Anda di halaman 1dari 40

BLOK SARAF DAN

PERILAKU

KELOMPOK B 13
KETUA
: Rizky Agustian Hadi
1102011238
SEKRETARIS : Sherlly Yunita
1102013271
ANGGOTA
:
Mohamad Naufal Yumansyah DK 1102011165
Meidika Wulandari
1102013166
Raesya Dwi Ananta
1102013239
Selvi Alfrida
1102013266
Siti Rahma Dewi
1102013276
Soraya Haji Muhamad
1102013279
Yobbi Arissaputra
1102013307
Yolanda Intan Farellina
1102013312

SKENARIO 4

BISIKAN GAIB

Laki-laki 25 tahun, dibawa ke IGD RSJ karena memukul ibunya dan


memecahkan kaca jendela. Alasannya ada bisikan bisikan gaib didekat
telinganya yang memerintahkannya melakukan tindakan tersebut. Sudah
dua pecan ini pasien mengalami insomnia dan menarik diri, kadang bicara
sendiri yang bila ditegur marah (iritabel). Pasien pernah mengalami gejala
seperti ini satu tahun yang lalu, setelah dirawat di RSJ seminggu pasien
dibolehkan pulang, tapi tak mau berobat jalan dan jadi pemalas. Pada
pemeriksaan psikiatrik; kesadaran compos mentis, kontak psikik tidak
wajar, sikap kurang kooperatif; afek tumpul tidak serasi; fungsi kognitif
seperti atensi, konsentrasi, orientasi dan memori tidak terganggu;
terdapat waham kejar dan halusinasi auditorik. Pada pemeriksaan
penunjang ditemukan peninggian metabolit dopamine pada urin. Dokter
menduga pasien menderita gangguan skizofrenia sebagai bentuk
gangguan psikotik yang disertai proses kemunduran (deteriorasi).
Akhirnya, dokter memberikan injeksi psikotropika yang akan dilanjutkan
dengan program psikoterapi, sosioterpai dan rehabilitasi. Dokter
menanyakan apakah sebagai muslim pasien bisa melaksanakan ibadah
mahdhoh.

Sasaran Belajar

LO.1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi dan


Sistem Limbik
LO.2. Memahami dan Menjelaskan Skizofrenia
2.1. Memahami dan Menjelaskan defenisi skizofrenia
2.2. Memahami dan Menjelaskan epidemiologi
skizofrenia
2.3. Memahami dan Menjelaskan etiologi skizofrenia
2.4. Memahami dan Menjelaskan pathofisiologi
skizofrenia
2.5. Memahami dan Menjelaskan klasifikasi
skizofrenia
2.6. Memahami dan Menjelaskan manifestasi klinis

2.8. Memahami dan Menjelaskan tatalaksana


skizofrenia
2.9. Memahami dan Menjelaskan komplikasi
skizofrenia
2.10. Memahami dan Menjelaskan pencegahan
skizofrenia
2.11. Memahami dan Menjelaskan prognosis
skizofrenia
LO.3. Memahami dan Menjelaskan
Psikopatologi.
LO.4. Memahami dan Menjelaskan Ibadah
Mahdhoh.

LO.1. Memahami dan Menjelaskan


Anatomi dan
Fungsi Sistem Limbik

Gambar 1.Sistem Limbik

Sistem limbik terletak di bagian tengah otak,


membungkus batang otak ibarat kerah baju. limbik
secara harfiah diartikan sebagai perbatasan. Sistem
limbik itu sendiri diartikan keseluruhan lintasan neuronal
yang mengatur tingkah laku emosional dan dorongan
motivasional. Bagian utama sistem limbik adalah
hipothalamus dan struktur-strukturnya yang berkaitan.
Bagian otak ini sama dengan yang dimiliki hewan
mamalia
sehingga
sering
disebut
denganotak
mamalia.
Komponen limbik antara lain hipotalamus, thalamus,
amigdala, hipocampus dan kortes limbik. Sistem limbik
berfungsi
mengendalikan
emosi,
mengendalikan
hormon, memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar,

