Anda di halaman 1dari 19

PENYESUAIAN DAN INSERSI

GIGI TIRUAN LENGKAP


(BAB 9)
KELOMPOK 6 :

RIAN ISWARDANU (J520130011)


FERA LUSIANITA (J520130027)
WENINGTYAS Y.P (J520130028)
ANDINI MURTININGTYAS(J520130029)
WAHYU NUR OKTAVIA (J520130041)
DENY TEGUH S (J520130042)
SITI WILDATUN UYUN R.N (J520130053)
ESYA RAMATA P (J520130056)
ERWIN C RAKHMATTO (J520130059)
NARAWIDYA LAKSMI DEWI (J520130066)
FAHRINA (J520130074)

Menasehati pasien
Pasien biasanya meminta saran gigi palsu yang sesuai
kebutuhan untuk menormalkan pergerakan otot sekitar
mulut. Akan tetapi di luar harapan pasien ketika terjadi
iritasi ringan dari gigi palsu yang baru,terkadang terdapat
lebam yang merupakan respon negatif dan itu merupakan
respon dari tubuh.
Walau demikian pasien harus menggunakan gigi tiruan
dengan hati-hati dan di anjurkan untuk tidak menolak
saat diberikan perawatan.

Persiapan insersi Gigi Tiruan


Dokter gigi bertanggunmg jawab untuk semua kualitas
gigi tiruan ketika mereka memberikan ke pasien. Oleh
karena itu setiap gigi palsu perlu di uji dari
- crack (retakan atau patah) ,
- porositas
- efek kerusakan yang terjadi di laboratorium dental.
Ridge yang tajam dan gelembung kecil resin dapat
tersingkap dengan gosokan pada seluruh permukaan
sehingga dapat memghilangkan dengan sebuah bur (dual
cut tapered)

Penghalusan permukaan
dengan Bur

Pemasangan gigi tiruan


Setiap gigi tiruan harus dievaluasi secara terpisah di
dalam mulut dan harus terpasang dengan nyaman dengan
memperhatikan sandaran dan retensinya.
----Dokter gigi memiliki titik fokus pada :
Menidentifikasi sumber kekutan tekan pada base.
Penekanan yang kuat pada permukaan oklusal gigi
membuat pasien merasa tidak nyaman.
Sikat lapisan tipis menggunakan pasta pressure indicating
(PIP) pada dasar gigi untuk menambah konsentrasi
tekanan gigi tiruan.

Dukungan
Ukuran, bentuk, dan ketahanan dari residual ridge langsung
mempengaruhi dukungan horizontal dan vertikal dari kedua
gigi palsu, dan bentuk langit-langit mulut akan mempengaruhi
dukungan horizontal dari gigi tiruan rahang atas.
Akibatnya, beban setiap gigi tiruan harus berhubungan dengan
gerakan yang diamati stabilitas struktur pendukung. tidak
mungkin bahwa gigi tiruan baru tidak stabil karena basis tidak
cocok secara akurat. Jika gigi tiruan tampaknya tidak stabil,
penyebabnya mungkin adalah ketidakstabilan struktur
pendukung yang kecil jika tidak dapat dilakukan maka
direkomendasikan implan endosseous

Retensi
Gigi tiruan rahang atas harus tetap pada mukosa ketika gaya
oklusal yang normal diterapkan pada gigi dengan mulut terbuka
penuh. jika gigi tiruan yang lepas, pengecekan pada dasar gigi
tiruan dilakukan, mungin ada kecacatan pada tepi segel perifer
gigi tiruan, yang paling umum di sepanjang langit-langit lunak
atau lateral tuberositas maksilaris.Otot mungkin perlu lebih
banyak ruang untuk bergerak di sekitar pinggiran dasar ketika
pasien berbicara atau mengunyah.
Dasar gigi tiruan berkontur untuk memberikan lebih banyak
ruang otot mulut, sedangkan dasar yang rusak atau cacat dapat
diperbaiki dengan menambahkan senyawa resin ke daerah
tersebut. jika senyawa tersebut meningkatkan retensi, itu diganti
dengan resin autopolymerizing atau self-cured autopolymerizing
yang cocok sehingga dapat digunakan langsung di dalam mulut.

Memperbaiki kontak oklusal


pada articulator

Cara yang paling efisien untuk memperbaiki oklusi saat


memasukkan gigi palsu untuk mendapatkan rekaman
gigitan oklusal atau bite record baru dengan memasang gigi
palsu lagi pada artikulator.

