Anda di halaman 1dari 51

BAB 5

LAPORAN KEGIATAN

Kegiatan ini merupakan salah satu syarat dalam mengikuti Kepaniteraan


Klinik Senior Ilmu Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Sentosa Medan, mulai
tanggal 7 Desember s/d 14 Desember 2015. Adapun kegiatan yang kami lakukan
di wilayah kerja Puskesmas Sentosa Baru antara lain :
5.1. Laporan Kegiatan di Puskesmas Sentosa Baru
Tabel 5.1.1 Kegiatan Di Wilayah Puskesmas Sentosa Baru
No Kegiatan
1
2

Keterangan

Melapor kepada Kepala Puskesmas dan perkenalan


kepada seluruh staf Puskesmas Sentosa Baru

Senin, 7 Desember 2015

Kegiatan Harian Di Puskesmas Sentosa Baru


-

Poli Umum
Poli Gigi
Apotek
KIA/KB
Gizi

Selasa, 8 Desember 2015

Kegiatan Harian Di Puskesmas Sentosa Baru

Poli Umum
Poli Gigi
Apotek
KIA/KB
Gizi

Rabu, 9 Desember 2015

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
98

Kegiatan Harian Di Puskesmas Sentosa Baru


-

Poli Umum
Poli Gigi
Apotek
KIA/KB
Gizi

Penyuluhan tentang DM, Hipertensi, dan Penyakit


Jantung Koroner di Puskesmas
4

Penyuluhan tentang cuci tangan pakai sabun di air Kamis,10 Desember 2015
mengalir dan diare di SD
Pembinaan kantin sekolah bersama di SD
Penyuluhan tentang ASI Eksklusif di Posyandu
Posyandu
Mengisi KMS
Menimbang BB dan TB
Imunisasi

Kegiatan Harian Di Puskesmas Sentosa Baru


- Poli Umum
- Apotek
Jumat, 11 Desember
- Poli Gigi
2015
- KIA/KB
Penyuluhan tentang ISPA dan TB di Puskesmas
Penyuluhan Tentang DM dirumah pasien DM
Kegiatan Harian Di Puskesmas Sentosa Baru
- Poli Umum
- Apotek
- Poli Gigi
- KIA/KB
Sabtu, 12 Desember 2015
Penyuluhan Tentang DBD dan Jenis-Jenis Olahraga
Pada Lansia di Puskesmas

Kegiatan Harian Di Puskesmas Sentosa Baru


- Poli Umum
- Apotek
- Poli Gigi
- KIA/KB
Revisi dan Responsi dengan kepala puskesmas

Senin, 14 Desember 2015

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
99

5.2 Kegiatan Harian Di Puskesmas Sentosa Baru


1. Poli Umum
Kegiatan:

Menganamnesa, memeriksa, mendiagnosa dan meresepkan obat


untuk pasien di bawah bimbingan dokter di puskesmas serta
merujuk pasien untuk pemeriksaan yang tidak dapat dilakukan di
puskesmas.

Hal yang ditemukan:


Fasilitas di ruangan ini memadai.
2. Ruang Apotek
Kegiatan :
Meracik obat di bawah bimbingan apoteker, memberikan dan
memberitahu cara penggunaan obat yang benar kepada pasien.
Masalah :
Jenis obat yang terbatas.
Terdapat banyak obat yang tidak terpakai sehingga kadaluarsa
Pemecahan masalah :
Menambah jenis obat.
Melakukan pengadaan jumlah obat yang disesuaikan dengan
jumlah penyakit yang banyak terdapat di Puskesmas
3. KIA/KB
Kegiatan :

Memeriksa ibu hamil di bawah bimbingan bidan, memberi


pengetahuan kepada ibu hamil tentang nutrisi yang baik selama
kehamilan,

melihat

perkembangan

janin

dengan

melakukan

pengukuran seperti Berat badan, Tinggi Badan, dan Lingkar kepala.


Masalah :

Ada beberapa alat yang kurang memadai.

Pemecahan masalah :

Penambahan dan perbaikan alat-alat kesehatan.

5.2.1 Posyandu
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
100

Kegiatan :
Penimbangan BB, pengukuran TB dan imunisasi pada bayi dan
balita.
Tujuan : Bayi dan balita yang datang ke Posyandu
Tempat: Posyandu Murni
Waktu : Kamis, 10 Desember 2015
Masalah :

Masih kurangnya kesadaran orang tua untuk membawa anaknya ke

posyandu untuk imunisasi.


Masih adanya ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif kepada
bayinya.

Pemecahan masalah :

Perlunya

penyuluhan

pengetahuan

mengenai

penyakit-penyakit

pentingnya

yang

dapat

imunisasi
dicegah

dan

dengan

imunisasi.
Perlunya penyuluhan mengenai pentingnya ASI Eksklusif dan

manfaat terhadap ibu dan bayi.


5.2.2

Sekolah

Kegiatan :
Penyuluhan tentang cara mencuci tangan
Tujuan : Siswa dan Siswi di Sekolah
Tempat: SD Muhammadyah 06
Waktu : Kamis, 10 Desember 2015
Masalah :
Kurangnya kesadaran anak anak sekolah untuk menjaga kebersihan
makanan dan minuman
Pemecahan masalah :
Perlunya penyuluhan mengenai cara mencuci tangan yang benar
Perlunya penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan
makanan dan minuman. Dan memilih jajanan sekolah yang higenis.
5.2.3

Penyuluhan Di Puskesmas

Kegiatan:
Memberikan penyuluhan tentang Hipertensi
Melakukan tanya jawab dengan ibu-ibu/Audience.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
101

Tujuan :
Memberikan informasi dan pengetahuan kepada ibu-ibu/Audience
tentang Hipertensi
Melihat respon ibu-ibu terhadap kegiatan penyuluhan yang
diberikan.
Sasaran :
Ibu-ibu dan Bapak bapak yang datang ke Puskesmas
Tempat :

Puskesmas Sentosa Baru

Waktu :

Kamis, 10 Desember 2015

Hasil :
Ibu-ibu dan bapak - bapak sangat antusias terhadap penyuluhan
yang diberikan.
Solusi :
Memberikan informasi dan edukasi terpadu secara berkala minimal 1
kali seminggu mengenai berbagai penyakit.
5.2.4 Pembinaan Kantin Sehat Di Sekolah Dan Jajanan Di Luar Sekolah
di SD Muhammdyah 027
Kegiatan :
Mengamati jajanan sehat di kantin sekolah dan jajanan di luar
sekolah.
Membina dan memberikan Kuesioner seputar Jajanan sehat kepada
Pengelola kantin, Guru, UKS, serta siswa/i lain.
Tujuan :
Mengetahui jajanan yang di konsumsi oleh siswa-siswi sehat atau
tidak.
Memastikan jajanan kemasan yang dijual di kantin belum
kadaluarsa dan sudah lolos sertifikasi BPOM.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
102

Mengetahui pengetahuan siswa/i terhadap jajanan sehat di


lingkungan sekolah.
Membina UKS serta siswa/i lain untuk dapat memilih jajanan sehat
di lingkungan sekolah.
Sasaran :

Siswa - siswi SD Muhammadyah 027

Tempat :

SD Muhammadyah 027

Waktu :

Kamis, 10 Desember 2015

Hasil :
Jajanan di kantin sekolah sudah memenuhi kriteria makanan sehat
dan belum kadaluarsa dan sudah lolos sertifikasi BPOM.
Jajanan di luar sekolah menggunakan pewarna makanan yang
sangat mencolok.
Siswa/i sudah dapat mengerti bagaimana membedakan makanan
yang memakai pewarna dan bukan.
Siswa/i sangat banyak yang tertarik pada makanan yang bewarna
mencolok.
Solusi :
Memberikan informasi dan edukasi kepada siswa-siswi tentang
makanan sehat.
Tabel 5.1.6.1 Kuesioner Jajanan Kantin Anak Sekolah di SD
No. Pertanyaan

Ya

Apakah lingkungan dalam kantin terlihat layak/tidak?

Apakah atap kantin tertutup atau tidak?

Apakah lantai kantin memakai keramik atau tidak?

Apakah dinding dalam kantin telihat bersih dan rapi/tidak?

Tidak

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
103

1.

Tenaga/penanggung jawab
a. Berbadan sehat

Ya () /
ada(0)

b. Bersih
Apakahc.kantin
Rapihmemiliki ventilasi yang cukup?

d. Mengerti gizi dan kesehatan


6 2. Apabila
kantin ditutupi kain atau tidak?
Dana jendela
dan modal
a. Sendiri

7
Apakah meja/kursi yang tersedia memadai atau tidak?
b. Koperasi/bank
3. Lokasi dan ruang makan
8
Apakaha.meja/kursi
yang tersedia layak dipakai/tidak?
Dalam sekolah
dengangelas,
jamban/kamar
9
Apakahb.diberdekatan
atas meja tersedia
sendok, air minum dan
mandi dan tempat sampah
tissue?
c. Ruang bersih dan nyaman

10 Apakahd. jarak
antara satu
mejacuci
dengan
meja yang lain
Dilengkapi
tempat
tangan
dekat/tidak?
,dilengkapi sabun ,lap dan mudah

11

4.

