Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan
perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan
komponen (berupa molekul) yang berada pada larutan. Molekul yang terlarut
dalam fase gerak, akan melewati kolom yang merupakan fase diam. Molekul yang
memiliki ikatan yang kuat dengan kolom akan cenderung bergerak lebih lambat
dibanding molekul yang berikatan lemah. Dengan ini, berbagai macam tipe
molekul dapat dipisahkan berdasarkan pergerakan pada kolom.
Setelah komponen terelusi dari kolom, komponen tersebut dapat dianalisis
dengan menggunakan detektor atau dapat dikumpulkan untuk analisis lebih lanjut.
Beberapa alat-alat analitik dapat digabungkan dengan metode pemisahan untuk
analisis secara on-line (on-line analysis) seperti: penggabungan kromatografi gas
(gas chromatography) dan kromatografi cair (liquid chromatography) dengan
mass

spectrometry

(GC-MS

dan

LC-MS),

Fourier-transform

infrared

spectroscopy (GC-FTIR), dan diode-array UV-VIS (HPLC-UV-VIS).


Mengganasnya narkoba di Indonesia, membuat metode kromatografi
dipakai untuk menganalisis kandungan narkoba. Narkoba tersebut dapat di deteksi
dari urin seseorang. Parameternya bermacam-macam namun senyawa organik
seperti amphetamine, THC, dan morphine paling sering digunakan. Kombinasi
antara kromatografi gas dan spektrometer massa dapat menentukkan kandungan
senyawa tersebut secara kuantitatif dan rumus molekul dari senyawa tersebut.

BAB II

Page | 1

ISI
Tugas I
Susunlah pertanyaan yang penting terkait analisis narkoba dalam urin,
paling sedikit terdapat tujuh pertanyaan.
Dalam Percobaan ini urine akan dianalisis dengan metoda analisis GC/MS, yang
akan menetapkan apakah seseorang ini mengonsumsi narkoba atau tidak.
Berikut ini adalah sekilas gambaran besar tentang GC/MS sebagai teknik yang
handal untuk memisahkan komponen dalam campuran. Sampel disuntikan pada
GC. GC kemudian memisahkan semua komponen yang ada dalam sampel
menjadi komponen individu. Komponen individu kemudian dilewatkan ke
Spektrometer Massa (bagian MS) untuk mengidentifikasi komponen campuran.
1. Definisi GC?
Kromatografi gas merupakan jenis kromatografi yang digunakan dalam
kimia organik untuk pemisahan dan analisis. GC dapat digunakan untuk menguji
kemurnian dari bahan tertentu, atau memisahkan berbagai komponen dari
campuran. Dalam beberapa situasi, GC dapat membantu dalam mengidentifikasi
sebuah kompleks.
2. Definisi Spektrometer Massa?
Alat yang digunakan untuk menentukan massa atom atau molekul, yang
ditemukan oleh Franci William Aston pada tahun 1919. Prinsip kerja alat ini
adalah pembelokan partikel bermuatan dalam medan magnet.
3. Definisi GC-MS?
GCMS

merupakan

metode

pemisahan

senyawa

organik

yang

menggunakan dua metode a yaitu kromatografi gas (GC) untuk menganalisis


jumlah senyawa secara kuantitatif dan spektrometri massa (MS) untuk
menganalisis struktur molekul senyawa tersebut.

