Anda di halaman 1dari 20

BAB 2

Definisi dan Klasifikasi Sistem Ekonomi

Perbandingan ekonomi telah digambarkan sebagai Suatu bidang mencari


definisi.Definisi ini menjadi lebih kompleks hingga tidak dapat lagi membagi dunia ke dalam
sistem ekonomi kapitalis dan sosialis.Perbandingan sistem ekonomi mempelajari hasil ekonomi
dalam berbagai institusi,geografis dan pengaturan politik.Sistem ekonomi, bersama dengan input
konvensional yaitu tanah, tenaga kerja dan modal, berbeda dalam cara yang dapat diamati dan
dimengerti.Diluar sistem ekonomi dan input tradisional, hasil ekonomi juga dipengaruhi oleh
sosial,ekonomi,budaya,geografis, dan dorongan lainnya.Perlu mengembangkan metode-metode
untuk dapat memahami dan mengendalikan (tetap konstan) semua variabel ini supaya terhindar
dari pengaruh sistem ekonomi.

Sistem Ekonomi : Definisi dan Klasifikasi


Secara
tradisional,
sistem
ekonomi
dibagi
berdasarkan
isms
yaitu
feodalisme,kapitalisme,sosialisme,dan komunisme.Klasifikasi ini mengidentifikasi sistem dalam
satu atau dua karakteristik penting, seperti kepemilikan alat-alat produksi. Pendekatan yang
dilakukan adalah dengan cara mengklasifikasikan sistem ekonomi kedalam berbagai intitusi yang
dimiliki.Institusi-institusi muncul dalam sejumlah bentuk: perusahaan, sistem hukum,
legilatif,serikat pekerja dan kebiasaan ekonomi.Dengan komplektisitas yang bervariasi.Tidak
terdapat definisi yang universal mengenai intitusi-intitusi apa saja yang dapat diterima, namun
umumnya definisi tersebut fokus pada pelayanan mereka sebagai aturan permainan pada setiap
keputusan yang telah dibuat.Dalam nobel Douglas North dituliskan bahwa institusi-institusi
adalah aturan permainan dalam masyarakat atau, secara fundamental, institusi adalah kendala
dari manusia yang membentuk interaksi masnusia.Sebagai konsekuensi, struktur tersebut
memberikan insentif terhadap perubahan manusia baik politik,sosial, maupun
ekonomi.Berdasarkan definisi tersebut,intitusi secara luas diartikan mencakup
kebiasaan,prosedur voting,undang-undang,organisasi-organisasi seperti serikat buruh dan
perusahaan-perusahaan, atau aturan-aturan politik, sosial, dan ekonomi lainnya yang
mempengaruhi cara seseorang berhubungan satu sama lain dalam pertukaran barang-barang
privat atau publik.Setiap terdapat aturan perilaku, harus ada sarana untuk menegakkan aturanaturan tersebut.Dengan demikian, institusi tidak hanya terdiri dari aturan-aturannya sendiri tetapi
juga alat-alat penegak aturan tersebut.Voigt dan Engerer membagi aturan dan mekanisme
penegak aturan kedalam 5 tipe yang terdapat pada Table 2.1.

17

Table 2.1 Lembaga Kemasyarakatan : Aturan Permainan


Tipe Aturan
Convention

Penegakan
Self-enforcing (menegakan diri)

Ethical rule
Customs

Self-Commitment ( komitmen diri)


Kontrol sosial informal

Private rule

Organized private enforcement

State law

Organized state enforcement

Aturan dapat ditegakkan oleh negara majupun intitusi-institusi swasta.Convention secara


