Anda di halaman 1dari 4

Potensi Air Kelapa Bagi Pertanian

Rajiman

Latar Belakang
Salah satu peningkatan produktivitas dilakukan dengan penggunaan zat pengatur
tumbuh (ZPT). ZPT alami yang telah lama dikenal adalah air kelapa. Air kelapa sebagai
salah satu zat pengatur tumbuh alami yang lebih murah dan mudah didapatkan. Zat
pengatur tumbuh merupakan senyawa organic bukan nutrisi tanaman, aktif dalam
konsentrasi rendah yang dapat merangsang, menghambat atau merubah pertumbuhan
dan perkembangan tanaman.

Secara prinsip zat pengatur tumbuh bertujuan untuk

mengendalikan pertumbuhan tanaman.


Air kelapa merupakan salah satu limbah dari produk kelapa. Limbah ini banyak
dibuang dan tidak dimanfaatkan. Air kelapa merupakan cairan endosperma dari buah
kelapa yang mengandung senyawa organic (Pierrik dalam Budiono, 2004). Air kelapa
telah lama dikenal sebagai salah satu zat pengatur tumbuh alami yang lebih murah dan
mudah didapatkan. Zat pengatur rumbuh merupakan senyawa organic bukan nutrisi
tanaman, aktif dalam konsentrasi rendah yang dapat merangsang, menghambat atau
merubah pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Secara prinsip zat pengatur tumbuh
bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan tanaman.
Komposisi Air Kelapa
Air kelapa yang jumlahnya berkisar antara 25 persen dari komponen buah kelapa.
Menurut Lawalata (2011) bahwa air kelapa mengandung hormon auksin dan sitokinin.
Kedua hormon tersebut digunakan untuk mendukung pembelahan sel embrio kelapa.
Air kelapa memiliki kandungan kalium cukup tinggi sampai mencapai 17%.
Selanjutnya Kristina dan Syahid (2012) menyatakan air kelapa mengandung vitamin
dan mineral. Hasil analisis menunjukkan bahwa air kelapa tua dan muda memiliki
komposisi vitamin dan mineral yang berbeda (Tabel 3).
Tabel 1. Komposisi vitamin, mineral, dan sukrosa dalam air kelapa muda dan tua

Sumber : Kristina dan Syahid (2012)


Auksin berperan penting dalam mempengaruhi kemampuan membelah, membesar
dan memanjangnya sel. Secara terinci auxin berfungsi sebagai :
1. Perkecambahan biji.Auxin akan mematahkan dormansi biji (biji tidak mau
berkecambah) dan akan merangsang proses perkecambahan biji. Perendaman
biji/benih dengan Auxin juga akan membantu menaikkan kuantitas hasil panen.
2. Pembentukkan akar. Auxin akan memacu proses terbentuknya akar serta pertumbuhan
akar dengan lebih baik
3. Pembungaan dan pembuahan.Auxin akan merangsang dan mempertinggi prosentase
timbulnya bunga dan buah.
4. Mendorong Partenokarpi.Parthenokarpi adalah suatu kondisi dimana tanaman berbuah
tanpafertilisasi atau penyerbukan .
5. Mengurangi gugurnya buah sebelum waktunya.
6. Mematahkan dominansi pucuk / apikal, yaitu suatu kondisi dimana pucuk tanaman
atau akar tidak mau berkembang (Anonimous, 2009).
2

Sedangkan sitokinin mempengaruhi kemampuan tanaman dapat mengendalikan penuaan


daun, bunga dan buah.
Pemanfaatan air kelapa
Salah satu usaha peningkatan produktivitas bawang merah dilakukan dengan
perbaikan teknologi. Perbaikan teknologi memperhatikan aspek kemudahan perlakuan
dan ketersediaan bahan. Salah satu teknologi tersebut berupa penggunaan Zat Pengatur
Tumbuh (ZPT) alami berupa limbah air kelapa.

Air kelapa mengandung auksin,

sitokinin, asam amino, vitamin dan mineral. Komposisi ini akan berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Penggunaan air kelapa telah nyata memberikan manfaat pada tanaman. Menurut
Budiono (2004) bahwa pemberian air kelapa sampai 20% mampu meningkatkan
pertambahan jumlah tunas dan jumlah daun bawang merah dari in vitro. Penggunaan air
kelapa mampu meningkatkan hasil kedelai hingga 45%, kacang tanah hingga 15 % dan
sayuran hingga 20-30% (Lawalata, 2011). Menurut Sujarwati (2011) bahwa pemberian
air kelapa mampu meningkatkan pertumbuhan bibit pada bibit palem putri. Pertumbuhan
bibit palem mulai meningkat pada penggunaan air dengan konsentrasi 50%. Air kelapa
berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, panjang daun, panjang akar dan
berat basah bibit palem putri. Hal ini disebabkan air kelapa pada konsentrasi 50%
mengakibatkan peningkatan jumlah sitokinin yang optimal, sehingga merangsang
pembelahan sel. Ditambahkan Djamhuri (2011) bahwa pemberian air kelapa memiliki
pengaruh yang tidak beda nyata dengan penggunaan 100 ppm IBA dan 100 ppm NAA.
Menurut Purwanto et al (2012) bahwa penggunaan air kelapa

dengan intensitas

penyiraman 1 x 4 hari dengan takaran 200 ml memberikan pengaruh pertumbuhan


tanaman cabai kerinting yang paling optimal.
Penutup
Air kelapa memiliki potensi untuk dikmbangkan menjadi zat pengatur tumbuh alami.

Bahan Bacaan
Budiono, D. P. 2004. Multiplikasi In Vitro Tunas Bawang Merah (Allium ascalonicum
L) pada Berbagai Taraf Konsentrasi Air Kelapa. Jurnal Agronomi 8 (2) : 75-80.
Djamhuri, E. 2011. Pemanfaatan Air Kelapa untuk Meningkatkan Pertumbuhan Stek
Pucuk Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq). Jurnal Silvikultur Tropika
2(01):5-8.
Kristina, N. N dan S F SYAHID.2012.Pengaruh Air Kelapa Terhadap Multiplikasi
Tunas In Vitro, Produksi Rimpang, Dan Kandungan Xanthorrhizol Temulawak Di
Lapangan. Jurnal Littri 18(3), 125-134
Lawalata, Imelda Jeanette. 2011. Pemberian Beberapa Kombinasi ZPT terhadap
Regerasi Tanaman Gloxinia dari Eksplan Batang dan Daun Secara In Vitro. J Exp.
Life Sci. 1 (2) :83-87.
Purwanto, J; A Asngad dan T Suryani. 2012. Pengaruh Media Tanam Arang Sekam dan
Batang Pakis Terhadap Pertumbuhan Cabai Keriting (Capsicum annum L) ditinjau
dari Intensitas Penyiraman Air Kelapa. Prosiding Seminar Nasional IX Pendidikan
Biologi FKIP UNS. H 642-647.
Sujarwati, S Fathonah, E Johani dan Herlina. 2011. Penggunaan Air Kelapa untuk
Meningkatkan Perkecambahan dan Pertumbuhan Palem Putri (Veitchia Merilli)
Sagu 10 (1) 24-29.