Anda di halaman 1dari 20

Dipublikasikan oleh Untan

Disempurnakan oleh Unissula


Mata
1. Seorang pasien keluhan mata gatal dan berair terutama saat pagi dan sore
di musim kemarau. Dari pemeriksaan opthal didapatkan bercak coklat di
konjungtiva karena sering di gosok, tidak ada sekret kental, visus normal.
Diagnosis :
Konjungtivitis viral
Konjungtivitis Bakterial
Konjungtiivitis vernal
Konjungtvitis fliktenularis
Konjungtivitis atopik
2. Seorang petani mata tergores daun rumput, terasa mengganjal, disiram
dengan air daun sirih, dirasakan semakin memburuk. Ke puskesmas, di
berikan antibiotik topikal, keluhan tidak membaik/sembuh. Keluhan dirasa
semakin memburuk, pasien ke rumah sakit, pemeriksaan ophtal didapatkan
ulkus kornea, lesi ??? (mengarah ke satelit kayaknya, tapi nggak yakin juga
sih), diagnosis
Keratitis bakteri
Keratitis jamur
Keratitis viral
Keratitis acantamoeba
xxxx
3. Wanita dengan penurunan penglihatan Visus 6/30. Pemeriksaan dengan
pinhole diperoleh kemajuan, koreksi dengan dengan sferis positis visus 6/6.
Diagnosis :
Hipermetropia
Miopia
Presbiopia
Astigmatisme
4. Pasien katarak. Visus OD 1/300 OS 6/30. Notasi pemeriksaan pada mata
kanan :
Finger counting
Hand movement
Snellen chart
Non Light Perseption
Light Perseption
5. Anak susah melihat papan tulis, koreksi dengan pinhole membaik, lensa yang
diberikan :
Sferis (+) kekuatan terlemah
Sferis (+) kekuatan terkuat
Sferis (-) kekuatan terkuat
Sferis (-) kekutan terlemah
Silinder (-)
6. Pasien datang dengan keluhan mata bengkak, keluar sekret. Saat
pemeriksaan didapatkan kelopak mata terdapat krusta, diagnosis :
Hordeolum

Kalazion
Blefaritis
Konjungtivitis
Keratitis
THT

7. Pasien wanita datang dengan keluhan nyeri telinga kanan, sebelumnya


pasien sering korek telinga, pada pemeriksaan didapatkan liang telinga
menyempit, membran timpani intak tapi keruh, diagnosis :
Perikondritis
Otitis eksterna difusa
Otitis Media
Mastoiditis
8. Anak anak demam tinggi, batuk pilek. Keluar cairan dari telinga terus
menerus. Pemeriksaan telinga didapatkan membran timpani perforasi
dengan sekret dengan sekret berdenyut keluar. Tatalaksana :
Cuci H2O2 dan antibiotik oral
9. Laki-laki usia 63 th keluhan penurunan pendengaran selama 4 tahun secara
perlahan. Riw trauma disangkal, kerja di tempat bising disangkal. Diagnosis :
Trauma akustik
Presbiakusis
10.Anak kecil hidung berbau busuk, sumbat di salah satu hidung, di obati di
puskesmas tidak membaik. Diagnosis :
Benda asing di hidung
11.Supir bis rinitis alergi. Terapi :
Dipenhidramin maleate
Ceterizine hidroclorida
12.Pasien datang dengan keluhan pipi bengkak dan nyeri, riwayat sakit gigi dan
gigi berlubang. Diagnosis :
Sinusitis
13.Anak demam dan pilek, mengeluh sakit telinga. Diperiksa telinga didapatkan
membran timpani hiperesmis dan bulging. Terapi :
Miringotomi
14.Pasien datang dengan keluhan nyeri menelan yang hilang timbul dan disertai
mual dan muntah. Dari pemeriksaan di dapatkan cobble stone appearance:
Esofagitis kronis (candida esofagitis)
Akalasia
15.Anak kecil croup dengan stridor inspiratori dan ekspiratori. Terapi : Steroid
oral
16.Seorang laki-laki jatuh dibawa ke IGD dnegan perdarahan dari hidung.
Pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan bekuan dari, terlihat ada
perdarahan di nasofaring. terapi :
Tampon anterior 5 hari
Tampon anterior 3 hari
Tampon belloque 2 hari
Beloq tampon 5 hari
17.Pasien vertigo dengan telinga berdenging, penurunan pendengaran, tidak
ada keluhan dengan perubahan posisi :

