Anda di halaman 1dari 21

1.1 Latar Belakang

Energi listrik merupakan salah satu dari sekian banyak energi yang memegang peranan penting dalam kehidupan. Bahkan manusia menjadikan energi listrik sebagai kebutuhan pokok setelah pangan, sandang dan papan. Hal itu dikarenakan peranan listrik sangat penting dalam menompang segala sendi kehidupan. Penggunaan energi listrik di dunia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sementara itu, suplay energi listrik yang bersumber dari minyak bumi, gas alam, dan batu bara memiliki keterbatasan. Hal ini dikarenakan bahan-bahan tersebut bersifat tidak dapat diperbaharui. Pada era global ini, banyak para ilmuwan melakukan penelitian yang ditujukan untuk menghemat energi sumber daya alam dari dalam bumi. Beberapa ilmuwan sudah menemukan sumber energi alternatif sebagai sumber arus listrik, namun belum ada pemanfaatan secara efektif pada sumber energi tersebut.

1.1 Latar Belakang Energi listrik merupakan salah satu dari sekian banyak energi yang memegang peranan penting
1.1 Latar Belakang Energi listrik merupakan salah satu dari sekian banyak energi yang memegang peranan penting
1.1 Latar Belakang Energi listrik merupakan salah satu dari sekian banyak energi yang memegang peranan penting
1.1 Latar Belakang Energi listrik merupakan salah satu dari sekian banyak energi yang memegang peranan penting
1.1 Latar Belakang Energi listrik merupakan salah satu dari sekian banyak energi yang memegang peranan penting
1.1 Latar Belakang Energi listrik merupakan salah satu dari sekian banyak energi yang memegang peranan penting
1.1 Latar Belakang Energi listrik merupakan salah satu dari sekian banyak energi yang memegang peranan penting

Ada banyak sumber energi yang dihasilkan oleh alam salah satunya energi yang dihasilkan dari limbah kulit pisang. Banyak orang yang suka terhadap buah pisang, karena rasa pisang yang manis serta tekstur daging buah yang lembut menyebabkan banyak orang yang menyukainya. Namun banyak orang yang hanya memanfaatkan daging buahnya saja. Kulit pisang sering dianggap sampah atau hanya sebagai limbah. Padahal didalam kulit pisang banyak mengandung unsur serta senyawa yang dapat digunakan sebagai energi alternatif.

Limbah kulit pisang dapat digunakan sebagai sumber arus listrik, karena dalam limbah kulit pisang banyak terdapat berbagai macam elektrolit seperti asam asetat, magnesium, seng, dan kalium yang mampu menghantarkan ion dan elektron dalam elektroda. Namun pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai sumber energi listrik belum dimanfaaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Ada banyak sumber energi yang dihasilkan oleh alam salah satunya energi yang dihasilkan dari limbah kulit
Ada banyak sumber energi yang dihasilkan oleh alam salah satunya energi yang dihasilkan dari limbah kulit
Ada banyak sumber energi yang dihasilkan oleh alam salah satunya energi yang dihasilkan dari limbah kulit
Ada banyak sumber energi yang dihasilkan oleh alam salah satunya energi yang dihasilkan dari limbah kulit
Ada banyak sumber energi yang dihasilkan oleh alam salah satunya energi yang dihasilkan dari limbah kulit
Ada banyak sumber energi yang dihasilkan oleh alam salah satunya energi yang dihasilkan dari limbah kulit
Ada banyak sumber energi yang dihasilkan oleh alam salah satunya energi yang dihasilkan dari limbah kulit

Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat

menjadi

salah satu alternatif untuk

membantu menanggulangi masalah yang timbul berhubungan dengan sumber arus

listrik. Oleh karena itu, dalam karya tulis ini penulis mengangkat judul

“Pemanfaatan

Kulit

Pisang

Sumber Arus Listrik”.

Menjadi

Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menanggulangi masalah yang timbul berhubungan
Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menanggulangi masalah yang timbul berhubungan
Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menanggulangi masalah yang timbul berhubungan
Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menanggulangi masalah yang timbul berhubungan
Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menanggulangi masalah yang timbul berhubungan
Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menanggulangi masalah yang timbul berhubungan
Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menanggulangi masalah yang timbul berhubungan

1.2 Rumusan Masalah.

Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

1. Apakah Apakah jenis kulit pisang berpengaruh terhadap pembuatan bahan baku baterai kering?

2. bagaimana

memperoleh

cara

jenis

pisang

yang

bagus

untuk

bahan

pembuatan baterai ramah lingkungan?

