Anda di halaman 1dari 34

MEDIA TRANSMISI

Baca Media transmisi juga....!


Definisi dari media transmisi adalah suatu jalur yang terletak antara transmitter dan receiver
dalam sistem transmisi data Media transmisi dapat diklarifikasikan sebagai guided (terpandu)
atau unguided (tidak terpandu). Kedua duanya dapat tearjadi dalam bentuk gelombang
elektromagnetik. Dengan media yang terpandu, gelombang dipandu melalui sebuah media
fisik seperti kabel tembaga terpilin (twisted pair) , kabel coaxial tembaga dan serat optik
Sedangkan contoh dari media unguided adalah atmosfir dan udara.bentuk transmisi dalam
media ini disebut sebagai wireless transmission.

[edit] *FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGA


MEDIA TRANSMISI DAN SINYAL SEBAGAI
PENENTU DATA RATE DAN JARAK ADALAH :

Bandwidth (lebar pita)

Semakin besar bandwidth sinyal, maka semakin besar pula data yang dapat ditangani.

Transmission Impairement (kerusakan transmisi)

Untuk media terpandu , kabel twisted pair secara umum mengalami kerusakan transmisi lebih
daripada kabel coaxial dan dan coaxial mengalaminya lebih daripada serat optik.

Interference (interferensi)

interferensi dari sinyal dalam pita frekuensi yang salaing overlapping dapat menyebabkan
distorsi atau dapat merusak sebuah sinyal.Interferensi menjadi perhatian khusus pada media
unguided,namun bagi media guided interferensi juga menjadi masalah.Untuk media guided
interferensi dapat disebabkan karena emanasi yang dikeluarkan dari kabel-kabel yang
berdekatan.Sebagai contoh twisted pair sering membundel menjadi satu dan beberapa pipa
yang mengandung kabel multiple Pelindung yang ada dapat meminimalisasi problem ini.

Jumlah Penerima (receiver)

Sebuah media terpandu dapat digunakan untuk membangun sebuah hubungan point-to-point
atau sebuah hubungan yang dapat digunakan secara bersama-sama menggunakan alat
tambahan.Masing-masin alat tambahan akan memunculkan beberapa atenuasi dan distorsi
dengan segera,serta membatasi jarak dan rate data. Gambar di bawah menunjukkan spektrum
elektromagnetic dan menampilkan frekuensi2 pada tempat dimana berbagai teknik transmisi
dan media guided beroperasi.
GAMBAR SPEKTRUM ELEKTROMAGNETIK

Gambar diatas menunjukkan gambar spektrum elektromagnetik dan menampilkan frekuensifrekuensi pada tempat dimana berbagai teknik transmisi dan media guided beroperasi. Di bab
ini kita akan menguji alternatif-alternatif guided dan unguided. Pada semua kasus, kita
menggambarkan sistem secara fisik, membahas aplikasi sekilas, dan meringkas karakteristikkarakteristik kunci transmisi.

[edit] GUIDED MEDIA TRANSMISI

Twisted Pair

Kabel Coaxial

Fiber Optic

Karakteristik Dari Guided Media

semakin tinggi ferkuensinya maka data akan semakin cepat terkirim Berikut akan di bahas
media transmisi terebut satu per satu
Kabel
Kabel merupakan lomponen fisik jaringan yang rentan dan harus diinstalasi dengan cermat
dan teliti.Kabel digolongkan sebagai media transmisi yang terpandu (guided).Untuk mesia
transmisi yang terpandu,kapasitas transmisi,dalam hal bandwidth atau data rate,tergantung
secara kritis pada jarak dan keadaan media apakah point-to-point atau multi point,seperti
Local Area Network (LAN) Tiga media terpandu yang umum digunakan untuk transmisi
adalah twisted pair,coaxial dan fiber optik (serat optik).

[edit] Kabel Coaxial


Kabel coaxial terdiri dari dua konduktor,dibentuk untuk beroperasi pada pita frekuensi yang
besar. Terdiri dari konduktor inti dan dikelilingi oleh kawat-kawat kecil.Di antara konduktor
inti dengan konduktor di sekelilinnya dipisahkan dengan sebuah isolator (jacket/shield)
seperti ditunjukkan pada gambar 4.1.Kabel coaxial lebih kecil kemungkinan untuk
berinterferensi dikarenakan adanya shield.Coaxial dapat digunakan untuk jarak jauh dan
mendukung lebih banyak terminal dalm satu jalur bersama.

Aplikasi
1. Antena Televisi
2. Transmisi telepon jarak jauh
3. link komputer
4. LAN
Kabel coaxial ini tebagi menjadi 2 bagian yaitu kabel coaxial baseband (kabel 50 ohm)yang
digunakan untuk transmisi digital dan kabel coaxial broadband (kabel 75 ohm) yang
digunakan untuk transmisi analog.
Kabel Coaxial BasebandKabel coaxial jenis ini terdiri dari kawat tembaga keras sebagai
intinya,dikelilingi suatu bahan isolasi(lihat gambar).Kabel ini dibungkus oleh kondukyor
silindris yang seringkali berbentuk jalinan anyaman.Konduktor luar tertutup dalam sarung
plastik protektif. Konstruksi dan lapisan pelindung kabel coaxial memberikan kombnasi yang
baik antara bandwidth yang besar dan imunitas noise yang istimewa.Bandwidth tergantung
pada panjang kabel.Untuk kabel yang panjangnya 1 km,laju data bisa mencapai 1 sampai 2
Gbps. Kabel yang lebih panjangpin bisa digunakan,akan tetapi hanya akn mencapai laju data
yang lebih rendah.Kabel coaxial banyak digunakan pada sistem telepon.Untuk transmisi
telepon jarak jauh dapat membawa 10.000 panggilan suara simultan.Tetapi saat ini untuk
jarak yang lebih jauh digunakan jenis serat optik.
Kabel Coaxial BroadbandSistem kabel coaxial lainnya menggunakan transmisi analog
dengan sistem pengkabelan pada televisi standard. Sistem seperti itu disebut
broadband.Karena jaringan broadband menggunakan teknologi televisi kabel stadard, kabel
dapat digunakan sampai 300Mhz dan dapat beroperasi hampir 100km sehubungan dengan
pensinyalan analog,yang jauh lebih aman dari pensinyalan digital. Untuk mentransmisikan
sinyal digital pada jaringan analog,maka pada setiap interface harus dipasang alat elektronik
untuk mengubah aliran bit keluar menjadi sinyal analog dan sinyal analog yang masuk
menjadi aliran bit. Sebuah perbedaan penting antara baseband dengan broadband adalah
bahwa sistem broadband meliputi wilayah yang luas dibandingkan dengan sistem baseband.
Tipe Kabel CoaxialKabel coaxial ini terbagi lai menjadi 2 tipe,yaitu thin (thinet) dan thick
(thicknet).Perbedaannya adalah kabel thin lebih fleksibel,lebih gampang digunakan dan yang
penting lebih murah daripada kabel thick.Kabel thick lebih tebal dan susah dibengkokkan dan
jangkauannya lebih jauh daripada thin,hal ini yang membuat harganya jauh lebih