umum dianggap sebagai praktik, seperti aturan tidak tertulis bahwa dokter tidak mengenakan
biaya untuk referensi umum.Ethical rule, seperti tidak menjual barang yang rusak atau berbahaya
kepada konsumen, adalah sebagai penegakan diri, dalam hal ini sebagai komitmen pedagang
ujntuk menerima setiap kode dari perilaku.Costum ditegakan melaui kontrol sosial
informal.Contoh,praktik yang dilakukan pegawai dari perusahaan bertindak untuk kepentingan
perusahaan dibanding untuk kepentingan dirinya sendiri atau disebut dengan tanggung jawab
fidusia.Tanggung jawab fidusia adalah penegakan dengan cara ancaman pemecatan atau
pengurangan gaji yang dilakukan oleh pemiliki perusahaan.Private rule,seperti peraturan yang
mengatur perilaku dealer di bursa saham, dapat ditegakkan oleh aparat penegak swasta (private).
Pelanggar-pelanggar dari aturan-aturan swasta dihukum oleh badan-badan swasta, seperti bursa
saham NASDAQ. Kita lebih terbiasa dengan peraturan yang dikeluarkan oleh negara (yang
berarti setiap badan pemerintahan, negara, atau federal),seperti undang-undang dan peraturan.
Negara dapat memerintah, misalnya,dua pesaing mungkin secara tidak resmi menyetujui
harga.Jika mereka mereka melanggar aturan ini, mereka dapat diinvestigasi oleh lembaga
penegak pemerintah, seperti departemen keadilan, dan dapat dihukum melalui sistem pengadilan.
hukum negara juga dapat mengatur pertukaran di mana konvensi atau kebiasaan
berlaku.Misalnya, negara melalui undang-undang perlindungan konsumen dapat melindungi
pembeli dari barang buruk atau berbahaya, sehingga terjadi transfer penegakan dari pelaku
swasta ke negara.
Pertukaran dapat terjadi antara dua individu, antara individu dan organisasi, atau antara
dua organisasi. Organisasi perusahaan multinasional raksasa lebih kompleks daripada sebuah
bisnis keluarga kecil. Organisasi-organisasi tidak hanya terdiri dari organisasi bisnis, namun
termasuk gereja, badan amal, lembaga swadaya masyarakat dan klub-klub.Dalam studi
perbandingan ekonomi,utamanya tertarik pada bagaimana bisnis terorganisir untuk melakukan
kegiatan ekonomi swasta dan bagaimana pemerintah diatur untuk melakukan kegiatan ekonomi
18

masyarakat. Khususnya,tertarik pada bagaimana pemerintah membuat pilihan publik mengenai


bagaimana pajak warga negara dan mengjgunakan sumber daya publik.Tidak peduli seberapa
sederhana atau kompleks, semua organisasi dapat dijelaskan dalam hal karakteristik tertentu,
seperti bagaimana menangani informasi, aturan perilaku, pengaturan pengambilan keputusan,
dan pengaturan kepemilikan.
Dalam buku ini, digunakan institusi-institusi dan organisasi-organisasi menjelaskan dan
membagi sistem ekonomi.Setidaknya dapat diidentifikasi menjadi lima kategori institusi dengan
kategori organisasi yang lebih banyak.
Karakteristik sistem ekonomi
Sekarang kita akan memeriksa masing-masing lima karakteristik dan menjelaskan dan
menjelaskan mengapa hasil ekonomi berbeda dengan hormat kepada mereka.
Awalnya, karakteristik tampaknya memiliki banyak kesamaan dengan penokohan sistem
ekonomi kapitalis sebagai atau sosialis. Namun kemudian dalam bab ini, kami akan membawa
mereka bersama-sama merumuskan definisi kapitalisme dan sosialisme berdasarkan sifat
pengaturan organisasi.

