Anda di halaman 1dari 5

BAB II

HASIL KUNJUNGAN KERJARUMAH SAKIT KARTINI TENTANG


EVALUASI PELAYANAN MEDIS MELALUI PERHITUNGAN EFISIENSI
DAN EFEKTIVITAS
RSU RA. KARTINI TAHUN 2013

II.1 Gambaran Umum


Instalasi rawat inap di RSU RA Kartini memiliki 14 ruang perawatan dengan
kapasitas tempat tidur masing-masing sebagai berikut:
Tabel 1. Data jumlah tempat tidur RSU RA.Kartini Tahun 2013 (Januari-Desember)

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Jumlah
(Tempat Tidur)
28
32
26
9
12
18
21
33
31
6
15
32
8
26

Ruangan
Ruang Cempaka
Ruang Teratai
Ruang Bougenvil
Ruang Flamboyan
Ruang VIP
Ruang Anggrek
Ruang Mawar
Ruang Melati
Ruang Dahlia
Ruang ICU
Ruang Anyelir
Ruang Kemuning
Ruang Kenanga
Ruang Seruni

II.2 Data Statistik Pelayanan Medis RSU RA.Kartini tahun 2013


Tabel 2. Data statistik pelayanan medis RSU RA.Kartini tahun 2013

NO
1
2
3
4
5
6
7
8

DATA
Jumlah hari perawatan rumah sakit
Jumlah lama dirawat
Jumlah pasien keluar
Jumlah pasien mati 48 jam dirawat
Jumlah pasien mati < 48 jam dirawat
Jumlah pasien mati secara keseluruhan
Jumlah pasien pulang paksa
Jumlah pasien yang dirujuk
4

JUMLAH
83.089
108.732
18.436
478
416
894
1.515
245

9
Jumlah pasien masuk
24.699
Jumlah hari dalam satu tahun pada tahun 2013 adalah 365 hari.
II.3 Evaluasi Pelayanan Medis Melalui Perhitungan Efisiensi dan Efektivitas
RSU RA. Kartini Tahun 2014
Tingkat keberhasilan dan gambaran keadaan pelayanan di RSU RA.Kartini
tahun

2013

dapat

dievaluasi

melalui

perhitungan

nilai

efisiensi

dan

efektivitasmenggunakan beberapa indikator, yaitu:4


-

BOR (Bed Occupancy Rate)

TOI (Turn Over Interval)

Av-LOS (Average Length of Stay)

NDR (Net Death Rate)

GDR (Gross Death Rate)

BTO (Bed Turn Over)


1. BOR (Bed Occupancy Rate)
BOR= Angka penggunaan tempat tidur. BOR menurut Huffman (1994)
adalah rasio dari jumlah hari pasien dirawat dengan jumlah tempat tidur
dalam periode waktu tertentu yang dipertimbangkan. Sedangkan menurut
DepKes RI 2005, BOR adalah presentase pemakaian tempat tidur pada
satu satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tentang
tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit. Nilai
ideal BOR adalah 60-85%. Jika BOR > 85 % berarti tempat tidur
yangterpakai di rumah sakit tersebut melebihi kapasitas.4,6,7
Rumus Penghitungan BOR :
BOR =

Jumlah hari perawatan rumah sakit


Jumlah TT x t

Keterangan:

x 100%

TT

: jumlah tempat tidur siap pakai

: jumlah hari perhitungan dalam satu satuan waktu

Data jumlah hari perawatan diambil dari jumlah pasien yang dirawat setiap
hari dan diakumulasikan dalam periode tertentu, misalnya Mingguan,
Bulanan,Triwulan atau Tahunan. Sedangkan jumlah tempat tidur adalah
banyaknya tempat tidur yang ada/ yang beroperasi di Rumah Sakit.4
BOR Januari Desember 2013

77,17 %

Atau dapat menggunakan Rumus Barber-Johnson4 :

