Anda di halaman 1dari 3

Pengujian Angka Setana, ASTMD 613

Angka setana (cetane number) adalah sebuah ukuran unjuk kerja penyalaan bahan bakar minyak
diesel yang diperoleh dengan membandingkannya terhadap bahan bakar acuan (reference fuels) di
dalam mesin uji yang telah distandardisasi. Dalam konteks metode ini, pengertian unjuk kerja
penyalaan adalah waktu kelambatan penyalaan bahan bakar sebagai ditetapkan di dalam mesin uji
standar pada kondisi tertentu dalam hal kecepatan aliran bahan bakar, waktu injeksi, dan rasio
kompresi. Kompresi rasio adalah perbandingan volume ruang pembakaran termasuk ruang
pembakaran awal (precombustion) dengan piston pada titik mati bawah terhadap volume dengan
piston pada titik api atas.
Kelambatan penyalaan (delay ignition) adalah periode waktu dinyatakan dalam derajad sudut
putaran gardan antara bahan bakar mulai diinjeksikan dan bahan bakar mulai menyala. Waktu
injeksi adalah waktu awal dalam satu siklus pembakaran diukur dalam derajad putaran gardan
dimana bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang bakar.
Dikatakan angka setana karena dari hasil pengujian diperoleh angka pada mesin CFR No.F5 yang
menunjukkan sifat kelambatan pembakaran dari bahan bakar. Makin tinggi nilai angka setana,
menunjukkan bahwa bahan bakar mutunya makin tinggi, sebab semakin pendek kelambatan
pembakaran. Ini berarti jumlah bahan bakar yang digunakan semakin sedikit sehigga mesin
mempunyai efisiensi tinggi. Karena itu angka setana yang tinggi memberikan kenaikkan tekanan
yang cepat dan tekanan maksimum yang rendah, sehingga mengurangi suara pembakaran.
Pada mesin CFR No. F5 angka setana ditentukan dengan menggunakan persen volume campuran
dari n-setana (heksa dekana) dan hepta metil nonana.
Dirumuskan :
angka setana = (% vol n setana) + 0,15 (% vol hepta metil nonana
a. Ruang Lingkup.
Metode uji ini digunakan untuk penetapan kemampuan bahan bakar diesel dinyatakan dalam term
dari sebuah skala angka setana dengan menggunakan standar silinder tunggal, siklus empat
langkah, kompresi rasio yang bervariasi, mesin diesel injeksi tak langsung.
Skala angka setana mencakup kisaran dari nol (0) sampai 100, tetapi tipikal pengujian angka setana
dalam kisaran 30 65.
b. Ringkasan Metode Uji
Metode ujian ini dilakukan dengan menggunakan mesin CFR F5, prinsipnya adalah dengan
membandingkan karaktersitik pembakaran di dalam mesin uji dengan campuran bahan bakar acuan
yang angka setananya diketahui pada kondisi operasi standar. Dilakukan dengan menggunakan
prosedur bracking handwheel dimana kompresi rasio dari contoh divariasi dan angka setana contoh
diperoleh dengan interpolasi dari dua acuan bahan bakar bracking dinyatakan sebagai kelambatan
pembakaran spesifik dalam term pembacaan roda tangan (handwheel).
Perhitungan
Hitung pembacaan handwheel ratarata untuk contoh dan masingmasing bahan bakar acuan
Hitung angka setana dengan cara interpolasi dari ratarata pembacaan handwheel yang sebanding
dengan angka setana bracketing campuran bahan bakar acuan dengan persamaan :
CNs = CNLRF + ( HWs HWLRF) (CNHRF CNLRF) (HWHRF HWLRF)
dimana :
CNs = angka setana Contoh
CNLRF = angka setana Bahan Bakar Acuan rendah
CNHRF = angka setana Bahan Bakar Acuan tinggi
HWs = pembacaan handwheel Contoh
HWLRF = pembacaan handwheel Bahan Bakar Acuan rendah
HWHRF = pembacaan handwheel Bahan Bakar Acuan tinggi

Tidak dibenarkan menggunakan persent volume campuran bahan bakar acuan dikonversi ke persen
angka setana
Laporan
Laporan dinyatakan sebagai Angka Setana
Bila contoh sebelum diuji disaring, dalam laporan diberi keterangan
Laporkan nilai angka setana dengan ketelitian satu angka dibelakang koma. Bila diperoleh angka
kedua dari dua angka dibelakang koma adalah 5, lakukan pembulatan seperti contoh berikut ; 35,55
dan 35,65 menjadi 35,6.
c. Signifikansi
Angka setana adalah ukuran karakteristik pembakaran dari bahan bakar diesel dalam mesin
pembakaran kompresi
Pengujian ini digunakan oleh pabrik mesin, kilang minyak dan pemasaran, dan dalam komersial
sebagai ukuran spesifikasi utama yang berhubungan antara bahan bakar dan mesin. Angka setana
ditetapkan pada kecepatan tetap di dalam sebuah ruang bakar awal (precombustion) jenis mesin
penguji pembakaran kompresi Pengujian ini mungkin dapat digunakan untuk bahan bakar bukan
konvensional seperti misalnya bahan bakar sintetis, minyak tumbuhan, dan lainnya.
d. Interpretasi
Pada spesifikasi minyak solar ditetapkan nilai angka setana yaitu minimum 45.
Bila diperoleh angka setana di atas 45, berarti bahan bakar solar mempunyai angka setana tinggi.
Makin tinggi angka setana makin pendek kelambatan pembakaran. Makin pendek kelambatan
pembakaran makin sedikit jumlah bahan bakar yang terdapat di dalam ruang pembakaran, ini akan
memberikan kenaikkan tekanan yang cepat dan tekanan maksimum yang rendah, sehingga
mengurangi suara pembakaran. Karena jumlah bahan bakar dalam ruang pembakaran sedikit maka
akan meningkatkan efisiensi mesin dan tenaga yang dihasilkan.
Bila lebih kecil dari 45, berarti bahan bakar solar mempunyai angka setana rendah, maka makin
banyak jumlah bahan bakar yang terdapat dalam ruang pembakaran mesin. Akibatnya menurunnya
tekanan yang cepat sehingga menimbulkan suara pembakaran, tidak efisien baik untuk bahan bakar
maupun tenaga yang dihasilkan.
3.4 Pengujian Calculated Cetane Index, ASTMD 976
Calculated Cetane Index (CCI) adalah suatu cara untuk memprediksi nilai angka setana dari
minyak solar dengan menggunakan suatu rumusan. Rumusan perhitungan ini tidak dapat digunakan
untuk bahan bakar yang mengandung aditif yang menunjukkan kecenderungan menaik dan juga
tidak dapat digunakan untuk senyawa hidrokarbon murni, bahan bakar sintetis misalnya shale oil
dan tar sands, alkilat atau produkproduk coaltar. Data yang diperlukan untuk perhitungan adalah
API gravity ASTMD 1298 atau ASTMD 287, distilasi ASTMD 86 dan density pada 15oC ASTMD
1298. Disamping itu calculated cetane index untuk bahan bakar distilat dapat diturunkan secara
konvensional dengan menggunakan kar (nomograf).
a. Ruang Lingkup.
Perhitungan indek setana dinyatakan dengan rumusan yang secara langsung sebagai prediksi
angka setana ASTM dari bahan bakar distilat dari API gravity dan titik didih tengah (mid boiling
point). Nilai indeks sebagai hitungan dari rumusan dinyatakan term Perhitungan Indeks Setana
(Calculated Cetane Index).
Calculated Cetane Index bukan sebuah opsional metode untuk menyatakan angka setana ASTM. Ini
hanya merupakan kelengkapan alat untuk prediksi angka setana.
Rumusan Calculated Cetane Index secara khusus digunakan untuk bahan bakar straight run,
produk katalitik kraking dan campuran dari keduanya.

b. Persamaan untuk Perhitungan Indeks Setana (Calculated Cetane Index)


Perhitungan Indeks Setana ditetapkan dari persamaan berikut :
CCI = 420,34 + 0,016 G2 + 0,192 G log M + 65,01 (log M)2 0,0001809 M2
atau
CCI = 454,74 1641,416 D + 774,74 D2 0,554 B + 97,803 (log B)2
dimana :
G = API gravity, ditetapkan dengan metode uji D 287 atau D 1298
M = suhu mid boiling, oF , ditetapkan dengan metode uji D 86 dan terkoreksi terhadap tekanan
barometer standar
D = Density pada 15oC, g/mL, ditetapkan dengan metode uji D 1298
B = Suhu mid boiling , oC, ditetapkan dengan metode uji D 86 dan terkoreksi terhadap tekanan
barometer standar
Nilai Calculated Cetane Index (CCI) untuk bahan bakar distilat mungkin secara konvensional
ditetapkan dengan menggunakan kar (lihat gambar nomograp) jarang digunakan dari pada dengan
menggunakan persamaan.
c. Signifikansi
CCI digunakan sebagai alat untuk memprediksi angka setana ASTM apabila tidak didapatkan
pengujian dengan menggunakan mesin. Ini digunakan sebagai pendekatan angka setana bila
jumlah contoh sangat sedikit untuk sebuah pengujian angka setana. Dalam hal ini angka angka
setana dari bahan bakar dapat secepatnya diperoleh, indeks dapat digunakan sebagai angka setana
terhadap contoh bahan bakar yang berasal dari pabrik yang tidak mengalami perubahan.
d. Interpretasi
Dalam spesifikasi CCI ditetapkan nilainya minimum 48.
Bila diperoleh CCI di atas 48, berarti bahan bakar solar mempunyai angka setana tinggi. Makin
tinggi CCI bahan bakar makin pendek kelambatan pembakaran. Makin pendek kelambatan
pembakaran makin sedikit jumlah bahan bakar yang terdapat di dalam ruang pembakaran, ini akan
memberikan kenaikkan tekanan yang cepat dan tekanan maksimum yang rendah, sehingga
mengurangi suara pembakaran. Karena jumlah bahan bakar dalam ruang pembakaran sedikit maka
akan meningkatkan efisiensi mesin dan tenaga yang dihasilkan.
Bila lebih kecil dari 48, berarti bahan bakar solar mempunyai CCI rendah, maka makin banyak
jumlah bahan bakar yang terdapat dalam ruang pembakaran mesin. Akibatnya menurunnya tekanan
yang cepat sehingga menimbulkan suara pembakaran, tidak efisien baik untuk bahan bakar maupun
tenaga yang dihasilkan.