4. Parameter untuk mendeteksi adanya narkoba dalam urin?


Page | 2

Amphetamine
Amphetamine adalah obat yang merangsang SSP (sistem saraf pusat)
merupakan obat psikostimulan ketika digunakan secara berlebihan dapat adiktif
secara psikologis dan fisik. Serta memberikan pemakai perasaan terjaga dan
fokus, ia juga mengurangi nafsu makan. Efeknya adalah merangsang sistem saraf
pusat dan bagian simpatik dari sistem saraf perifer. Para ahli mengatakan bahwa
amphetamine meningkatkan aktivitas sinaptik tiga neurotransmitter dopamin,
serotonin dan norepinefrin.
THC
THC adalah kependekan dari Tetra Hydro Cannabinol, yaitu senyawa aktif
yang terdapat dalam tanaman Cannabis atau Ganja. Ketika THC digunakan, baik
dikonsumsi atau inhalasi, ia mengikat reseptor spesifik yang ada di dalam otak
manusia yang disebut reseptor cannabinoid. Dalam dosis rendah, senyawa tersebut
dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi agresi, merangsang nafsu makan dan
dapat membantu mengurangi rasa mual. Dosis yang lebih tinggi dapat
menyebabkan "giting atau tinggi" (high), yaitu suatu perasaan dan persepsi yang
berubah antara ruang dan waktu yang menciptakan rasa kebahagiaan.
Morphine
Morfin/Morphine adalah hasil olahan dari opium atau candu mentah dan
merupaka alkaloida yang terdapat dalam opium berupa serbuk putih. Konsumsi
morfin biasanya dilakukan dengan cara dihisap atau disuntikkan. Karena morfin
tergolong dalam jenis depresan, maka ia bekerja dengan cara menekan susunan
syaraf pusat, menyebabkan turunnya aktifitas neuron, pusing, perubahan perasaan
dan kesadaran berkalut.
5. Karakteristik sampel GC-MS?
Sampel yang dapat dianalisis oleh GC-MS adalah gas atau sampel yang
mudah menguap.

6. Kelebihan GC-MS?
Page | 3

Waktu analisis yang singkat dan ketajaman pemisahan yang tinggi.


Dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi

pemisahan yang tinggi.


Gas mempunyai vikositas yang rendah.
Kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat sehingga

analisis relatif cepat dan sensitifitasnya tinggi.


Pemakaian fase cair memungkinkan kita memilih dari sejumlah fase diam
yang sangat beragam yang akan memisahkan hampir segala macam
campuran

7. Kekurangan GC-MS?

Teknik Kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap


Kromatografi gas tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran
dalam jumlah besar. Pemisahan pada tingkat mg mudah dilakukan,
pemisahan pada tingkat gram mungkin dilakukan, tetapi pemisahan dalam

tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika ada metode lain.
Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif
terhadap fase diam dan zat terlarut.

Tugas II
1. Parameter apa saja yang harus anda ketahui dalam metode GC?

Page | 4

Efisiensi Kolom, dieksperiskan dengan

N=16

tr
w

( )

Resolusi, kemampuan untuk memisahkan 2 senyawa

R=

t r 1 t r 2
1
'
w 1+ w 2 )
(
2

Retention

sepanjang kolom menuju detektor


Retention Volume, volume carrier gas yang diperlukan untuk

mengelusi gas analit


Separation Factor, rasio separasi dari 2 senyawa

Adapula

Time,

parameter

yang

waktu

yang

ditentukan

diperlukan

pada

senyawa

dari

computer/detector

spektroskopi masa, yaitu:

Mass range
Scan time
Mult voltage
Background Mass

2. Mengapa metoda GC dapat digunakan untuk menganalisis narkoba?


Kromatografi gas (GC) merupakan salah satu jenis teknik analisis yang
semakin banyak diminati karena terbukti dapat digunakan untuk menyelesaikan
dan menjangkau berbagai masalah analisis. Keunggulan dan kemampuan teknik
ini amat potensial untuk digunakan dalam uji kualitas bahan baku dan pemantauan
kualitas produk.
Kromatografi gas cocok untuk digunakan sebagai metode analisis narkoba
karena merupakan metode yang tepat dan cepat untuk memisahkan campuran yang
sangat rumit. Waktu yang dibutuhkan beragam, mulai dari beberapa detik untuk
campuran

sederhana

sampai

berjam-jam.

Komponen

campuran

dapat

diidentifikasikan dengan menggunakan waktu elusi yang khas pada kondisi yang
tepat. Waktu elusi ialah waktu yang menunjukkan berapa lama suatu senyawa

Page | 5

tertahan dalam kolom. Waktu elusi diukur dari jejak pencatat pada kromatogram
dan serupa dengan volume tambat dalam KCKT (kromatografi cair kinerja tinggi)
dan Rf dalam KLT (kromatografi lapisan tipis).
Pada prinsipnya kromatografi gas digunakan untuk semua zat yang
berbentuk gas atau dapat menguap tanpa penguraian. Kromatografi gas juga bisa
digunakan pada pemisahan alkaloid, senyawa aktif sintetik, gula, lemak, steroid,
asam amino, bahkan senyawa polimer yang bisa digunakan kromatografi gas.