Apakah tempat
penyimpanan
makanan tertutup/tidak?
dijangkau
anak sekolah

Sarana
Apakah
yang tersedia
Saranamakanan
: ruang khusus
kantin tersusun secara rapi atau

tidak? a. Meja
Rak antara dapur dengan tempat penyimpanan

13 Apakahb. jarak
c. Alat kebersihan

makanan dan tempat pencucian piring saling berdekatan?


d. Alat makan dan minum

Sumber
air tempat
dan tempat
air
14 5. Apakah
jarak
penyimpanan
makanan dengan tempat
Sumber : PAM

pencuci
piring
sesuai/tidak?
Sumur
Air mengalir
15 Apakah
terlihat air yang tergenang di tempat cucian
Tempat :
piring/tidak?
- Ember atau wadah tertutup

- Bak penampungan air

Tempat penyimpanan dan pengelolaan


5.
penyajian makanan
- Tempat makanan tertutup dan

12

Tidak (x)

bersih
- Tempat pengelolaan nya bersih

5. Tempat cuci alat makan


Air mengalir

7. Tempat pembuangan sampah


a. Tempat sampah umum

b. Keranjang sampah

8. Makanan yang dijual


- Siap saji

- Direbus

- Digoreng

- Penyedap rasa

- Pengulangan minyak goring

- Pewarna makanan

9. Minuman
- Air mentah

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat


- AirPuskesmas
masak Sentosa Baru Kecamatan Medan
Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas
Padang 2015
104
- AirBaiturrahmah
Galon

- Pewarna Minuman

- Minuman bersoda

- Pemanis buatan

Kesimpulan : Dari hasil yang di dapatkan memalui kuesioner bahwa, dalam


pembinaan kantin sekolah di SD Muhammadyah 027 ini sudah seperti yang
diharapkan, mulai dari Tersedia tempat makanan jadi/siap jadi yang tertutup ,
tersedia tempat menyimpan peralatan makan dan minum. Kemudian dari segi
makanan yang dijual di kantin sekolah, masih belum memenuhi syarat yang
ditentukan agar menjual makanan yang bersih dan sehat, karena makanan yang
dijual di kantin sekolah masih ada yang beberapa jajanan yang menggunakan
pewarna makanan/minuman.
5.2.7 Penyuluhan Di Sekolah
Kegiatan:
Memberikan penyuluhan tentang Cuci Tangan Dan Diare
Melakukan tanya jawab dengan siswa/Audience.
Tujuan :
Memberikan informasi dan pengetahuan kepada siswa/Audience
tentang Cuci Tangan dan Diare
Memberikan edukasi kepada siswa tentang Cuci Tangan dan Diare
Melihat respon siswa terhadap kegiatan penyuluhan yang diberikan.
Sasaran :
Siswa/siswi di SD
Tempat :
SD Muhammadiyah 06
Waktu :

Kamis, 10 Desember 2015

Hasil :
Siswa sangat antusias terhadap penyuluhan yang diberikan.
Solusi :
Memberikan informasi dan edukasi terpadu secara berkala minimal 1
kali seminggu mengenai berbagai penyakit.
5.2.8 Penyuluhan Di Posyandu
Kegiatan:
Memberikan penyuluhan tentang Tumbuh Kembang Anak
Melakukan tanya jawab dengan pasien di Posyandu/Audience.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
105

Tujuan :
Memberikan informasi dan pengetahuan kepada pasien/Audience
tentang Tumbuh Kembang Anak
Memberikan edukasi kepada pasien tentang tahap tahap Tumbuh
Kembang Anak
Melihat respon pasien terhadap kegiatan penyuluhan yang
diberikan.
Sasaran :
Seluruh pasien yang datang ke Posyandu
Tempat :

Posyandu Murni

Waktu :

Kamis, 10 Desember 2015

Hasil :
Pasien sangat antusias terhadap penyuluhan yang diberikan.
Solusi :

Memberikan informasi dan edukasi terpadu secara berkala minimal


1 kali seminggu mengenai berbagai penyakit.

5.2.9 Penyuluhan Di Puskesmas


Kegiatan:
6 Memberikan penyuluhan tentang Penyakit jantung koroner dan DM
7 Melakukan tanya jawab dengan ibu-ibu/Audience.
Tujuan :
Memberikan informasi dan pengetahuan kepada ibu-ibu/Audience
tentang ISPA dan DM
Melihat respon ibu-ibu terhadap kegiatan penyuluhan yang
diberikan.
Sasaran :
Ibu-ibu dan Bapak bapak yang datang ke Puskesmas
Tempat :

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
106

Puskesmas Sentosa Baru

Waktu :

Kamis, 10 Desember 2015

Hasil :
Ibu-ibu dan bapak - bapak sangat antusias terhadap penyuluhan
yang diberikan.
Solusi :
Memberikan informasi dan edukasi terpadu secara berkala minimal 1
kali seminggu mengenai berbagai penyakit.
5.2.10 Penyuluhan di Sekolah
Kegiatan:
Memberikan penyuluhan tentang Cuci Tangan Dan Diare
Melakukan tanya jawab dengan siswa
Tujuan :
Memberikan informasi dan pengetahuan kepada siswa tentang Cuci
Tangan dan Diare
Memberikan edukasi kepada siswa tentang Cuci Tangan dan Diare
Melihat respon siswa terhadap kegiatan penyuluhan yang diberikan.
Sasaran :
Siswa/siswi di SD Muhammadiyah 027
Tempat :
SD Muhammadiyah 027
Waktu :

Kamis, 10 Desember 2015

Hasil :
Siswa sangat antusias terhadap penyuluhan yang diberikan.
Solusi :
Memberikan informasi dan edukasi terpadu secara berkala minimal 1
kali seminggu mengenai berbagai penyakit.
5.2.11 Penyuluhan Di Puskesmas
Kegiatan:
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
107

Memberikan penyuluhan tentang TB


Melakukan tanya jawab dengan pasien di Puskesmas/Audience.
Tujuan :
Memberikan informasi dan pengetahuan kepada pasien/Audience
tentang TB
Memberikan edukasi kepada pasien tentang pengelolaan TB
Melihat respon pasien terhadap kegiatan penyuluhan yang
diberikan.
Sasaran :
Seluruh pasien yang datang ke Puskesmas
Tempat :

Puskesmas Sentosa Baru

Waktu :

Jumat, 11 Desember 2015

Hasil :
Pasien sangat antusias terhadap penyuluhan yang diberikan.
Solusi :

Memberikan informasi dan edukasi terpadu secara berkala minimal


1 kali seminggu mengenai berbagai penyakit.

5.2.12 Penyuluhan Di Puskesmas


Kegiatan:
-

Memberikan penyuluhan tentang DBD


Melakukan tanya jawab dengan pasien di Puskesmas/Audience.

Tujuan :
Memberikan informasi dan pengetahuan kepada pasien/Audience
tentang DBD
Memberikan edukasi kepada pasien tentang pengelolaan DBD
Melihat respon pasien terhadap kegiatan penyuluhan yang
diberikan.
Sasaran :
Seluruh pasien yang datang ke Puskesmas
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
108

Tempat :

Puskesmas Sentosa Baru

Waktu :

Sabtu, 12 Desember 2015

Hasil :
Pasien sangat antusias terhadap penyuluhan yang diberikan.
Solusi :

Memberikan informasi dan edukasi terpadu secara berkala minimal


1 kali seminggu mengenai berbagai penyakit.

5.3 DIABETES MELITUS


A. Pengertian Diabetes Melitus
Menurut American Diabetes Association (ADA) 2010, diabetes
melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan
karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin,
kerja insulin atau kedua-duanya. Klasifikasi Diabetes Melitus :
-

Tipe I : Diabetes Melitus tergantung insulin

Tipe II : Diabetes Melitus tidak tergantung insulin

B. Penyebab Diabetes Melitus


1. Tipe I :
a. Genetik
b. Imunologi
c. Faktor-faktor lingkungan misalnya virus atau toksin
2. Tipe II :
a. Usia > 45 Tahun
b. Obesitas/kegemukan
c. Riwayat keluarga/keturunan
C. Gejala dan Tanda-Tanda Diabetes Melitus :
Gejala dan tanda-tanda DM dapat digolongkan menjadi gejala akut
dan gejala kronik.
1. Gejala Akut Penyakit Diabetes Melitus

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
109

Gejala penyakit DM dari satu penderita kependerita lain


bervariasi bahkan, mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun
sampai saat tertentu.
a) Pada permulaan gejala yang ditunjukkan meliputi serba
banyak (Poli), yaitu:
Banyak makan (poliphagia)
Banyak minum (polidipsia)
Banyak kencing (poliuria)
b) Bila keadaan tersebut tidak segera diobati, akan timbul gejala:
Banyak minum
Banyak kencing
- Nafsu makan mulai berkurang/berat badan turun
dengan cepat (turun 5 10 kg dalam waktu 2 4
-

minggu).
Mudah lelah
Bila tidak lekas diobati, akan timbul rasa mual,
bahkan penderita akan jatuh koma yang disebut

dengan koma diabetic.


