Anda di halaman 1dari 50

ANALISA HIDROLOGI DAN HIDROLIKA

SALURAN

DIAGRAM PERENCANAAN SISTEM


DRAINASE

KAPASITAS
PENGALIRAN
1. Metode Rasional :
Metode untuk memperkirakan laju aliran permukaan puncak
yang umum dipakai adalah metode Rasional USSCS (1973). Metode
ini sangat
simpel dan mudah penggunaannya, namun
penggunaannya terbatas
untuk DAS-DAS dengan luas kurang dari
300 Ha. (Goldman et.al.,1986)
Persamaan matematik metode Rasional :
Qp = 0,002778 CIA
di mana
C
I
A

Qp = laju aliran permukaan (debit) M3/dt


= Koef. aliran permukaan (0 < C < 1),
= intensitas hujan dalam mm/jam, dan
= Luas Daerah Tangkapan (Ha)

2. Metode Rasional Di Modifikasi


Untuk luas daerah pengaliran yang lebih besar atau sama
dengan 300 Ha digunakan metode rasional dimodifikasi
sebagai berikut :
Q
= f. Cs. C. I. A
Dimana :
Cs = Koefisien penampungan (storage)
= 2 tc / ( 2tc + td )
tc
= Waktu konsentrasi
td
= Lamanya pengaliran dalam saluran (menit)

Waktu Konsentrasi
Waktu konsentrasi suatu DAS adalah waktu
yang diperlukan oleh air hujan yang jatuh
untuk mengalir dari titik terjauh sampai ke
tempat keluaran DAS (titik kontrol) Salah satu
metode untuk memperkirakan waktu
konsentrasi adalah rumus yang dikembangkan
oleh Kirpich (1940), yang dapat ditulis sebagai
berikut
2

0.87 xL
^ 0,385
1000 xS

t c

di mana tc adalah waktu konsentrasi dalam


jam, L panjang saluran utama dari hulu
sampai penguras dalam km, dan S kemiringan
rata-rata saluran utama dalam m/m.

WAKTU KONSENTRASI
Waktu konsentrasi dapat juga dihitung dengan
membedakannya menjadi dua komponen, yaitu
(1) waktu yang diperlukan air untuk mengalir di
permukaan lahan sampai saluran terdekat to dan
(2) waktu perjalanan dari pertama masuk saluran
sampai titik keluaran td, sehingga:
Tc = to + td

n
2
t 0 x3.28 xLx
S
3

Dimana:
n
=
S
=
L
=
Ls
=
V
=

Ls
td
menit
60V

angka kekasaran permukaan tanah


kemiringan lahan,
panjang lintasan aliran di atas permukaan lahan (m),
panjang lintasan aliran di dalam saluran/sungai (m),
kecepatan aliran di dalam saluran (m/detik).

KOEF. KEKASARAN PERMUKAAN TANAH

Contoh Soal Perhitungan Kapasitas


data lain :
Pengaliran
Pjng
Sal = 2 Km ( beda tinggi 3 m )
V air Sal = 3 m/det
Jenis Lahan umumnya permukaan berumput rata2,
Komposisi lahan Perumahan multi unit terpisah 40 % , kawasan
bisnis perkotaan 15 %, industri ringan 10 %, taman berman 10
%, sisanya jalan aspal. Kepadatan penduduk adalah 75 jwa /Ha
( asumsi yang menbuang limbah rumah tangga )

300 m
450 m
450 m
600 m
200 m

A = 350 Ha

10 Ha

45 Ha
30 Ha

15 Ha

Rumus penyelesaian :
Q hjn
Q dom
Q Total

= C. I. A
= Jmlh Penduduk X Buangan
= Q hjn + Q dom

Ppanjang semua sisi 4 km

DIAGRAM PERENCANAAN SISTEM


DRAINASE

Ilustrasi Perhitungan Waktu Konsentrasi

PERHITUNGAN LUAS CATCHMANT AREA

Didasarkan pada hasil pengukuran


topografi
daerah
perencanaan,
kemudian dibuat sistim pengaliran
( sistim grafitasi ) selanjutnya
ditentukan
luas
daerah
pengaliran/daerah layanan tiap ruas
ruas rencana saluran