BPPV
Vertigo sentral
Labirintis
Neuritis
Meniere
Kulit Kelamin

18.Anak kecil datang dengan luka di mulut dan hidung, didapatkan krusta
kuning madu :
Ektima
Impetigo bulosa
Impetigo krustosa
Dermatitis atopik
Pemfigus
19.Wanita datang kulit kemerahan di pipi sebelah kanan berbatas tegas, sudah
kompres dengan rivanol. UKK : plak eritem dari pipi dan hidung, batas tegas,
plakat, disertai vesikel. Diagnosis :
Erisipelas
20.Pasien dengan lesi hipopigmentasi, gatal, skuama halus di wajah, badan dan
lengan. Semakin siang semakin gatal. Beli obat diwarung lesi semakin luas.
Diagnosis :
Morbus Hensen
Vitilogo
Ptiriasis alba
PVC
21.Wanita, dulu pernah ada ulkus yg hilang sendiri di kemaluan. Skr mengeluh
ada benjolan di kemaluan. Diagnosa :
Ulkus mole
Sifilis stadium 2
22.Anak bermain dikebun, setelah itu didapatkan lesi di kaki berkelok-kelok. (
Cutaneus larva migran) : Tx :
Albendazole
Dietilkarbamazin
Pirantel pamoate
Priziquantel
23.Ibu hamil 5 bulan, terdapat bintil-bintil ditubuh. Dari pemeriksaan fisik
didapakan UKK vesikel di labia mayo, labia minor, diatas dasar eritrm.
(herpes simplex genital). Terapi :
Acyclovir 5x800 mg selama 7 hari
Acyclovir intravena 10-30 mg/kgBB/hari selama 7-10 hari
Acyclovir 5x200 mg 5-10 hari
24.Laki-laki datang dengan lesi hipopigmentasi di paha kiri. Sensasi raba
negatif. Penebalan nervus ulnaris. Dari pemeriksaan penunjang dengan
pewarnaan Ziel Nielsen tidak didapatkan kuman BTA. Terapi :
Rifampisin dan klofazimin
Rifampisin dan dapson
Rifampisin dan ethambutol

Rifampisin dan isoniazid


25.Perempuan keluhan gatal di lipatan payudara dan dilipat paha. UKK : lesi
basah, eritema,papul?? Vesikel??. Penegakan diagnosis dengan:
pemeriksaan : KOH
Pengecatan gram
26.Pasien Tinea kapitis, diberikan krim minyak dalam air, alasannya :
Karena menyerap sampai ke lapisan endoderm
karena mudah dibersihkan
27.Petani, lesi di pipi, warna hitam disertai ulkus. Diagnosis :
Karsinoma Sel Skuamosa
Karsinoma Sel Basal
Nevus Pigmentosus
28.Wanita keluhan wajah kemerahan, kakaknya mengalami hal yang sama.
UKK : papul eritema, komedonal.Terapi yang diberikan :
Mometason
Betametasin
Benzoil peroksida
Hidrokortison
Triamcinolon
29.Anak umur 7 tahun gatal diseluruh tubuh terutama malam hari. Dari
Pemeriksan fisik didaptakn papul, krusta, likenifikasi di daerah genital (
skabies). Terapi :
Malathion 0,5%
Malathion 1 %
Permetrin 5%
Permetrin 15%
30.Wanita keputihan, cairan keputihan seperti susu. Tx :
Nistatin
Klotrimazole
Metronidazole
Mebendazole
31.Laki-laki keluhan kencing terasa panas, keluar duh dari muara uretra.
Pemeriksaan : Leukosit dan neurofil serta sel bulat berat berwarna ungu.
Terapi :
Uretritis Gonorea
Uretritis Non-gonococcal
Sifilis
32.Laki-laki, nyeri saat kencing. PF : oedem pada OUE dan terdapat discharge
yang purulen. Bebrapa hari sebelumnya berhubungan dengan PSK. Terapi
pasien:
Penisilin injeksi 2,4 juta IM
Ciprofloksasin 500 mg IM dan doksisiklin 2x100 selama 7 hari
Obgyns
33.Seorang wanita mual dan muntah 10 x, lemas. Sudah tidak menstruasi 2
bulan. HCG positif, mengaku hamil. Diagnosis :
Emesis gravidarum
Hiperemesis gravidarum

34.Wanita lemah, konjungtiva anemis, Nadi lemah, hamil. Intinya KET, cavum
douglas menonjol. Pemeriksaan yang tepat :
Kuldosintesis
Histerosalfongografi
Salfingografi
Laparotomi
35.Pasien hamil 2 bulan, datang dengan perdarahan, keluar prongkolan
setengah telapak tangan, nyeri. Pemeriksaan fisis : Ostium menutup,
jaringan tidak ada, uterus normal, tidak nyeri. Pemeriksaan HCG positif.
Diagnosis :
Abortus iminens
Abortus insipiens
Abortus provokatus
Abortus inkomplit
Abortus Komplit
36.Pasien wanita 38th, sudah punya 2 anak, usia anak terakhir 4 tahun. Ingin
menggunakan KB karena jumlah anak sudah cukup. Riwayat TIA dan HT. KB
yang sesuai :
Mini pil
Pil kombinasi
Implan
AKDR
Pantang berkala
37.Pasien hamil 32 minggu, tekanan darah 160/100, protein +2, tidak ada nyeri
kepala, mual tidak ada, muntah tidak ada, pandangan kabur tidak ada. Terapi
yang harus dilakukan :
Pemberian obat antihipertensi
Perawatan konservatif dan pemberian MgSO4
38.Wanita hamil 38 minggu, riwayat hipertensi 3 tahun yang lalu. Sekarang
tensi 180/100, proteinuri +3. Diagnosis :
Preeklampsia ringan
Preeklampsia berat
HELLP Syndrome
Superimposed Eklamsia
39.Wanita hamil 34 minggu, keluar air dan kenceng-kenceng. Saat diperiksa his
adekuat, pembukan 1 cm, kertas lakmus merah dicelup jadi biru. Yang
menegakkan diagnosis :
Pembukaan 1 cm
Ketuban pecah pada kehamilan 34 minggu
Kertas lakmus merah menjadi biru
40.Wanita hamil mengeluh lemah, lesu. Hb 8,5%, leukosit 4000 Trombosit
300000. Terapi :
a. Transfusi PRC dan suplemen Fe
b. Transfusi WB dan suplemen Fe
c. Makan bergizi Fe dan vitamin C
d. Seplemen Fe dilanjutkan transfusi PRC
e. Suplemen Fe sampai melahirkan
41.Ibu telah melahirkan bayi. Ibu lupa HPHT. Untuk menentukan tingkat
prematuritas bayi menggunakan :