2. Gejala Kronik Penyakit Diabetes Melitus
Gejala kronik yang sering dialami oleh penderita Diabetes Melitus
adalah sebagai berikut:
a) Kesemutan
b) Kulit terasa panas, atau seperti tertusuk-tusuk jarum
c) Rasa tebal di kulit
d) Kram
e) Capek
f) Mudah mengantuk
g) Mata kabur, biasanya sering ganti kacamata
h) Gatal di sekitar kemaluan terutama wanita
i) Gigi mudah goyah dan mudah lepas kemampuan seksual
menurun, bahkan impotensi
j) Para ibu hamil sering mengalami keguguran atau kematian
janin dalam kandungan, atau dengan bayi berat lahir lebih
dari 4 kg
D. Menejemen Diabetes Melitus
1. Pemberian Insulin
Seluruh tipe DM memiliki tatalaksana yang relative sama,
namun penekanan pada DM tipe 1 ialah penggunaan insulin untuk
bertahan hidup, sementara insulin pada DM tipe 2 lebih ditujukan
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
110

untuk control penyakit. Tata laksana untuk DM tipe 1 ialah


mengatur seminimal mungkin kadar glukosa dalam darah, maka
tatalaksana pada DM tipe 2 lebih ditujukan pada pengubahan gaya
hidup dan komplikasinya. Insulin sudah menjadi penggunaan
sehari-hari yang mutlak bagi penderita DM.
2. Perencanaan Makan/Mengatur Menu makanan
3. Latihan Jasmani/Olahraga
4. Farmakologi
E. Mencegah komplikasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pemeriksaan mata satu tahun sekali


Pemeriksaan laboratorium teratur ( gula darah, kolesterol)
Pencegahan luka dan perawatan kaki
Stop merokok
Olahraga teratur
Menurunkan berat badan

Table distribusi penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas sentosa


baru bulan Januari November 2015 (sumber : SP 2TP Puskesmas
Sentosa Baru, tahun 2015 ).

Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
Agustus
Septembe

L
90
90
92
110
90
86
95
81
70

Jenis kelamin
P
138
103
119
242
140
133
133
122
58

Total
228
193
211
352
230
219
228
203
128

r
Oktober
November

45
54

53
48

98
102

No

Bulan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
111

Dari tabel 5.3.1 dapat diketahui bahwa penderita penyakit Diabetes Melitus
terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Sentosa Baru adalah di bulan April
total sebanyak 352 jiwa.

5.4 PENYAKIT JANTUNG KORONER


A. Pengertian Penyakit Jantung
Jantung merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh. Organ
berukuran sebesar kepalan tangan ini berfungsi memompa dan menyebarkan
darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.
Penyakit jantung koroner juga dikenal dengan istilah penyakit jantung
iskemik dan termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Sekitar 35 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung.
Menurut Federasi Jantung Dunia, angka kematian akibat penyakit jantung
koroner di Asia Tenggara mencapai 1,8 juta kasus pada tahun 2014.
B. Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Seseorang mengalami penyakit jantung koroner jika aliran darah ke
jantungnya terhambat oleh lemak. Penimbunan lemak di dalam arteri jantung
ini dikenal dengan istilah aterosklerosis dan merupakan penyebab utama
penyakit jantung koroner.
Selain dapat mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga dapat
menyebabkan terbentuknya trombosis atau penggumpalan darah. Jika ini
terjadi, aliran darah ke jantung terblokir sepenuhnya dan serangan jantung pun
terjadi. Faktor pemicu aterosklerosis meliputi kolesterol yang tinggi, merokok,
diabetes, serta tekanan darah tinggi.
C. Jenis-jenis dan Gejala Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan
berdasarkan tingkat penghambatan aliran darah, yaitu angina (angin duduk) dan
serangan jantung.
Penyakit jantung yang tidak ditangani akan mengakibatkan komplikasi
mematikan. Ketika tidak menerima suplai darah yang cukup hingga terlalu lemah

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
112

untuk memompa darah, kinerja jantung akan menurun. Kondisi ini dikenal sebagai
gagal jantung. Komplikasi ini dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap.
D. Jenis Pemeriksaan Penyakit Jantung Koroner
Pada diagnosis awal, dokter biasanya akan menanyakan tentang gejala,
riwayat kesehatan keluarga, serta pola hidup Anda. Jika mencurigai Anda
mengidap penyakit jantung, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani
beberapa pemeriksaan untuk mengonfirmasi diagnosis. Misalnya, tes darah,
elektrokardiogram (EKG), angiografi koroner, CT scan, serta MRI scan.
E. Langkah Pengobatan Untuk Penyakit Jantung Koroner
Jika mengidap penyakit jantung, Anda sangat dianjurkan untuk mengubah pola
hidup Anda seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, minum obat secara
teratur dan sesuai petunjuk dokter, serta berhenti merokok. Penyakit jantung
koroner tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah agar tidak memburuk. Dokter
akan menganjurkan langkah operasi untuk menangani penyakit ini jika diperlukan.
Tujuan dalam pengobatan penyakit jantung adalah untuk mengendalikan gejala
dan menurunkan risiko munculnya serangan fatal seperti serangan jantung.
F. Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
Terdapat beberapa langkah pencegahan yang sederhana untuk menghindari
penyakit jantung, yaitu:

Berhenti merokok.

Menerapkan

pola

hidup

sehat,

misalnya

mengurangi

makanan

berkolesterol tinggi serta berolahraga teratur.

Menjaga berat badan yang sehat.

Mengurangi konsumsi minuman keras.


Table distribusi penderita Penyakit Jantung Koroner di Puskesmas
sentosa baru bulan Januari November 2015 (sumber : SP 2TP
Puskesmas Sentosa Baru, tahun 2015 ).

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
113

No

Bulan

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
Agustus
Septembe

Dari
tabel
5.4.
1

L
82
83
80
98
98
85
99
40
45

Jenis kelamin
P
81
69
66
92
96
170
66
63
50

Total
163
152
146
190
194
255
165
103
95

r
10
Oktober
6
8
13
11
November
30
33
63
dapat diketahui bahwa penderita Penyakit Jantung Koroner terbanyak di
wilayah kerja Puskesmas Sentosa Baru adalah di bulan Juni total sebanyak
255 jiwa.

5.5 Hipertensi
A. Definisi Hipertensi
Hipertensi atau penyakit darah tinggi sebenarnya adalah suatu
gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen
dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh
yang membutuhkan. Hipertensi sering kali disebut sebagai pembunuh
gelap (Silent Killer), karena termasuk penyakit yang mematikan tanpa
disertai dengan gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi
korbannya (Lany Sustrani, dkk, 2004).
Penyakit hipertensi merupakan penyakit kelainan jantung yang
ditandai oleh meningkatnya tekanan darah dalam tubuh. Seseorang
yang terjangkit penyakit ini biasanya berpotensi mengalami penyakitpenyakit lain seperti stroke, dan penyakit jantung (Rusdi dan Nurlaela,
2009).
B. Klasifikasi Hipertensi
Beberapa klasifikasi hipertensi:
1. Klasifikasi Menurut Joint National Commite 7

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
114

Klasifikasi Menurut JNC (Joint National Committe on Prevention,


Detection, Evaluatin, and Treatment of High Blood Pressure)
Kategori Tekanan
Darah menurut
JNC 7
Normal
Pra-Hipertensi
Hipertensi:
Tahap 1
Tahap 2
-

Kategori
Tekanan Darah
menurut JNC 6
Optimal
Nornal
Normal-Tinggi
Hipertensi:
Tahap 1
Tahap 2
Tahap 3

Tekanan
Darah Sistol
(mmHg)
< 120
120-139
< 130
130-139

dan/
atau
Dan
Atau
Dan
Atau

Tekanan
Darah Diastol
(mmHg)
< 80
80-89
< 85
85-89

140-159
160
160-179
180

Atau
Atau
Atau
Atau

90-99
100
100-109
110

2. Klasifikasi Menurut WHO (World Health Organization)


WHO dan International Society of Hypertension Working Group
(ISHWG) telah mengelompokkan hipertensi dalam klasifikasi optimal,
normal, normal-tinggi, hipertensi ringan, hipertensi sedang, dan
hipertensi berat.
Klasifikasi Hipertensi Menurut WHO
Kategori
Tekanan Darah
Tekanan Darah
Sistol (mmHg)
Diatol (mmHg)
Optimal
Normal
Normal-Tinggi

< 120
< 130
130-139
140-159
140-149
160-179
180
140

Tingkat 1 (Hipertensi Ringan)


Sub-group: perbatasan
Tingkat 2 (Hipertensi Sedang)
Tingkat 3 (Hipertensi Berat)
Hipertensi sistol terisolasi
(Isolated
systolic
hypertension)
Sub-group: perbatasan
140-149

< 80
< 85
85-89
90-99
90-94
100-109
110
< 90
<90

3. Klasifikasi menurut European Society of Hypertension (ESH)


Klasifikasi menurut ESH
Kategori
Tekanan
Tekanan
Darah Sistol
Darah Diastol
(mmHg)
(mmHg)
Optimal
< 120
dan
< 80
Normal
120-129
dan/atau 80-84
Normal-Tinggi
130-139
dan/atau 85-89
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
115

Hipertensi tahap 1
Hipertensi tahap 2
Hipertensi tahap 3
Hipertensi
sistol
terisolasi

140-159
160-179
180
140

dan/atau
dan/atau
dan/atau
Dan

90-99
100-109
110
< 90

4. Klasifikasi berdasarkan hasil konsesus Perhimpunan Hipertensi


Indonesia.
Klasifikasi Hipertensi Menurut Perhimpunan Hipertensi Indonesia
Kategori

Tekanan Darah
Sistol (mmHg)
Normal
<120
Prehipertensi
120-139
Hipertensi Tahap 1 140-159
Hipertensi Tahap 2 160-179
Hipertensi
Sistol 140
terisolasi

dan/atau Tekanan Darah


Diastol (mmHg)
Dan
<80
Atau
80-89
Atau
90-99
Atau
100
Dan
<90

C. Patofisiologi Hipertensi
Aktivitas kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks
adrenal. Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan
penting

pada

ginjal. Untuk mengatur volume

cairan

ekstraseluler,

aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara


mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Naiknya konsentrasi NaCl akan
diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler
yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah
(Anggraini, 2008).
D. Pengobatan Hipertensi
Kelas obat utama yang digunakan untuk mengendalikan tekanan darah
adalah :
1. Diuretik
a. Thiazide
b. Diuretik Hemat Kalium
c. Antagonis Aldosteron
2. Beta Blocker
Atenolol, betaxolol, bisoprolol dan metoprolol

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
116

3. Acebutolol, carteolol, penbutolol dan Inhibitor Enzim Pengubah


4.
5.
6.
7.
8.
9.