1.2 Rumusan Masalah. Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah Apakah jenis
1.2 Rumusan Masalah. Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah Apakah jenis
1.2 Rumusan Masalah. Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah Apakah jenis
1.2 Rumusan Masalah. Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah Apakah jenis
1.2 Rumusan Masalah. Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah Apakah jenis
1.2 Rumusan Masalah. Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah Apakah jenis
1.2 Rumusan Masalah. Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah Apakah jenis

1.3 Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah tersebut dapat di ketahui tujuan permasalahan sebagai beikut:

1. Mengetahui apakah jenis kulit pisang berpengaruh terhadap pembuatan bahan baku baterai kering .

2. Memperoleh perbandingan jenis pisang

yang

bagus

untuk

bahan

pembuatan

baterai ramah lingkungan

1.3 Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah tersebut dapat di ketahui tujuan permasalahan sebagai beikut: 1. Mengetahui
1.3 Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah tersebut dapat di ketahui tujuan permasalahan sebagai beikut: 1. Mengetahui
1.3 Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah tersebut dapat di ketahui tujuan permasalahan sebagai beikut: 1. Mengetahui
1.3 Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah tersebut dapat di ketahui tujuan permasalahan sebagai beikut: 1. Mengetahui
1.3 Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah tersebut dapat di ketahui tujuan permasalahan sebagai beikut: 1. Mengetahui
1.3 Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah tersebut dapat di ketahui tujuan permasalahan sebagai beikut: 1. Mengetahui
1.3 Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah tersebut dapat di ketahui tujuan permasalahan sebagai beikut: 1. Mengetahui

1.4 Manfaat Penulisan

Karya tulis ilmiah yang dibuat dapat dimanfaatkan, sebagai :

Untuk memberitahu manfaat limbah kulit pisang yang ada di masyarakat, dan memberikan kesadaran bahwa limbah kulit pisang dapat di manfaatka untuk menambah sumber daya energi yang sekarang mulai menipis

1.4 Manfaat Penulisan  Karya tulis ilmiah yang dibuat dapat dimanfaatkan, sebagai :  Untuk memberitahu
1.4 Manfaat Penulisan  Karya tulis ilmiah yang dibuat dapat dimanfaatkan, sebagai :  Untuk memberitahu
1.4 Manfaat Penulisan  Karya tulis ilmiah yang dibuat dapat dimanfaatkan, sebagai :  Untuk memberitahu
1.4 Manfaat Penulisan  Karya tulis ilmiah yang dibuat dapat dimanfaatkan, sebagai :  Untuk memberitahu
1.4 Manfaat Penulisan  Karya tulis ilmiah yang dibuat dapat dimanfaatkan, sebagai :  Untuk memberitahu
1.4 Manfaat Penulisan  Karya tulis ilmiah yang dibuat dapat dimanfaatkan, sebagai :  Untuk memberitahu
1.4 Manfaat Penulisan  Karya tulis ilmiah yang dibuat dapat dimanfaatkan, sebagai :  Untuk memberitahu

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Baterai

Pengertian dan Sejarah Baterai. Baterai adalah peralatan yang mengkonversikan

energi kimia menjadi energi listrik. Baterai digunakan untuk menyimpan tenaga listrik arus searah ( DC ). Sejarah batterai dimulai pada tahun 1800, ketika pertama kali Allesandro Volta, seorang profesor fisika dari Universitas Pavia, Italia membuat baterai pertamanya yang terbuat dari lembaran-lembaran logam dan papan karton atau kertas yang direndam dalam air garam. Dan sejak saat itu, para ilmuwan berlomba menyempurnakan ide sederhana Volta hingga menjadi seperti baterai yang kita jumpai saat ini.