Skor new ballard


Skor dubowitz
Apgar
42.Wanita hamil, mules mau melahirkan. Hamil 38 minggu. Ketuban belum
pecah, pembukaan 6-7, effacement 90%, kepala janin S0, inersi uteri, UKK
kiri depan melintang. Tindakan selanjutnya :
Amniotomi
Drip Oksitosin
Dirujuk untuk sectio caesarea
43.Wanita hamil 38 minggu, kenceng2. Kepala bayi sudah di introitus vagina,
Diagnosis :
Kala I fase laten
Kala I fasa aktif
Kala II
Kala III
Kala IV
44.Pasien dirujuk oleh bidan ke IGD RS karena perdarahan. Telah melahirkan 1
jam yang lalu, plasenta belum lahir lengkap. Apa yang harus dilakukan :
Kuretase
Manual plasenta
Suntik Oksitosin
Bimanual Plasenta
45.Pasien rujukan bidan, dengan laserasi jalan lahir, anak sehat. Apa yang perlu
diperiksa :
Trauma jalan lahir
Kontraksi uterus
GI
46.pasien demam mual muntah kulit kuning, tiap demam sering minum obat
penurun panas, sering jajan di luar. Diagnosis :
hepatitis A
hepatitis induced obat
hepatitis akibat asetaminofen
47.susu formula WHO untuk anak gizi buruk :
Modisco I, II, III
Modisco
F75, F100, F135
48.pasien dengan riwayat gastriris kronis, harus mengonsumsi NSAID untuk
nyeri pada lututnya. Obat yang aman digunakan adalah :
piroxicam
na diklofenac
celecoxib
meloxicam
49.Pasien wanita 54th, Obes, datang dengan keluhan perut terasa penuh,
demam, 3 bulan yang lalu mengeluh nyeri perut yang tembus sampai ke
punggung. Sklera sedikit ikterik, nyeri tekan perut kanan atas. Diagnosis :
Hepatitis

Kolesistitis
Pankreatitis
50.Pasien dengan diagnosis hepatitis. HbeAg (+), maknanya :
Masih terjadi proses replikasi virus
51.Anak umur 7 tahun, dehidrasi berat. Tatalaksanan :
Infus RL 30 ml/kgBB dalam 1 jam dan 70 ml/kgBB dalam 5 jam
Infus RL 30 ml/kgBB dalam jam dan 70ml/kgBB dalam 2 jam
NGT 75cc/kgBB
52.Anak diare darah lendir. Terapi :
Metronidazole
53.Anak diare setelah minum susu dalam kemasan sudah menggembung,
bakteri :
Clostridium tetani
Clostridium botulinum
54. Telur cacing dinding tipis dengan isi segmented ovum :
Ivermectin
Mebendazole
Piraziquantel
55.Foto kaki gajah. Diagnosis :
Filariasis
56. Ibu hamil, demam 8 hari, lidah kotor dengan tepi hiperemis. Pengobatan :
Amoxicilin
Chlorampenicol
57.Anak 8 tahun datang dengan demam lebih dari 7 hari, konstipasi, mual,
muntah, nyeri perut, perut buncit dan tegang, nyeri tekan seluruh regio
abdomen. Shifting dullness positif. Hepar lien tidak teraba. Neri tekan dan
nyeri lepas positif. Bising usus menurun.
Typhus abdominalis
Peritonitis
Ileus
58.Anak 2 tahun. Bab lendir dan darah. Saat nyeri kaki diangkat. Diagnosis :
Volvulus
Intususepsi
59.Anak dengan keluhan BAB tidak teratur. RT : Feses (+) tidak menyemprot.
Rontgen barium enema : Berbentuk corong, sempit di distal melebar di
proksimal. Diagnosis :
Polip rekti
Divertikulum Meckeli
Hisprung
60.Ibu melahirkan anak umur 1 hari, kramer 4. HbsAg ibu negatif. Bilirubin
indirek meningkat. Diagnosis :
Inkompatibilitas ABO
61.Anak lahir sehat, apgar bagus, tiba2 pucat, lemah dan tidak mau menyusu.
Diagnosis :
Perdarahan
Syok
Sepsis
62.Anak diare tanpa lendir dan darah. Tidak ada tanda-tanda infeksi.
Pemeriksaan selanjutnya :

