Anda di halaman 1dari 8

PEMULASARAAN JENAZAH

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 560/MENKES/SK/IV/2003
TENTANG
POLA TARIF PERJAN RUMAH SAKIT
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
No. 18. Pemulasaraan/Perawatan Jenazah adalah kegiatan yang meliputi perawatan jenazah,
konservasi bedah mayat yang dilakukan oleh Rumah Sakit untuk kepentingan pelayanan
kesehatan, pemakaman dan kepentingan proses peradilan;
BAB XV
TARIF PEMULASARAAN / PERAWATAN JENAZAH
Pasal 17
1) Jenis Pemulasaraan /Perawatan Jenazah meliputi :
a. Perawatan jenazah dan penyimpanan jenzah
b. Konservasi jenazah
c. Bedah mayat
2) Tarif pemulasaraan/perawatan jenazah berlaku proporsional untuk semua jenazah dalam
rangka pemakaman /perabuan.
3) Tarif pemulasaraan/perawatan jenazah diperhitungkan atas dasar Jasa Sarana dan Jasa
Pelayanan yang diperhitungkan sesuai unit cost masing-masing rumah sakit.
4) Besarnya biaya jasa sarana untuk perawatan jenazah/jasad, konservasi jenazah serta bedah
mayat ditetapkan secara proporsional untuk setiap kelas perawatan.

STANDAR FASILITAS
Sarana fisik dan peralatan sangat mempengaruhi efisien kerja dan pelayanan instalasi
kamar jenazah. Mengingat tugas pokok instalasi kamar jenazah adalah melayani pasien yang
sudah meninggal dengan atau tanpa penyakit menular, maka diperlukan sarana dan prasarana
yang memadai. Guna mencegah infeksi silang.

Bangunan
Bangunan disesuaikan dengan kapasitas Rumah sakit dengan 45 TT dan angka kematian

yang hanya 0,2%. Luas bangunan kamar jenazah sebesar 16m2.

Lokasi
Lokasi jauh dari lalu lintas utama rumah sakit karena berdampak pada efisiensi kerja dan

meningkatkan pengendalian infeksi, yaitu dengan cara meminimalkan terjadinya kontaminasi.


Area tertutup tidak dapat diakses oleh orang yang tidak berkepentingan.

Syarat Instalasi Kamar Jenazah


Pada prinsipnya kamar jenazah berada di tempat yang jauh dari lalu lintas perawatan

pasien untuk menghindari terjadinya kontaminasi dan sesuai dengan alur kerja.

Kebersihan ruangan
1

Setiap hari lantai dan permukaan harus dibersihkan

Lakukan dekontaminasi permukaan setelah selesai kegiatan

Secara teratur dilakukan pembersihan besar yang disesuaikan dengan jadwal pembersihan
Instalasi kamar jenazah

Sarana Fisik dan Peralatan Instalasi Kamar Jenazah


Di kamar jenazah tempat tidur untuk perawatan pasien sebelum ditunjukkan kepada keluarga.
Terdapat troli untuk menempatkan alat alat yang dibutuhkan untuk pelayanan jenazah.
Terdapat brankar untuk memindahkan jenazah dari rumah sakit ke mobil jenazah. Di dalam
kamar jenazah terdapat lemari penyimpanan APD. Dan kranjang atau box untuk meletakkan

APD yang telah dipakai untuk perawatan jenazah. Yang nantinya akan dibawa ke ruang
laundry. Terdapat wastafel dan antiseptic serta handwash untuk petugas mencuci tangan
setelah menyiapkan jenazah. Peralatan yang diperlukan di kamar jenazah antara lain :
1

Peralatan antropometri

System komunikasi internal (PABX)

Sarung tangan panjang

Apron plastic

Masker

Tutup kepala

Surat kematian

Label jenazah

Senter

SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT KELAS A dan B


Ruangi Pemulasaraan Jenazah dan Forensik

Lingkup Sarana Pelayanan


Fungsi Ruang Jenazah adalah :
1. Tempat meletakkan/penyimpanan sementara jenazah sebelum diambil keluarganya.
2. Tempat memandikan/dekontaminasi jenazah.
3. Tempat mengeringkan jenazah setelah dimandikan
4. Otopsi jenazah.
5. Ruang duka dan pemulasaraan.
6. Laboratorium patologi anatomi

Kebutuhan Ruang, Fungsi dan Luasan Ruang serta Kebutuhan Fasilitas

Persyaratan Khusus
1. Kapasitas ruang jenazah minimal memiliki jumlah lemari pendingin 1% dari jumlah
tempat tidur (pada umumnya 1 lemari pendingin dapat menampung 4 jenazah)/
tergantung kebutuhan.
2. Ruang jenazah disarankan mempunyai akses langsung dengan beberapa ruang lain yaitu
ruang gawat darurat, ruang kebidanan, ruang rawat inap, ruang operasi, dan ruang
perawatanintensif.
3. Area tertutup, tidak dapat diakses oleh orang yang tidak berkepentingan.
4. Area yang merupakan jalur jenazah disarankan berdinding keramik, lantai kedap air,
tidak berpori, mudah dibersihkan.
5. Akses masuk-keluar jenazah menggunakan daun pintu ganda/ double.
6. Disediakan garasi ambulan jenazah.
7. Disarankan disediakan lahan parkir khusus untuk pengunjung rumah duka, jumlah
disesuaikan dengan kebutuhan.

Alur kegiatan
Alur kegiatan pada Ruang Pemulasaraan Jenazah adalah sebagai berikut :

SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT KELAS C dan D


Pemulasaraan Jenazah Rumah Sakit

Lingkup Sarana Pelayanan


Fungsi Ruang Jenazah adalah :
1. Tempat meletakkan/penyimpanan sementara jenazah sebelum diambil keluarganya.
2. Tempat memandikan/dekontaminasi jenazah.
3. Tempat mengeringkan jenazah setelah dimandikan
4. Otopsi jenazah.
5. Ruang duka dan pemulasaraan.

Kebutuhan Ruang, Fungsi dan Luasan Ruang serta Kebutuhan Fasilitas

Persyaratan Khusus

1. Kapasitas ruang jenazah minimal memiliki jumlah lemari pendingin 1% dari jumlah tempat
tidur (pada umumnya 1 lemari pendingin dapat menampung 4 jenazah) atau tergantung
kebutuhan.
2. Ruang jenazah disarankan mempunyai akses langsung dengan beberapa instalasi lain yaitu
instalasi gawat darurat, Instalasi Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Instalasi Rawat Inap,
Instalasi Bedah Sentral, dan Instalasi ICU/ICCU.
3. Area tertutup, tidak dapat diakses oleh orang yang tidak berkepentingan.
4. Area yang merupakan jalur jenazah disarankan berdinding keramik, lantai kedap air, tidak
berpori, mudah dibersihkan.
5. Akses masuk-keluar jenazah menggunakan daun pintu ganda/ double.
6. Memiliki sistem pembuangan limbah khusus.

Alur kegiatan.
Alur kegiatan pada Instalasi Pemulasaraan Jenazah adalah sebagai berikut :