KOEFISIEN LIMPASAN ( C )
Koefisien aliran permukaan [C]. Koefisien C
didefinisikan sebagai nisbah antara puncak
aliran permukaan terhadap intensitas
hujan. Faktor ini merupakan variabel yang
paling menentukan hasil perhitungan debit
banjir. Pemilihan harga C yang tepat
memerlukan pengalaman hidrologi yang
luas. Faktor utama yang mempengaruhi C
adalah laju infiltrasi tanah atau prosentase
lahan kedap air, kemiringan lahan,
tanaman penutup tanah, dan intensitas
hujan. Permukaan kedap air, seperti
perkerasan aspal dan atap bangunan, akan
menghasilkan aliran hampir 100% setelah
permukaan menjadi basah, seberapa pun
kemiringannya.

HARGA KOEFISIEN LIMPASAN

Koefisien Limpasan Gabungan


Jika DAS terdiri dari berbagai macam
penggunaan lahan dengan koefisien
aliran permukaan yang berbeda, maka
C yang dipakai adalah koefisien DAS
yang dapat dihitung dengan
persamaan berikut:
n

C DAS

C
i 1
n

Ai

A
i 1

A1C1 A2C2 AnCn


C
A1 A2 An

dimana :
C = harga rata-rata koefisien pengaliran
C1 C2 . Cn =
harga koefisien pengaliran yang sesuai
dengan tata guna tanahnya.
A1 A2 An =
Luas masing-masing bagian daerah

KUANTITAS AIR BUANGAN


Besarnya kuatitas air
buangan suatu daerah
tergantung kepada
beberapa faktor, yakni:

Sumber / asal air bekas


Besarnya pemakaian
air
Curah hujan dan
infiltrasi
Jenis material saluran,
penyambungan dan
bangunan lengkap

KUANTITAS AIR LIMBAH

KECEPATAN ALIRAN
Kecepatan aliran dalam saluran biasanya
sangat bervariasi dari satu titik ke titik lainnya.
Hal ini disebabkan adanya tegangan geser di
dasar dan dinding saluran dan keberadaan
permukaan bebas. Gambar berikut
memperlihatkan tipikal distribusi kecepatan
pada beberapa tipe potongan melintang
saluran.

RUMUS KECEPATAN ALIRAN


UMUM
Seorang insinyur Irlandia bernama Robert Manning
(1889) mengemu-kakan sebuah rumus yang
akhirnya diperbaiki menjadi rumus yang sangat
terkenal sebagai berikut:
2
3

1
V R S
n

1
2

Dimana :
V = Kecepatan Aliran ( m/det )
R = Jari jari hidrolis saluran
S = Kemiringan dasar saluran
N = koefisien manning

Koefisien Kekasaran Manning


(n)

PENENTUAN KEC. ALIRAN DALAM


SALURAN
Penentuan kecepatan aliran air di dalam saluran yang

direncanakan didasarkan pada kecepatan minimum yang


diperbolehkan agar tetap self cleansing dan kecepatan
maksimum yang perbolehkan agar konstruksi saluran
tetap aman.
Besarnya kecepatan aliran dalam saluran tergantung pada
bahan saluran yang digunakan, kondisi fisik dan sifat-sifat
hidrolis.
Kecepatan minimum yang diijinkan atau kecepatan tanpa
pengendapan (nonsliting velocity) merupakan kecepatan
terendah yang tidak menimbulkan sedimentasi dan
mendorong pertumbuhan tanaman air dan ganggang.
Kecepatan maksimum yang diijinkan atau kecepatan tahan
erosi (nonerodible velocity) adalah kecepatan rata-rata
terbesar yang tak akan menimbulkan erosi pada tubuh
saluran.

