Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

PERATA ARUS

Oleh

NAMA : ABDUL SALIM

NPM : A1E008018

NAMA ASISTEN : NOFRIANI

NPM ASISTEN : A1E 007027

DOESN PEMBIMBING : DEDY HAMDANI , Msi.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU


PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2009
I. Judul:

Perata Arus

II. Tujuan Percobaan:

Mengamati bentuk tegangan yang dihasilkan oleh penyearah arus


setengah gelombang.

III.Landasan Teori:

Rangkaian penyearah setengah gelombang artinya hasil


penyearahan hanya pada bagian positif, yaitu setengah panjang
gelombang, dari tegangan bolak-balik sebagai sumbernya. Untuk
mengurangi besarnya tegangan yang sampai ke diode digunakan trafo,
yang kumparan primernya dapat langsung dihubungkan ke jala-jala listrik.
Jumlah lilitan kumparan kedua harus dihitung sedemikian rupa sehingga
tegangan sekundernya masih dalam batas tegangan diode yang
diperkenankan. Pada saat arus bolak-balik mengalir positif pada setengah
panjang gelombang pertama, sesuai dengan arah panah diode, diode akan
mengalirkan arus. Pada saat arus bolak-balik mengalir negative pada
setengah panjang gelombang berikutnya, berlawanan dengan arah diode,
diode tidak melewatkan arus.

Walaupun arus bolak-balik sudah tersedia, arus searah sering


dibutuhkan untuk memberi daya pada radio, atau kalkulator. Piranti ini
sering dilengkapi dengan baterai dan dengan pengkonversi ac-dc untuk
menghemat baterai apabila tersedia daya ac. Pengkonversi ini terdiri atas
transformator untuk menurunkan tegangan dari 120 V ke tegangan yang
dibutuhkan (biasanya 9 V) dan rangkaian untuk mengkonversi ac menjadi
dc. Proses konversi arus bolak-balik menjadi arus searah disebut
penyearahan. Elemen dasar dalam penyearahan ini adalah dioda. Dioda
pertama, yang dikembangkan oleh John Fleming pada tahun 1904, berupa
tabung vakum yang berisi dua elemen. Katoda yang memancarkan
electron dan anoda yang disebut plat, berfungsi mengumpulkan electron
yang dipancarkan. Ciri penting dioda ialah bahwa dioda ini mengkonduksi
arus dalam satu arah dan tidak dalam arah lain. Sebagian besar dioda yang
digunakan sekarang merupakan piranti semikonduktor. Lambang untuk

dioda sebagai elemen rangkaian ialah . Tanda panah ini


memperlihatkan arah arus yang dilewatkan melalui dioda tersebut.

Pada dioda tabung vakum apabila katoda nya dipanaskan, (oleh


elemen pemanas dalam rangkaian terpisah), katoda ini akan memancarkan
elektron, suatu proses yang disebut pemancaran termionik yang ditemukan
oleh Thomas Edison pada tahun 1883. Jika platnya berada pada potensial
yang lebih tinggi daripada katoda, plat ini akan menarik electron dan
tabung ini mengkonduksikan arus. Arus ini disebut arus plat. Jika platnya
berada pada potensial yang lebih rendah daripada katodanya, electron akan
ditolak dan tidak ada arus yang melalui vakum ini.

Karena sifat dioda yang hanya menyearahkan arus pada satu arah
tegangan positif saja, maka dioda dapat dirangkai sedemikian rupa
sehingga dapat menghasilkan arus searah. Rangkaian penyearah setengah
gelombang merupakan penyearah hasil pada bagian positif, yaitu setengah
panjang gelombang, dari tegangan bolak-balik sebagai sumbernya. Untuk
mengurangi besarnya tegangan yang sampai ke dioda digunakan trafo
yang kumparan primernya dapat langsung dihubungkan ke jala-jala listrik.
Pada saat arus bolak-balik mengalir positif pada setengah panjang
gelombang pertama sesuai dengan arah panah dioda, dioda akan
mengalirkan arus. Pada saat arus bolak-balik mengalir negatif pada
setengah panjang gelombang berikutnya, berlawanan dengan arah dioda,
dioda tidak melewatkan arus.

Arus searah (DC) yaitu tegangan bernilai konstan dan arus juga
konstan. Arus bolak-balik (AC) apabila tegangan pada kedua terminal,
dari positif ke negatif dan sebaliknya, arus secara terus-menerus juga akan
mengalami perubahan arah aliran.

