Anda di halaman 1dari 31

Aplikasi Teknik Sabo Untuk Pengendalian Aliran Lahar Hujan

BAHAYA
PRIMER

Bahaya yang ditimbulkan pada


saat terjadi erupsi langsung
berupa luncuran awan panas dan
lava pijar

Potensi
Bahaya
Gunuangapi

BAHAYA
SEKUNDER

Bahaya yang ditimbulkan oleh


aliran lahar hujan

The Beauty and


the Danger

Sasaran dan Target Penanganan

Mengurangi jumlah korban jiwa/harta


Meningkatkan rasa aman
Meningkatkan kesejahteraan
Mengendalikan Banjir & Sedimen
Mengamankan :

Daerah Pemukiman,
Pertanian,
Transportasi dan Wisata

Masyarakat memahami fungsi dan


manfaat bangunan yang dibangun

Macam Bangunan Sabo


Macam Fasilitas
Bangunan Sabo

Sabo Dam

Fungsi Utama
1.

2.

3.

4.

Tanggul
( Training
dike )

Memperlandai kemiringan
dasar sungai sehingga
mengurangi kecepatan
aliran dan mencegah
terjadinya erosi vertikal.
Mengatur arah aliran
untuk mencegah
terjadinya erosi lateral.
Menstabilkan kaki bukit
untuk mencegah
terjadinya longsoran
lereng bukit.
Menahan dan mengendali
-kan sedimen yang akan
mengalir ke hilir dengan
mengurangi debit puncak.

Mengarahkan aliran debris


menuju tempat yang aman,
dan mencegah limpasan
debris sehingga harus
mempunyai kapasitas
tampang yang cukup untuk
mengalirkan debit puncak.

Sketsa

Kantong
pasir.
( Sand pocket )

Menampung dan
menbatasi penyebaran
aliran debris.

Saluran
pengatur
kanal.
( channel
works )

Untuk meluruskan alur


sehingga mempercepat
aliran debris menuju
kearah hilir tanpa
menimbulkan kerusakan.

Tanggul
Terbuka.
( levees )

Untuk mengendalikan
arah aliran supaya tetap
melalui alur yang
tersedia, tidak melimpas
menuju arah yang tidak
dikehendaki.

Perlindungan
Tebing.
( bank
protection )

Untuk melindungi tebing


dari ancaman erosi.

Pola Pengendalian Aliran Lahar Hujan

Pola Penerapan Sistim Sabo

Optimalisasi Bangunan Sabo


No

Fasilitas

Fungsi Utama

Pemanfaatan tntuk Fungsi Lain

Sabo Dam.

Menahan, mengendalikan
dan menampung sedimen.

1. 1. Pengambilan air untuk berbagai


keperluan ( air minum, pertanian,
perikanan, dsb ).
2. Fasilitas penyeberangan sungai.
3. Pemanfaatan tenaga air untuk
penggerak mesin tenaga listrik
mini.
4. Depo penambangan bahan galian
pasir.
5. Mengurangi sedimentasi waduk.
6. Melindungi pondasi jembatan.

Kantong pasir.

Tempat pengendapan
sedimen, mengurangi aliran
sedimen ke hilir.

1. Depo penambangan bahan galian


pasir.
2. Pengambilan air untuk berbagai
keperluan ( air minum, perikanan,
pertanian, dll ).

Kanalisasi.

Menyalurkan aliran sedimen


ke hilir dengan aman.

Lahan sepanjang kiri dan kanan kanal


dimanfaatkan untuk taman rekreasi,
dll.