BATAS KECEPATAN YANG DISINKAN SESUAI JENIS KONSTRUKSI


SALURAN

Jenis Material Lahan

Vd (m/det )

Pasir halus
Lempung Kepasiran
Lanau Aluvial
Kerikil Halus
Lempung kukuh
Lempung padat
Kerikil kasar
Bebatuan besar
Pasangan batu/batu merah
Beton (Setempat dan Pracetak)

Jenis Rencana Saluran

0,45
0,50
0,60
0,75
0,80
1,10
1,20
1,50
1,50
1,50

Kecepatanaliran Rencana (m/detik)


V. maksimum

Saluran Tanah
Saluran Pasangan
-Memakai Lining
-Tanpa Lining
Saluran Beton
Saluran Tanah Cadas

V. minimum

1.00

0,60

3,00
1,60
3,00
1,80

0,30
0,60
0,60
0,60

KEMIRINGAN SALURAN
KEMIRINGAN MEMANJANG SALURAN
Kemiringan memanjang dasar saluran biasanya
diatur oleh keadaan topografi dan tinggi energi yang
diperlukan untuk mengalirkan air. Dalam berbagai
hal, kemiringan ini dapat pula tergantung pada
kegunaan saluran misalnya saluran yang digunakan
sebagai pembagi air dalam irigasi, persediaan air
minum dan proyek pembangkit dengan tenaga air
dan lain-lain. Kemiringan dasar saluran direncanakan
sedemikian rupa sehingga dapat memberikan
pengaliran secara gravitasi dengan batas kecepatan
minimum dan maksimum yang diijinkan.

KEMIRINGAN DINDING SALURAN


Kemiringan dinding saluran terutama tergantung
pada jenis bahannya.

KEMIRINGAN DINDING SALURAN

Dalam tahapan perhitungan dimensi saluran , sebelumnya juga kita


harus menentukan terlebih dahulu nilai perbandingan lebar (b) dan tinggi
saluran (h). Angka perbandingan b/h saluran ini sangat ditentukan oleh
ketersediaan lahan, kemudahan pekerjaan dan proporsional ukuran.

PENAMPANG SALURAN
Potongan melintang saluran yang
paling ekonomis adalah saluran yang
dapat melewatkan debit
maksimum untuk luas
penampang basah, kekasaran, dan
kemiringan dasar tertentu.
Berdasarkan persamaan
kontinuitas, tampak jelas bahwa
untuk luas penampang melintang
tetap, debit maksimum dicapai jika
kecepatan aliran maksimum.

PENAMPANG PERSEGI YANG EKONOMIS


Pada penampang melintang saluran
berbentuk persegi dengan lebar
dasar B dan kedalaman air h, luas
penampang basah, A, dan keliling
basah, P, dapat dituliskan sebagai
berikut:
A = Bh atau B = A/h
P = B + 2h
Substitusi persamaan diatas , maka
diperoleh persamaan:
dP
A
A
2 2 0
P
2h
dh
h
h
Atau
A 2h 2 Bh
B=2h atau h = B/2
( Kriteria penampang persegi yg
ekonomis)

PENAMPANG TRAPESIUM YANG


EKONOMIS
A = (B + mh) h
P B 2h

m2 1

B P 2h m 2 1

A Ph 2h m 1 mh
2

A P 2h m 1 h mh
2

dA
P 4h m 2 1 2mh 0
dh

P 4 m 2 1 2mh
dP
1
4h
dm
2

2m

2h 0

m 1
2

2m
2

m 1
2

4m 2 1 m 2 ; m
3m 2 1

1
1

3
3

AMBANG BEBAS
Ambang bebas suatu saluran ialah jarak
vertikal dari puncak saluran ke permukaan
air pada kondisi rencana. Jarak ini harus
cukup untuk mencegah kenaikan muka air
yang melimpah ketepi. Belum ada peraturan
yang dapat diterima untuk menentukan
besarnya ambang bebas ini, karena gerakan
gelombang atau kenaikan muka air di
saluran dapat diakibatkan oleh berbagai hal
yang tak dapat diduga sebelumnya.
Besarnya ambang bebas yang umum
dipakai dalam perencanaan berkisar antara
(5-30)% kedalaman aliran maksimum.