mahal.Sebagai perbandingan kabel thin jangkauannya 185 meter,sedangkan kabel thick


jangkauannya mencapai 500 meter.Kedua jenis kabel ini menggunakan komponen yang sama
yang dikenal dengan nama BNC (British Naval Connector) untuk menghubungkan kabel
dengan komputer.Komponen BNC ini antara lain adalah konektor kabel BNC,konektor BNC
T,konektor BNC barrel dan BNC terminator.Berikut ini adalah contoh gambar dari konektor
BNC,

Karakteristik TransmisiCoaxial dapat digunakan untuk sinyal analog maupun


digital.Karena dibentuk dengan menggunakan shield maka lebih kecil kemungkinan
berinterferensi dan terjadi adanya cross talk.Untuk transmisi dari sinyal analog,setiap
beberapa kilometer perlu diberikan amplifier,diperlukan jarak yang lebih dekat lagi untuk
frekuensi yang lebih tinggi.Spektrum yang digunakan untuk signaling adalah sekitar
500Mhz.Demikian juga untuk sinyal digital,repeater dibutuhkan dalam setiap
kilometer.Gangguan-gangguan utama terhadap kinerja kabel coaxial biasanya berupa
atenuasi,derau suhu dan derau intermodulasi.
Keuntungan dan KerugianKabel ini hampir tidak terpengaruh oleh noise dan harganya
relatif murah.Namun penggunaan kabel ini mudah dibajak.Disamping itu,jenis thick coaxial
tidak memungkinkan untuk dipasang di beberapa jenis ruang.

[edit] Kabel Twisted Pair


Merupakan jenis kabel yang paling sederhana dibandingkan dengan lainnya dan saat ini
paling banyak digunakan sebagai media kabel dalam membangun sebuah jaringan komputer.
Deskripsi FisikTwisted pair terdiri dari dua kawat tembaga berselubung yang di atur
sedemikian rupa sehingga membentuk pola spiral.Saatu pasang kabel berfungsi sebagai
sebuah link komunikasi.Dalam jarak yang semakin jauh,satu bundel kabel twisted pair dapat
terdiri dari beratus ratus pasangan,pilinan dari kabel ini akn mengurangi interferensi yang
terjadi antara kabel.Bentuk fisiknya ditampilkan oleh gambar berikut

AplikasiPada saat ini media transmisi yang paling umum digunakan adalah twisted pair,baik
untuk komunikasi analog maupun digital.Untuk komunikasi analog,twisted pair biasa
digunakan untuk komunikasi suara atau telepon.Media yang menghubungkan terminal
telepon dengan LE (Local Exchange) adalah twisted pair.Untuk komunikasi digital,media
jenis ini ssecara umum juga digunakan untuk digital signaling,koneksi ke digital data switch
atau ke digital PABX untuk bangunan. Twisted pair juga sring digunakan untk komunikasi
data dalam sebuah jaringan lokal (LAN).Data rate yang dapat ditangani oleh oleh twisted pair
adalah sekitar 19 Mbps,tetapi dalam pengembangannya,saat ini twisted pair telah sanggup
menangani data rate sebesar 100 Mbps.Dari segi harga,twisted pair ini lebih murah daripada
coaxial kabel dan fiber optik dan lebih mudah dari segi penggunaannya.Tetapi dari segi jarak
dan data rate yang dapat ditanganinya,twisted pair lebih terbatas dibandingkan dengan yang
lainnya.
Jenis Twised PairSeperti halnya kabel coaxial,twisted pair ini diagi menjadi 2 jenis,yaitu
Unshielded Twisted Pair atau lebih dikenalnya dengan singkatannya UTP dan Shielded
Twisted Pair atau STP.Sesuai dengan namanya jelas bahwa perbedaan keduanya terletak pada
shield atau bungkusnya.pada kabel STP di dalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel
internal sehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi atau gangguan.STP

memiliki kinerja yang lebih baik pada rate data yang lebih tinggi.Namun STP sedikit lebih
mahal. Kabel UTP jauh lebih populer dibandingkan dengan STP dan paling banyak
digunakan sebagai kabel jaringan.UTP adalah subyek untuk interferensi elektromagnet
eksternal,meliputi interferensi dari twisted pair yang berdekatan dan dari derau yang muncul
dari lingkungan sekitar.Salah satu untuk meningkatkan karakteristik dari media ini adalah
dengan melapisi twisted pair dengan suatu pelindung metalik atau dengan melapisinya agar
bisa mengurangi interferensi.UTP dispesifikasikan oleh organisasi EIA/TIA atau Elektronoc
Industries Association and Telekomunication Industries Association yang mengkategorikan
UTP ini dalam 8 kategori.Adapun yang membedakan dalm hal katefori ini adalah dalam
masalah kecepatan transmisi. Berikut ini adalah daftar kategori dari kabel UTP :

Pada kategori pertama atau 1 hanya bisa mentransmisikan suara/voice saja tidak termasuk
data.Pada kategori 2, kecepatan maksimum transmisi bisa mencapai 4 Mbps, kategori 3
sampai 10 Mbps, kategori 4 samapi dengan 16 Mbps, kategori 5 sampai 100 Mbps dan
kategori 5+, 6, 7 sudah bisa mencapai 1 Gbps. Karakteristik TransmisiTwisted apir dapat
digunakan untuk mentransmisikan transmisi analog dan digital.Untuk sinyal analog
dibutuhkan amplifier kira-kira setiap 5-6 km.Untuk transmisi digital diperlukan repeater kirakira setiap 2 atau 3 km.Dibandingkan dengan media transmisi lain (coaxial cable,serat
optik),twisted pair terbatas dalam hal jarak,bandwidth dan rate data.Media ini benar-benar
rentan terhadap interferensi dan derau,karena sifatnya yang sangat mudah terkontaminasi
oleh medan elktromagnetik.Untuk pensinyalan analog dari titik ke titik kemungkinan
bandwidth bisa mencapai 1 Mhz.Hal ini menghasilkan sejumlah channel suara.Sedangkan
untuk jarak yang sangat pendek,rate data sebesar 100 Mbps dan 1 Gbps bisa dicapai.

[edit] Fiber Optic (Serat Optik)

Deskripsi FisikSerat optik sangat tipis sekali, namun memiliki kemampuan tinggi dalam
memandu sebuah sinar optik.Serat optik dibuat dari berbagai jenis kaca dan plastik. Kerugian
yang renadah dapat diperoleh dengan menggunakan serat yang terbuat dari ultrapure fused
silica.Namun serat ultrapure ini sulit diproduksi.Ada juga jenis serat yang lain yaitu : serat
kaca higher-loss multicomponent yang lebih ekonomis namun masih memberikan kinerja
yang cukup baik.Sedangkan serat plastik sedikit lebih mahal dan bisa dipergunakan untuk
koneksi jarak, dimana tingkat kerugiannya masih dapat diterima. Sebuah kabel optik
memiliki bentuk silindris dan terdiri dari tiga bagian konsentris,yaitu : inti (core), cladding
dan selubung.Inti merupakan bagian terdalam dan terdiri dari satu atau lebih untaian atau
serat, baik yang terbuat dari kaca maupun pastik dan bentuknya pun tipis sekali.Inti memiliki
diameter yang berkisar antara 8 sampai 100 mikrometer.Masing-masing serat dikelilingi oleh
cladding, yaitu berupa kaca atau plastik yang melapisi dan memiliki sifat-sifat yang berbeda
dengan plastik atau kaca yang berada pada inti.Interface diantara inti dan cladding bertindak
sebagai pemantul untuk menahan cahaya yang akan lepas inti.Lapisan terluar yang
mengelilingi satu atau beberapa serat bundelan selubung disebut jacket (pelapis).Pelapis
tersusun dari bahan plastik dan lapisan-lapisan bahan lannya untuk melindungi erhadap
kelembaban, goresan, jepitan dan bahaya-bahaya lingkungan lainnya.Berikut ini adalah
gambar penampang dari fiber optik,

AplikasiSerat optik dianggap andal digunakan dalam telekomunikasi jarak jauh.Berikut ini
adalah karakteristik-karakteristik yang membedakan serat optik dengan twisted pair maupun
coaxial cable :
Kapasitas yang lebih besar : Potensial bandwidth maupun rate data dari serat optik besar
sekali karena mampu menampilkan rate data sebesar ratusan Gbps sepanjang puluhan
kilometer.
Ukuran yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan : Serat optik benar-benar lebih tipis
dibandingkan dengan coaxial cable atau bundelan twisted pair.Setidaknya derajat ketipisan
magnitudo dibandingkan kapasitas transmisi informasi.Untuk celah-celah gedung-gedung,
ruang bawah tanah dan jalan raya ukurannya yang kecil dianggap menguntungkan.
Atenuasi yang lebih rendah : Tingkat atenuasi serat optik lebig rendah dibandingkan coaxial
cable dan twisted pair dan tetap konstan pada rentang yang lebih luas.
Isolasi elektromagnetik : Sistem serat optik tidak dipengaruhi oleh medan elektromagnetik
eksternal.jadi sistem ini tidak mudah diserang interferensi, derau impuls maupun
crosstalk.lagipula serat optik tidak memancarkan energi, sehingga dengan peralatan lain
hanya akan ada sedikit interferensi serta derajat pengamanan yang tinggi dari eavesdropping
(kemungkinan didengarkan dengan diam-diam).Jadi dengan demikian serat optik terlalu sulit
untuk disadap.
Jarak repeater yang lebih besar :Jarak repeater pulhan kilometer untuk serat optik sudah
dianggap biasa dan kini mulai ditampilkan jarak repeater sampai ratusan kilometer.

[edit] Lima kategori dasar aplikasi yang menjadi sangat


penting untuk fiber optik :

long-haul trunk

Metropolitan trunk

Rural exchange trunk

Subscriber loop Local area network

Transmisi serat long haul sudah terlalu umum untuk jaringan telepon. Jalur long haul
panjangnya rata-rata 1500 km serta menawarkan kapasitas yang tinggi (biasanya 20.000
sampai 60.000 channel suara). Rangkaian jaringan metropolitan trunk memiliki panjang ratarata 12 km dan memiliki kurang lebih 100.000 channel suara dalam satu kelomppok trunk.
Sebagian besar fasilitas yang dipasang di saluran bawah tanah tidak membutuhkan repeater
ini. yang termasuk dalam kategori ini adalah jalur yang menghubungkan fasilitas-fasilitas
gelombang mikro yang berakhir di batas pinggiran kota menuju gedung sentral telepon utama
di pusat kota. Rural exchange trunk memiliki panjang sirkuit yang berkisar antara 40 sampai
160 km dan menghubungkan perkotaan dan pedesaan. Sebagian besar sistem ini memiliki
channel suara kurang dari 5000. Teknologi yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi ini
bersaing dengan teknologo dalam fasilitas-fasilitas gelombang mikro. Subscriber loop circuit

adalah serat-serat yang menuju langsung dari sentral menuju langsung ke pelanggan. Aplikasi
serat optik yang terakhir yang sangat penting adalah untuk Local Area Network.Standarstandar mulai dikembangkan dan produk-produk dimunculkan untuk jaringan serat optik
yang berkapasitas total sebesar 100 Mbps sampai 1 Gbps serta mampu mendukung ratusan
bahkan ribuan station di sejumlah besar bangunan kantor dan kompleks-kompleks gedunggedung.
Karakteristik TransmisiSerat optik mentransmisikan berkas sinar cahaya yang ditandai
dengan sebuah sinyal dengan memakai total internal refleksion. Total internal reflection
terjadi pada berbagai media transparan yang memiliki index refraksi lebih tinggi dibanding
media di sekelilingnya. Dampaknya serat optik bertindak sebagai waveguide untuk frekuensi
dalam rentang sekitar 100 terra hingga 1000 terra Hetz. hal ini menutupi bagian infra merah
dan cahaya tampak. Gambar berikut menunjukkan prinsip transmisi serat optik

Cahaya dari suatu sumber memasuki inti plastik atau kaca yang berbentuk melingkar. Sinar
pada sudut tumpul dipantulkan dan di sebarkan sepanjang serat. Sinar-sinar yang lain diserap
oleh bahan-bahan yang mengelilingi. Bentuk penyebaran ini disebut step-index multimode,
menunjukkan pada berbagai sudut yang akan memantulkan. Dengan transmisi multimode,
muncul jalur propagasi multiple, masing2 dengan panjang jalur dan waktu untuk melintasi
serat yang berbeda. Karena itu mengakibatkan data yang diterima kurang akurat karena rate
datanya dibatasi. Hal ini bisa terjadi karena elemen2 sinyal(pulsa cahaya) menyebar pada saat

bersamaan.Bila radius inti serat dikurangi, lebih sedikit sudut2 yang akan memantul. Dengan
mengurangi radius inti pada orde panjang gelombang, hanya akan ada satu sudut tunggal atau
mode yang dapat lewat sinar mendatar. Karena terdapat ja,ur transmisi tunggal dengan
transmisi mode tunggal, tidak terjadi distorsi yang biasanya ditemukan di multimode. Mode
tunggal biasanya digunakan untuk aplikasi jarak jauh. atipe transmisi ketiga adalah gradedindex multimode, tipe ini merupakan perantara diantara kedua tipe di atas dalam hal
karakteristik. Index bias yang lebih tinggi pada pusat membuat sinar merambat lebih pelan
pada sumbu mendatar dibanding dengan yang ada di dekat cladding. Cahaya di dalam inti
menyudut secara heliks (berputar) karena index graded, mengurangi jarak perjalanannya.jalur
yang lebih pendek memungkinkan cahaya pada batas luar tiba di receiver kira2 bersamaan
dengan saat sinar lurus pada sumbu inti. Serat graded index sering digunakan untuk LAN.
Terdapat dua jenis sumber cahaya yang berbeda yang digunakan dalam serat optik, yakni
Ligth-Emitting Diode (LED) dan injection Laser Diode (ILD). keduanya merupakan
perangkat semikonduktor yang mampu memancarkan cahaya. LED tidak terlalu memakan
banyak biaya dan beroperasi pada rentang waktu yang lebih besar, serta lebih tahan lama.
ILD yang beroperasi dengan prinsip laser akan lebih efisien dan dapat menghasilkan rate data
yang lebih besar. Berikut adalah perbandingan antara LED dengan ILD,

Kemampuan serat optik benar2 dieksploitasi saat sinar cahaya multiple pada frekuensi yang
berlainan ditransmisikan melalui serat yang sama. Ini merupakan bentuk dari Frequency
Division Multiplexing (FDM), namun lebih sering di sebut sebagai Wavelegth Division
Multiplexing (WMD). Dengan WDM, cahaya mengalir melalui serat yang terdiri dari
berbagai macam warna, atau panjang gelombang, masing2 membawa channel data yang
terpisah. Tabel di bawah ini akan menunjukkan penggunaan frekuensi untuk aplikasi fiber
optik,

Pada gambar berikut dapat kita lihat grafik hubungan antara besarnya attenuasi (redaman)
terhadap frekuensi pada masing2 media transmisi,

[edit] UNGUIDED MEDIA TRANSMISI


Untuk unguided media, transmisi dan penangkapan diperoleh melalui sebuah alat yang
disebut dengan antena. Untuk transmisi antena menyebarkan energi elektromagnetik ke
dalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap
gelombang elektromagnetik dari media.Transmisi jenis ini juga bisa disebut transmisi

wireless (tanpa kabel). Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk transmisi wireless,
yaitu searah dan ke segala arah. Untuk konfigurasi searah, antena pentransmisi mengeluarkan
sinyal elektromagnetik terpusat. Antena pentransmisi dan antena penerima harus disejajarkan.
Untuk konfigurasi segala arah , sinyal yang ditransmisikan menyebar luas ke segala penjuru
dan diterima oleh banyak antena. Ada tiga jangkauan frekuensi dalam transmisi wireless.
rekuensi dengan jangkauan sebesar 2 GHz sampai 40 GHz, frekuensi ini ditunjukkan sebagai
frekuensi gelombang mikro. Pada frekuensi ini memungkinkaan dihasilkan sinar searah yang
sangat tinggi. Gelombang mikro sesuai untuk transmisi titik ke titik. Gelombang mikro juga
digunakan untuk komunikasi satelit. Frekuensi dengan jangkauan sebesar 30 MHz sampai 1
GHz, frekuensi ini sesuai untuk alokasi segala arah. Jangkauan ini biasa disebut sebagai
siaran radio. Jangkauan lainnya adalah sebesar 300 GHz sampai 200 THz (terra hertz).
Frekuensi ini sesuai untuk lokal aplikasi, yaitu infra merah. Infra merah berguna untuk
aplikasi multititik dan titik ke titik lokal di dalam daaerah yang terbatas, misalnya ruangan
tunggal.

[edit] Antena
Antena merupakan konduktor elektrik atau sistem yang diganakan untuk radiasi
elektromagnetik atau mengupulkan energi elektromagnetik. Pada antena pentransmisi energi
frekuensi radio dari transmitter dirubah menjadi energi elektromagnetik, lalu oleh antena
radiasi gelombang elektromagnetik tadi dipancarkan. Sedangkan untuk antena penerima
(receiver), radiasi yang dipancarkan tadi ditangkap dan dikonversi menjadi energi frekuensi
elektrik radio. Antena yang sama sering digunakan untuk keduanya.

[edit] Pola Radiasi


Daya diradiasikan ke semua arah, peforma tidak sama dalam semua arah. Antena isotropic
adalah titik dalam jarak secara yang secara teori :
Radiasi dalam semua arah sama memberikan pola radiasi spherical. Antena Refleksi Parabola
Digunakan untuk terrestrial dan satelite microwave. Parabola sendiri adalah locus dari titik
equidistant dari suatu line dan suatu bagian tidak pada line tersebut. Titik tetap adalah
directrix. Parabola berputar untuk mendapatkan paraboloid, yaitu pemotongan silang paralel
untuk axis memberikan parabola. Pemotongan silang tegak lurus untuk axis memberikan
lingkaran. Sumber ditempatkan pada fokus, yang akan menghasilakan gelombang refleksi
dari parabola dalam paralel dengan axis (membuat sinyal sinar paralel sianar cahaya dari
sound/radio). Sedangkan pada sisi penerima, sinyal dipusatkan pada fokus, dimana detektor
diletakkan. Berikut adalah gambaran dari antena refleksi parabola,

[edit] Gain Antena


Gain atau redaman pada antena tergantung pada ukuran directional antena. Power output
dalam arah particular dibandingkan dengan yg diproduksi oleh isotropic antena. Pengukuran
gain antena ini dinyatakan dalam (dB). Adanya gain pada antena ini mengakibatkan kerugian
power di arah yang lain.

[edit] Gelombang mikro Terrestrial


Tipe antena gelombang mikro yang paling umum adalah parabola 'dish'. Ukuran diameternya
sekitar 3 m. Antena pengirim memfokuskan sinar pendek agar mencapai transmisi garis
pandang menuju antena penerima. Antena gelombang mikro biasanya ditempatkan pada

ketinggian tertentu di atas tanah untukmemperluas jarak antar antena dan agar mampu
melakukan transmisi agar dapat menembus batas. Untuk mencapai jarak jauh, diperlukan
beberapa menara relay gelombang mikro dan penghubung gelombang mikro titik ke titik
dipasang pada jarak tertentu.
Aplikasi kegunaan gelombang mikro yang utama adalah dalam jasa telekomunikasi longhaul, sebagai alternatif untuk coaxial cable atau serat optik. Fasilitas gelombang mikro
memerlukan sedikit amplifier atau repeater daripada coaxial cable pada jarak yang sama,
namun masih memerlukan transmisi garis pandang (line of sight). gelombang mikro
umumnya digunakan baik untuk transmisi televisi maupun untuk transmisi suara.
Karakteristik Transmisi Transmisi gelombang mikro meliputi bagian yang mendasar dari
spektrum elektromagnetik. Frekuensi yang umum digunakan untuk transmisi ini adalah
rentang frekuensi sebesar 2 sampai 40 GHz. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan
semaki tinggi potensial bandwidth dan berarti semakin tinggi data ratenya. Band yang paling
umum untuk sistem komunikasi long-haul adalah band 4 GHz sampai 6 GH. Fekuensi
gelombang mikro yang lebih tinggi tidak efektif lagi untuk jarak yang lebih jauh, akibat
meningkatnya atenuasi, namun sangat sesuai untuk jarak pendek.

[edit] Gelombang Mikro Satelit


Deskripsi Fisik Satelit komunikasi adalah sebuah station relay gelombang mikro. Digunakan
untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi, yang
dikenel dengan station bumi atau ground station. Saatelit menerima transmisi di atas satu
band frekuensi (uplink), amplifies dan mengulang sinyal-sinyal, lalau mentransmisikannya ke
frekuensi yang lain (downlink). Sebuah satelit penorbit tunggal akan beroperasi pada
beberapa band frekuensi, yang disebut sebagai transponder channel atau singkatnya
transponder. Gambar di bawah menunjukkan dua konfigurasi umum untuk komunikasi satelit
yang populer.

untuk gambar (a), satelit digunakan untuk menyediakan jalur titik ke titik diantara dua antena
dari station di bumi. Untuk gambar (b), satelit menyediakan komunikasi antara satu
transmitter dari station bumi dan sejumlah receiver station bumi.Agar satelit komunikasi bisa
berfungsi efektif, biasanya diperlukan orbit stasioner dengan memperhatikan posisinya di atas
bumi. Untuk menjadi stasioner, satelit harus memiliki periode rotasi yang sama dengan
periode rotasi bumi. Kesesuaian ini terjadi pada ketinggian 35.784 km.
Aplikasi Satelit komunikasi merupakan suatu revolusi dalam teknologi komunikasi dan sama
pentingnya dengan serat optik. Aplikasi-aplikasi untuk satelit diantaranya adalah :

[edit] Distribusi siaran televisi.


[edit] Transmisi telepon jarak jauh.
Jaringan bisnis swasta. Karena sifat siarannya, satelit sangat sesuai untuk distribusi siaran
televisi. Transmisi satelit juga digunakan untuk titik ke titik trunk antara sentral telepon pada
jaringan telepon umum. Juga merupakan media yang optimum untuk kegunaan luas dalam
sambungan langsung internasional dan mampu bersaing dengan sistem terrestrial untuk
penghubung internasional jarak jauh. terakhir terdapat aplikasi data bisnis untuk satelit.
Provider membagi kapasitas total menjadi beberapa channel dan menyewakan channel
tersebut pada user bisnis individu. jangkauan frekuensi optimum untuk transmisi satelit
berkisar antara 1 sampai 10 GHz. Dibawah 1 GHz terdapat derau yang berpengaruh dari
alam, meliputi derau dari galaksi, matahari, atmosfer serta interferensi buatan manusia yang
berasal dari perangkat elektronik. Di atas 10 GHz, sinyal-sinyal akan mengalami atenuasi
yang parah akibat penyerapan dan pengendapan di atmosfer.

[edit] Pemancar Radio

Perbedaan antara siaran radio dan gelombang mikro adalah, siaran radio bersifat ke segala
arah, sedangkan gelombang mikro searah. Karena itu siaran radio tidak memerlukan antena
paraabola, dan antena tidak perlu mengarah persis ke sumber siaran. Radio merupakan istilah
yang biasa digunakan untuk menangkap frekuensi dalam rentang antara 3 KHz sampai 300
GHz. Kita menggunakan istilah yang tidak formal untukband VHF dan sebagian dari band
UHF : 30 MHz sampai 1 GHz. Rentang ini mencakup radio FM dan televisi UHF dan VHF.
tidak seperti kasus ntuk gelombang elektromagnetik berfrekuensi rendah, ionosfer cukup
trasparan untuk gelombang radio di atas 30 MHz. Jadi transmisi terbatas pada garis pandang
(line of sight) dan jarak transmiter tidak aka mengganggusatu sama lain dalam arti tidak ada
pemantulan dari atmosfer.

[edit] Infra Merah


Komunikasi infra merah dicapai dengan menggunakan transmitter/receiver yang memodulasi
cahaya infra merah yang koheren. Transceiver harus berada dalam jalur pandang maupun
melalui pantulan dari permukaan berwarna terang misalnya langit-langit rumah. Salah satu
perbedaan penting antara infra merah dengan gelombang mikro adalah transmisi infra merah
tidak melakukan penetrasi terhadap dinding-dinding, seehingga problem-problem
pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam gelombang nikro tedak terjadi. Penggunaan
infra merah sebagai media transmisi mulai diaplikasikan pada berbagai peralatan seperti
televisi, handphone.

[edit] Propagasi Tanpa Kabel


Pada propagasi gelombang tanpa kabel, sinyal berjalan melalui tiga rute,

Ground wave (Proagasi Gelombang Tanah) Pada propagasi jenis ini sinyal yang mengalir
antara transmitter dan receiver mengalir mengikuti kontur permukaan bumi. Pada propagasi
jenis ini frekuensi yang dapat ditransmisikan dengan baik mencapai 2 MHz. Sebagai contoh
dari propagasi gelombang permukaan ini adalah radio AM.Gambaran dari propagasi
gelombang permukaan dapat dilihat seperti gambar berikut,

Propagasi Gelombang Langit (sky wave) Pada propagasi jenis ini sinyal dari transmitter
dipantulkan oleh lapisan ionosfer dari atmosfer tertinggi agar dapat sampai ke receiver.
Contoh komunikasi yang menggunakan propagasi jenis ini adalah radio amatir, voice of
amerika. Gambaran dari propagasi gelombang langit ditunjukkan seperti gambar berikut,

[edit] Line of Sight Propagation

[edit] # Refraction
Velocity dari gelombang elektromagnetik adalah sebuah fungsi dari kepadatan material
1. 3 x 108 m/s in vacuum, less in anything else
Sebagai gelombang bergerak dari satu medium ke lainnya, kecepatannya berubah
Menyebabkan pembengkokkan arah gelombang Ke arah medium yang lebih padat. Index of
refraction (refractive index) adalah Sin(sudut datang)/sin(sudut bias) Varies with wavelength
Mungkin menyebabkan perubahan arah mendadak pada transisi antara media Kepadatan
atmosfer berkurang dengan ketinggian Menyebabkan pembengkokkan ke arah bumi dari
gelombang radio.
1. Line of Sight Transmission

2. Free space loss


- Sinyal membubarkan dengan jarak - Lebih baik untuk frekuensi yg lebih rendah (panjang
gelombang lebih panjang)
1. Penyerapan oleh atmosfer
- Uap air dan oksigen menyerap sinyal radio - Water greatest at 22GHz, less below 15GHz Oxygen greater at 60GHz, less below 30GHz - Hujan dan kabut menghamburkan gelombang
radio
1. Multipath
- Lebih baik Untuk mendapatkan arah garis jika mungkin - Sinyal dapat dipantulkan yg
menyebabkan berbagai salinan untuk diterima - Mungkin tidak semua sinyal dapat
dipantulkan - Mungkin menguatkan atau membatalkan sinyal langsung

1. Pembiasan
- Mengakibatkan sebagian atau total hilangnya sinyal pada penerima
Dibawah ini adalah grafik dari free space loss

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa semakin besar jarak pada media transmisi, semakin
besar pula kemungkinan terjadi loss data
Berikut ini adalah gambar dari Optical Radio Horison

Baca Media transmisi juga....!