BAB II PEMBAHASAN  2.1 Pengertian Baterai  Pengertian dan Sejarah Baterai. Baterai adalah peralatan yang
BAB II PEMBAHASAN  2.1 Pengertian Baterai  Pengertian dan Sejarah Baterai. Baterai adalah peralatan yang
BAB II PEMBAHASAN  2.1 Pengertian Baterai  Pengertian dan Sejarah Baterai. Baterai adalah peralatan yang
BAB II PEMBAHASAN  2.1 Pengertian Baterai  Pengertian dan Sejarah Baterai. Baterai adalah peralatan yang
BAB II PEMBAHASAN  2.1 Pengertian Baterai  Pengertian dan Sejarah Baterai. Baterai adalah peralatan yang
BAB II PEMBAHASAN  2.1 Pengertian Baterai  Pengertian dan Sejarah Baterai. Baterai adalah peralatan yang
BAB II PEMBAHASAN  2.1 Pengertian Baterai  Pengertian dan Sejarah Baterai. Baterai adalah peralatan yang

Pada dasarnya baterai terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:

Elektroda Positif (Katoda) Elektroda Negatif (Anoda) Bahan Elektrolit (Cair / Padat)

Pada dasarnya baterai terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:  Elektroda Positif (Katoda)  Elektroda Negatif
Pada dasarnya baterai terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:  Elektroda Positif (Katoda)  Elektroda Negatif
Pada dasarnya baterai terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:  Elektroda Positif (Katoda)  Elektroda Negatif
Pada dasarnya baterai terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:  Elektroda Positif (Katoda)  Elektroda Negatif
Pada dasarnya baterai terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:  Elektroda Positif (Katoda)  Elektroda Negatif
Pada dasarnya baterai terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:  Elektroda Positif (Katoda)  Elektroda Negatif
Pada dasarnya baterai terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:  Elektroda Positif (Katoda)  Elektroda Negatif

Elektroda berfungsi sebagai tempat mengalirnya elektron. Sedangkan bahan elektrolit berfungsi sebagai medium aliran arus ionik dirangkaian dalam. Elektron dialirkan melalui rangkaian luar dari salah satu elektroda ke elektroda lainnya. Anoda berfungsi untuk melepaskan elektron sedangkan berfungsi untuk menerima arus elektron. Untuk dapat mengalirkan dan menerima elektron, elektroda harus memiliki konduktivitas elektronik tinggi dan konduktivitas ionik yang rendah. Bahan yang digunakan sebagai elektroda haruslah bahan yang stabil dan tidak bereaksi dengan elektrolit.

Berdasarkan bahan elektrolitnya, baterai terbagi menjadi 2, yaitu:

1.

2.

Baterai basah (Accu/Aki)

Baterai kering ( Baterai padat)

Elektroda berfungsi sebagai tempat mengalirnya elektron. Sedangkan bahan elektrolit berfungsi sebagai medium aliran arus ionik dirangkaian
Elektroda berfungsi sebagai tempat mengalirnya elektron. Sedangkan bahan elektrolit berfungsi sebagai medium aliran arus ionik dirangkaian
Elektroda berfungsi sebagai tempat mengalirnya elektron. Sedangkan bahan elektrolit berfungsi sebagai medium aliran arus ionik dirangkaian
Elektroda berfungsi sebagai tempat mengalirnya elektron. Sedangkan bahan elektrolit berfungsi sebagai medium aliran arus ionik dirangkaian
Elektroda berfungsi sebagai tempat mengalirnya elektron. Sedangkan bahan elektrolit berfungsi sebagai medium aliran arus ionik dirangkaian
Elektroda berfungsi sebagai tempat mengalirnya elektron. Sedangkan bahan elektrolit berfungsi sebagai medium aliran arus ionik dirangkaian
Elektroda berfungsi sebagai tempat mengalirnya elektron. Sedangkan bahan elektrolit berfungsi sebagai medium aliran arus ionik dirangkaian

2.2 Tanaman Pisang

Pohon pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yaang tidak mengenal musim, selalu berkembang setiap waktu. Pohon pisang selalu melakukan regenerasi melalui tunas-tunas yang tumbuh pada bonggolnya.Cara itulah pohon pisang mempertahankan eksitensinya untuk memberikan manfaat kepada manusia. Hampir seluruh bagian dari tanaman pisang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari bonggol, batang, daun, buah, bunga sampai kekulit pisang. Berikut ini manfaat dari setiap bagian pohon pisang :

Bonggol (umbi batang pisang ).

Dibeberapa daerah, bonggol batang pisang yang muda dapat dimanfaatkan untuk sayur dan keripik pisang.