Angiotensin (ACE-inhibitor)
Penghambat Reseptor Angiotensin II (ARB)
Antagonis Kalsium
Alpha blocker
Inhibitor Simpatetik Postganglion
Agen-agen obat yang beraksi secara sentral
VASO-dilator langsung

5.6 CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun)


Definisi CTPS
Mencuci tangan adalah kegiatan membersihkan bagian telapak,
punggung tangan dan jari agar bersih dari kotoran dan membunuh kuman
penyebab penyakit yang merugikan kesehatan manusia serta membuat
tangan menjadi harum baunya. Mencuci tangan merupakan kebiasaan yang
sederhana,

yang

membutuhkan

pelatihan

yang

minim

dan

tidak

membutuhkan peralatan. Selain itu, mencuci tangan merupakan cara terbaik


untuk menghindari sakit. Kebiasaan sederhana ini hanya membutuhkan
sabun dan air.
Pentingnya Mencuci Tangan Memakai Sabun
Mantan Menteri Kesehatan, Dr.dr.Siti Fadilah Supari mengatakan
bahwa kebiasaan mencuci tangan dengan air saja, tidak cukup untuk
melindungi seseorang dari kuman penyakit yang menempel di tangan.
Terlebih bila mencuci tangan tidak dibawah air mengalir. Berbagi kobokan
sama saja saling berbagi kuman. Kebiasaan itu harus ditinggalkan.
Mencuci tangan pakai sabun terbukti efektif dalam membunuh kuman
yang menempel di tangan. Gerakan nasional cuci tangan pakai sabun
dilakukan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk pengendalian
risiko penyakit yang berhubungan dengan lingkungan seperti diare dan
penyakit kecacingan. (Hr. Suara Karya 18/6/06).
Sama halnya dengan Erman (2007) yang mengatakan bahwa, untuk
mengatasi kuman dibutuhkan pengertian akan pentingnya kebiasaan
mencuci tangan oleh siapapun. Bukan hanya sekedar mencuci tangan saja
melainkan juga menggunakan sabun dan dilakukan di bawah air yang
mengalir karena sabun bisa mengurangi atau melemahkan kuman yang ada
di tangan.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
117

Waktu yang tepat untuk mencuci tangan memakai sabun menurut


Handayani , dkk (2000)
1. Sebelum dan setelah makan
2. Setelah ganti pembalut
3. Sebelum dan setelah menyiapkan makanan, khususnya sebelum dan
setelah memegang bahan mentah, seperti produk ternak dan ikan.
4. Setelah memegang hewan atau kotoran hewan.
5. Setelah mengusap hidung, atau bersin di tangan
6. Sebelum dan setelah mengiris sesuatu
7. Sebelum dan setelah memegang orang sakit atau orang yang terluka
8. Setelah menangani sampah
9. Sebelum memasukkan atau mencopot lensa kontak
10. Setelah menggunakan fasilitas umum (misalnya toilet, warnet dan
wartel)
11. Pulang bepergian dan setelah bermain
12. Sesudah buang air besar dan buang air kecil
Bahaya Jika Tidak Mencuci Tangan dengan Sabun
Disamping manfaat secara kesehatan yang telah terbukti, banyak
orang tidak melakukannya sesering yang seharusnya bahkan setelah ke
kamar mandi. Jika tidak mencuci tangan memakai sabun, kita dapat
menginfeksi diri sendiri terhadap kuman dengan menyentuh mata, hidung
atau mulut. Dan kita juga dapat menyebarkan kuman ke orang lain dengan
menyentuh mereka atau dengan menyentuh permukaan yang mereka sentuh
juga seperti handel pintu.
Penyakit infeksi umumnya menyebar melalui kontak tangan ke tangan
termasuk demam biasa (common cold), flu dan beberapa kelainan sistem 13
pencernaan seperti diare. Kebersihan tangan yang kurang juga menyebabkan
penyakit terkait makanan seperti infeksi Salmonella dan E.coli. Beberapa
mengalami gejala yang mengganggu seperti mual, muntah, diare. (Lestari,
2008).
Jenis - Jenis Penyakit
Menurut Dr. Handrawan Nadesul ada sekitar 20 jenis penyakit yang
bisa hinggap di tubuh akibat tidak mencuci tangan dengan baik dan benar.
Beberapa penyakit yang dapat disebabkan karena kurang pedulinya terhadap
kegiatan cuci tangan pakai sabun, diantaranya :
1. Diare

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
118

Penyakit diare menjadi penyebab kematian kedua yang paling


umum untuk anak-anak balita. Sebuah ulasan yang membahas sekitar
30 penelitian terkait menemukan bahwa cuci tangan dengan sabun
dapat mengurangi angka penderita diare hingga separuhnya. Penyakit
diare seringkali diasosiasikan dengan keadaan air, namun secara
akurat sebenarnya harus diperhatikan juga penanganan kotoran
manusia seperti tinja dan air kencing, karena kuman-kuman penyakit
penyebab diare berasal dari kotoran-kotoran ini.
Kuman-kuman penyakit ini membuat manusia sakit ketika
mereka masuk mulut melalui tangan yang telah menyentuh tinja, air
minum yang terkontaminasi, makanan mentah, dan peralatan makan
yang tidak dicuci terlebih dahulu atau terkontaminasi akan tempat
makannya yang kotor. Tingkat kefektifan mencuci tangan dengan
sabun dalam penurunan angka penderita diare dalam persen menurut
tipe inovasi pencegahan adalah : Mencuci tangan dengan sabun (44%),
penggunaan air olahan (39%), sanitasi (32%), pendidikan kesehatan
(28%), penyediaan air (25%), sumber air yang diolah (11%).
2. Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA)
ISPA adalah penyebab kematian utama untuk anak-anak balita.
Mencuci tangan dengan sabun mengurangi angka infeksi saluran
pernafasan ini dengan dua langkah :
a) Dengan melepaskan patogen-patogen pernafasan yang terdapat
pada tangan dan permukaan telapak tangan.
b) Dengan menghilangkan pathogen (kuman penyakit) lainnya
(terutama virus entrentic) yang menjadi penyebab tidak hanya
diare namun juga gejala penyakit pernafasan lainnya. Buktibukti

telah

ditemukan

bahwa

praktek-praktek

menjaga

kesehatan dan kebersihan seperti : mencuci tangan sebelum dan


sesudah makan, buang air besar/kecil - dapat mengurangi
tingkat infeksi hingga 25 persen. Penelitian lain menemukan
bahwa mencuci tangan dengan sabun mengurangi infeksi 15
saluran pernafasan yang berkaitan dengan pnemonia pada anakanak balita hingga lebih dari 50 persen.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
119

c) Infeksi cacing, infeksi mata dan penyakit kulit. Penelitian juga


telah membuktikan bahwa selain diare dan infeksi saluran
pernafasan

penggunaan

sabun

dalam

mencuci

tangan

mengurangi kejadian penyakit kulit; infeksi mata seperti


trakoma, dan cacingan khususnya untuk ascariasis dan
trichuriasis.
5.7 DIARE
A. Definisi Diare
Berak cair tiga kali atau lebih dalam sehari semalam (24 jam).
Para ibu mungkin mempunyai istilah tersendiri seperti lembek, cair,
berdarah, berlendir, atau dengan muntah (muntaber).
B. Penyebab Diare
Penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor, yaitu :

1.

Faktor Infeksi
a. Infeksi enteral
Yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab
utama diare pada anak.
b. Infeksi parenteral
Yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti
otitis media akut (OMA), Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia,
Ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada

2.

bayi dan anak berumur di bawah 2 tahun.


Faktor Malabsorbsi
a. Malabsorbsi karbohidrat : disakarida (intoleransi laktosa,
maltose dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa,
fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting

3.
4.
C.

dan tersering ialah toleransi laktosa.


b. Malabsorbsi lemak.
c. Malabsorbsi protein.
Faktor Makanan : makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
Faktor Psikologis : rasa takut dan cemas. Walaupun jarang, dapat

menimbulkan diare terutama pada anak yang lebih besar.


Gejala Klinis Diare

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
120

Mula-mula bayi atau anak akan menjadi cengeng dan gelisah, suhu
tubuh biasanya meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian
timbul diare. Tinja cair dan mungkin disertai lendir dan atau darah. Warna
tinja makin lama berubah menjadi kehijau-hijauan karena tercampur dengan
empedu. Anus dan daerah sekitarnya lecet karena seringnya defekasi dan
tinja semakin lama semakin asam sebagai akibat makin banyaknya asam
laktat, yang berasal dari laktosa yang tidak dapat diabsorbsi usus selama
diare.
Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare dan dapat
disebabkan oleh lambung yang turut meradang atau akibat gangguan
keseimbangan asam basa dan elektrolit. Bila penderita telah kehilangan
banyak cairan dan elektrolit, maka gejala dehidrasi mulai tampak. Berat
badan turun, turgor kulit berkurang, mata dan ubun-ubun besar menjadi
cekung, selaput lendir bibir dan mulur serta kulit tampak kering.
D.