Tahapannya adalah:
1. Kontak oklusal pada mulut diindentifikasi visual dan dengan arah proprioseptif pada
pasien dengan rahang santai dan retruksi (figs 9-7b)
2. Gigi tiruan mandibula di lepas dengan gigi dalam keadaan kering letakkan selembar
malam tipis berbentuk persegi panjang kecil di letakkan pada posterior gigi pada bagian
bilateral (figs 9-8)
3. Gigi tiruan dengan wax yang lunak dipindahkan kemulut oleh dokter gigi , dan pasien
harus dengan cepat membuat giginya kembali menyatu.
5 Ketika wax record mulai mengeras dimulut gigi tiruan dipindahkan dan wax record
menunjukan bahwa hanya kontak oklusal yang irregular lah yang berpenetrasi dengan wax.
6. Gigi tiruan dipindahkan ke cetakan gigi, dan cetakan mandibula dipasang kan
ke
artikulator dengan gips stone yang setting nya cepat.
7. Ketika gigitan oklusal dilepaskan kontak oklusal antaraa gigi ditandai dengan
pita
articulator untuk mengkonfirmasi lagi bahwa articulator yang baru akurat.
Jika tidak,
prosedur mounthing di ulanagi.
8. Gigi tiruan di tempatkan di dalam mulut dan pergerakan eksenttrik di observasi
mengakibatkan inklinasi kondilus pada articulator dapat di atur (figs 9-1.3)
8. Keseimbangan oklusi dengan bur untuk memproduksi kontak bilateral yang seragam pada
posisi sentrik dengan simulasi kontak gigi anterior dan posterior mandibular protusif. (figs 914 sampai 9-14c)
9. Terakhir, pasien kembali untuk evaluasi hasil gigi tiruan. (figs 9-15a sampai 9- 15c)

Menyediakan petunjuk tertulis


penggunaan gigi tirual lengkap
Untuk menyediakan
petunjuk tertulis dari gigi
palsu
barunya berupa
tulisan pendek, pamflet
rinigkas
yang
menyediakan informasi
penggunaan
dan
pembatasan gtl beserta
dengan penatalaksanaan
jika terjadi masalah.

Jangka Pendek

EVALUASI

Jaringan mukosa didekat puncak residual ridge dan diataas


mylohyoid ridge sangat rentan terhadap tekanan,sementara serat dari
otot masseter lateral untuuk retromolar pad atau di dekat
peterygomaxilary notch merupakan tempat yang sangat toleran
terhadap basis gigi tiruan. Terkadang pasien mengeluhkan sakit
teggorokan yang disebabkan konstriktor superior faring bergesekan
dengan sayap lingual dari gigi tiruan mandibula atau disebabkan oleh
segel tepi dari tekanan gigi tiruan maksila pada palatum lunak.
ketika rasa ketidaknyamanan muncul, dan adanya tekanan yang
mengindikasikan maka dapat menggunakan pasta pressure indicating
untuk mengetahui ketidak pasan pada gigi tiruan kemudian
diinsersikan dan gunakan cotton roll sebagai gigitan pasien untuk
memudahkan.

Jangka Panjang

Pemeriksaan tindak lanjut untuk menilai kesehatan mulut dan


kesesuaian (rasa pas) dari gigi tiruan. Pasien yang menggunakan gigi
tiruan harus diperiksa setidaknya setiap tahun dalam konteks jadwal
yang telah ditentukan. Pemakai gigi tiruan dapat menyebabkan mukosa
mulut terganggu.

KESIMPULAN
Ketahanan gigi tiruan bergantung kepada sel perifer,
daerah kontak antar geligi tiruan dangan jaringan,
ketepatan, viskositas atau volume saliva. Kemampuan
geligi tiruan untuk menahan gaya geser selama fungsi di
pengaruhi oleh gaya yang bekerja pada permukaan
oklusal dan permukaan poles, selain bentuk jaringan
pendukung.

Kebanyakan pasien perlu waktu untuk beradaptasi


dengan geligi tiruan barunya. Jika pasien merasa nyeri
pasien di minta meneruskan memakai gigi tiruannya dan
kembali secepat mungkin sehingga area nyeri mudah di
lihat. Jika tidak mungkin pasien sebaiknya menghentikan
pemakaian gigi tiruan sebelum kunjungan.

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai