TORSI

SFC

0
100
200
300
400
500
600
700
800
900

52
39
130
224
324
415
501
587
682
771

331.21
248.41
828.03
1426.75
2063.69
2643.31
3191.08
3738.85
4343.95
4910.83

0
0.072
0.043
0.036
0.035
0.044
0.044
0.048
0.048
0.049

49

1000
1100
1200
1300
1400
1500
1600
1700
1800
1900
2000
2100
2200

861
952
1039
1125
1212
1306
1424
1520
1619
1721
1824
1926
1890

5484.08
6063.69
6617.83
7165.61
7719.75
8318.47
9070.06
9681.53
10312.1
10961.78
11617.83
12267.52
12038.22

0.04
0.048
0.046
0.053
0.046
0.045
0.07
0.075
0.071
0.07
0.073
0.075
0.074

5.4 GRAFIK ANALISIS DATA, DAYA, TORSI DAN SFC (BAHAN


BAKAR PERTAMAX)

6. DATA ANALISIS VARIABEL BEBAS UNTUK BENSIN DAN

50

PERTAMAK
NO

BEBAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

0
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
1100
1200
1300
1400
1500
1600
1700
1800
1900
2000
2100
2200
2300

TORSI
BENSIN
PERTAMAX
350.32
248.41
783.44
1407.64
1936.31
2592.36
3140.13
3713.38
4280.25
4955.41
5522.29
6089.17
6285.99
7280.25
7840.76
8433.12
9063.69
9770.70
10414.01
11082.80
11681.53
11815.29
12484.08
10974.52

331.21
248.41
828.03
1426.75
2063.69
2643.31
3191.08
3738.85
4343.95
4910.83
5484.08
6063.69
6617.83
7165.61
7719.75
8318.47
9070.06
9681.53
10312.1
10961.78
11617.83
12267.52
12038.22

6.1. GRAFIK ANALISIS VARIABEL BEBAS UNTUK BENSIN DAN


PERTAMAX

51

7. TABEL ANALISIS DATA, DAYA, TORSI MESIN BENSIN 4 SILINDER


(BAHAN BAKAR BENSIN PREMIUM)
MASSA Kg
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5

DAYA
0.44
0.58
0.88
1.12
1.60
3.15
5.13

KONSUMSI BBM (S) / 20 Ml


56.95
52.6
37.72
35.37
20.13
13.55
8.69

7.1. GRAFIK ANALISA DATA DAYA DAN TORSI MISN BENSIN 4


SILINDER (BAHAN BAKAR BENSIN PREMIUM)

52

8. TABEL ANALISIS DATA, DAYA, TORSI DAN SFC MESIN BENSIN 4


SILINDER (BAHAN BAKAR BENSIN PREMIUM)

MASSA DAYA TORSI


SFC
Kg
(N.M)
1.5
0.44
5.94
0.16
2
0.58
7.93
0.18
2.5
0.88
9.91
0.20
3
1.12
11.89
0.20
3.5
1.60
13.87
0.29
4
3.15
15.85
0.25
4.5
5.13
17.83
0.27
8.1. GRAFIK ANALISIS DATA, DAYA, TORSI DAN SFC MESIN BENSIN 4
SILINDER (BAHAN BAKAR BENSIN PREMIUM)

53

BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
1. Pada motor bensin dan diesel setiap penambahan beban akan mengalami
kenaikan daya,seiring dengan kenaikan daya,konsumsi bahan bakar akan
semakin meningkat.
2. Pada saat motor di puncak pembebanan,motor akan mengalami penurunan
daya.
3. Dengan penggunaan bensin premium dan pertamax pada motor bensin type gx
160 tidak mengalami perbedaan yang signifikan.
4. Dengan penggunaan solar dan pertamina DEX pada motor diesel tidak
mengalami perubahan yang signifikan.

54

DAFTAR PUSTAKA

http://laporanpraktikumprestasimesin.blogspot.com/2012/04/vbehaviorurldefaultvmlo.html?m=1
http://malik-laporanpraktikumprestasimesin.blogspot.com/2011/10/laporanpraktikum-prestasi-mesin.html?m=1

55