Pengobatan Diare
Departemen

Kesehatan

mulai

melakukan

sosialisasi

Panduan

Tatalaksana Pengobatan Diare pada balita yang baru didukung oleh Ikatan
Dokter Anak Indonesia, dengan merujuk pada panduan WHO. Tatalaksana
ini sudah mulai diterapkan di rumah sakit-rumah sakit.
Rehidrasi bukan satu-satunya strategi dalam penatalaksanaan diare.
Memperbaiki kondisi usus dan menghentikan diare juga menjadi cara untuk
mengobati pasien. Untuk itu, Departemen Kesehatan menetapkan lima pilar
penatalaksanaan diare bagi semua kasus diare yang diderita anak balita baik
yang dirawat di rumah maupun sedang dirawat di rumah sakit, yaitu :
1. Rehidrasi dengan menggunakan oralit baru
2. Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut
3. ASI dan makanan tetap diteruskan
4. Antibiotic selektif
5. Nasihat kepada orang tua
Pencegahan Diare Pada Kehamilan
Karena

penularan

diare

menyebar

melalui

jalur

fekal-oral,

penularannya dapat dicegah dengan menjaga hygiene pribadi yang baik. Ini
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
121

termasuk sering mencuci tangan setelah keluar dari toilet dan khususnya
selama mengolah makanan.
Kotoran manusia harus diasingkan dari daerah pemukiman, dan hewan
ternak harus terjaga dari kotoran manusia. Karena makanan dan air
merupakan penularan yang utama, ini harus diberikan perhatian khusus.
Minum air, air yang digunakan untuk membersihkan makanan, atau air yang
digunakan untuk memasak harus disaring dan diklorinasi.

5.8 ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)


A. Definisi ISPA
Infeksi Saluran Pernafasan Akut sering disingkat dengan ISPA, istilah
ini diadaptasi dari istilah dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections
(ARI). Istilah ISPA meliputi tiga unsur yakni infeksi, saluran pernafasan dan
akut, dengan pengertian sebagai berikut :
a. Infeksi
Infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke
dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan
gejala penyakit.
b. Saluran pernafasan
Saluran pernafasan adalah organ mulai dari hidung hingga
alveoli beserta

organ adneksanya seperti sinus-sinus, rongga

telinga tengah dan pleura. ISPA secara anatomis mencakup saluran


pernafasan bagian atas, saluran pernafasan

bagian bawah

(termasuk jaringan paru-paru) dan organ adneksa saluran


pernafasan. Dengan batasan ini, jaringan paru termasuk dalam
saluran pernafasan (respiratory tract).
c. Infeksi akut
Infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14
hari. Batas 14 hari diambil untuk menunjukkan proses akut
meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat digolongkan dalam
ISPA proses ini dapat berlangsung lebih dari 14 hari.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
122

Jadi disimpulkan bahwa ISPA adalah suatu tanda dan gejala akut
akibat infeksi yang terjadi disetiap bagian saluran pernafasan atau struktur
yang berhubungan dengan pernafasan yang berlangsung tidak lebih dari 14
hari.
B. Etiologi ISPA
Etiologi ISPA terdiri lebih dari 300 jenis bakteri, virus dan riketsia.
Bakteri penyebabnya antara lain dari genus Streptococcus, Stafilococcus,
Pnemococcus,

Hemofilus,

Bordetella

dan

Corinebakterium.

Virus

penyebabnya antara lain golongan Micsovirus, Adenovirus, Coronavirus,


Picornavirus, Micoplasma, Herpesvirus.
Klasifikasi ISPA menurut Depkes RI (2002) adalah :
1.

ISPA ringan
Seseorang yang menderita ISPA ringan apabila ditemukan gejala
batuk, pilek dan sesak.

2.

ISPA sedang
ISPA sedang apabila timbul gejala sesak nafas, suhu tubuh lebih
dari 39 derajat Celcius dan bila bernafas mengeluarkan suara
seperti mengorok.

3.

ISPA berat
Gejala meliputi : kesadaran menurun, nadi cepat atau tidak teraba,
nafsu makan menurun, bibir dan ujung nadi membiru (sianosis) dan
gelisah.

C. Gejala Klinis
Sedangkan tanda gejala ISPA menurut Depkes RI (2002) adalah :
ii.

Gejala dari ISPA Ringan

Seseorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan jika ditemukan


satu atau lebih gejala-gejala sebagai berikut :
a) Batuk

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
123

b) Serak, yaitu anak bersuara parau pada waktu mengeluarkan


suara (misal pada waktu berbicara atau menangis).
c) Pilek, yaitu mengeluarkan lender atau ingus dari hidung.
d) Panas atau demam, suhu badan lebih dari 37 0C atau jika
dahi anak diraba.
iii.

Gejala dari ISPA Sedang

Seorang anak dinyatakan menderita ISPA sedang jika dijumpai


gejala dari ISPA ringan disertai satu atau lebih gejala-gejala sebagai
berikut :
a)

Pernafasan lebih dari 50 kali per menit pada anak yang


berumur kurang dari satu tahun atau lebih dari 40 kali per
menit pada anak yang berumur satu tahun atau lebih. Cara
menghitung pernafasan ialah dengan menghitung jumlah
tarikan nafas dalam satu menit. Untuk menghitung dapat
digunakan arloji.

b)

Suhu lebih dari 390 C (diukur dengan termometer).

c)
d)

Tenggorokan berwarna merah.


Timbul bercak-bercak merah pada kulit menyerupai

e)

bercak campak.
Telinga sakit atau mengeluarkan nanah dari lubang

f)
g)

telinga.
Pernafasan berbunyi seperti mengorok (mendengkur).
Pernafasan berbunyi menciut-ciut.

iv.

Gejala dari ISPA Berat

Seorang anak dinyatakan menderita ISPA berat jika dijumpai


gejala-gejala ISPA ringan atau ISPAsedang disertai satu atau lebih
gejala-gejala sebagai berikut:
a) Bibir atau kulit membiru.
b) Lubang hidung kembang kempis (dengan cukup lebar) pada
waktu bernafas.
c) Anak tidak sadar atau kesadaran menurun.
d) Pernafasan berbunyi seperti orang mengorok dan anak
tampak gelisah.
e) Sela iga tertarik ke dalam pada waktu bernafas.
f) Nadi cepat lebih dari 160 kali per menit atau tidak teraba.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
124

g) Tenggorokan berwarna merah.


D.

Cara Penularan Penyakit ISPA


Penularan penyakit ISPA dapat terjadi melalui udara yang telah
tercemar, bibit penyakit masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, oleh
karena itu maka penyakit ISPA ini termasuk golongan Air Borne Disease.
Penularan melalui udara dimaksudkan adalah cara penularan yang terjadi
tanpa kontak dengan penderita maupun dengan benda terkontaminasi.
Sebagian besar penularan melalui udara dapat pula menular melalui kontak
langsung, namun tidak jarang penyakit yang sebagian besar penularannya
adalah karena menghisap udara yang mengandung unsur penyebab atau
mikroorganisme penyebab.

E. Pencegahan ISPA
Penyelenggaraan Program P2 ISPA dititik beratkan pada penemuan
dan pengobatan penderita sedini mungkin dengan melibatkan peran serta
aktif masyarakat terutama kader, dengan dukungan pelayanan kesehatan dan
rujukan secara terpadu di sarana kesehatan yang terkait.
5.9 Asi Eksklusif
A. Pengertian Asi Eksklusif
ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman
tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan (Depkes RI,
2004).
Pemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI saja tanpa
tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih
dan tanpa bubur nasi dan tim ( Roesli U, 2001 ).
Pada tahun 2001 World Health Organization / Organisasi Kesehatan
Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup
bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya (bahwa
ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi. (WHO,
2001)

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
125

B. MANFAAT
1. Bagi Bayi
1)

ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk bayi anda.


Dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk perkembangan bayi

2)
3)
4)
5)

sehat.
ASI mudah dicerna oleh bayi.
Jarang menyebabkan konstipasi.
Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi.
ASI kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh

6)
7)

bayi untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya..


ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium.
Dari suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang
diberikan ASI sampai lebih dari 9 bulan akan menjadi dewasa yang
lebih cerdas. Hal ini diduga karena ASI mengandung DHA/AA. Hal
ini ditunjukkan anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ
(Intellectual Quotient) lebih rendah tujuh sampai delapan poin

8)

dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI eksklusif.


Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 6 bln akan menurunkan

9)

resiko sakit jantung bila mereka dewasa.


ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian
bawah, infeksi saluran kencing, dan juga menurunkan resiko

kematian bayi mendadak.


10) Memberikan ASI juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan
bayi.

2. Bagi Ibu
1)

Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan


kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko perdarahan.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
126

2)

Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim ke

3)

ukuran sebelum hamil.


Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga membantu penurunan

4)

berat badan lebih cepat.


Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada

5)

wanita menyusui sangat rendah.


Menambah panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan,
sehingga memberi jarak antar anak yang lebih panjang alias menunda

6)

kehamilan berikutnya
Karena kembalinya menstruasi tertunda, ibu menyusui tidak
membutuhkan zat besi sebanyak ketika mengalami menstruasi (dr.
Suririnah,2009)
C. KANDUNGAN ASI EKSKLUSIF

ASI mengadung:
1) Laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan. Didalam
usus laktosa akan dipermentasi menjadi asam laktat. yang bermanfaat
untuk:
2) Menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen.
3) Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan
asam organik dan mensintesa beberapa jenis vitamin.
4) Memudahkan terjadinya pengendapan calsium-cassienat.
5) Memudahkan penyerapan berbagai jenis mineral, seperti calsium,
magnesium.
6) ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi
selama 5-6 bulan pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme,
Complemen C3 dan C4, Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus,
Lactoferrin.
7) ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan
alergi pada bayi.
8) Komposisi ASI tiap 100ml dan perbandingannya dengan susu sapi.