Salah satu penggunaan dioda didasarkan pada kemampuan dioda


untuk menghantarkan arus hanya ke satu arah. Dimana arah arus AC dari
trafo sedangkan DC ke beban. Arus listrik yang diberikan ke rangkaian
adalah arus bolak balik yang dihasilkan untuk sebuah trafo. Untuk jalur
yang dilalui arus AC selama setengah siklus positifnya. Dioda diberi bias
maju sehingga dapat menghantarkan arus. Arus mengalir melewati dioda
ke beban. Sebuah rangkaian yang mampu mengkonversikan tegangan AC
menjadi DC disebut sebagai rangkaian penyearah. Rangkaian penyearah
setengah gelombang hanya menghasilkan arus output dari setengah siklus
positif input.

Perbandingan tegangan input AC dan tegangan output DC : Tidak


terdapat output selama setengah siklus negatif, setengah dari daya input
terbuang secara sia-sia. Amplitudo output lebih kecil dibandingkan dengan
amplitudo input. Hal ini disebabkan timbulnya jatuh tegangan maju pada
dioda.
IV. Alat dan Bahan:

Alat dan bahan yang digunakan untuk mengamati bentuk tegangan


yang dihasilkan oleh penyearah arus setengah gelombang adalah
sebagai berikut :

No Nama alat dan bahan Jumlah


1 Hambatan tetap 470 Ω 1
2 Diode IN4002 4
3 Papan rangkaian 1
4 Jembatan penghubung 7
5 Saklar 1 kutub 1
6 Kabel penghubung merah 1
7 Kabel penghubung hitam 1
8 Catu-daya 1
9 Osiloskop 1
10 Kapasitas 10000µF 1

V. Langkah Percobaan

1. Osiloskop dihidupkan dan tunggu beberapa saat hingga terlihat


garis pada layar. Dilakukan pengaturan secukupnya pada
tombol posisi hingga garis berimpit dengan sumbu X. Jika garis
terlihat tidak stasioner (berkedip), atur tombol sweep time
hingga diperoleh garis stasioner.
2. Diatur saklar input pada posisi garis ground (GND)

3. Dihubungkan osiloskop kerangkaian pada titik A dan B


(dengan menggunakan probe).

4. Dihidupkan catu-daya dan ditutup saklar S , kemudian digeser


saklar input osiloskop pada posisi AC, amati dan gambarakan
bentuk tegangan pada kolom hasil pengamatan.

5. Saklar S dibuka (posisi 0) dan pindahkan hubungan osiloskop


dengan rangkaian pada titik C dan D, kemudian geser saklar
input osiloskop pada posisi DC.

6. Ditutup saklar S (posisi 1) kemudian diamati dan digambarkan


bentuk tegangan pada kolom hasil pengamatan.

7. Setelah selesai, dimatikan osiloskop dan catu-daya.

VI. Hasil Pengamatan:

Hasil pengematan yang di peroleh dari mengamati bentuk tegangan


yang dihasilkan oleh penyearah arus setengah gelombang

a. Table pengamatan

• Rangkain pada posisi AC


Bentuk tegangan tampa filter Bentuk tegangan dengan filter
( S terbuka ) ( S tertutup )

• Rangkaian pad posisi DC

Bentuk tegangan tampa filter Bentuk tegangan dengan filter


( S terbuka ) ( S tertutup )
b. Gambar rangkaian

1
2
3
4
5

12
7

11 8

10 9

Gambar rangkaian

Ket

1. Osiloskop 7. Saklar 1 kutub

2. Catu-daya 8. Hambatan tetap 470 Ω

3. Layar Osiloskop 9. Probe

4. Kabel penghubung merah 10. Jembatan penghubung

5. Kabel penghubung hitam 11. Kapasitas 10000µF

6. Papan rangkaian 12. Diode IN4002

c. Pembahasan

Percobaan ini dilakukan dengan cara menghubangkan osiloskop


dengan rangkaian pada titik A dan B dengan menggunakan probe pada
posisi tampa filter dan denagn filter. Titik ini dihubungkan dengan
tegangan AC. Langkah selanjutnya dengan menghubungkan osiloskop
pada titik C dan D dengan menggunakan pobe pada posisi tampa filter dan
dengan filter, yang dihubungkan dengan tegangan DC. Setelah dilakukan
percobaan perata arus, kita dapatkan bentuk tegangan filter seperti pada
gambar yang termuat dalam tabel pengamatan.