Powered By
author:
Yogi Sapurahman
7205030016
2 D3 Telekomunikasi A
Retrieved from "http://kebo.vlsm.org/mediawiki1.9/index.php/Media_Transmisi"
Views

Article

Discussion

Edit

History

Personal tools

Log in / create account

Navigation

Main Page

Community portal

Current events

Recent changes

Random page

Help

Donations

Search

Go

Search

Toolbox

What links here

Related changes

Upload file

Special pages

Printable version

Permanent link

This page was last modified 09:13, 12 February 2008.

This page has been accessed 833 times.

Content is avail

Frequency-division multiplexing
From Wikipedia, the free encyclopedia
Interested in contributing to Wikipedia?

Jump to: navigation, search


This article does not cite any references or sources. (February 2008)
Please help improve this article by adding citations to reliable sources.
Unverifiable material may be challenged and removed.

Multiplex
techniques

Circuit mode
(constant bandwidth)

TDM FDM WDM


Polarization multiplexing
Spatial multiplexing (MIMO)
Statistical multiplexing
(variable bandwidth)

Packet mode Dynamic TDM


FHSS DSSS OFDMA
Related topics
Channel access methods
Media Access Control (MAC)

This box: view

talk

edit

Frequency-division multiplexing (FDM) is a form of signal multiplexing where multiple


baseband signals are modulated on different frequency carrier waves and added together to
create a composite signal.
[edit] Non telephone

FDM can also be used to combine multiple signals before final modulation onto a carrier
wave. In this case the carrier signals are referred to as subcarriers: an example is stereo FM
transmission, where a 38 kHz subcarrier is used to separate the left-right difference signal
from the central left-right sum channel, prior to the frequency modulation of the composite
signal. A television channel is divided into subcarrier frequencies for video, color, and audio.

DSL uses different frequencies for voice and for upstream and downstream data transmission
on the same conductors, which is also an example of frequency duplex.
Where frequency division multiplexing is used as to allow multiple users to share a physical
communications channel, it is called frequency-division multiple access (FDMA).
FDMA is the traditional way of separating radio signals from different transmitters.
In the 1860 and 70s, several inventors attempted FDM under the names of Acoustic
telegraphy and Harmonic telegraphy. Practical FDM was only achieved in the electronic age.
Meanwhile their efforts led to an elementary understanding of electroacoustic technology,
resulting in the invention of the telephone.
[edit] Telephone

For long distance telephone connections, 20th century telephone companies used L-carrier
and similar co-axial cable systems carrying thousands of voice circuits multiplexed in
multiple stages.
For short distances, cheaper balanced pair cables were used for various systems including
Bell System K- and N-Carrier. Those cables didn't allow such large bandwidths, so only 12
voice channels (Double Sideband) and later 24 (Single Sideband) were multiplexed into four
wires, one pair for each direction with repeaters every several miles, approximately 10 km.
See 12-channel carrier system. By the end of the 20th Century, FDM voice circuits had
become rare. Modern telephone systems employ digital transmission, in which time-division
multiplexing (TDM) is used instead of FDM.
Since the late twentieth century Digital Subscriber Lines have used a Discrete multitone
(DMT) system to divide their spectrum into frequency channels.
The concept corresponding to frequency division multiplexing in the optical domain is known
as wav
Time-division multiplexing
From Wikipedia, the free encyclopedia
Ten things you may not know about images on Wikipedia
Jump to: navigation, search

Multiplex
techniques

Circuit mode

(constant bandwidth)

TDM FDM WDM


Polarization multiplexing
Spatial multiplexing (MIMO)
Statistical multiplexing
(variable bandwidth)

Packet mode Dynamic TDM


FHSS DSSS OFDMA
Related topics
Channel access methods
Media Access Control (MAC)

This box: view

talk

edit

Time-Division Multiplexing (TDM) is a type of digital or (rarely) analog multiplexing in


which two or more signals or bit streams are transferred apparently simultaneously as subchannels in one communication channel, but are physically taking turns on the channel. The
time domain is divided into several recurrent timeslots of fixed length, one for each subchannel. A sample byte or data block of sub-channel 1 is transmitted during timeslot 1, subchannel 2 during timeslot 2, etc. One TDM frame consists of one timeslot per sub-channel.
After the last sub-channel the cycle starts all over again with a new frame, starting with the
second sample, byte or data block from sub-channel 1, etc.
Contents
[hide]

1 Application examples

2 TDM versus packet mode communication

3 History
o

3.1 Transmission using Time Division Multiplexing (TDM)

4 Synchronous Digital Hierarchy (SDH)

5 Statistical Time-division Multiplexing (STDM)

6 References

7 See also

8 External Links

[edit] Application examples

The Plesiochronous Digital Hierarchy (PDH) system, also known as the PCM
system, for digital transmission of several telephone calls over the same
four-wire copper cable (T-carrier or E-carrier) or fiber cable in the circuit
switched digital telephone network

The SDH and Synchronous Optical Networking (SONET) network


transmission standards, that has suppressed PDH.

The RIFF (WAV) audio standard interleaves left and right stereo signals on
a per-sample basis

The left-right channel splitting in use for Stereoscopic Liquid Crystal


shutter glasses

TDM can be further extended into the time division multiple access (TDMA) scheme, where
several stations connected to the same physical medium, for example sharing the same
frequency channel, can communicate. Application examples include:

The GSM telephone system

[edit] TDM versus packet mode communication

In its primary form, TDM is used for circuit mode communication with a fixed number of
channels and constant bandwidth per channel.
What distinguishes time-division multiplexing from statistical multiplexing such as packet
mode communication (also known as statistical time-domain multiplexing, see below) is
that the time-slots are recurrent in a fixed order and pre-allocated to the channels, rather than
scheduled on a packet-by-packet basis. Statistical time-domain multiplexing resembles, but
should not be considered as, time division multiplexing
In dynamic TDMA, a scheduling algorithm dynamically reserves a variable number of
timeslots in each frame to variable bit-rate data streams, based on the traffic demand of each
data stream. Dynamic TDMA is used in

HIPERLAN/2;

IEEE 802.16a.

[edit] History

For the SIGSALY encryptor of 1943, see PCM.