KADAR ZAT GIZI

ASI

SUSU SAPI

PROTEIN

12 gr

3,3 gr

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
127

LEMAK

3,8 gr

3,8 gr

LAKTOSA

7,0 gr

4,8 gr

KALORI

75,0 Kal

66,0 Kal

VITAMIN A

53,0 KI

34,0 KI

VITAMIN B1

0,11 mgr

0,42 mgr

VITAMIN C

43,0 mgr

1,8 mgr

KALSIUM

30,0 mgr

125,0 mgr

BESI

0,15 mgr

0,1 mgr

C. PERBEDAAN ANTARA ASI DENGAN SUSU FORMULA

PERBEDAAN

ASI

FORMULA

Komposisi

ASI mengandung zat-zat Tidak seluruh zat gizi


gizi, antara lain:faktor

yang terkandung di

pembentuk sel-sel otak,

dalamnya dapat diserap

terutama DHA, dalam

oleh tubuh bayi.

kadar tinggi. ASI juga

Misalnya, protein susu

mengandung whey

sapi tidak mudah

(protein utama dari susu

diserap karena

yang berbentuk cair)

mengandung lebih

lebih banyak daripada

banyak casein.

kasein (protein utama

Perbandingan whey:

dari susu yang

casein susu sapi adalah

berbentuk gumpalan)

20:80.

dengan perbandingan
65:35.
Nutrisi

Mengandung

Protein yang dikandung

imunoglobulin dan kaya

oleh susu formula

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
128

akan DHA (asam lemak

berguna bagi bayi

tidak polar yang berikat

lembu tapi kegunaan

banyak) yang dapat

bagi manusia sangat

membantu bayi

terbatas lagipula

menahan infeksi serta

immunoglobulin dan

membantu

gizi yang ditambah di

perkembangan otak dan

susu formula yang telah

selaput mata.

disterilkan bisa
berkurang ataupun
hilang.

Pencernaan

Protein ASI adalah

Tidak mudah dicerna:

sejenis protein yang

serangkaian proses

lebih mudah dicerna

produksi di pabrik

selain itu ada sejenis

mengakibatkan enzim-

unsur lemak ASI yang

enzim pencernaan tidak

mudah diserap dan

berfungsi. Akibatnya

digunakan oleh bayi.

lebih banyak sisa

Unsur elektronik dan zat

pencernaan yang

besi yang dikandung

dihasilkan dari proses

ASI lebih rendah dari

metabolisme yang

susu formula tetapi daya

membuat ginjal bayi

serap dan guna lebih

harus bekerja keras.

tinggi yang dapat

Susu formula tidak

memperkecil beban

mengandung

ginjal bayi. Selain itu

posporlipid ditambah

ASI mudah dicerna bayi

mengandung protein

karena mengandung

yang tidak mudah

enzim-enzim yang dapat

dicerna yang bisa

membantu proses

membentuk sepotong

pencernaan antara lain

susu yang membeku

lipase (untuk

sehingga berhenti di

menguraikan lemak),

perut lebih lama oleh

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
129

amilase (untuk

karena itu taji bayi lebih

menguraikan

kental dan keras yang

karbohidrat) dan

dapat menyebabkan

protease (untuk

susah BAB dan

menguraikan protein).

membuat bayi tidak


nyaman.

Kebutuhan

Dapat memajukan

Kekurangan menghisap

pendirian hubungan ibu

payudara: mudah

dan anak. ASI adalah

menolak ASI yang

makanan bayi, dapat

menyebabkan

memenuhi kebutuhan

kesusahan bayi

bayi, memberikan rasa

menyesuaikan diri atau

aman kepada bayi yang

makan terlalu banyak,

dapat mendorong

tidak sesuai dengan

kemampuan adaptasi

prinsip kebutuhan.

bayi.
Ekonomi

Lebih murah:

Biaya lebih mahal:

menghemat biaya alat-

karena menggunakan

alat, makanan, dll yang

alat,makanan,

berhubungan dengan

pelayanan kesehatan,

pemeliharaan,

dll. Untuk memelihara

mengurangi beban

sapi. Biaya ini sangat

perekonomian keluarga.

subjektif yang menjadi


beban keluarga.

Kebersihan

ASI boleh langsung

Polusi dan infeksi:

diminum jadi bias

pertumbuhan bakteri di

menghindari penyucian

dalam makanan buatan

botol susu yang tidak

sangat cepat apalagi di

benar ataupun hal

dalam botol susu yang

kebersihan lain yang

hangat biarpun

disebabkan oleh

makanan yang dimakan

penyucian tangan yang

bayi adalah makanan

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
130

Ekonomis

tidak bersih oleh ibu.

bersih akan tetapi

Dapat menghindari

karena tidak

bahaya karena

mengandung anti

pembuatan dan

infeksi, bayi akan

penyimpanan susu yang

mudah mencret atau

tidak benar.

kena penularan lainnya.

Tidak perlu disterilkan

Penyusuan susu

atau lebih mudah

formula dan alat yang

dibawa keluar, lebih

cukup untuk menyeduh

mudah diminum,

susu.

minuman yang paling


segar dan suhu minuman
yang paling tepat untuk
bayi.
Penampilan

Bayi mesti

Penyusuan susu

menggerakkan mulut

formula dengan botol

untuk menghisap ASI,

susu akan

hal ini dapat membuat

mengakibatkan

gigi bayi menjadi kuat

penyedotan yang tidak

dan wajah menjadi

puas lalu menyedot

cantik.

terus yang dapat


menambah beban ginjal
dan kemungkinan
menjadi gemuk.

Pencegahan

Bagi bayi yang

Bagi bayi yang

beralergi, ASI dapat

alergiterhadap susu

menghindari alergi

formula tidak dapat

karena susu formula

menghindari mencret,

seperti mencret, muntah,

muntah,infeksi saluran

infeksi saluran

napas, asma,

pernapasan, asma,

kemerahan,

bintik-bintik,

pertumbuhan terganggu

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
131

pertumbuhan terganggu

dan gejala lainnya yang

dan gejala lainnya.

disebabkan oleh susu


formula.

Kebaikan bagi ibu

Dapat membantu

Tidak dapat membantu

kontraksi rahim ibu,

kontraksi rahim yang

lebih lambat datang

dapat membantu

bulan sehabis

pengembalian tubuh ibu

melahirkan sehingga

jadi rahim perlu dielus

dapat ber-KB alami.

sendiri oleh ibu. Tidak

Selain itu dapat

dapat memperlambat

menghabiskan kalori

waktu datang bulan

yang berguna untuk

yang dapat

pengembalian postur

menghasilkan cara KB

tubuh ibu. Berdasarkan

alami. Berdasarkan

biodata statistik, ibu

biodata statistik, ibu

yang menyusui ASI

yang menyusui susu

lebih rendah

formula lebih tinggi

kemungkinan menderita

kemungkinan menderita

kanker payudara, kanker

kanker payudara.

rahim dan keropos


tulang.

D. TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR


1) Cuci tangan sebelum menyusui dan mengajari ibu
2) Ibu duduk atau berbaring dengan santai (bila duduk lebih baik
menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu menggantung dan
punggung ibu bersandar pada sandaran kursi).
3) Mempersilahkan dan membantu ibu membuka pakaian bagian atas
4) Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan
pada puting dan sekitar areola payudara (cara ini mempunyai
manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting
susu).

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
132

5) Mengajari ibu untuk meletakkan bayi pada satu lengan, kepala bayi
berada pada lengkung siku ibu dan bokong bayi berada pada lengan
bawah ibu
6) Mengajari ibu untuk menempelkan perut bayi pada perut ibu
dengan meletakkan satu tangan bayi di belakang badan ibu dan
yang satu di depan, kepala bayi menghadap payudara
7) Mengajari ibu untuk memposisikan bayi dengan telinga dan lengan
pada garis lurus
8) Mengajari ibu untuk memegang payudara dengan ibu jari diatas
dan jari yang lain menopang dibawah serta jangan menekan puting
susu dan areolanya

9) Mengajari ibu untuk merangsang membuka mulut bayi :


Menyentuh pipi dengan puting susu atau menyentuh sudut mulut
bayi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
133

Cara yang benar

Cara yang salah


10) Setelah bayi membuka mulut (anjurkan ibu untuk mendekatkan
dengan cepat kepala bayi ke payudara ibu, kemudian memasukkan
puting susu serta sebagian besar areola ke mulut bayi)
11) Setelah bayi mulai menghisap, menganjurkan ibu untuk tidak
memegang atau menyangga payudara lagi
12) Menganjurkan ibu untuk memperhatikan bayi selama menyusui

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
134

13) Mengajari

ibu

cara

melepas

isapan

bayi (jari

kelingking

dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi


ditekan ke bawah.

14) Setelah selesai menyusui, mengajarkan ibu untuk mengoleskan


sedikit ASI pada puting susu dan areola. Biarkan kering dengan
sendirinya

cara menyusui yang benar

15) Mengajari ibu untuk menyendawakan bayi :


Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu
kemudian

punggung

ditepuk

perlahan-lahan

sampai

bayi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
135

bersendawa

(bila

tidak

bersendawa

tunggu

10

15

menit) ATAU Bayi ditengkurapkan dipangkuan


5.10 Tuberkulosis (TB)
A. Definisi TB
Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan
oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian besar kuman TB
menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.
B. Epidemiologi TB
WHO menyatakan bahwa dari sekitar 1,9 milyar manusia, sepertiga
penduduk dunia ini telah terinfeksi oleh kuman tuberkulosis. Pada tahun
1993 WHO juga menyatakan bahwa TB sebagai

reemerging disease.