Rangkaian penyearah setengah gelombang artinya hasil penyearah


hanya pada bagian positif, yaitu setengah panjang gelombang, dari
tegangan bolak-balik sebagai sumbernya. Karena sifat dioda yang hanya
menyearahkan arus pada satu arah tegangan positif saja maka dioda dapat
dirangkaikan sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan arus searah.
Sesuai dengan sifat dioda yang ada pada landasan teori maka tegangan

dioda tersebut mengakibatkan mengalirnya arus dioda I D yang kecil sekali

sebesar I S (arus jenuh balik) yang diabaikan dan dianggap arus dioda
tidak mengalir.

Salah satu penggunaan dioda didasarkan pada kemampuan dioda


untuk menghantarkan arus hanya ke satu arah. Dimana arah arus AC dari
catu daya sedangkan DC ke beban. Arus listrik yang diberikan ke
rangkaian adalah arus bolak balik yang dihasilkan untuk sebuah catu daya.
Untuk jalur yang dilalui arus AC selama setengah siklus positifnya. Dioda
diberi bias maju sehingga dapat menghantarkan arus. Arus mengalir
melewati dioda ke beban. Sebuah rangkaian yang mampu
mengkonversikan tegangan AC menjadi DC disebut sebagai rangkaian
penyearah. Rangkaian penyearah setengah gelombang hanya
menghasilkan arus output dari setengah siklus positif input. Sedangkan
pada saat osiloskop dihubungkan juga dengan dioda dimana arah dioda
yaitu dari anoda ke katoda atau dari positif ke negatif sehingga aliran arus
gelombang yang dihasilkan yaitu disekitar daerah positif karena dapat
mengalirkan arus.

Pada grafik hasil pengamatan rangkain yang di aliri arus DC dapat


terlihat bentuk tegangan tanpa filter (S terbuka) dimana dapat terlihat
pada gambar grafik bentuk tegangan yang hampir rata dengan nilai
amplitudo (tinggi grafik tegangan) yang tidak begitu besar hal ini
dikarenakan belum ada tegangan yang mengalir dan ini merupakan bentuk
grafik awal, sedangkan pada gambar grafik juga dapat dilihat bentuk
tegangan dengan filter kapasitor (S tertutup) dengan bentuk tegangan yang
hampir juga mendekati rata dengan nilai amplitudo (tinggi grafik
tegangan) yang kecil sekali atau lebih kecil dari bentuk tegangan tanpa
filter (S terbuka), sehingga kelihatan hanya berbentuk gris lurus yang
berda di atas sumbu X pada sumbu Y positif dimana tegangan semakin
kecil karena dipengaruhi oleh kapasitor yang berfungsi sebagai tempat
menyimpan besarnya tegangan yang dimiliki oleh sebuah rangkaian.

Sedangkan Pada grafik hasil pengamatan rangkain yang di aliri


arus AC pada grfik pengamatan dapat terlihat bentuk tegangan tanpa filter
(S terbuka) dan dengan filter bentuk gelombang tegangan yang dihasilkan
adalah sama,dimana gelomban berada pada tengah-tengah sumbu X
seperti pada yang terdapat pada table gasil pengamatan .

VII. Kesimpulan dan Saran:

a. Keimpulan

Dari hasil pengematan yang di peroleh dari mengamati


bentuk tegangan yang dihasilkan oleh penyearah arus setengah
gelombang maka dapat disimpulkan sifat dioda yang hanya
menyearahkan arus pada satu arah tegangan positif saja maka
dioda dapat dirangkaikan sedemikian rupa sehingga dapat
menghasilkan arus searah dan Rangkaian dioda dapat meratakan
arus pada rangkaian AC dan DC.
b. Saran

 Alat-alat yang akan digunakan hendaknya diperiksa dan


dipersiapkan terlebih dahulu sehingga pada waktu pemakaian tidak
terjadi kerusakan.

 Para praktikan maupun asisten sebelum melakukan praktikum


harus memahami dan membaca dulu buku petunjuk praktikum agar
tidak terjadi kesalahan pada penggunaan alat dan pada proses
praktikum berlangsung

VIII. Daftar pustaka

Bishop, Owen. 2002. Dasar-dasar Elektronika. Jakarta: Erlangga.

Sutrisno. 1986. Elektronika Teori dasar dan penerapannya.


Bandung : ITB.

Tipler, Paul A. 2001. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta:


Erlangga.

Woollard, Barry. 2003. Elektronika Praktis. Jakarta: PT Anem


Kosong Anem.