US Bureau of Reclamation menyarankan suatu taksiran awal bagi


ambang bebas yang diperlukan pada keadaan biasa dapat dilakukan
dengan rumus berikut :
W =

(C h)^ 0,5

Dimana :
F = Tinggi ambang bebas (m)
h = Tinggi air dalam saluran (m)
C = Koefisien, untuk Q < 0,6 m3/det
C = 0,17
0,6 Q 8 m3/det,
0,17 < C < 0,23
Q > 8 m3/det
C = 0,24
Sebagai panduan untuk menentukan tinggi jagaan dipergunakan
besaran debit dan jenis konstruksi saluran sebagai berikut :
W = 50 Cm
Untuk saluran dengan Q > 10 m3/dt
W = 30 Cm
Untuk saluran dengan 10 > Q > 5 m3/dt
W = 20 Cm
Untuk saluran Q < 5 m3/dt
Untuk saluran pasangan / beton W = 20 Cm
Dimensi
Y
=

W
=
tinggi jagaan.
Kedalaman air dalam keadaan normal

DIAGRAM PERENCANAAN SISTEM


DRAINASE

FLOW CHART ANALISA HIDROLIKA UNTUK


PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN

TAHAPAN PENDIMENSIAN
SALURAN
1. Penentuan Debit Rencana ( Q design ) :
2.

Debit air hujan + Debit air Buangan


Penentuan Kecepatan Awal, dipengaruhi
oleh
Jenis Konstruksi
Beton min = 1 m/det max 3 /det
Pasangan batu min = 1 m/det max 2 m/det
Saluran Tanah min = 0,6 m/det max 1,5
m/det
( tergantung jenis tanah )

LANJUTAN PENENTUAN DIMENSI SALURAN

3. Perhitungan luas penampang dibutuhkan :


A = Q/V dalam M2
4. Penentuan Dimensi Saluran (perbandingan b/h
diasumsi :
Lebar (b), tinggi (h), kemiringan tebing (m),
kemiringan memanjang (s), tinggi jagaan (w)
5. Perhitungan Jari jari hidrolis (R) Yakni R = A/P
6. Cek kembali asumsi kecepatan awal dengan
rumus Manning, Vtjd = 1/n . R^2/3. S ^1/2
7. V tjd = V awal, kalau tidak sama rubah
kecepatan, dan prosedure perhitungan di
ulangi.

Latihan soal :
Rencanakan dimensi saluran dengan data data
sbb :
Debit rencana = 1.5 m3/det
Saluran direncanakan dari pasangan beton
dipoles bentuk trapesium
Panjang saluran 1000 m dengan beda tinggi 4 m
Kemiringan dinding saluran adalah V : H = 2 : 3
Dimensi yang ditanyakan adalah lebar (b), tingg (h),
P ( keliling basah ), serta kemiringan saluran.

PERLENGKAPAN SALURAN
Perlengkapan
saluran
dimaksudkan
sebagai sarana pelengkap pada sistem
penyaluran air hujan, sehingga fungsi
pengaliran dapat berfungsi sesuai dengan
yang
direncanakan.
Pada
umumnya
perlengkapan
saluran
pada
sistem
penyaluran air hujan terdiri dari street
inlet,
gorong-gorong
dan
bangunan
pembuangan. Jenis bangunan-bangunan
perlengkapan
saluran
ditempatkan
bergantung kepada keadaan daerah
setempat.

STREET INLET
Street
inlet
merupakan
lubang/bukaan di sisi-sisi jalan yang
berfungsi untuk menampung dan
menyelurkan limpasan air hujan
yang berada di sepanjang jalan
menuju ke dalam saluran.