Angka penderita TB paru di negara berkembang cukup tinggi, di Asia


jumlah penderita TB paru berkisar 110 orang penderita baru per 100.000
penduduk.
C. Gejala TB
Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala
khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara
klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit
untuk menegakkan diagnosa secara klinik.
1. Gejala sistemik/umum:

Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai


dengan darah)
Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya
dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadangkadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang

timbul.
Penurunan nafsu makan dan berat badan
Perasaan tidak enak (malaise), lemah

2. Gejala khusus:
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
136

Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi


sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paruparu) akibat penekanan kelenjar getah bening yang
membesar, akan menimbulkan suara mengi,suara nafas

melemah yang disertai sesak.


Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru),

dapat disertai dengan keluhan sakit dada.


Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti
infeksi tulang yang pada suatu

saat dapat membentuk

saluran dan bermuara pada kulit diatasnya, pada muara ini

akan keluar cairan nanah.


Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus
otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak),
gejalanya

adalah

demam

tinggi,

adanya

penurunan

kesadaran dan kejang-kejang.

D. Diagnosis TB
Gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3
minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu
dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu
makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari
tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan. Gejala-gejala
tersebut diatas dapat dijumpai pula pada penyakit paru selain TB, seperti
bronkiektasis, bronkitis kronis, asma, kanker paru, dan lain-lain.
Mengingat prevalensi TB paru di Indonesia saat ini masih tinggi, maka
setiap orang yang datang ke UPK dengan gejala tersebut diatas, dianggap
sebagai seorang tersangka (suspek) pasien TB, dan perlu dilakukan
pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung pada pasien remaja dan
dewasa, serta skoring pada pasien anak. Pemeriksaan dahak berfungsi
untuk menegakkan diagnosis,

menilai keberhasilan pengobatan dan

menentukan potensi penularan.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
137

Pemeriksaan dahak untuk penegakan diagnosis pada semua suspek


TB

dilakukan

dengan

mengumpulkan

spesimen

dahak

yang

dikumpulkan dalam dua hari kunjungan yang berurutan berupa dahak


Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS):
1.

S (sewaktu):
Dahak

dikumpulkan

pada

saat

suspek

TB

datang

berkunjung pertama kali. Pada saat pulang, suspek membawa


sebuah pot dahak untuk mengumpulkan dahak pagi pada hari
kedua.
2.

P (pagi):
Dahak dikumpulkan di rumah pada pagi hari kedua, segera
setelah bangun tidur. Pot dibawa dan diserahkan sendiri kepada
petugas di UPK.

3.

S (sewaktu):
Dahak dikumpulkan di UPK pada hari kedua, saat
menyerahkan dahak pagi.Diagnosis TB Paru pada orang remaja
dan

dewasa ditegakkan dengan ditemukannya kuman TB

(BTA). Pada program TB nasional, penemuan BTA melalui


pemeriksaan dahak mikroskopis merupakan diagnosis utama.
Pemeriksaan lain seperti foto toraks, biakan dan uji kepekaan
dapat digunakan sebagai penunjang diagnosis sepanjang sesuai
dengan indikasinya. Tidak dibenarkan mendiagnosis TB hanya
berdasarkan pemeriksaan foto toraks saja. Foto toraks tidak
selalu memberikan gambaran yang khas pada TB paru, sehingga
sering terjadi overdiagnosis. Gambaran kelainan radiologik Paru
tidak selalu menunjukkan aktifitas penyakit.
E. Pengobatan TB
Tujuan pengobatan TB paru adalah untuk menyembuhkan pasien,
mencegah kematian, mencegah kekambuhan, memutuskan mata rantai
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
138

penularan dan mencegah terjadinya resistensi kuman terhadap OAT. Jenis,


sifat dan dosis yang digunakan untuk TB paru sebagaimana tertera dalam
tabel.

Jenis, sifat dan dosis OAT


Jenis OAT

Sifat

Isoniasid ( H )

Rifampicin ( R )

Bakterisid

Bakterisid

Pyrazinamid
(Z)

Bakterisid

Steptomycin
(S)

Bakterisid

Etambutol ( E )

Bakteriostatik

Dosis (mg/kg)

Dosis (mg/kg)

Harian

3 x Seminggu

10

(4-6 )

( 8-12 )

10

10

( 8 -12 )

( 8- 12 )

25

35

( 2030 )

( 30-40 )

15
( 1218 )
15

30

( 1520 )

( 20-35 )

Pengobatan TB paru menurut Depkes RI (2002) dilakukan dengan prinsip


prinsip sebagai berikut :
1. OAT harus diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat,
dalam jumlah cukup dan dosis tepat sesuai kategori pengobatan.
2. Untuk menjamin kepatuhan pasien menelan obat, dilakukan
pengawasan langsung oleh seorang Pengawas Menelan Obat
( PMO ).
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
139

3. Pengobatan TB paru diberikan dalam dua tahap, yaitu tahap awal


(intensif) dan lanjutan.
E. Pencegahan TB
Tindakan pencegahan dapat dikerjakan oleh penderitaan, masayrakat
dan petugas kesehatan.
1.

Pengawasan Pederita, kontak dan lingkungan

Oleh penderita, dapat dilakukan dengan menutup mulut


sewaktu batuk dan membuang dahak tidak disembarangan
tempat.

Oleh masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan


dengan terhadap bayi harus diberikan vaksinasi BCG.

Oleh petugas kesehatan dengan memberikan penyuluhan


tentang penyakit TB yang antara lain meliputi gejala bahaya
dan akibat yang ditimbulkannya.

Isolasi, pemeriksaan kepada orangorang yang terinfeksi,


pengobatan khusus TBC. Pengobatan mondok dirumah
sakit hanya bagi penderita yang kategori berat yang
memerlukan pengembangan program pengobatannya yang
karena alasan alasan sosial ekonomi dan medis untuk
tidak dikehendaki pengobatan jalan.

Des-Infeksi,

Cuci

tangan

dan

tata

rumah

tangga

keberhasilan yang ketat, perlu perhatian khusus terhadap


muntahan dan ludah (piring, hundry, tempat tidur, pakaian)
ventilasi rumah dan sinar matahari yang cukup.

Imunisasi orangorang kontak. Tindakan pencegahan bagi


orangorang sangat dekat (keluarga, perawat, dokter,
petugas kesehatan lain) dan lainnya yang terindikasinya

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
140

dengan vaksi BCG dan tindak lanjut bagi yang positif


tertular.

Penyelidikan orangorang kontak. Tuberculin-test bagi


seluruh anggota keluarga dengan foto rontgen yang bereaksi
positif, apabila caracara ini negatif, perlu diulang
pemeriksaan tiap bulan selama 3 bulan, perlu penyelidikan
intensif.

Pengobatan khusus. Penderita dengan TBC aktif perlu


pengobatan yang tepat obatobat kombinasi yang telah
ditetapkan oleh dokter di minum dengan tekun dan teratur,
waktu yang lama (6 atau 12 bulan). Diwaspadai adanya
kebal

terhadap

obat-obat,

dengan

pemeriksaaan

penyelidikan oleh dokter.


2.

Tindakan Pencegahan.

Status sosial ekonomi rendah yang merupakan faktor


menjadi

sakit,

seperti

kepadatan

hunian,

dengan

meningkatkan pendidikan kesehatan.

Tersedia sarana-sarana kedokteran, pemeriksaan pnderita,


kontak

atau

suspect

gambas,

sering

dilaporkan,

pemeriksaan dan pengobatan dini bagi penderita, kontak,


suspect, perawatan.

Pengobatan

preventif,

diartikan

sebagai

tindakan

keperawatan terhadap penyakit inaktif dengan pemberian


pengobatan INH sebagai pencegahan.

BCG, vaksinasi diberikan pertama-tama kepada bayi


dengan perlindungan bagi ibunya dan keluarganya. Diulang
5 tahun kemudian pada 12 tahun ditingkat tersebut berupa
tempat pencegahan.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
141

Memberantas penyakit TBC pada pemerah air susu dan


tukang potong sapi dan pasteurisasi air susu sapi .

Tindakan mencegah bahaya penyakit paru kronis karena


menghirup udara yang tercemar debu para pekerja tambang,
pekerja semen dan sebagainya.

Pemeriksaan bakteriologis dahak pada orang dengan gejala


TBC paru.

Pemeriksaan screening dengan tuberculin

test pada

kelompok beresiko tinggi seperti para emigrant, orang


orang kontak dengan penderita, petugas dirumah sakit,
petugas/guru disekolah, petugas foto rontgen.

Pemeriksaan foto rontgen pada orangorang yang positif


dari hasil pemeriksaan tuberculin test.

5.11 OLAHRAGA PADA LANSIA


A. JENIS OLAHRAGA YANG DAPAT DILAKUKAN PADA LANSIA

Berjalan kaki. Pilihlah jalur naik turun yang akan meningkatkan


intensitas dan usaha anda. Aktivitas ini membakar kalori, memperkuat
jantung dan memperlancar system pembuluh darah Anda.
Bersepeda dapat memperkuat bagian bawah tubuh dan meningkatkan
kinerja jantung. Perhatikan setelan sadel dan pegangan sepeda untuk
menghindari cedera panggul.

Berdansa. Menggerakkan tubuh sambil diiringi musik bersama dengan


pasangan atau teman dapat memberikan Anda hiburan sekaligus
kebugaran.

Berenang. Berenang adalah olahraga yang melibatkan aktivitas hamper


seluruh otot tubuh. Latihan pernapasan selama berenang juga bermanfaat
untuk memperkuat jantung.