Darah rutin
Feses rutin
Widal
Kultur Feses
63.Pasien BAB darah, apa yang harus ditanyakan setelah ini :
Pola makan
Warna dan Jenis BAB
Pola BAB
64.Anak sudah di infus akses vena lengan 3x gagal. Apa yang harus dilakukan
selanjutnya :
Infus di kaki
infus intraosseus
Vena seksi
65.Anak KDK, pengobatan untuk jangka panjang :
Fenitoin
Diazepam
Asam valproat
Fenobarbital
66.Anak dengan muka sperti orang tua, lemak subkutan sedikit, baggy pant,
edema tidak ada. Diagnosis :
Marasmus
Kwasihorkor
Marasmus-Kwasihorkor
Gizi kurang
67.Anak usia 10 tahun, riwayat telinga keluar cairan. Tiba2 keluar pus di tungkai
bawah. Diagnosis :
Osteoathritis
Akut osteomielitis
Osteoporosis
Rakitis
68.Anak keluhan kencing seperti cucian daging. Sakit tenggorokan sebelumnya.
Urinalis protein +2, Tensi 110/80. Eritrosis 5-10/LPB. Leukosit 2-5/LPB.
Diagnosis :
Sindrom nefritik akut
Sindrom Nefotik
69.Anak demam, kejang, kaku kuduk (+), bruzinki (+). Pemeriksaan LCS protein
meningkat. Nonne pandy positif. Diagnosis :
Encepalitis
Kejang demam sederhana
Kejang demam kompleks
Meningitis viral
Meningitis bakterial
70.Anak dengan bengkak di seluruh tubuh, dimulai dari kelopak mata dan wajah
pada pagi hari. Menghilang pada sore hari. Protein uria +4. TD 140/90 mgHg.
Diagnosis :
Sindrom Nefrotik
Sindrom Nefritik
71.Anak dengan demam 4 hari. Hb 16 Ht 60 Trombosit 80000. Uji turnikuet
positif, dan tidak ada perdarahan ditempat lain. TTV normal. Diagnosis :

Demam Dengue
DBD grade 1
DBD grade 2
DBD grade 3
DBD grade 4
72.Anak habis dari tempat rawa2, demam 2 hari, red zone (zona merah).
Diagnosis :
Plasmodium falciparum
Plasmodium ovale
Plasmodium malariae
Plasmodium vivax
73.Anak, demam 5 hari, demam diserti menggigil dan keluar keringat dingin.
Sebelumnya anak bermain di rawa. Pemeriksaan penunjang untuk
menegakkan diagnosis :
Darah rutin
Apusan darah tebal
Foto thorax
Uji widal
Tes tubex
74.Bayi demam, letargi, terdapat tanda-tanda infeksi. Tatalaksana yang
dilakukan :
Infus dan pemberian antibiotik intravena
75.Anak dengan demam, didapatkan dari pemeriksaan darah, gambaran
sausage. Terapi menurut WHO lini pertama:
Artesunat, amodiakuin, Primakuin
Kina dan Primakuin
ACT
Ginjal
76.Pasien dengan penurunan TD, demam, ureum dan kreatinin meningkat.
Cairan yang diberikan :
NaCl 0,9%
Albumin
Dekstrosa 5%
Dekstrosa 10%
Dekstrosa 15%
77.Foto rontgen : Staghorn. Diagnosis :
Kolelitiasis
Nefrolitiasis
Pielonefitis
78.Pemeriksaan urine pH 5. Batu saluran kencing. Jenis :
Kalsium
Oksalat
Asam urat
Fosfat
Sistin
79.Nyeri kaki saat berdiri lama, riwayat keluar batu 3x. Makan sembarang, tidak
pernah dijaga. Diagnosis :

Artriris reumatoid
Osteoartritis
Artritis Gout
Osteoporosis
80.Laki-laki, kencing harus meneran, tidak nyeri, kencing kadang disertai darah.
BB turun. Diagnosis:
Batu buli
BPH
Ca buli
81.Laki-laki 68 th, retensi urine, RT : Prostat membesar, sulkus medianus tidak
teraba. Diagnosis :
Hiperplasia prostat
82.Laki-laki demam, menggigil, nyeri ketok CVA positif. Diagnosis :
Pielonefritis akut
Glomerulonefritis
Ureterolithiasis
83.Perempuan ISK. Terapi : Seftriaxone
84.Hasil urinalisis sistitis adalah :
Bakteri mikroskopik, nitrit, leukosit
85.Laki-laki diare 10 x/hari, muntah 5x selama 2 hari, 2 hari tidak ada BAK.
Ureum 200, Kreatinin 7. Diagnosis :
Gagal ginjal akut
Neuro
86.Laki-laki, nyeri kepala seperti ditekan, terutama saat aktivitas. Berkurang
saat istirahat, minum obat diwarung tidak membaik. Nyeri hingga ke leher
dan tegang. Diagnosis :
Migrain
Nyeri kepala tegang
Cluster headache
87.Terapi migrain :
Ibu profen
Ergotamin
Na diclofenac
88.Trigeminal neuralgia. Terapi :
Carbamazepine
89.GCS mata terbuka dengan nyeri, mengerang, deserebrasi.
E3V2M2
E2V2M3
E2V2M2
E1V2M2
90.Pasien post stroke tidak lancar bicara dan tidak mengerti apa yang
dibicarakan orang lain. Diagnosis :
Disatria
Afasia
91.Pekerja pabrik sering mengalami nyeri pada ibu jari dan jari telunjuk. Nyeri
berkurang apabila jari-jari tangan dikibaskan. Diagnosis :
Carpal Tunnel Syndrome