In 1962, engineers from Bell Labs developed the first D1 Channel Banks, which combined 24
digitised voice calls over a 4-wire copper trunk between Bell central office analogue
switches. A channel bank sliced a 1.544 Mbit/s digital signal into 8,000 separate frames, each
composed of 24 contiguous bytes. Each byte represented a single telephone call encoded into
a constant bit rate signal of 64 Kbit/s. Channel banks used a byte's fixed position (temporal
alignment) in the frame to determine which call it belonged to.[1]
[edit] Transmission using Time Division Multiplexing (TDM)

In circuit switched networks such as the Public Switched Telephone Network (PSTN) there
exists the need to transmit multiple subscribers calls along the same transmission medium.[2]
To accomplish this, network designers make use of TDM. TDM allows switches to create
channels, also known as tributaries, within a transmission stream.[2] A standard DS0 voice
signal has a data bit rate of 64 kbit/s, determined using Nyquists Sampling Criterion.[2][3]
TDM takes frames of the voice signals and multiplexes them into a TDM frame which runs at
a higher bandwidth. So if the TDM frame consists of n voice frames, the bandwidth will be
n*64 kbit/s.[2]
Each voice frame in the TDM frame is called a channel or tributary.[2] In European systems,
TDM frames contain 30 digital voice frames and in American systems, TDM frames contain
24 digital voice frames.[2] Both of the standards also contain extra space for signalling (see
Signaling System 7) and synchronisation data.[2]
Multiplexing more than 24 or 30 digital voice frames is called Higher Order Multiplexing.[2]
Higher Order Multiplexing is accomplished by multiplexing the standard TDM frames.[2] For
example, a European 120 channel TDM frame is formed by multiplexing four standard 30
channel TDM frames.[2] At each higher order multiplex, four TDM frames from the
immediate lower order are combined, creating multiplexes with a bandwidth of n x 64 kbit/s,
where n = 120, 480, 1920, etc.[2]
[edit] Synchronous Digital Hierarchy (SDH)

Plesiochronous Digital Hierarchy (PDH) was developed as a standard for multiplexing higher
order frames.[2][3] PDH created larger numbers of channels by multiplexing the standard
Europeans 30 channel TDM frames.[2] This solution worked for a while; however PDH
suffered from several inherent drawbacks which ultimately resulted in the development of the
Synchronous Digital Hierarchy (SDH). The requirements which drove the development of
SDH were as follows:[2][3]

Be synchronous All clocks in the system must align with a reference


clock.

Be service-oriented SDH must route traffic from End Exchange to End


Exchange without worrying about exchanges in between, where the
bandwidth can be reserved at a fixed level for a fixed period of time.

Allow frames of any size to be removed or inserted into an SDH frame of


any size.

Easily manageable with the capability of transferring management data


across links.

Provide high levels of recovery from faults.

Provide high data rates by multiplexing any size frame, limited only by
technology.

Give reduced bit rate errors.

SDH has become the primary transmission protocol in most PSTN networks.[2][3] It was
developed to allow streams 1.544 Mbit/s and above to be multiplexed, so as to create larger
SDH frames known as Synchronous Transport Modules (STM).[2] The STM-1 frame consists
of smaller streams that are multiplexed to create a 155.52 Mbit/s frame.[2][3] SDH can also
multiplex packet based frames such as Ethernet, PPP and ATM.[2]
While SDH is considered to be a transmission protocol (Layer 1 in the OSI Reference
Model), it also performs some switching functions, as stated in the third bullet point
requirement listed above.[2] The most common SDH Networking functions are as follows:

SDH Crossconnect The SDH Crossconnect is the SDH version of a TimeSpace-Time crosspoint switch. It connects any channel on any of its inputs
to any channel on any of its outputs. The SDH Crossconnect is used in
Transit Exchanges, where all inputs and outputs are connected to other
exchanges.[2]

SDH Add-Drop Multiplexer The SDH Add-Drop Multiplexer (ADM) can add
or remove any multiplexed frame down to 1.544Mb. Below this level,
standard TDM can be performed. SDH ADMs can also perform the task of
an SDH Crossconnect and are used in End Exchanges where the channels
from subscribers are connected to the core PSTN network. [2]

SDH Network functions are connected using high-speed Optic Fibre. Optic Fibre uses light
pulses to transmit data and is therefore extremely fast.[2] Modern optic fibre transmission
makes use of Wavelength Division Multiplexing (WDM) where signals transmitted across the
fibre are transmitted at different wavelengths, creating additional channels for transmission.[2]
[3]
This increases the speed and capacity of the link, which in turn reduces both unit and total
costs.[2]
[edit] Statistical Time-division Multiplexing (STDM)

STDM is an advanced version of TDM in which both the address of the terminal and the data
itself are transmitted together for better routing. Using STDM allows bandwidth to be split
over 1 line. Many college and corporate campuses use this type of TDM to logically
distribute bandwidth.

If there is one 10MBit line coming into the building, STDM can be used to provide 178
terminals with a dedicated 56k connection (178 * 56k = 9.96Mb). A more common use
however is to only grant the bandwidth when that much is needed. STDM does not reserve a
time slot for each terminal, rather it assigns a slot when the terminal is requiring data to be
sent or received.
[edit] References
1. ^ Carriedo, M.I.G, ATM: Origins and State of the Art,
http://www.dit.upm.es/infowin/atmeurope/CH2/atmbackg.html, last
accessed 4rd November 2005.
2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x Hanrahan H.E., Integrated Digital
Communications, School of Electrical and Information Engineering,
University of the Witwatersrand, Johannesburg, 2005.
3. ^ a b c d e f Ericsson Ltd, Understanding Telecommunications,
http://web.archive.org/web/20040413074912/www.ericsson.com/support/t
elecom/index.shtml, last accessed April 11, 2006.

This article was originally based on a Federal Standard 1037C entry in support of MIL-STD188.