Perletakan street inlet mempunyai ketentuanketentuan sebagai berikut:


Diletakkan pada tempat yang tidak memberikan
gangguan terhadap lalu lintas jalan maupun
pejalan kaki.
Ditempatkan pada daerah yang rendah di mana
limpasan air hujan menuju ke arah tersebut.
Air yang masuk melalui street inlet harus dapat
secepatnya menuju ke dalam saluran.
Jumlah street inlet harus cukup untuk dapat
menangkap limpasan air hujan pada jalan yang
bersangkutan dengan spacing memakai rumus

Distance/jarak antara street inlet (m)

S
W

=
=

Kemiringan (%), D 50 m
Lebar jalan (m)

MANHOLE

Manhole ialah suatu bukaan yang dibuat pada


sistem
saluran
tertutup,
untuk
tujuan
memungkinkan orang bisa masuk dan keluar
sistem ini. Manhole merupakan perlengkapan
yang paling umum untuk sistem penyaluran air
buangan secara tertutup, baik air bekas maupun
air hujan dan berfungsi antara lain untuk :
Sebagai bak kontrol, untuk pemeriksaan dan
pemeliharaan saluran.
Untuk memperbaiki saluran bila terjadi kerusakan
saluran.
Melengkapi struktur bila terjadi perubahan
dimensi
Sebagai ventilasi untuk keluar masuknya udara

Lanjutan MANHOLE
Hal yang penting dalam desain manhole
terutama adalah ukuran bukaan, tempat
kerja dan kekuatan struktur. Bukaan
manhole jarang dibuat kurang dari 20
inchi diameternya.
Penempatan manhole terutama pada titiktitik di mana terletak street inlet, belokan,
pertemuan saluran dan di awal dan akhir
saluran pada gorong-gorong. Pada saluran
yang lurus dan panjang penempatan
manhole
tergantung
pada
diameter
saluran.

Lanjutan Manhole

Dengan
pertimbangan
pembebanan
konstruksi, pembiayaan serta kemudahan
pelaksanaan,
manhole
direncanakan
berbentuk segi empat atau bulat lingkaran.
Sebagai kelengkapan manhole, tutup manhole
direncanakan terbuat dari beton bertulang dan
dipasang sedemikian rupa sehingga rata
dengan muka jalan dan diperlengkapi dengan
pegangan untuk memudahkan pengangkatan
(membuka dan menutup). Sedangkan tangga
di dalam sumuran pemeriksa dipasang
tertanam pada dinding dan terbuat dari cast
iron dengan jarak tangga (30-50) cm serta
lebar (30-40) cm.

Bangunan Terjun
Bangunan
terjun
digunakan
untuk
meredam tenaga aliran sehingga tidak
merusak saluran/bangunan lain. Bangunan
terjun diperlukan jika kemiringan saluran
terlalu besar sehingga mengakibatkan
kecepatan yang tinggi. Bangunan ini
biasanya dijadikan satu dengan bangunan
lain (jembatan, gorong-gorong dan lainlain)
untuk
menghemat
biaya
pembangunan.

GORONG GORONG DAN TRANSITION

Gorong-gorong adalah bangunan perlintasan

karena adanya saluran yang melintasi jalan.


Perencanaan gorong-gorong didasarkan atas
besarnya debit pengaliran sesuai dengan
keadaan saluran dan sifat-sifat hidrolisya.

Transition adalah struktur yang fungsinya

untuk melindungi saluran dari kerusakan


yang mungkin timbul akibat perubahan
bentuk atau luas potongan melintang
saluran. Struktur pelindung tersebut berupa
head wall yang lurus atau seperempat
lingkaran

PINTU AIR / KLEP


Klep (Pintu Air) merupakan bagian
penunjang sistem drainase di daerah
pedataran, klep difungsikan terutama
pada saat terjadi hujan dan pasang naik.
Hal ini dilakukan guna mencegah aliran
balik (backwater) akibat banjir makro
sehingga tidak mengganggu kelancaran
air keluar dari daerah perencanaan yang
dapat menyebabkan banjir mikro.

RUMUS-RUMUS WAKTU KONSENTRASI YG


LAIN