2.2 Tanaman Pisang Pohon pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yaang tidak mengenal musim, selalu berkembang setiap
2.2 Tanaman Pisang Pohon pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yaang tidak mengenal musim, selalu berkembang setiap
2.2 Tanaman Pisang Pohon pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yaang tidak mengenal musim, selalu berkembang setiap
2.2 Tanaman Pisang Pohon pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yaang tidak mengenal musim, selalu berkembang setiap
2.2 Tanaman Pisang Pohon pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yaang tidak mengenal musim, selalu berkembang setiap
2.2 Tanaman Pisang Pohon pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yaang tidak mengenal musim, selalu berkembang setiap
2.2 Tanaman Pisang Pohon pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yaang tidak mengenal musim, selalu berkembang setiap
  • - Batang

Batang pisang banyak dimanfaatkan masyarakat,terutama pada bagian yang mengandung serat.Bagian ini dimanfaatkan sebagai pembungkus untuk bibit tanaman sayur dan apabila dikeringkan dan diolah lebih lanjut dapat digunakan sebagai tali pda pengolahan tembakau, untuk kompos dan dijadikan bahan baku pembuat kertas.

  • - Daun

Masyarakat

pedesaan

memanfaatkan

daun

pisang sebagai pembungkus

makanan,biasanya membungkus kue-kue tradisional dan pembungkus nasi dan dimanfaatkan juga sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing dan kerbau.

  • - Buah

Buah pisang selain dimanfaatkan sebagai sumber vitamin dan mineral juga dapat dimanfaatkan menjadi produk olahan antara lain pisang sale, tepung pisang, sari buah, buah dalam sirup, keripik pisang dan berbagai olahan kue moderen dan tradisional. Buah pisang mengandung vitamin C, B kompleks, B6. Pisang bisa menjadi pengganti makanan pokok, sehingga mengurangi ketergantungan rakyat Indonesia terhadap beras.

- Batang Batang pisang banyak dimanfaatkan masyarakat,terutama pada bagian yang mengandung serat.Bagian ini dimanfaatkan sebagai pembungkus
- Batang Batang pisang banyak dimanfaatkan masyarakat,terutama pada bagian yang mengandung serat.Bagian ini dimanfaatkan sebagai pembungkus
- Batang Batang pisang banyak dimanfaatkan masyarakat,terutama pada bagian yang mengandung serat.Bagian ini dimanfaatkan sebagai pembungkus
- Batang Batang pisang banyak dimanfaatkan masyarakat,terutama pada bagian yang mengandung serat.Bagian ini dimanfaatkan sebagai pembungkus
- Batang Batang pisang banyak dimanfaatkan masyarakat,terutama pada bagian yang mengandung serat.Bagian ini dimanfaatkan sebagai pembungkus
- Batang Batang pisang banyak dimanfaatkan masyarakat,terutama pada bagian yang mengandung serat.Bagian ini dimanfaatkan sebagai pembungkus
- Batang Batang pisang banyak dimanfaatkan masyarakat,terutama pada bagian yang mengandung serat.Bagian ini dimanfaatkan sebagai pembungkus
  • - Bunga

Bunga pisang disebut juga jantung pisang, karena bentuknya seperti jantung. Biasanya dimanfaatkan untuk membuat sayur,karena kandungan protein dan vitaminnya. Selain dibuat sebagai sayur bunga pisang dapat juga dijadikan manisan dan acar.

  • - Kulit buah

Kulit buah ini biasanya digunakan senagai bahan pakan ternak, namun seiring berjalannya waktu limbah kulit pisang ini tidak lagi digunakan sebagai pakan ternak melainkan sebagai energi listrik yang ramah lingkungan.

- Bunga Bunga pisang disebut juga jantung pisang, karena bentuknya seperti jantung. Biasanya dimanfaatkan untuk membuat
- Bunga Bunga pisang disebut juga jantung pisang, karena bentuknya seperti jantung. Biasanya dimanfaatkan untuk membuat
- Bunga Bunga pisang disebut juga jantung pisang, karena bentuknya seperti jantung. Biasanya dimanfaatkan untuk membuat
- Bunga Bunga pisang disebut juga jantung pisang, karena bentuknya seperti jantung. Biasanya dimanfaatkan untuk membuat
- Bunga Bunga pisang disebut juga jantung pisang, karena bentuknya seperti jantung. Biasanya dimanfaatkan untuk membuat
- Bunga Bunga pisang disebut juga jantung pisang, karena bentuknya seperti jantung. Biasanya dimanfaatkan untuk membuat
- Bunga Bunga pisang disebut juga jantung pisang, karena bentuknya seperti jantung. Biasanya dimanfaatkan untuk membuat

2.3 Kandungan dalam Kulit Pisang

Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium. Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, klorida, kalium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya dapat diserap tubuh. Secara sederhana kulit buah pisang segar dapat dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan alkohol, termasuk anggur, karena selain mengandung gula, juga mempunyai aroma yang menarik.

