Anda di halaman 1dari 5

TATA LAKSANA KASUS RABIES

DINAS KESEHATAN
KAB. KLUNGKUNG

NO.DOKUMEN:
13/SPO/PUSK.BAII/V/2012
TANGGAL TERBIT:
1 Mei 2012

SPO
UPT. PUSKESMAS
BANJARANGKAN II
PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

NO.REVISI
HALAMAN:
00
1/3
DITETAPKAN OLEH:
Plt. KEPALA UPT. PUSKESMAS BA.II

dr, Ida Ayu Ketut Sri Handayani


NIP 19790810 200604 2 017
Tata Laksana Kasus Rabies di Ruang Perawatan adalah Perawatan / Tata laksana
pasien tersangka rabies di ruang perawatan Puskesmas Banjarangkan II
1 Mempertahankan dan memperpanjang hidup pasien dan diharapkan akan
terbentuk antibody terhadap virus rabies sehingga neutralizing antibody
berlangsung secara maksimal.
2 Meringankan keluhan pasien dengan perawatan symtomatis.
SKB Menkes, Menteri Pertanian dan Menteri Dalam Negeri Nomor 279 A/
Menkes / SK / VII / 1978, Nomor 522/ kpts / Um / 8 / 1978, No.143 tahun 1978,
tentang peningkatan pemberantasan dan penanggulangan Rabies.
A. Diagnosa Klinis dan Laboratorium
1

Diagnosa Klinis
Diagnosa Klinis kasus rabies ada 2 tipe yaitu :
1). Furiuos ( 80 % ).
Stadium Prodromal ( 2 4 hari )
Adanya gejala gejala awal berupa nyeri kepala, demam,
serak, rasa baal, kesemutan, sakit pada gigitan, hiperakusis,
fotofobia, lakkrimasi dan hipersalivasi.
Stadium Eksitasi
Pada stadium ini penderita rabies menunjukan gejala panas,
hidrofobia, sulit menelan, tonus otot meningkat, refleks
meningkat, menyerang.
2). Paralitik ( 20 % )
Stadium Paralisis
Setelah timbul gejala prodromal timbul gejala paralysis flasid
di tempat gigitan, ascending paralysis, kelumpuhan otot
termasuk otot pernafasan.

Diagnosis Laboratorium
Virus rabies dapat diisolasi dari berbagai tempat yaitu :
air liur
cairan serebrospinal
cairan lakrimal ( air mata )
jaringan mulut / mukosa
urin penderita.

Walaupun demikian isolasi virus kadang kadang tidak berhasil didapatkan dari
jaringan otak dan bahan bahan tersebut di atas pada 1 4 hari masa sakit. Hal ini
berhubungan dengan adanya neutralizing antibodies.
a.

Jenis spesimen rabies


- Usap kornea
- swab saliva
- Serum darah

TATA LAKSANA KASUS RABIES

DINAS KESEHATAN
KAB. KLUNGKUNG

NO.DOKUMEN:
13/SPO/PUSK.BAII/IV/2012
TANGGAL TERBIT:

HALAMAN:
2/3
DITETAPKAN OLEH:
Plt. KEPALA UPT. PUSKESMAS BA.II

1 Mei 2012

SPO
UPT. PUSKESMAS
BANJARANGKAN II
PROSEDUR

NO.REVISI

dr, Ida Ayu Ketut Sri Handayani


NIP 19790810 200604 2 017
b.

c.

Alat dan bahan pengambilan spesimen


- Swab steril
- Cryotube (tabung tahun tahan pendinginan)
- Media transport (Hanks BSS + antibiotika)
- Kaca preparat apus
- Spuit injeksi
- Kapas
- Alkohol
- Tabung vacutainer non kaogulan
- Vaksin carier
Pengiriman Spesimen
Spesimen dikirim ke lab Molekuler UNUD / Dinkes.Provinsi .

Perawatan Kasus Rabies di Rumah Sakit


Pada prinsipnya perawatan / pengobatan pasien rabies di Rumah Sakit adalah
untuk mempertahankan dan memperpanjang hidup pasien, dan diharapkan
akan terbentuk natibodi terhadap virus rabies sehingga neutralizing antibody
berlangsung secara maksimal dan pasien dapat survive dan sembuh dari
rabies.
Cara perawatan rabies adalah sebagai berikut :
Pasien dirawat di ruang perawatan khusus dan diisolasi, Ruangan harus
gelap dan tenang.
Diberikan obat obat penenang seperti Luminal, Barbiturate dan lain
lain kecuali Morphine.
Bila terjadi spasmus otot diberikan muscle relaksan seperti Diazepam,
kalau perlu dilakukan tindakan Tracheostomy.
Monitoring jantung dengan digitalisasi.
Pemberian cairan intervena ( IVFD ) : Ringer laktat, NaCL 0,9%, atau
cairan lain.
Pemberian makanan secara parenteral karena adanya kesulitan menelan.
Pengobatan paraplegi
Sebaiknya dilakukan fiksasi pasien pada tempat tidur.
C. Pelindung Diri
1.

Alat Pelindung Diri


Untuk menghindari adanya kemungkinan penularan dari pasien,
maka sewaktu menangani kasus rabiespada manusia, hendaknya
dokter dan paramedis memakai alat pelindung diri berupa :
- Sarung tangan karet
- Kacamata plastic ( google )
- Masker
- Jas laboratorium lengan panjang
Melakukan cuci tangan dengan menggunakan desinfektan sebelum
dan sesudah tindakan.

DINAS KESEHATAN
KAB. KLUNGKUNG

TATA LAKSANA KASUS RABIES


DI UPT. PUSKESMAS BANJARANGKAN I
NO.DOKUMEN:
NO.REVISI
HALAMAN:
13/SPO/PUSK.BAII/IV/2012
3/3
TANGGAL TERBIT:
DITETAPKAN OLEH:
Plt. KEPALA UPT. PUSKESMAS BA.II
1 Mei 2012

SPO
UPT. PUSKESMAS
BANJARANGKAN II

dr, Ida Ayu Ketut Sri Handayani


NIP 19790810 200604 2 017

PROSEDUR
2.

Vaksin ( Pre Exposure Treatment )


Pemberian vaksin pre exposure untuk petugas kesehatan
yang berisiko tertular atau yang melakukan perawatan kasus rabies
di rumah sakit.

D. Prosedur Penanganan Jenazah


Penatalaksanaan terhadap jenazah penderita rabies pada dasarnya tetap
mengacu pada undang undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah
Penyakit Menular yaitu :
a. Memperhatikan norma agama atau kepercayaan dan perundangan
yang berlaku
b. Pemeriksaaan terhadap jenazah dilakukan oleh petugas kesehatan.
Yang perlu diperhatikan adalah menghindari atau mencegah penularan
kepada manusia :
Tetap menggunakan alat pelindung diri pada waktu memandikan atau
mengafani jenazah.
Mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh jenazah.
Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan, jenazah dapat dimakamkan di
pemakaman umum.
E. Alur Rujukan
Puskesmas / Dokter Praktek

Tempat Pendaftaran Pasien


RSU / RSUD

Triage IRD

Ruang Isolasi
Unit Terkait

Semua Unit Pelayanan Medis