Lanjutan Sistem limbik 1


1. Hipothalamus
Di
sekeliling
hipotalamus
terdapat
terdapat
subkortikal lain dari sistem limbik yang meliputi septum,
area paraolfaktoria, epithalamus, nukleianteriorthalamus,
gangglia basalis hipocampus dan amigdala. Hipotalamus
meskipun berukuran sangat kecil hanya beberapa
sentimeter kubik mempunyai jaras komunika dua arah
yang berhubungan dengan semua tingkat sistem limbik.
Sebaliknya, hipotalamus dan struktur yang berkaitan
dengannya mengirimkan sinyal-sinyal keluaran dalam
tiga arah:
a. ke belakang dan ke bawah menuju batang otak
terutama di are retikular mesenfalon, pons, dan
medula dan dari area tersebut ke saraf perifer sistem
saraf otonom.

Lanjutan Sistem Limbik 2


c. infundibulum hipotalamus untuk mengatur atau
mengatur secara
sebagain dari fungsi sekretorik pada sebagian
posterior dan anterior
kelenjar hipofisis.
Fungsi perilaku dari hipotalamus dan fungsi limbik
yang berkaitan
1. Perangsangan hipotalamus lateral pada hewan, tidak
hanya merangsang timbulnya rasa haus dan nafsu
makan, tetapi juga kadangkala menyebabkan timbu
rasa marah yang sangat hebat dan keinginan untuk
berkelahi.
2. Perangsangan nukleus ventromedial menimbulkan
rasa kenyang, menurunkan nafsu makan, dan hewan
juga tenang.
3. Perangsangan zone tipis dari nuklei paraventrikular,

Lanjutan Sistem Limbik 3


2. Amigdala
Amigdala merupakan kompleks beragam nukleus
kecil yang terletak tepat di bawah korteks serebri dari
tiang (pole) medial anterior setiap lobus temporalis.
Amigdala menerima sistem neuronal dari semua bagian
korteks limbik seperti juga dari neokorteks lobus
temporalis, parietalis, dan ksipitalis terutama dari area
asosiasi auditorik dan area asosiasi visual. Oleh karena
hubungan yang multiple ini, amigdala disebut jendela
, yang dipakai oleh sistem limbik untuk melihat
kedudukan seseorang di dunia. Sebaliknya, amigdala
menjalarkan sinyal- sinyal :
1) kembali ke area kortikal yang sama ini,
2) ke hipokampus,
3) ke septum,

Lanjutan Sistem Limbik 4


3. Korteks Limbik
Bagian dari sistem limbik yang sedikit dimengerti
adalah cincin korteks limbik, yang mengelilingi struktur
subkortikal limbik. Korteks ini berfungsi sebagai zona
transisional yang dilewati oleh sinyal-sinyal yang
dijalarkan oleh sisa korteks otak ke dalam sistem limbik
dan juga ke arah yang berlawanan.
Korteks berfungsi sebagai zona transisional yang
dilewati oleh sinyal-sinyal yang dijalarkan oleh sisa
korteks otak ke dalam sistem limbik dan juga ke arah
yang berlawanan. Oleh karena itu. Korteks limbik
berfungsi sebagai area asosiasi serebral untuk
mengatur perilaku.

LO.2. Memahami dan Menjelaskan


Skizofrenia
2.1 Definisi Skizofrenia
Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul
ketidakseimbangan pada dopamine, yaitu salah satu sel
kimia (neurotransmitter) dalam otak. Skizofrenia
adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri
hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan
menarik hubungan antarpribadi normal. Seringkali diikuti
dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi
(persepsi tanpa ada rangsang panca indera).

2.2 Epidemiologi Skizofrenia


Dari epidemiologi, skizofrenia terbagi 3 bagian :
a. Demografi terkait usia
b. Demografi terkait jenis kelamin
c. Demografi terkait ras

2.3 Etiologi Skizofrenia


Gangguan jiwa Skizofrenia tidak terjadi dengan sendirinya.
Ada banyak faktor yang berperan serta bagi munculnya gejalagejala Skizofrenia. Hingga sekarang banyak teori yang
dikembangkan
untuk
mengetahui
penyebab
(etiologi)
Skizofrenia, antara lain:
Faktor genetik (turunan/pembawa sifat)
Auto-antibody
Virus
Malnutrisi (kekurangan gizi)

Lanjutan etiologi 1
Stresor psikososial adalah setiap keadaan yang
menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang,
sehingga orang itu terpaksa mengadakan penyesuaian
diri (adaptasi) untuk menanggulangi stresor (tekanan
mental) yang timbul. Pada umunya jenis stresor
psikososial dapat digolongkan sebagai berikut:
Perkawinan
Problem orang tua
Hubungan interpersonal (antar pribadi)
Pekerjaan
Lingkungan Hidup
Keuangan
Hukum
Perkembangan
Penyakit fisik atau cidera

2.4. Patofisiologi Skizofrenia


a. Faktor Biologi
. Komplikasi kelahiran

. Infeksi

. Hipotesis Dopamin

. Hipotesis Serotonin

. Struktur Otak

b. Genetika
Para ilmuwan sudah lama mengetahui bahwa
skizofrenia diturunkan, 1% dari populasi umum tetapi
10% pada masyarakat yang mempunyai hubungan
derajat pertama seperti orang tua, kakak laki laki
ataupun perempuan dengan skizofrenia. Masyarakat
yang mempunyai hubungan derajat ke dua seperti
paman, bibi, kakek / nenek dan sepupu dikatakan
lebih sering dibandingkan populasi umum.

Lanjutan Patofisiologi Skizofrenia 1


c. Psikodinamik
Menggunakan rumus I+S R
I:
Individu, yaitu sesorang yang sudah mempunyai
bakat-bakat tertentu,
kepribadian yang rentan (vulnerable personality)
ataupun faktor
genetik yang kesemuanya itu merupakan faktor
predisposisi yaitu
kecenderungan untuk menadi sakit.
S:
Situasi, yaitu suatu kondisi yang menjadi tekanan
mental bagi
individu yang bersangkutan misalnya stressor
psikososial.

Lanjutan Patofisiologi Skizofrenia 2


d. Psikososial
Stressor psikososial merupakan setiap keadaan atau
peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam
kehidupan seseorang. Jenis-jenis stressor psikoosial
yang dimaksud digolongkan sebagai berikut :
a. Perkawinan dengan berbagai masalah perkawinan
misalnya
pertengkaran,
perpisahan,
perceraian,
kematian salah satu pasangan.
b. Problem
orangtua
permasalahan
yang
dihadapi
orangtuamisal tidak punya anak, kebanyakan anak,
kenakalan anak, anak sakit , dan hubungannya tidak
baik.
c. Hubungan interpersonal gangguan ini dapat berupa
hubungan dengan kawan dekat yang mengalami konflik.
d. Pekerjaan misalnya kehilangan pekerjaan, pekerjaan

2.5. Klasifikasi skizofrenia


Dalam PPDGJ III skizofrenia dibagi lagi dalam 9 tipe
atau kelompok yang mempunyai spesifikasi :
1. Skizofrenia Paranoid.
2. Skizofrenia Hebefrenik.
3. Skizofrenia Katatonik.
4. Skizofrenia tak terinci (Undifferentiated).
5. Depresi Pasca-Skizofrenia.
6. Skizofrenia Residual.
7. Skizofrenia Simpleks.
8. Skizofrenia lainnya.
9. Skizofrenia YTT.

Lanjutan Klasifikasi Skizofrenia 1


Selain
beberapa
subtipe
di
atas,
terdapat
penggolongan
skizofrenia
lainnya
(yang
tidak
berdasarkan DSM IV TR), antara lain :
1. Bouffe delirante (psikosis delusional akut).
2. Skizofrenia laten.
3. Oneiroid.
4. Parafrenia.
5. Pseudoneurotik.
6. Skizofrenia Tipe I.
7. Skizofrenia tipe II.