Jiwa
92.Pedagang bangkrut, suka marah, gelisah. 3 bulan curiga dengan tetangga
mengguna guna. 2 minggu sering mengamuk, menguncitokonya dengan
gembok, takut dicuri. Terapi :
Haloperidol
93.Wanita mandi berulang kali karena takut tertular penyakit. Selalu
membersihkan rumah berulang-ulang. Diagnosis :
Xenofobia
Akrofobia
Obsesif kompulsif
Cemas menyeluruh
94.Pasien tidak bisa tidur, pada pagi hari suka berdebar-debar, sulit
berkonsentrasi, mengganggu aktivitas, tangan suka dingin. Terapi :
Anticemas
Antidepresi
95.Pasien dengan penyakit yang mematikan, diberitahu oleh dokter. Pasien tidak
percaya dan menyangkal perkataan dokter. MPJ?
Angry
Denial
Penerimaan
96.turun jabatan dari sekretasis menjadi operator. Suka mengerjakan pekerjaan
orang, gembira, banyak berbicara, cerita membesar-besarkan. Diagnosis :
Skizofenia herbefrenik
Gangguan bipolar, tipe mania
97.Laki-laki disuruh bicara didepan umum setiap akhir tahun, sudah berkali2
tapi tetap takut. Takut salah dan takut dipermalukan orang. Diagnosis :
Fobia sosial
98.Anak nakal, tidak mau ikut aturan. Diagnosis :
Antisosial
99.Anak usia 4 tahun, tidak mau menoleh saat dipanggil, bisa mengikuti lagu di
TV, bisa membaca huruf. Diagnosis :
Autisme
100. Anak nyeri testis saat bangun pagi, Phren sign (+). Diagnosis :
Epidermoorchitis
101. Anak usia 15 tahun, kelas 2 SD, suit konsentrasi. Riwayat demam dan
kejang saat kecil. Diagnosis :
RM
Epileppsi
Paru
102. Balita riwayat imunisasi tidak lengkap, batuk menggonggong, organisme
yang menyebabkan keluhan adalah :
Haemophilus influenza
Bordnella pertussis
Streptococcus pneumonia
103. pasien minum obat rifampisin, etambutol, isoniazid 6 bulan mengeluh
gatal dan kulit kering. Penyebab keluhan tersebut
hipersensitivitas isoniazid

Penggunaan ethambutol
toksisitas rifampisin
kekurangan vitamin B6
104. Laki2, perokok dari muda, sesak napas. Riwayat pengobatan TB 6 bulan
sembuh. Pemfis, sela iga melebar, hipersonor. Diagnosis :
PPOK
105. Wanita sesak napas, terdapat wheezing ekspirasi. Diagnosis :
Asma bronkiale
106. Foto rontgen thorax TB
107. Batuk 1 bulan, pemeriksaan selanjutnya :
Sputum BTA
108. Anak 18 bulan sesak napas, retraksi (+), cuping hidung (+). Diagnosis :
Bronkiolitis
109. Pasien mengeluh sesak napas, berkurang sesak pada saat posisi ke kanan.
Dari pemeriksaan dada didapatkan fremitus melemah, perkusi redup hingga
sic IV. Air fluid level. Diagnosis :
Efusi pleura kanan
110. Pasien laki-laki mengeluh BB turun drastis, lemah. Dialkukan pungsi pleura
didapatkan cairan berwarna merah seperti darah. Diagnosis :
Ca Paru
111. Pasien batuk beerdahak disertai demam, pemfis TTV normal. Fremitus
mengeras, perkusi redup, rhonki (+), Thorax rontgen ada konsolidasi pada
satu lobus paru. Diagnosis :
Pneumonia
112. Bayi napas cuping hidung, batuk, retraksi (+), HR meningkat, RR
meningkat, demam (+). Diagnosis : Pneumonia dupleks berat
113. Pasien anak-2 sesak napas, foto thorax air bronchogram (+). Diagnosis :
Abses paru
Bronkopneumonia
114. Pasienasma persisten ringan, kambuh 3x dalam sebulan. Tatalaksana :
SABA inhalasi
115. Pasien asma serangan berat, sudah diterapi dengan inhalasi beta agonis
dan steroid oral, tidak membaik dalam 1 jam. Ada tanda distres napas.
Selanjutnya :
ICU
116. Seorang wanita datang dengan keluhan batu berdahak. Sebelumnya
pernah diobati TB dan dinyatakan sembuh. Hasil BTA sekarang ++-. Terapi
yang tepat diberikan :
2HRZE/4RH
2RHZ/4RH
2RHZE(S)/RHZE/5RHZ
Endokrin
117. Laki-laki dengan obesitas, hasil pemeriksaan GDP 290. Dilakukan
pengaturan pola makan dan pengaturan olahraga hasil GDP ulang 211,
terapi tambahan :
Metformin
118. Perempuan dengan keluhan benjolan di leher, tinggal di pegunungan.
Kelluhan tidaka disertai denganberdebar, tremor, penurunan BB. Diagnosis :

Tiroiditis
Graves disease
Struma difusa non toksik
Struma nodusa non toksik
119. Laki-laki mengeluh penambahan BB. Tensi 140/100. Riwayat
mengkonsumsi obat dan jamu2an untuk menghilangkan nyeri. Diagnosis :
Cushing syndroma
120. Laki2 riwayat nyeri sendi, minum obat penghilang sendi, namun berhenti
sendiri setelah itu pasien mengalami xxx,, tensi 80/60,, nadi 120 x/menit.
Diagnosis :
Krisis adrenal
121. Pasien riwayat DM tipe 2 dengan pengobatan insulin, datang ke dokter
membawa perbedaan hasil GDP pagi dan siang adalah 60-70 mg/dL. Pasien
nya IMT ny over. Apa yang harus dilakukan :
Penurunan dosis insulin pagi
Penurunan dosis insulin sore
Tambah porsi makan
Tambah cemilan
122. Pasien obesitas, dengan GDS 214 mg/dL. Apa yang mendasarikondisi
pasien tersebut :
Resistensi insulin
123. Pasien usia 18 tahun datang dengan penurunan kesadaran, riwayat DM
dari kecil, dan menggunakan insulin. 3 hari ini pasientidak menggunakan
insulin karena insulin habis, dan GDS 400mg/dL. Diagnosis :
KAD
124. Pasien datang dengan berdebar-debar, penurunan BB. Intinya mengarah
ke hipertiroid. Gejala tambahan pasien ini :
Tremor halus pada tangan
125. Pasien laki-laki obesitas, GDS 215 mg/dL, HDL 25, LDL 180, TG 175.
Diagnosis :
Sindrom metabolik
126. Pasien laki-laki dengan hasil lab Koles total 230, HDL 35, LDL 200, TG 250.
Obat yang diberikan:
Simvastatin
127. Seorng wanita dengan poliuria, polifagi, polidipsi. Diperiksa kadar GDS 180
mg/dl, GDP 120 mg/dl. Pemeriksaan selanjutnya yang dilakukan untuk
menegakkan diagnosis :
GD 2 jam post prandial
Tes Toleransi Glukosa
HbA1C
Jantung
128. Pasien mengelh berdebar-debar. Nadi ireguler. Dari pemeriksaan EKG
kemungkinan yang didapatkan :
Supraventrikular takikardi
Ventrikular takikardi
Sinus takikardi
Ventrikular fibrilasi

Atrial fibrilasi
129. Pasien mengeluh nyeri dada, menghilang dengan istirahat. Diagnosis :
Angina pektoris stabil
Angina pektoris tidak stabil
miokarditis
130. Pasien datang dengan keluhannyeri dada, nyeri dada timbul saat
beraktivitas. Berkurang saat istirahat. Di ekg ada ST elevasi di V2-V4. Hasil
CKMB30, Troponin T positif.Diagnosis :
Infark miokard akut
131. Gambaran EKG Atrial Flutter
132. Gambaran EKG SVT
133. Pengecekan RJP setiap berapa menit
1 menit
2 menit
3 menit
4 menit
5 menit
134. Nyeri dada sampai ke ulu hati. Ekg AV blok derajat 2. Hal lain yang
mungkin tampak pada ekg.
ST elevasi pada II, III, avf
135. Pasien sesak nafas saat aktivitas berat dan ringan, berkurag dengan
istirahat. Riwayat HT 10 tahun. Diagnosis
chf nyha grade I
chf nyha grade II
chf nyha grade III
chf nyha grade IV
136. Sesak nafas saat beraktivitas, jvp meningkat. Diagnosis
dekompensasi jantung
137. Pasien hipertensi 180/100, dengan DM dan gangguan ginjal. Obat yang
diberikan.
Ace inhibitor
138. Pasien HT grade II. Pengobatan berdasarkan JNC VII.
diuretik dan ace inhibitor
139. Pasien PJR. Bising pansistolik di apeks. Diagnosis :
Regurgitasi mitral
140. Pasien dengan riwayat asma dan darah tinggi. Obat antihipertensi yang
tepat diberikan :
Captopril
Isoprinosil
Amlodipin
Bisoprolol
Propanolol
Etik, forensik, ikm
141. Seorang artis diantaroleh polisi karena mengalami perampokan. Terdapat
luka di dahi. Polisi minta dibuatkan visum. Dari PF didapatkan luka di dahi
dengan ukuran .... Setelah mendapat perawatan, pasien boleh pulang dan
kontrol 3 hari lagi. Saat kontrol didapatkan luka telah sembuh dan terdapat
keloid. Termasuk dalam derajat luka :

Luka ringan
Luka yang menyebabkan cacat
Luka yang menyebabkan hilangnya pekerjaan
142. Perempuan keuhan keputihan, setelah diperiksa ternyata terdapat kondom
di vagina. Dokter menasehati suami pasien agak lebih berhati-hati. Suami
pasien marah,dan mengatakannbahwa ia tidak pernah menggunakan
kondom. Kaidah dasar moral yang dilanggar adalah :
Autonomi
143. Mahasiswa ingin melakukan penelitian, dimana hasilnya akan didapatkan
manfaatlebih besar dari pada resiko. Kaidah dasar moral nya adalah
Beneficience
144. Penderita DM dengan gangren di kaki, untuk menyarankan untuk
memotong jari kaki, pasien menolak. Beberapa hari kemudian, pasien
dibawa oleh keluarga, tidak sadarkan diri. Doker mendiagnosis dengan
sepsis dan mengamputasi jari pasien untuk menghindari komplikasi yang
lebih buru dengan persetujuan keluarga. Kaidah bioetik yang diterapkan
dokter :
Autonomy
Beneficience
Non-maleficience
Justice
145. Penelitian hubungan anatara pemberian vitamin A dengan BBLR.
Didaptkan nilai x2 19,92 (CI 95%) dan p 0,000. Apakah makna dari
penelitian tersebut :
terdapat hubungan yang signifikan antara vitamin A dan BBLR
146. pasien dibawa keluarga ke IGD karena kejang. Setelah melakukan
pemeriksaan dokter meninggalkan pasien dan tidak memberikan
perawatan. Satu jam kemudian pasien meninggal. Keluarga kecewa. Yang
dilakukan dokter :
malpraktik
pelanggaran etik
147. Apa penyebab kematian dari pasien ditemukan di sungai, sudah
membengkak, ada gelembungdi hidung, dalrun air sungai disaluran
pernapasan. Terdapat luka memar di temporal. Tangan menggenggam.
Ruda paksa
Asfiksia
Penyakit KV
Bunuh diri
Trauma kepala
148. Gambar genogram sebuah keluarga dengan obesitas, penyakit jantung,
dan anggota keluarga yang meninggal karena penyakit tersebut. Makna
dari gambar tersebut :
Menggambarkan penyakit tidak menular karena gaya hidup
Menggambarkan penyakit tidak menular karena faktor genetik
149. Mata pasien glaukoma komplikasi menuju buta. Apa yang harus dokter
katakan?
Begini bapak... penyakit bapak mengalami perburukan dan akan
menjadi kebutaan

Begini bapak, saya sebagai dokter berusaha sebaik mungkin, tetapi


sepertinya tidak banyak memberikan kemajuan
150. Yang menunjukkan bayi infanticide adalah.
plasenta masih melekat
lanugo
kuku melebihi jari
par marmer
151. Pasien yang menderita HIV/AIDS meninggal dirumah sakit. Perawatan
jenazah yang dilakukan adalah :
Autopsi klinik
Autopsi klinik dan forensik
Dikuburkan langsung
Dimandikan kemudian disuntik .... dibeberapa bagian tubuh
Disiram dengan natrium .... dan di embalming
152. Ada pasien mau mengklaim asuransi meminta surat keterangan pada rs
yang diberikan.
surat keterangan medis
153. A: 132B: 985c: 47 d: 1069 Sensitivitasnya a/a+c 132/179
154. Laki2 pke amfetamin ke dokter, istri ingin tahu penyakit suami. Jawaban
dokter:
bertanya langsung ke suami
155. warga dibantu oleh kader dan pkm menyadari bahwa bnyak lansia yg
hipertensi mereka ingin mengetahui jumlah pasien yang hipertensi dan
mendeteksi dini adanya hipertensi pada remaja agar bisa dilakukan upaya
pencegahan. Apa tindakan yang tepat.
melakukan posbindu aktif
156. laki-laki dengan TB paru berobat ke dokter. Dokter melakukan
pemeriksaan kepada istri dan anak pasien. Termasuk dalam :
komprehensif
holistic
157. Anak 16 tahun, hamil, sudah diperiksa, pasien meminta kita untuk tidak
memberitau orang tua. Yang harus dilakukan dokter :
Anda secara hukum tidak bisa melakukan hal tersebut.
158. Bapak2 sakit, bagaimana agar pengobatan dapat berjalan baik :
Bertukar informasi dan fakta yang akurat mengenai penyakitnya
159. Hitung prevalensi penyakit X per 30 April. Tanggal 28 April penderita 5
orang, tanggal 30 5 orang. Jumlah penduduk 5.000, 2.000 laki-laki, 3.000
perempuan. Prevalensi :
10%
8%
5%
2%
1%
160. Pada suatu daerah banyak warga yang mengalami pembesaran leher.
Prevalensi anak remaja yang mengalami kekurangan yodium adalah 15%.
Apa yang harus dievaluasi :
Distribusi dan pemerataan yodium
161. Terdapat tabel kejadian diare di wilayah X tahun 2012 (morbi =142, mortal
= 6), 2013 (morbid = 153, mortal = 4), dan 2014 (morbid = 162, mortal =

2). Setiap tahun penderita diare selalu ada dan jumlahnya tidak jauh
berbeda. Yang terjadi pada wilayah tersebut :
Diare merupakan endemi
Terjadi KLB diare tahun 2012
Terjadi KLB diare tahun 2013
Terjadi KLB diare tahun 2014
Diare adalah penyakit re-emerging di daerah tersebut
162. Seseorang datang diantar tukang becak karena mengalami kecelakaan.
Dokter memutuskan untuk melakukan penanganan pada pasien karena
mengalami perdarahan hebat. Yang akan melindungi dokter dari hukum
adalah :
Menghubungi keluarga pasien
Meminta tukang becak mengisi inform consent
Mencatat dan menulis di rekam medik
Melapor polisi setempat
163. K/S rata2 90% an. D/S 40%, N/S 30%. Evaluasi ;
Peran masyarakat
164. Pasien datang berobat pertama kali, dan membawa surat keterangan
alergi penisilin. Sebagai dokter keluarga apa yang anda lakukan :
Mencatat alergi Penicilin secara mencolok
165. Penellitian menggunakan 500 sampel alzeimer, 500tidak alzeimer,
diwawancara penggunaanpanci aluminium 10 tahun yang lalu. Potensi
kesalahan :
Recall bias
166. Disuatu daerah, banyak kasu diphteri, dimana anak yang imunisasi dan
tidak imuniasasi mengalami difteri. Apa yg harus dilakukan untuk menekan
wabah yang saat ini terjadi :
Meningkatkan cakupan DPT
Mengisolasi penderita dipteri dan keluarganya
167. Hasil pendapatan pabrik menurun. Setelah diteliti ternyata banyak
pegawai yang menderita anemia. Yang tepat dilakukan oleh pabrik sebagai
langkah awal :
Melakukan penyuluhan bekal yang sehat
Memberikan suplementasi zat besi
Menyiapkan makan siang yang bergizi
168. (ada narasi). Pasien saat dilakukan wawancara, wajahnya tertunduk, tidak
ada kontak mata, tangan mengelus-elus paha. Yang dilakukan oleh dokter :
Apakah anda sulit tidur?
Apakah anda takut dengan ayah anda?
Apakah anda cemas?
Apakah anda ingin berhasil?
169. Seorang kepala puskesmas ingin mengetahui hubungan antara ....
dengan .... akan tetapi waktu tersedia sangat terbatas. Design penelitian
yang tepat :
Case control
Potong lintang
Kohort
170. Dokter akan menyampaikan berita buruk. Sikap yang seharusnya
dilakukan dokter :