3. Bagaimana cara menganalisis adanya narkoba dalam sampel urin menggunakan


GC dan MS? Informasi apa saja yang anda peroleh dari kedua teknik ini yang
digabung dalam instrument GC MS?
Urin tersangka mula-mula disiapkan terlebih dahulu. Biasanya dilarutkan
dengan pelarut yang sesuai. Setelah penyiapan sampel urin selesai, maka sampel
dapat dimasukkan ke injector port. Setelah sampel dimasukkan, maka akan
bergerak menuju kolom. Di dalam kolom terdapat oven. Tujuannya agar sampel
urin tadi bisa berubah menjadi gas. Pada sampel urin ini terdapat banyak sekali
zat, dan tidak semua zat memiliki kemampuan menguap yang sama. Ada zat yang
mudah menguap dan ada zat yang sukar menguap. Semakin kuat gaya antar
molekul zat tersebut, maka zat akan semakin sukar menguap.
Zat yang telah menguap ini akan bergerak menuju detektor. Pergerakan
menuju detektor dibantu oleh gas pembawa yang dialirkan ke dalam kolom. Zat
yang mudah menguap akan lebih cepat sampai dibandingkan zat yang sukar
menguap.
Setelah semua zat sampai ke detektor, maka detektor akan mengubah
sinyal pergerakan zat tadi menjadi sinyal listrik. Setelah itu akan ditampilkan di
layar seperti grafik di bawah ini, yang disebut dengan grafik retensi.

Page | 6

Gambar 1. Contoh Spektra GC


Sumber : elisa.ugm.ac.id

Di dalam grafik ini akan muncul puncak-puncak kurva. Besarnya puncakpuncak kurva ini menggambarkan zat yang dianalisis. Berdasarkan data waktu
retensi yang sudah diketahui dari literatur, bisa diketahui senyawa apa saja yang
ada dalam sampel. Waktu yang dibutuhkan oleh senyawa untuk bergerak melalui
kolom menuju detektor disebut sebagai waktu retensi.
Setelah spektra GC diperoleh, sampel kemudian masuk ke dalam bagian
interface yang merupakan pertemuan antara kromatograf gas dengan spektrometer
massa. Bagian interface ini berfungsi sebagai transfer line yang membawa output
dari GC ke dalam kamar pengionan (pada MS). Selain itu bagian interface ini juga
berfungsi sebagai sample concentrator, dengan cara mengeliminasi sebagian besar
carrier-gas yang ada pada sampel.
Pada kamar pengionan, sampel di bombardir dengan elektron sehingga
menyebabkan ionisasi dari molekul sampel menjadi ion-ion molekul. Ion-ion ini
kemudian mengalami fragmentasi dan melewati dua elektroda (lempeng
pemercepat ion) untuk mempercepat muatan positif. Dari lempeng pemercepat,
partikel bermuatan positif dari sampel masuk ke dalam tabung analisator, dimana
partikel-partikel ini dibelokkan oleh medan magnet.

Page | 7

Frekuensi dari partikel-partikel pada tabung analisator tersebut kemudian


dibandingkan dengan frekuensi radio sehingga menghasilkan rasio (m/z) yang
akan diukur oleh detektor dan menghasilkan spektra MS sebagai berikut:

Gambar 2. Contoh Spektra MS


Sumber: www.broadinstitute.org
Perhitungan Konsentrasi Zat dari Sampel Biologis dengan Kurva Kalibrasi
Dalam kromatografi gas untuk menguji zat narkotik pada cairan tubuh,
suatu zat dapat diukur konsentrasinya dengan metode larutan standar internal.
Pertama-tama buat larutan standar analit (zat narkoba) dengan variasi konsentrasi
yang berbeda (biasanya 5 jenis konsentrasi dalam 5 tabung). Spesimen biologis
(urin, darah, dan sebagainya) dengan volume yang sama dimasukkan ke dalam
masing-masing tabung. Kemudian masukkan larutan standar kedalam masingmasing tabung dengan volume dan konsentrasi larutan standar yang sama. Ukur
tinggi peak untuk larutan analit dan larutan standar internal untuk masing-masing
tabung. Data peak yang didapat kemudian diplot kedalam suatu kurva kalibrasi,
dengan sumbu x adalah jumlah analit (konsentrasi), dan sumbu y adalah
perbandingan tingggi peak analit dengan tinggi peak standar internal.