2.3 Kandungan dalam Kulit Pisang Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral,
2.3 Kandungan dalam Kulit Pisang Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral,
2.3 Kandungan dalam Kulit Pisang Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral,
2.3 Kandungan dalam Kulit Pisang Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral,
2.3 Kandungan dalam Kulit Pisang Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral,
2.3 Kandungan dalam Kulit Pisang Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral,
2.3 Kandungan dalam Kulit Pisang Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral,

Hasil analisis kulit pisang di Indonesia menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki kandungan–kandungan makanan yang cukup tinggi.

Hasil analisis kulit pisang di Indonesia menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki kandungan–kandungan makanan yang cukup tinggi.
Hasil analisis kulit pisang di Indonesia menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki kandungan–kandungan makanan yang cukup tinggi.
Hasil analisis kulit pisang di Indonesia menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki kandungan–kandungan makanan yang cukup tinggi.
Hasil analisis kulit pisang di Indonesia menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki kandungan–kandungan makanan yang cukup tinggi.
Hasil analisis kulit pisang di Indonesia menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki kandungan–kandungan makanan yang cukup tinggi.
Hasil analisis kulit pisang di Indonesia menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki kandungan–kandungan makanan yang cukup tinggi.
Hasil analisis kulit pisang di Indonesia menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki kandungan–kandungan makanan yang cukup tinggi.

2.4 Hal-hal yang Menyebabkan Kulit Pisang dapat Menghantarkan Arus Listrik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tegangan yang dihasilkan oleh baterai kering dengan elektrolit kulit pisang adalah 1,24 volt. Dan ketahanan dalam jam dinding rata-rata selama 5 hari 6 jam (135 jam). Kontruksi baterai kering kulit pisang sama dengan baterai biasa. Perbedaannya adalah pada elektrolitnya. Kulit pisang mengandung beberapa mineral yang dapat berfungsi sebagai elektrolit. Mineral dalam jumlah terbanyak adalah potassium atau kalium (K+). Kulit pisang juga mengandung garam sodium yang mengandung klorida (Cl-) dalam jumlah sedikit. Reaksi antara potassium atau kalium dan garam sodium dapat membentuk kalium klorida atau KCl.

2.4 Hal-hal yang Menyebabkan Kulit Pisang dapat Menghantarkan Arus Listrik  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
2.4 Hal-hal yang Menyebabkan Kulit Pisang dapat Menghantarkan Arus Listrik  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
2.4 Hal-hal yang Menyebabkan Kulit Pisang dapat Menghantarkan Arus Listrik  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
2.4 Hal-hal yang Menyebabkan Kulit Pisang dapat Menghantarkan Arus Listrik  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
2.4 Hal-hal yang Menyebabkan Kulit Pisang dapat Menghantarkan Arus Listrik  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
2.4 Hal-hal yang Menyebabkan Kulit Pisang dapat Menghantarkan Arus Listrik  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
2.4 Hal-hal yang Menyebabkan Kulit Pisang dapat Menghantarkan Arus Listrik  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata

Menurut Drs. Asep Jamal (2008) KCl merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik. Pisang juga mengandung Magnesium dan Seng. Magnesium (Mg) dapat bereaksi dengan diklorida dan menjadi elektrolit kuat. Jumlah Magnesium hanyalah 15 % dari jumlah pisang keseluruhan. Pisang juga mengandung Seng (Zn) yang merupakan elektroda positif. jumlah kandungan Seng dalam pisang hanya mencapai 2 %. Sehingga mineral yang paling berperan dalam menghantarkan listrik adalah potassium atau kalium, yang bereaksi dengan garam sodium. Dimungkinkan garam magnesium dan seng juga turut berperan dalam menghantarkan dan menyimpan arus listrik searah.

Menurut Drs. Asep Jamal (2008) KCl merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik.
Menurut Drs. Asep Jamal (2008) KCl merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik.
Menurut Drs. Asep Jamal (2008) KCl merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik.
Menurut Drs. Asep Jamal (2008) KCl merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik.
Menurut Drs. Asep Jamal (2008) KCl merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik.
Menurut Drs. Asep Jamal (2008) KCl merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik.
Menurut Drs. Asep Jamal (2008) KCl merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik.

PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI BATERAI KERING

3.1 Alat dan Bahan:

1.

2.

Kulit Pisang

Baterai bekas

3.

Kabel

4.

5.

Lampu LED

Penumbuk

6.

Pisau

7.

Obeng

PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI BATERAI KERING  3.1 Alat dan Bahan: 1.
PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI BATERAI KERING  3.1 Alat dan Bahan: 1.
PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI BATERAI KERING  3.1 Alat dan Bahan: 1.
PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI BATERAI KERING  3.1 Alat dan Bahan: 1.
PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI BATERAI KERING  3.1 Alat dan Bahan: 1.
PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI BATERAI KERING  3.1 Alat dan Bahan: 1.
PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI BATERAI KERING  3.1 Alat dan Bahan: 1.

3.2 Cara Kerja

  • 1. Potong kulit pisang kecil-kecil.

  • 2. Masukkan potongan kulit pisang kedalam penumbuk

3.

Tumbuk hingga halus.

4.

Lalu buka baterai dengan obeng dan buang karbon yang berada di dalam

baterai,kecuali katoda.

5.

Masukkan tumbukkan kulit pisang kedalam baterai yang sudah di ambil

isinya.

6.

Selanjutnya tutup baterai dengan Seng(Zn) yang bermuatan positif(+) dan

negatif(-).

  • 7. Sementara

tembaganya

itu

siapkan

kabel

dan

potong

kedua

ujung

agar

terlihat

  • 8. Dan lilitkan kabel tersebut ke lampu LED.

  • 9. Sambungkan kabel ke baterai.

10. Atau coba ke alat elektronik lainnya 11. Lihatlah apa yang terjadi

3.2 Cara Kerja 1. Potong kulit pisang kecil-kecil. 2. Masukkan potongan kulit pisang kedalam penumbuk 3.
3.2 Cara Kerja 1. Potong kulit pisang kecil-kecil. 2. Masukkan potongan kulit pisang kedalam penumbuk 3.
3.2 Cara Kerja 1. Potong kulit pisang kecil-kecil. 2. Masukkan potongan kulit pisang kedalam penumbuk 3.
3.2 Cara Kerja 1. Potong kulit pisang kecil-kecil. 2. Masukkan potongan kulit pisang kedalam penumbuk 3.
3.2 Cara Kerja 1. Potong kulit pisang kecil-kecil. 2. Masukkan potongan kulit pisang kedalam penumbuk 3.
3.2 Cara Kerja 1. Potong kulit pisang kecil-kecil. 2. Masukkan potongan kulit pisang kedalam penumbuk 3.
3.2 Cara Kerja 1. Potong kulit pisang kecil-kecil. 2. Masukkan potongan kulit pisang kedalam penumbuk 3.

BAB IV PENUTUP

4.3 Kesimpulan

1. Bahwa kulit pisang dapat menghasilkan energy listrik sebagai pengganti baterai kering ramah lingkungan

2. Jenis kulit pisang berpengaruh terhadap pembuatan bahan baku baterai Kering

BAB IV PENUTUP 4.3 Kesimpulan 1. Bahwa kulit pisang dapat menghasilkan energy listrik sebagai pengganti baterai
BAB IV PENUTUP 4.3 Kesimpulan 1. Bahwa kulit pisang dapat menghasilkan energy listrik sebagai pengganti baterai
BAB IV PENUTUP 4.3 Kesimpulan 1. Bahwa kulit pisang dapat menghasilkan energy listrik sebagai pengganti baterai
BAB IV PENUTUP 4.3 Kesimpulan 1. Bahwa kulit pisang dapat menghasilkan energy listrik sebagai pengganti baterai
BAB IV PENUTUP 4.3 Kesimpulan 1. Bahwa kulit pisang dapat menghasilkan energy listrik sebagai pengganti baterai
BAB IV PENUTUP 4.3 Kesimpulan 1. Bahwa kulit pisang dapat menghasilkan energy listrik sebagai pengganti baterai
BAB IV PENUTUP 4.3 Kesimpulan 1. Bahwa kulit pisang dapat menghasilkan energy listrik sebagai pengganti baterai