Melipat tangan didada


Mempertahankan kontak mata untuk melihat reaksi
171. Laporan kejadian DBD di Puskesmas X. (Tabel : isi tabel ditampilkan DBD
tahun 2012 dan 2013. Tahun 2013 meningkat 2 kali lipat dan terdapat 2
kasus meninggal). Sebagai kelapa puskesmas, apa yang dilakukan :
Melaporkan kepada dinas kesehatan kota
Menetapkan status KLB
Hematologi
172. Pasien pucat, lemah, kadang timbul bintik2 di kulit. Leukosit menurun, Hb
menurun, Trombo 80.000. Diagnosis :
Anemia aplastik
173. Anak-anak 4 tahun, pucat, hepatosplenomegali, HBF meningkat, HBA2
meningkat. Diagnosis:
Thalasemia mayor
174. Pasien demam yang tidak membaik. Leukosit 96.000, Trombosit normal,
Hb turun. Diagnosis:
Leukemia
175. Pasien dengan anemia akan dilakukan transfusi. Setiap kali dilakukan
crossmatch selalau gagal. Diagnosis :
Anemia hemolitik autoimun
176. Wanita diet, gambaran darah normositik makrositer. Diagnosis :
Anemia Def B12
177. Pasien lemah, letih, lesu. Hb turun. Didapatkan mikrosit. Diagnosis :
Anemia defisiensi Fe
Anemia defisiensi B12
Anemia defisiensi asam folat
178. Pasien lemah, pucat, gambaran darah tepi anisositosis, sebagian besar
tampak mikrosit. Hasil pemeriksaan yang mungkin :
Penurunan serum besi
179. Pasien keluhan berdebar2, mengarah ke hipertiroid. Hasil pemeriksaan
yang mungkin :
Penurunan TSH, peningkatan T4
180. Laki-laki 25 th, HT 60. Ke DBD gitu kasusnya. Terapi :
Infus RL
Bedah
181. Pasien datang dengan keluhan keluar benjolan saat BAB. Ada darah yang
menetes. Benjolan dapat dimasukkan dengan jari. Diagnosis :
Hemoroid eksterna
Hemoroid interna grade I
Hemoroid interna grade II
Hemoroid interna grade III
Hemoroid interna grade IV
182. Ada 3 orang yang datang ke IGD bersamaan.
A : menjerit, mengeluh ada perdarahan di kaki
B : sianosis, banyak perdarahan di mulut
C : suara lemah, dispneu, jejas di thorax

Urutan sesuai triase :


ABC
CBA
BCA
BAC
ACB
183. Pasien kecelakaan. Ada jejas di thorax, palpasi thorax kanan tertinggal,
auskultasi suara vesikuler melemah, perkusi hipersonor. Yang harus segera
dilakukan :
Needle thoracosintesis
184. Pasien anak mengeluh saat BAK penis melengkung dan lubang kencing di
ventral penis. Diagnosis:
Hipospadia
185. Wanita sakit perut kanan bawah. PF : nyeri tekan dan lepas perut kanan
bawah. Leukosit 12.000. diagnosis :
KET
Appendiksitis akut
186. Pasien anak dengan keluhan glans membengkak dan kulit penis tertarik ke
belakang, tidak bisa di tarik ke depan. Diagnosis:
Parafimosis
187. Perempuan muda, benjolan di payudara, kenyal, tidak nyeri, tidak
dipengaruhi mens. Diagnosis :
FAM
188. Luka bakar warna putih tidak nyeri. Derajat :
III
189. Luka bakar di lengan kiri dan kanan, dada, ada yang bula dan ada yang
pecah. Indikasi rawat:
Derajat II >20% permukaan tubuh
190. Luka bakar listrik warna itam, ukuran 1x2 cm. Tatalaksana selanjutnya :
EKG
191. Pasien datang dengan kaki tidak bisa digerakkan, lutut ada krepitasi,
riwayat KLL duduk disamping supir. Tatalaksana :
Reduksi
fasciotomi
192. Pasien fraktur terbuka femur, tatalaksana.
Debridemen, antibiotik, konsul bedah
Imobilisasi dengan plester cast
193. Tatalaksana syok anafilaksis :
Injeksi epinefrin
194. Pasien riwayat merokok lama, sering merasa nyeri di ujung jari, profil lipid,
GDS normal. Diagnosis :
Buergers disease
Aterosklerosis obliterans
Ulkus DM
195. Tatalaksana tetanus :
Metronidazole
196. Anak bayi biru saat menangis, dan bertambah biru. Ada overriding aorta.
Diagnosis :
TOF
197. Wanita nyeri sendi, ada osteofit. Diagnosis :

HNP
Osteoartritis
osteromielitis