Resume
Isi materi yang perlu disampaikan kepada masyarakat :
1. Pengertian aliran lahar hujan dan bahayanya, meliputi :
Sumber material aliran lahar
Bagaimana aliran lahar dapat terjadi
Bagaimana sifat aliran lahar, sehingga dapat
membahayakan
Kapan aliran lahar dianggap berbahaya dan kapan
tidak berbahaya
Dimana aliran lahar akan mengendap
Apa akibatnya jika aliran lahar dibiarkan mengalir
dengan bebas dari hulu hingga ke hilir tanpa
dilakukan tindakan pengendalian

2. Perilaku aliran lahar hujan sehingga membahayakan


bagi kehidupan manusia dan lingkungannya selama
pengalirannya dari hulu hingga ke hilir :
Kenapa aliran lahar mempunyai energi atau
kekuatan yang besar dibandingkan dengan aliran
air biasa.
Bagaimana kekuatan aliran lahar tersebut dapat
dikurangi selama pengalirannya.
3. Bagaimana penduduk setempat menghindarkan diri
dari ancaman bahaya aliran lahar hujan :
Selalu
meningkatkan
kesiapsiagaan
dan
kewaspadaan
Pada saat kondisi hujan tertentu harus lebih
waspada, kalau perlu mengungsi
Kapan sebaiknya dilakukan pengungsian.

4.

Bagaimana sistem Sabo dapat mengendalikan aliran


lahar :
Macam bangunan Sabo dan fungsinya
Cara kerja Sabo dam dalam mengendalikan aliran
lahar hujan
Kenapa Sabo dam harus dibuat secara series
Bagaimana cara kerja Sabo dam dapat
mengalirkan lahar kebagian hilir
Manfaat lain Sabo dam
Apa yang harus kita laukan terhadap bangunanbangunan Sabo yang sudah ada

Bersahabat
dengan Alam,
cegah
bencana

Aliran
Debris/Lahar

Daerah Rawan Bencana Sedimen


Tanah Longsor

Tanah Gerak

Daerah Aliran debris/Lahar


Areal yang terletak sepanjang alur
curam yang cenderung dialiri
debris/lahar
Areal didalam kipas alluvial dengan
kemiringan 2o atau lebih

Sumber : Sabo in Japan

Daerah Tanah Longsor


( Slope failure )
Areal dengan kemiringan lebih dari 30o
dan ketinggian lereng lebih dari 5 m
Areal didalam jarak horizontal 10 m
dari puncak lereng.
Areal didalam jarak horizontal 2 kali
tinggi lereng dari kaki lereng.

Tanah Gerak
( Landslide )
Areal yang mempunyai
kecenderungan dan berpotensi terjadi
gerakan tanah (landslide )
Areal yang terletak di dalam jarak
tertentu kearah bawah dari kaki lereng
( maksimum 250 m )

BENCANA ALAM SEDIMEN

Peristiwa tanah longsor, letusan gunungapi, aliran lahar merupakan


peristiwa alam yang wajar terjadi di muka bumi.

Peristiwa alam akan menjadi bencana apabila menimbulkan


kerugian bagi manusia ( harta benda dan jiwa ).

Muncul upaya manusia untuk menanggulangi bencana alam


tersebut dengan berbagai rekayasa teknologi ( antara lain Teknologi
Sabo ).

Upaya teknologi untuk melawan kekuatan alam ?


TIDAK

upaya teknologi TIDAK untuk melawan kekuatan


alam tetapi hanya untuk mengendalikan dan
mengurangi kerugian akibat peristiwa alam

Bencana alam terjadi karena tidak adanya keharmonisan hubungan


antara manusia dengan alam sekitarnya, seperti terjadinya
overlaping kebutuhan lahan bagi perkembangan peradaban
manusia dan bagi perkembangan dinamika alam ( daerah rawan
bencana )

BENCANA ALAM SEDIMEN DAN


PENANGGULANGANNYA
Fenomena Alam
Letusan gunungapi, tanah longsor, dsb.