Page | 8

4. Apa yang anda ketahui tentang jenis-jenis alat kromatografi? Apakah jenis lain
dapat juga digunakan untuk mendeteksi senyawa narkoba?
Kromatografi dibagi menjadi 3 bagian :
I.

Kromatografi Gas

Gas Chromatography
Gas Chromatography menggunakan teknik separasi untuk membagi
ekstrak urine ke dalam bagian-bagian tertentu. Gas membawa urine melalui
kolom-kolom chromatographic, dan sampel dipisahkan pada temperatr mendidih
dan afinitasnya pada kolom. Campuran diidentifikasi oleh timing pemisahan,
dikenal dengan retention time. Retention time ini bersifat unik pada berbagai jenis
narkoba dan itu ditunjukkan pada kolom chromatographic.

Gambar 3. Skema Kromatografi Gas


Sumber: http://media.noria.com/

Gas Chromatography/Mass Spectrometry (GC/MS)


Prosedur paling presisi untuk deteksi zat-zat terlarang adalah kombinasi
dari GC dan MS. Gas Chromatography/Mass Spectrometry adalah proses dua
langkah, dimana GC memisahkan sampel dalam bagian-bagian komposis,
sementara MS menguji identifikasi susunan molekuler dari sampel. Ketika sampel

Page | 9

dari GC memasuki MS, mereka dibombardir oleh elektron, yang menyebabkan


senyawa

terpecah

dalam

fragmen-fragmen

moekuler.

Pola

pecahannya

menunjukkan karakteristik, dan di sebut sidik jari molekuler dari suatu


senyawa. Gas Chromatography/ Mass Spectrometry merupakan metode paling
definitif untuk memastikan keberadaan narkoba dalam urine dan mendekati 100
hingga 1000 kali urine dan mendekati 100 hingga 1000 kali lebih sensittif
ketimbang TLC (Thin Layer Chromatography).
II.

Kromatografi Cairan

Partition Chromatography
Kromatografi jenis ini menggunakan fase diam cair yang dilapiskan pada
bahan pendukung padat (polimer / silika) sedangkan fase geraknya dapat berupa
cair (liquid liquid chromatografi) ataupun gas (gas liquid chromatografi). Prinsip
kerja dari kromatografi partisi adalah perbedaan kelarutan senyawa yang dianalisa
dalam fase gerak dan fase diam.
Jika ditinjau dari polaritas fase gerak dan fase diam maka kromatografi ini
dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
- Kromatografi partisi fase normal dimana fase diam lebih polar dibandingkan
dengan fase geraknya. Hal ini menyebabkan senyawa yang lebih tidak polar akan
memiliki waktu retensi yang lebih cepat dibanding senyawa yang lebih polar.
- Kromatografi partisi fase terbalik yang tentunya kebalikan dari kromatografi
fase normal.
Ion Exchange Chromatography
Seperti namanya kromatografi ini didasarkan adanya interaksi ion antara ion
yang berada dalam fase gerak dengan ion yang berada dalam fase diam. Ion ion
tersebut akan mempunyai waktu tinggal yang berbeda di dalam kolom karena
perbedaan kekuatan daya tarik.
Fase diam yang digunakan dalam kromatografi jenis ini umumnya adalah
bahan pendukung silika gel / resin penukar ion yang dilapis dengan bahan yang
bersifat ionik baik dengan gugus fungsional asam maupun basa.
Page | 10

High Performance Liquid Chromatography


Biasa digunakan untuk mendeteksi steroid anabolik. Mirip dengan GC,
kecuali cairan yang digunakan untuk membawa sampel melewati kolom
chromatographic tidak dipanasi. HPLC lebih sensitif dan spesifik dan lebih cepat
daripada GC. GC dan HPLC adalah metode yang cukup dipercaya untuk
pemeriksaan, dan memungkinkan determinasi yang luas pada berbagai senyawa
narkoba. HPLC dipakai untuk memeriksa level kafein dalam urine. Beberapa
steroid bisa dianalisa dengan teknik ini, namun teknik GC dan HPLC kurang
sensitif untuk mendeteksi beta-adregenergic blockers (oba-obatan yang nama
generiknya seperti Acebutolol, Atenolol, Betaxolol, Carteolol, Labetalol,
Lopressor,

Nadolol,

Corgard,

Oxprenolol,

Penbutolol,

Pinolol,

Visken,

Propranolol, Inderal, Sotalol, Timolol, dan Blocadren.

Gambar 4. Skema Kromatografi Cairan Kinerja Tinggi


Sumber: http://www.namrata.co/

Thin Layer Chromatography


TLC dilakukan dengan menambahkan larutan (solvent) kedalam urine untuk
mengekstrak narkoba kemudian membandingkan spot-spot pada piring TLC
(Nightbyrid). Akurasinya sangat rendah dan test ini jarang dipakai. Test ini
didasarkan pada perbedaan angka migrasi dari sejumlah zat pada medium porous.
Derajat migrasi dan karakteristik warna berbagai narkoba bersifat unik. Test ini

Page | 11

dapat mendeteksi adanya narkoba tapi tidak dapat medeteksi kadarnya. Jadi
sifatnya hanya menyediakan respon positif/negatif. TLC dapat mendeteksi hanya
pada sejumlah kecil zat selama 12-24 jam setelah konsumsi, dan kebanyakan
menghasilkan respon keliru yang sangat tinggi (negatif). TLC biasanya
menggunakan SiO2 atau silika gel.

Gambar 5. Skema Kromatografi Lapis Tipis


Sumber: http://www.hubpages.com/

III.

Kromatografi Fluida Superkritis


Merupakan pengembangan dari teknik kromatografi kolom, dimana dalam

cara kerjanya menggunakan fasa gerak fluida superkritik.

Page | 12

Tugas III
Anda mengetahui suatu campuran yang mengandung metil propional dan metil nbutirat dianalisis dengan GC dengan data sebagai berikut :

Dari 5 L larutan standar metil propional dan metil n-butirat masing-

masing menunjukkan puncak pada 3.4 dan 8.2 menit.


Sebanyak 5 L dari campuran standar berikut dianalisis :

Dari
Metil propional
Metil butirat
Tinggi Puncak
hasil
0,1 mL
1,9 mL
3.75 mm
0,2 mL
1,8 mL
7.5 mm
0,3 mL
1,7 mL
11.25 mm
0,4 mL
1,6 mL
15 mm
0,5 mL
1,5 mL
18.75 mm
injeksi 5 L sampel yang tidak diketahui teramati adanya puncak pada 3.4
menit dengan tinggi senilai 12.5 mm
Pada salah satu campuran standar metil propionat dan metil butirat yang
digunakan menunjukkan data sebagai berikut: lebar dasar puncak pada metil
propionat dan metil butirat adalah berturut-turut 1.45 menit dan 3.65 menit.

Bagaimana anda menentukan :

Kandungan senyawa metil propionat dalam sampel tersebut


Resolusi kolom (Rs) [tanpa satuan]
Jumlah piringan rata-rata (N rata-rata)
Tinggi piringan (H) (dalam meter)
Panjang kolom bila resolusi kolom diharapkan menjadi 1.5
Waktu elusi senyawa metil propionat pada kolom yang telah
diperpanjang tersebut

1. Kandungan senyawa metil propionate dalam sampel


Terdapat suatu persamaan yang menghubungkan antara konsentrasi suatu
analit dalam suatu campuran tertentu dengan tinggi atau luas area puncak
analit yang dihasilkan pada kromatogram, yaitu menyerupai suatu persamaan
garis lurus:

Page | 13

y=mx +c

Dimana: konsentrasi bertindak sebagai x, sedangkan tinggi puncak analit (H)


atau luas area pita bertindak sebagai y. Dalam kasus ini yang bertindak sebagai
analit adalah senyawa etanol. Konsentrasi dinyatkan dalam persen volume
(%V) dan tinggi puncak digunakan untuk menyatakan y.
Dibuat kurva kalibrasi antara %volume metil-propional dengan data tinggi
puncak
%V (x)

H (y)

5%

3.75

10%

7.5

15%

11.25

20%

15

25%

18.75

KURVA KALIBRASI
20
18
16

f(x) = 75x - 0
R = 1

14
12

Tinggi puncak 10
8
6
4
2
0
0.00%

5.00%

10.00%

15.00%

20.00%

25.00%

30.00%

Konsentrasi metil propional

y = 75x + 7E-15

Page | 14

Dari data yang lain diketahui pula bahwa dari 5 L sampel yang tidak diketahui
teramati adanya puncak pada 3,4 menit dengan tinggi senilai 12,5 mm.
y = 75x + 7E-15
12,5 = 75x + 7E-15
x = 0,1667
x = 16,67 %
Jadi, komposisi metil propionat dalam sampel adalah 16,67% volume.
Karena volume sampel adalah 5 L, maka terdapat 16,67%.5 L = 0,833 5
L metil propionat.

2. Resolusi kolom (Rs)


Diketahui : (tR) metil propional = 3,4 menit, (tR) metil n-butirat
Wmetil propional = 1,45 menit, Wmetil n-butirat

= 8,2 menit
= 3,65 menit

Rs = ?
Jawab :
Rs

2[(t R ) metil n butirat (t R ) metil


Wmetil

propional

propional

Wmeetil n butirat

2[8,2 menit 3,4 menit ] 9,6 menit

1,882
1,45 menit 3,65 menit 5,1 menit

Didapatkan nilai Resolusi kolom (Rs) yaitu sebesar 1,882.

3. Jumlah Piringan rata-rata


Data: (tr)metil propionat = 3.4 menit
(tr)metil n-butirat = 8.2 menit
Wmetil propionat = 1.45 menit
Wmetil n-butirat = 3.65 menit
Dari data-data di atas, besaran nilai jumlah piringan rata-rata (N) dapat dicari
dengan beberapa tahap berikut ini:
1. Mencari nilai jumlah piringan rata-rata (N) metil propionat

Page | 15

N metil propionat =16

( ) N

( ) N

( t R )metil propinat

W metil propionat

( 3,4 )2
metil propionat =16
( 1,45 )2
metil propionat

=87,971 88

2. Mencari nilai jumlah piringan rata-rata (N) metil n-butirat


N metil n butirat =16

N metil n butirat =16

( t R )metil nbutirat

W metil nbutirat2

( 8,2 )2
( 3,65 )2

N metil n butirat =80,754 81

3. Mencari nilai jumlah piringan rata-rata (N)


N avg=

N metil propionat + N metil nbutirat


2

N avg=

88+ 81
2

N avg=84,5

Didapatkan nilai jumlah piringan rata-rata yaitu sebesar 84,5.


4. Tinggi Piringan (H) (dalam meter)
Data: L = 30 m (asumsi)
N = 84,5
Dari data-data diatas, maka nilai tinggi piringan dapat dicari melalui
persamaan berikut:
H=

L
N

H=

30 m
84,5

Page | 16

H=0.355

Jadi, didapatkan nilai tinggi piringan yaitu sebesar 0,355 m.

5. Panjang kolom bila resolusi kolom diharapkan menjadi 1.5


Data:
Rs 1 = 1,882
N1 = 84 piringan
Rs 2 = 1,5
L2 = ?
Jawab:
Untuk menyelesaikan soal ini dapat digunakan perbandingan
dengan persamaan resolusi kolom
N 1
Rs

k 'B
1 k 'B

Karena nilai dan kB dianggap konstan maka perbandingan menjadi


Rs 1
N1

Rs 2
N2

1,882

1,5

84
N2

N 2 53,36 53 piringan
Untuk mencari panjang kolom digunakan persamaan berikut dengan
menganggap tinggi piringan adalah konstan.
L2 H 2 . N 2

L1
.53 0,631.L1
84

6. Waktu elusi senyawa metil propionat pada kolom yang telah


diperpanjang tersebut
Data :

(tR)1 metil propional

= 3,4 menit

Rs 1

= 1,882

Rs 2

= 1,5

(tR)2 metil propional

=?

