Anda di halaman 1dari 2

28.Bagaimana teknik pemeriksaan manual plasenta?

Jawab :
Persiapan :
Pasang set dan cairan infus.
Jelaskan pada ibu prosedur dan tujuan tindakan.
Lakukan anestesia verbal atau analgesia per rektal.
Siapkan dan jalankan prosedur pencegahan infeksi.
Tindakan penetrasi ke dalam kavum uteri :
1. Pastikan kandung kemih dalam keadaan kosong.
2. Jepit tali pusat dengan klem pada jarak 5-10 cm dari vulva, tegangkan
dengan satu tangan sejajar lantai.
3. Secara obstetrik, masukkan tangan lainnya (punggung tangan menghadap
ke bawah) ke dalam vagina dengan menelusuri sisi bawah tali pusat.
4. Setelah mencapai bukaan serviks, minta seorang asisten/penolong lain untuk
memegangkan klem tali pusat kemudian pindahjan tangan luar untuk
menahan fundus uteri.
5. Sambil menahan fundus uteri, masukkan tangan dalam hingga ke kavum
uteri sehingga mencapai tempat implantasi plasenta.
6. Bentangkan tangan obstetrik menjadi datar seperti memberi salam (ibu jari
merapat ke jari telunjuk dan jari-jari lain saling merapat.
Melepas plasenta dari dinding uterus :
7. Tentukan implantasi plasenta, tentukan tepi plasenta paling bawah.
Bila plasenta berimplantasi di korpus belakang, tali pusat tetap di
sebelah atas dan sisipkan ujung jari-jari tangan diantara plasenta dan
dinding uterus dimana punggung tangan menghadap ke bawah
(posterior ibu).
Bila di korpus depan maka pindahkan tangan ke sebelah atas tali pusat
dan sisipkan ujung jari-jari tangan diantara plasenta dan dinding uterus
dimana punggung tangan menghadap ke atas (anterior ibu).
8. Setelah ujung-ujung jari masuk diantara plasenta dan dinding uterus maka
perluas pelepasan plasenta dengan jalan menggeser tangan ke kanan dan
kiri sambil digeserkan ke atas (kranial ibu) hingga semua perlekatan
plasenta terlepas dari dinding uterus.
Mengeluarkan plasenta :
9. Sementara satu tangan masih di dalam kavum uteri, lakukan eksplorasi
untuk menilai tidak ada sisa plasenta yang tertinggal.
10.Pindahkan tangan luar dari fundus ke supra simfisis (tahan segmen bawah
uterus) kemudian instruksikan asisten/penolong untuk menarik tali pusat
sambil tangan dalam membawa plasenta keluar (hindari terjadinya percikan
darah).
11.Lakukan penekanan (dengan tangan yang menahan suprasimfisis) uterus ke
arah dorso-kranial setelah dilahirkan dan tempatkan plasenta di dalam
wadah yang telah disediakan.

Pencegahan infeksi pascatindakan :


12.Dekontaminasi sarung tangan (sebelum dilepaskan) dan peralatan lain yang
digunakan.
13.Lepaskan dan rendam sarung tangan dan peralatan lainnya di dalam larutan
klorin 0,5% selama 10 menit.
14.Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir.
15.Keringkan tangan dengan handuk bersih dan kering.
Pemantauan pascatindakan :
16.Periksa kembali tanda vital ibu.
17.Catat kondisi ibu dan buat laporan tindakan.
18.Tuliskan rencana pengobatan, tindakan yang masih diperlukan dan asuhan
lanjutan.
19.Beritahukan pada ibu dan keluarganya bahwa tindakan telah selesai tetapi
ibu masih memerlukan pemantauan dan asuhan lanjutan.
20.Lanjutan pemantauan ibu hingga 2 jam pascatindakan sebelum dipindahkan
ke ruang rawat gabung.
Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi. 2008. Pelatihan
Klinik Asuhan Persalinan Normal, Revisi 5. Jakarta