BOR

O
x 100%
A

Keterangan
O
: rerata tempat tidur terisi (Hari Perawatan/t)
A
: kapasitas tempat tidur tersedia
2. TOI (Turn Over Interval)4:
TOI menurut DepKes RI 2005 adalah rata-rata hari dimana tempat tidur
tidak ditempati dari saat diisi sampai saat terisi berikutnya. Indikator ini
memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Idealnya
tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran waktu 1-3 hari.
Rumus perhitungan TOI:
TOI

= Jumlah (TT x periode) Hari perawatan


Jumlah pasien keluar (hidup + mati)

TOI Januari Desember 2013 =

3. Av-LOS (average Length of stay)

1,37 hari

Av-LOS adalah rata-rata lamanya pasien dirawat. Menurut Huffman


(1994) adalah rata-rata lama perawatan pasien dibanding pasien yang
keluar. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi dan dapat
memberikan gambaran mutu pelayanan. Menurut DepKes RI 2005, secara
umum Av-LOS yang ideal adalah antara 6-9 hari.
Rumus Perhitungan Av-LOS:
Av-LOS

= Jumlah hari perawatan per tahun


Jumlah pasien keluar (hidup+mati)

Av-LOS Januari Desember 2013 = 4,51 hari


Lama dirawat adalah lamanya satu orang pasien dirawat setelah pasien
tersebut keluar hidup (pulang atas izin dokter, pulang paksa, melarikan diri
ataupun dirujuk) atau pasien yang meninggal.
4. NDR (Net Death Rate)
NDR (Net Death Rate)menurut DepKes RI 2005 merupakan angka
kematian>48 jam setelah dirawat untuk tiap 1000 penderita keluar.
Indikator ini dapat menggambarkan mutu pelayanan di rumah sakit. Batas
nilai NDR yang dapat diterima adalah < 25/1000 penderita keluar.
Rumus Perhitungan NDR:
NDR

= Jumlah pasien mati 48 jam dirawat x 1000%o


Jumlah pasien keluar (hidup + mati)

NDR Januari Desember 2013

25,93 %0

5. GDR (Gross Death Rate)4


GDR (Gross Death Rate) adalah angka kematian umum untuk setiap 1000
penderita keluar, GDR merupakan indikator mutu pelayanan di unit rawat
inap. Menurut DepKes RI 2005 nilai ideal GDR adalah <45/1000
penderita.
Rumus Perhitungan GDR:

GDR

Jumlah pasien meninggal


x 1000%o
Jumlah pasien keluar

GDR Januari Desember 2013

48,49 %0

6. BTO (Bed Turn Over)6


BTO (Bed Turn Over) adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu
periode atau berapa kali tempat tidur yang dipakai dalam satu satuan
waktu (periode).Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi dari
pemakaian tempat tidur. Idealnya selama satu tahun, satu tempat tidur ratarata dipakai 40-50 kali.
Rumus Perhitungan BTO 4:
BTO

= Jumlah pasien keluar per tahun


Jumlah tempat tidur

BTO Januari Desember 2013

62,07 kali

Berikut ini adalah tabel indikator pemanfaatan sarana pelayanan RSU RA.
Kartini Periode Tahun 2013 dibandingkan dengan nilai standar Barber-Johnson
dan nilai standar DepKes 2005.
Tabel 3. Indikator pemanfaatan sarana pelayanan RSU RA.Kartini Periode Tahun 2013

No

Indikator

1.

Bed Occupancy Rate


(BOR)
Turn OverIntervale
(TOI)
Average Length
of
Stay (Av LOS)
Net Death Rate
(NDR)
Gross Death Rate
(GDR)
Bed Turn Over (BTO)

2.
3.
4.
5.
6.

Standar
pelayanan
(BarberJohnson)

Standar
Pelayanan
(DepKes
2005)8

75-85 %

60- 85 %

Nilai
Januari
Desember
2013
77,17%

1-3 hari

1- 3 hari

1,37 hari

3-12 hari

6- 9 hari

4,51 hari

<25
<45
30

%o
25

%o
45
40- 50

25,93 %0
48,49 %0
62,07 kali