Kerugian harta dan


jiwa manusia
Bencana /Bencana Sedimen

Penanggulangan
Bencana merupakan
usaha manusia
mengurangi
akibat/kerugian

Akibat
letusan gunungapi

Bahaya Primer akibat


langsung letusan
a.l. aliran, pyroclastic;
bomb, dst

Phisik

Bahaya sekunder akibat


tidak langsung
aliran lahar/debris, dll

Phisik
Fasilitas bangunan
pengendali sedimen :
a.l. check dam,
kantong lahar, dll

Akibat
Tanah longsor

Non Phisik
Sistem Peringatan Dini
Pelatihan
Penetapan daerah
Bahaya, dll

Sistem bangunan
pencegahan tanah
longsor :
Sistem drainase
(permukaan dan
bawah permukaan)
Tembok penahan
tanah
Dll

Non Phisik

Sistem peringatan
dini
Relokasi
Pendidikan
Sosialisasi
Dll

Penanggulangan Aliran
Debris secara teknis / phisik
Debris
Flow

Sumber : Sabo in Japan

Fungsi Sabo
Dam

Prinsip Dasar Pengendalian Tanah longsor


1. Pengendalian Secara Teknis / Phisik

Mencegah masuknya/meresapnya air


hujan dalam tanah pada daerah
longsoran
Mencegah masuknya air dari luar
daerah longsoran menuju ke daerah
longsoran
Menurunkan muka air tanah pada
daerah longsoran
Membuat lereng terjal menjadi lebih
landai
Menanami lahan dengan jenis tanaman

Prinsip Dasar Pengendalian Tanah longsor


2. Pengendalian Secara Non-Teknis / Non-Phisik

Mengosongkan daerah longsoran dari


penduduk dan perumahan
Sosialisasi bahaya tanah longsor dan
cara pencegahannya kepada penduduk
setempat
Meningkatkan sistem informasi
bencana tanah longsor
Menegakkan hukum dan peraturan
Mencegah penggundulan hutan
Meningkatkan taraf hidup penduduk
setempat

Penata Gunaan
Lahan
Memanfaatkan lahan sesuai dengan
peruntukannya
Tidak menggunakan lahan di wilayah
konservasi dalam bentuk apapun
Lahan basah seperti sawah, kolam
ikan, genangan air, diubah menjadi
lahan kering
Tidak memanfaatkan lahan didaerah
rawan longsor untuk pemukiman

Penata Gunaan
Lahan
Tata guna lahan di daerah longsoran
dibuat pada peta dengan skala besar
perlu diperdakan serta disosialisasikan
Aparat pemerintah sampai tingkat
desa memberikan sosialisasi dan
pengawasan terhadap pemanfaatan
lahan sesuai dengan
peruntukkannya

Lokasi Rawan Bencana Tanah Longsor

Survai Lokasi Rawan Bencana

Penelitian Struktur Bangunan

Relokasi Bangunan

Sumber : Sabo in Japan

Tindakan Pencegahan
Perbaikan tempat tinggal

Letak kamar tidur sebaiknya di


lantai 2, pada daerah hilir sungai

Tanah yg runtuh

Jangan membuat jendela


di depan lereng

Tindakan Pencegahan
Perbaikan tempat tinggal

Tanah yg runtuh

Relokasi

L1

L1
L1

2 x L1
2 x L1

Rumah

L1

Tindakan Pencegahan
Menanam pepohonan

Tindakan Pencegahan
Menanam pepohonan

Tanah yg runtuh
H >= 1.5m

Munbuat pagar dari


kayu
Rumah

Tindakan Pencegahan

Perbaikan tempat tinggal


Menanam pepohonan

Relokasi

Tanah yg runtuh

Munbuat pagar dari


kayu
Rumah

Tindakan Pencegahan

Perbaikan tempat tinggal


Menanam pepohonan

Tanah yg runtuh

Rumah

Rapat kesiapsagaan menghadapi


bencana alam !

Sosialisasi bencana alam kepada


Jamaah Masjid !

Sosialisasi bencana alam kepada


anak sekolah !

Sosialisasi bencana alam kepada


Pramuka !

Sosialisasi