Jawab :
Untuk menyelesaikan soal ini dapat digunakan perbandingan dengan
persamaan resolusi kolom

Page | 17

16 Rs H
(t R ) B

u
1

(1 k ' B ) 3
(k ' B ) 2

Karena nilai H, , dan kB konstan maka perbandingan


menjadi
2
(t R )1 Rs 1

(t R ) 2 Rs2 2

3,4 menit 1,882 2

(t R ) 2
1,5 2
f.

(t R ) 2 2,16 menit
Didapatkan nilai waktu elusi metil propionat pada kolom yang
diperpanjang adalah sebesar 2,16 menit

Page | 18

BAB III
KESIMPULAN

Prosedur paling presisi untuk deteksi zat-zat terlarang adalah kombinasi


dari GC dan MS. Gas Chromatography/Mass Spectrometry adalah
proses dua langkah, dimana GC memisahkan sampel dalam bagianbagian komposis, sementara MS menguji identifikasi susunan molekuler
dari sampel. Gas Chromatography/ Mass Spectrometry merupakan
metode paling definitif untuk memastikan keberadaan narkoba dalam
urine dan mendekati 100 hingga 1000 kali urine dan mendekati 100
hingga 1000 kali lebih sensitif.

Jenis senyawa pada narkoba yang dapat di analisis dengan GC-MS


sebagai berikut Amphetamine, THC, Morphine.

Metode kromatografi yang dapat menganalisis narkoba dalam urin


adalah Thin Layer Chromatography, Gas Chromatography, Gas
Chromatography/Mass Spectrometer, & High Performance Liquid
Chromatrography.

Kandungan metil propionat dan metil n-butirat dapat diketahui


konsentrasinya dengan menggunakan GC/MS melalu perhitungan
menggunakan kurva kalibrasi standar.

Parameter yang dianalisis pada GC dan MS yaitu panjang kolom,


tinggi piringan, jumlah piringan yang efektif, waktu retensi, dan
resolusi kolom.

Daftar Pustaka

Page | 19

Anonymous. (2010). Definition of High-performance liquid


chromatography (HPLC). [Online], dari L :
http://www.chemicool.com/definition/high_performance_liquid_ch
romatography_hplc.html [diakses pada 22 November 2014]
Anonymous. (2010). Definition of High-performance liquid
chromatography (HPLC). [Online], dari :
http://www.chemicool.com/definition/high_
performance_liquid_chromatography_hplc.html [diakses pada 22
November 2015]
Zain, Muhammad Ihrom. 2014. Kromatografi Gas: Pengungkap Adanya
Narkoba (Online)
http://www.kompasiana.com/ikromzzzt/kromatografi-gaspengungkap-adanya-narkoba_54f85934a333112b5e8b4bbc
(Diakses 24 November 2015)
Carrier R, Bordanaro J, Yip K. 1997. Liquid Chromatography [terhubung
berkala]. http://www.rpi.edu/dept/chem-eng/BiotechEnviron/CHROMO/chromliquid.html [24 November 2015]
Hargreaves S. 2010. Types of Chromatography. [terhubung berkala].
http://www.buzzle.com/articles/types-of-chromatography.html
[24 November 2015]
Sadikin, Lembang. 2012. Jumlah piringan, panjang kolom dan waktu
retensi pada kromatografi gas. (Online)
https://www.coursehero.com/file/p6utgpa/3-Jumlah-piringan-ratarata-N-rata-rata-Jumlah-piringan-pada-kolom-dapat/ (Diakses 24
November 2015)
Day, R.A. dan Underwood,A.L. 1986. Analisis Kimia Kuantitatif
(terjemahan). Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.

Page | 20

Anda mungkin juga menyukai