2.6. Manifestasi klinis Skizofrenia


Perjalanan penyakit Skizofrenia dapat dibagi menjadi
3 fase yaitu fase prodromal, fase aktif dan fase residual.
Gejala positive skizofrenia :
a) Delusi atau waham, yaitu suatu keyakinan yang tidak
rasional
b) Halusinasi, yaitu pengalaman panca indera tanpa ada
rangsangan (stimulus).
c) Kekacauan alam piker yang dapat dilihat dari isi
pembicaraanya
d) Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, agresif, bicara
dengan semangat dan gembira berlebihan.
e) Merasa dirinya Orang Besar merasa serba mampu,
serba hebat dan sejenisnya
f) Pikirannya penuh dengan kecurigaan atau seakan-

Lanjutan Manifestasi Klinis Skizofrenia


1
Gejala negative skizofrenia
a) Alam perasaan (afek) tumpul dan mendatar dapat
terlhat dari wajahnya yang tanpa ekspresi
b) Menarik diri atau mengasingkan diri, tidak mau
bergaul atau kontak dengan orang lain
c) Kontak emosional amat miskin sukar diajak bicara,
pendiam
d) Pasif dan apatis, menarik diri dari pergaulan sosial
e) Sulit dalam berpikiran abstrak
f) Pola pikir stereotip
g) Tidak ada/kehilangan dorongan kehendak (avolition)
dan tidak ada inisiatif, tidak ada upaya dan usaha,
tidak ada spontanitas, monoton, serba malas

2.7. Diagnosis dan Diagnosis banding


Skizofrenia
Pedoman Diagnostik PPDGJ-lll
Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang
amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila
gejala gejala itu kurang tajam atau kurang jelas):
a.thought echo
b.thought insertion or withdrawal
c. thought broadcasting
d.delusion of control
e.delusion of passivitiy
f. delusional perception

Lanjutan Diagnosis dan diagnosis banding


Skizofrenia 1
Halusinasi auditorik :
suara halusinasi yang berkomentar secara terus
menerus terhadap perilaku pasien, atau
mendiskusikan perihal pasien pasein di antara
mereka sendiri (diantara berbagai suara yang
berbicara), atau
jenis suara halusinasi lain yang berasal dan
salah satu bagian tubuh.
Waham-waham menetap jenis lainnya, yang menurut
budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu
yang mustahil, misalnya perihal keyakinan agama
atau politik tertentu, atau kekuatan dan kemampuan
di atas manusia biasa.

Lanjutan Diagnosis dan diagnosis banding


Skizofrenia 2
Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus
selalu ada secara jelas:
a.halusinasi yang menetap dan panca-indera apa
saja,
b.arus pikiran yang terputus (break) atau yang
mengalami sisipan (interpolation),
c. perilaku katatonik,
d.gejala-gejala negative.
. Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah
berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau
lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik
(prodromal).
Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan
bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality)
dan beberapa aspek perilaku pribadi (personal

Lanjutan Diagnosis dan diagnosis banding


Skizofrenia 3
Diagnosis Banding :
Gangguan Psikotik Sekunder dan Akibat Obat
Berpura-pura dan Gangguan buatan
Gangguan Psikotik Lain
Gangguan Mood
Gangguan Kepribadian

2.8. Tatalaksana Skizofrenia


Walaupun medikasi antipsikotik adalah inti dari
pengobatan skizofrenia, penelitian telah menemukan
bahwa intervensi psikososial dapat memperkuat
perbaikkan klinis.
Perawatan di Rumah Sakit
Indikasi utama perawatan di rumah sakit adalah :
1. Untuk tujuan diagnostik.
2. Menstabilkan medikasi.
3. Keamanan pasien karena gagasan bunuh diri atau
membunuh.
4. Perilaku yang sangat kacau atau tidak sesuai.
5. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar.
Tujuan utama perawatan di rumah sakit adalah ikatan
efektif antara pasien dan system pendukung

Lanjutan Tatalaksana Skizofrenia 1


Farmako :
1. Obat Gol. 1

Nama generik

Nama dagang

Chlorpromazine

Largactil, Promactil

Trifluoperazin

Stelazine

Thioridazine

Melleril

Haloperidol

Haidol, Govotil

2. Obat Gol. 2

Nama generik

Nama dagang

Risperidone

Risperdal, Rizodal

Ciozapine

Clozaril

Quetiapine

Serequel

Olanzapine

Zyprexa

Aripiprazole

Abilify

Lanjutan Tatalaksana Skizofrenia 2


Non-Farmako :
Terapi Psikososial
- Terapi Perilaku
Tehnik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan
latihan keterampilan social untuk meningkatkan
kemampuan social, kemampuan memenuhi diri sendiri,
latihan praktis, dan komunikasi interpersonal.
- Terapi Berorientasi Keluarga
Pusat dari terapi harus pada situasi segera dan
harus termasuk mengidentifikasik dan menghindari
situasi yang kemungkinan menimbulkan kesulitan. Jika
masalah memang timbul pada pasien di dalam
keluarga, pusat terapi harus pada pemecahan masalah
secara cepat.

2.9. Komplikasi skizofrenia


Percobaan bunuh diri yang bisa menyebabkan kecacatan
atau kematian.

2.10. Pencegahan skizofenia


- Organobiologik,
Untuk menghindari kemungkinan adanya faktor
genetik (turunan),
maka perlu diteliti riwayat atau silsilah keluarga.
- Psiko-edukatif,
Perkembangan jiwa/kepribadian anaknya tergantung
bagaimana
kedua orangtua mendidiknya (faktor psiko-edukatif).
- Psikoreligius.

2.11. Prognosis Skizofrenia


Secara umum prognosis skizofrenia tergantung pada:
1. Usia pertama kali timbul ( onset): makin muda makin
buruk.
2. Mula timbulnya akut atau kronik: bila akut lebih baik.
3. Tipe skizofrenia: episode skizofrenia akut dan
katatonik lebih baik.
4. Cepat, tepat serta teraturnya pengobatan yang
didapat.
5. Ada atau tidaknya faktor pencetusnya: jika ada lebih
baik.
6. Ada atau tidaknya faktor keturunan: jika ada lebih
jelek.
7. Kepribadian prepsikotik: jika skizoid, skizotim atau

Lanjutan Prognosis Skizofrenia 1


Prognosis Baik

Onset lambat
Faktor pencetus yang jelas
Onset akut
Riwayat sosial, seksual dan
pekerjaan premorbid yang
baik
Gejala
gangguan
mood
(terutama
gangguan
depresif)
Menikah
Riwayat keluarga gangguan
mood
Sistem pendukung yang
baik
Gejala positif

Prognosis Buruk

Onset muda
Tidak ada faktor pencetus
Onset tidak jelas
Riwayat sosial dan pekerjaan
premorbid yang buruk
Prilaku menarik diri atau
autistik
Tidak menikah, bercerai atau
janda/ duda
Sistem pendukung yang buruk
Gejala negatif
Tanda dan gejala neurologist
Riwayat trauma perinatal
Tidak ada remisi dalam 3
tahun
Banyak relaps
Riwayat penyerangan

LO.3. Memahami dan Menjelaskan


psikopatologi

Psikopatologi adalah fungsi kepribadian yang


abnormal. Psikopatologi merupakan cabang ilmu
kedokteran jiwa yang mempelajari :
- Gejala2 dalam tingkah laku / pikiran / perasaan dan
lain-lain fungsi psikis
- Variasi dalam kelainan pola reaksi total dari individu
ialah dalam bentuk gangguan kepribadian
Halusinasi
Sumber
penyebab
gangguan
jiwa
dipengaruhi oleh faktor-faktor pada ketiga unsur itu yang
terus menerus saling mempengaruhi, yaitu :
Faktor-faktor somatik (somatogenik)
Faktor-faktor psikologik ( psikogenik)
Faktor-faktor sosio-budaya (sosiogenik)

Sebagian besar tanda dan gejala yang terdaftar di


bawah ini dapat dipahami sebagai nilai yang bervariasi
dari berbagai gambaran spektrum perilaku yang berkisar
antara normal sampai abnormal. Sebagai contoh, tanda
cincin Kayser-Fleischer pada penyakit Wilson's atau
refleks Babinski pada penyakit gangguan jalur piramidal.
A.Tanda : Pengamatan dan penemuan penyakit /
gangguan oleh seorang dokter, seperti adanya suatu
penyumbatan atau retardasi psikomotorik.
B.Gejala : pengalaman pribadi yang dirasakan dan
diuraikan oleh pasien, sering dinyatakan dalam bentuk
keluhan, seperti suasana hati tertekan atau kehilangan
energi.
C. Sindrom : suatu kelompok tanda dan gejala yang
bersama-sama menyusun suatu kondisi tertentu yang