Yoga. Berolahraga yoga secara teratur dapat membantu Anda lebih dapat
mengontrol emosi, meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan
keseimbangan tubuh.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
142

Tai chi. Olah tubuh yang berasal dari Cina kuno ini tidak bertujuan untuk
meningkatkan kebugaran. Gerakan-gerakannya yang lambat dan terkontrol
membantu meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan tubuh.

Bergerak aktif tidak selalu berarti harus berolahraga.Aktivitas fisik ini dapat
berupa bermain dengan cucu, bertaman atau berjalan santai di sore hari. Langkah
mendasar adalah memastikan bahwa Anda tidak berada terlalu lama dalam posisi
duduk atau berbaring seperti menonton TV di sofa atau membaca buku.
Targetkan untuk melakukan olahraga berintensitas sedang, setidaknya 2-3
jam setiap minggu atau setidaknya melakukan aktivitas fisik 15 menit tiap hari.
Namun perlu diingat bahwa tidak semua lansia dapat melakukan semua
jenis olahraga. Beberapa olahraga tertentu memperburuk risiko penyakit tertentu
seperti sakit jantung atau rematik. Selalu bicarakan olahraga yang akan Anda
lakukan kepada dokter.
Makin tua usia, makin penting peran olahraga
B. MANFAAT OLAHRAGA PADA LANSIA
Menghindari dari berbagai penyakit ringan hingga parah. Antara lain:

Penyakit sendi atau artritis


Penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.
Aktif bergerak bisa memperlancar peredaran darah dan metabolisme
tubuh, sehingga mencegah risiko-risiko yang menyebabkan penyakit tidak
menular.

Alzheimer dan demensia

Gangguan mental. Sekadar berjalan kaki santai tiap hari dapat mencegah
penurunan fungsi mental yang umumnya mengiringi penuaan yang dapat
merujuk kepada depresi

5.12 DEMAM BERDARAH DENGUE


A. Pengertian Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue)
Demam Berdarah Dengue adalah salah satu penyakit di daerah
tropis yang di sebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk
Aedes aegypti (betina). Ditandai dengan demam mendadak 2 sampai 7

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
143

hari tanpa penyebab yang jelas, lemah, lesu, gelisah, nyeri ulu hati,
disertai tanda perdarahan di kulit berupa bintik-bintik merah, lebam
(ecchymosis) atau ruam (purpura), kadang-kadang terjadi perdarahan di
hidung (mimisan), berak darah, muntah bercampur darah, kesadaran
menurun atau shock.
Nyamuk ini adalah nyamuk rumah yang menggigit pada siang hari,
gigitan nyamuk itu sendiri lebih dari satu kali. Demam Berdarah hanya
ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti (betina) yang berkembang
biak di dalam air jernih di sekitar rumah, bukan di got / comberan yang
berair kotor. Protein yang terkandung di dalam darah diperlukan oleh
nyamuk betina untuk perkembangbiakan (produksi) telurnya.
B. Dampak Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue)
1. Dampak Sosial
a. Kepanikan dalam keluarga
b. Kematian anggota keluarga
c. Berkurangnya usia harapan hidup
2. Dampak Ekonomi
a. Dampak langsung
b. Dampak tidak langsung
C. Siklus Penularan DBD (Demam Berdarah Dengue) :
Dalam Tubuh Nyamuk:
a.
b.

Berkembangbiak ke seluruh tubuh termasuk ke kelenjar liur


Bila menggigit orang lain akan dipindahkan virus dengue

c.

tersebut bersama air liur nyamuk


Bila menggigit orang yang tidak memiliki kekebalan

d.

(umumnya anak-anak) akan menjadi penderita DBD.


Nyamuk yang infeksius tersebut, seumur hidupnya akan

e.

menjadi sumber penularan.


Dalam darah manusia, virus dengue

akan mati dengan

sendirinya dalam waktu < 1 minggu.


D. Cara Penularan DBD ( Demam Berdarah Dengue ) :
a.
b.
c.
d.

Hanya oleh nyamuk A. Aegypti Betina


Sumber Virus dengue
Penderita DBD
Tidak Sakit DBD (tapi dalam darahnya terdapat virus dengue)

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
144

e.

Orang yang tidak sakit ini kemungkinan tinggi menular melalui


nyamuk A. aegypti.

E. Tanda-tanda DBD ( Penyakit Demam Berdarah )


1. Gejala Penyakit DBD
a.
b.

Panas 2-7 hari


Bintik Perdarahan : Untuk membedakan dengan bintik yang
lainnya, kulit diregangkan, apabila merah itu hilang bukan
tanda demam berdarah

2.

Gejala Tambahan
a.
b.

3.

Nyeri ulu hati


Ujung-ujung jari pucat

Gejala Lanjutan

a. Perdarahan spontan
F. Pertolongan Pertama Pada Demam Berdarah
1. Penanganan Pertama
a. Beri Minum sebanyak-banyaknya bisa teh, susu dan
lainnya, sebaiknya oralit.
b. Kompres untuk menurunkan panasnya
2. Pertolongan Selanjutnya
a. Beri Obat penurun panas
b. Bawa ke sarana kesehatan terdekat
Jika penderita masih panas dengan sebab yang tidak jelas setelah/belum
pernah diobati ( hari ke-3 panas saat ini )
WASPADA akan Demam Berdarah. Meliputi :
1.

Mintalah pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya

2.

(laboratorium, dll)
Carilah keterangan apakah ada penderita demam berdarah di

3.

sekitar atau penderita demam yang tidak jelas lainnya.


Waspadai terjadinya tiba-tiba pucat, lemas dan dingin atau
perdarahan spontan selama panas belum jelas sebabnya.

Pemeriksaan

sederhana

yang

dapat

dilakukan

atau

diminta

untukmendukung dugaab ke arah DBD

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
145

1.

Torniquet selama 5 menit untuk melihat adanya bintik

2.

perdarahan kulit
Cek trombosit ( normal 150.000-400.000 )
Bila hasil mendukung segera rujuk ke sarana kesehatan yang
memiliki sarana lebih lengkap dengan adanya transfusi darah.

G. Pencegahan Penularan Penyakit Demam Berdarah


1. Cara Fisik
Melalui PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dilakukan dengan
tiga cara yang disebut dengan 3M yaitu :
a.

Menguras tempat-tempat penampungan air sekurang-

b.
c.

kurangnya seminggu sekali.


Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.
Menguburkan, mengumpulkan, memanfaatkan
menyingkirkan

barang-barang

bekas

yang

atau
dapat

menampung air hujan seperti kaleng bekas, plastik bekas


dan lainnya.
Selain itu ditambah dengan cara lainnya yang dikenal dengan 3M Plus
seperti :
a.

Ganti vas bunga, minuman burung dan tempat-tempat

b.
c.
d.

lainnya seminggu sekali.


Perbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
Tutup lubang pada potongan bambu, pohon dan lainnya.
Bersihkan/keringkan
tempat-tempat
yang
dapat
menampung air seperti pelepah pisang atau tanaman

e.

lainnya yang dapat menampung air hujan.


Lakukan Larvasidasi yaitu membubuhkan

bubuk

pembunuh jentik (Abate 1 G, Altosid 1,3 G dan Sumilarv


f.
g.
h.
i.
j.
k.

0,5 G) ditempat yang sulit dikuras.


Pelihara ikan pemakan jentik.
Pasang kawat kasa di rumah.
Pencahayaan dan ventilasi memadai.
Jangan biasakan menggantung pakaian dalam rumah.
Tidur menggunakan kelambu.
Gunakan obat nyamuk untuk menegah gigitan nyamuk

2. Cara Kimia dan Larvasidasi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
146

Adalah menaburkan bubuk pembunuh jentik kedalam


tempat penampungan air. Bila menggunakan abate disebut
Abatisasi. Adapun beberapa larvasida yakni :
a. Menggunakan bubuk Abate 1 G (bahan aktif : Temephos 1% )
Bubuk abate 1G berwarna kecoklatan, terbuat dari pasir
yang dilapisi dengan zat kimia yang dapat membunuh jentik
nyamuk. Dalam takaran yang dianjurkan aan bagi manusia dan
tidak menimbulkan keracunan. Jika dimasukan ke air maka sedikit
demi sedikit zat kimia itu akan terlarut merata dan membunuh
semua jentik nyamuk yang ada dalam tempat penampungan air.
Diantaranya

ada

yang

menempel

pada

dinding

tempat

penampungan air dan bertahan sampai 3 bulan. Oleh sebab itu


penaburan abate perlu diulang setiap 3 bulan. Takaran yang
digunakan yakni untuk 100 liter air cukup dengan 10 gr bubuk
abate 1 G.
b.

Fogging ( pengasapan )
Nyamuk A. aegypti dapat diberantas dengan fogging

(pengasapan) racun serangga, termasuk racun serangga yang


digunakan sehari-hari di rumah tangga. Melakukan pengasapan
saja tidak cukup, karena dengan pengasapan itu yang mati hanya
nyamuk dewasanya saja.
Selama jentik tidak dibasmi, setiap hari akan mucul
nyamuk yang baru menetas dari tempat perkembangbiakannya.
Disamping itu biaya yang dikeluarkan untuk melakukan fogging
juga cukup besar. Karena itu cara yang tepat memberantas
jentiknya yang dikenal dengan istilah PSN DBD (Pemberansan
Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue).
3. Cara Biologis
Dengan memelihara ikan pemakan jentik yang diletakan pada
kolam atau genangan air yang sulit dikuras, seperti ikan kepala
timah, cupang dan lainya. Menanam tanaman pengusir nyamuk
seperti Lili gundi.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
147

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang 2015
148