Macam-macam gangguan jiwa (Rusdi Maslim, 1998):


Gangguan mental organik dan simtomatik, skizofrenia,
gangguan skizotipal dan gangguan waham, gangguan
suasana perasaan, gangguan neurotik, gangguan
somatoform, sindrom perilaku yang berhubungan
dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik, Gangguan
kepribadian dan perilaku masa dewasa, retardasi mental,
gangguan perkembangan psikologis, gangguan perilaku
dan emosional dengan onset masa kanak dan remaja.
A. Skizofrenia.
B. Depresi
C. Kecemasan
D. Gangguan Kepribadian
E. Gangguan Mental Organik
F. Gangguan Psikosomatik
G. Retardasi Mental
H. Gangguan Perilaku Masa Anak dan Remaja.

LO.4. Memahami dan Menjelaskan


Ibadah
Mahdhoh
Secara etomologis diambil dari kata abada,
yabudu, abdan, fahuwa aabidun. Abid, berarti
hamba atau budak, yakni seseorang yang tidak memiliki
apa-apa, hatta dirinya sendiri milik tuannya, sehingga
karenanya seluruh aktifitas hidup hamba hanya untuk
memperoleh keridhaan tuannya dan menghindarkan
murkanya.
Ditinjau dari jenisnya, ibadah dalam Islam terbagi
menjadi dua jenis, dengan bentuk dan sifat yang
berbeda antara satu dengan lainnya; Ibadah
Mahdhah, artinya penghambaan yang murni hanya
merupakan hubungan antara hamba dengan Allah
secara langsung.

Artinya :Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia


melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku. (Q.S
Adz-Dzariyat : 56)
Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip:
Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil
perintah
Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul SAW.
Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal)
Azasnya taat

Jenis ibadah yang termasuk mahdhah, adalah :


1) Wudhu,
2) Tayammum
3) Mandi hadats
4) Adzan
5) Iqamat
6) Shalat
7) Membaca al-Quran
8) Itikaf
9) Shiyam ( Puasa )
10)Haji
11)Umrah
12)Tajhiz al- Janazah

DAFTAR PUSTAKA

Agus D, Pendekatan holistik terhadap Skizofrenia, dalam


majalah psikiatri, Jakarta, 2005:1.

Buchanan RW, Carpenter WT, Schizophrenia : introduction


and

overview,

in:

Kaplan

and

Sadock

comprehensive

textbook of psychiatry, 7th ed, Philadelphia: lippincott Williams


and wilkins :2000: 1096-1109.

Direktorat Kesehatan Jiwa, Direktorat Jenderal Pelayanan


Medik,

Departemen Kesehatan RI: Pedoman Penggolongan

dan Diagnosis Gangguan jiwa di Indonesia III, 1993

Ganong, William F.2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran,edisi


20, Jakarta,EGC

Hawari, Dadang.2006.Pendekatan Holistik Pada Gangguan


Jiwa.Jakarta:FKUI

Kaplan, Hl, Sadock BJ, Grebb JA, Skizofrenia, dalam :


Sinopsis psikiatri, ed 7, vol 1, 1997 : 685-729.

Kumala,

Poppy

dan

Nuswantari.1998.Kamus

Saku

Kedokteran Dorland,edisi 25, Jakarta, EGC

Maramis, WF: Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa,Cetakan I,


Airlangga University Press, Surabaya,1995

Maslim R, skizofrenla, gangguan skizotipal dan gangguan


waham, dalam PPDGJ III, Jakarta, 1998 :46-57.

Maslim,

Rusdi.2003.Diagnosis

Gangguan

Jiwa

Rujukan

Ringkas PPDGJ III.Jakarta:Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK


Unika Atmajaya.

Prof. Amin Syukur MA.Pengantar Studi Islam. Semarang :CV.


Bima Sakti,2003, Hlm. 80.

Uddin, Jurnalis: Anatomi Susunan Saraf Manusia, Cetakan 2,

~Sekian~