Organisasi pengambilan keputusan


Pengaturan kegiatan ekonomi yang paling dilakukan dalam organisasi. nobel Nobel
herbert simon menulis bahwa "organisasi mengacu pada pola kompleks komunikasi dan
hubungan lainnya dalam kelompok manusia. Menurut JM Montias, organisasi terdiri dari satu set
peserta (anggota) secara teratur berinteraksi dalam proses membawa pada satu atau lebih banyak
kegiatan. Perilaku terorganisir memiliki keunggulan dibandingkan perilaku terorganisir. dalam
sebuah organisasi, tujuan yang ada, informasi yang dibuat, dan asumsi dan sikap terbentuk, yang
semuanya memainkan peran dalam pengambilan keputusan.
Menurut teori organisasi, individu berpartisipasi dalam perilaku terorganisir, mengejar
kepentingan pribadi dibatasi oleh rasionalitas dibatasi. Teori ekonomi biasanya mengasumsikan
bahwa kita membuat keputusan sangat rasional, dipersenjatai dengan informasi yang sempurna.
jika kita tidak memiliki informasi yang sempurna dan hasil yang tidak pasti kita tidak bisa secara
rasional menimbang setiap keputusan untuk menemukan hasil memaksimalkan. bukan dalam
situasi seperti ini, kita beralih ke penggunaan aturan sebagai pedoman sehingga dalam sebuah
organisasi seperti peraturan perusahaan mengganti serangkaian kompleks pilihan maksimalisasi
keuntungan. korporasi dapat menetapkan aturan perekrutan umum pedoman minimal tingkat
pengembalian atau aturan perjalanan standars yang mungkin tidak optimal dalam segala hal tapi
itu bekerja di bawah kondisi yang menarik ketidakpastian diri dapat contrued sebagai
maksimalisasi beberapa fungsi utilitas contrained oleh berbagai keterbatasan huma, seperti
kemampuan untuk menghasilkan, proses, dan memanfaatkan informasi karakteristik ini
19

menyebabkan dua kelas utama dari masalah organisasi. masalah thecnical-administrasi berasal
dari individu yang terbatas dalam kemampuan mereka untuk membuat keputusan karena,
misalnya, dalam informasi yang lengkap.
Jika kita tahu segala sesuatu yang kita tidak perlu aturan pengguna dalam organisasi
karena setiap keputusan bisa marah sedemikian rupa untuk menghasilkan hasil yang oprtimal
homever di dunia nyata adalah organisasi mahal dihadapkan dengan biaya transaksi biaya
asosiasi antara searcing untuk informasi tawar-menawar dan kepolisian dan penegakan hukum.
saat biaya tinggi organisasi cenderung untuk menggunakan aturan daripada membuat keputusan
individu dalam setiap instansi kasus masalah manajerial yang berasal dari individu yang saat
mengejar kepentingan pribadi, dapat mengejar tujuan-tujuan yang berbeda dari yang ditetapkan
untuk organisasi.

handel ot masalah ini, organisasi harus menetapkan aturan berkaitan dengan pengaturan sub
kelompok dalam organizatin yang assinging tugas mengkoordinasikan kegiatan kegiatan
monitorubg dan menggambarkan sifat pengaturan insentif aturan ini bersama dengan faktorfaktor eksternal seperti pengaruh budaya dan sejarah sebagian besar determina sifat organisasi
dan menyebabkan distincions dasar dan penting antara sistem ekonomi.
Jumlah yang lebih besar dari kategori organisasi maka, masyarakat dapat mengatur
lembaga-lembaga ekonomi mereka dalam sejumlah besar cara. perbedaan lembaga dan
organisasi dapat menjadi besar atau halus. yang "isme" merupakan perbedaan besar yang dapat
terjadi antara sistem ekonomi, dan mereka terus melayani sebagai cara yang berguna untuk
berpikir
Kapitalisme, komunisme, sosialisme, dan istilah keluarga, sistem apa pun sifat mereka
dalam kenyataannya merupakan memiliki kehidupan mereka sendiri. mereka hidup sebagai
simbol atau kelompok simbol dalam pikiran peserta dalam semua sistem modern dan mereka
mungkin memiliki pengaruh besar pada cara sistem yang sebenarnya mengubah atau pada alasan
mengapa mereka gagal untuk berubah.
Definisi
Kita menggunakan definisi sistem ekonomi yang diusulkan oleh assar Lindbeck, yang
menekankan aspek multidimensi sistem ekonomi. Sebuah sistem ekonomi adalah seperangkat
lembaga untuk pengambilan keputusan dan pelaksanaan keputusan mengenai produksi,
pendapatan, dan konsumsi dalam wilayah geografis tertentu.
Menurut definisi ini, sistem ekonomi terdiri dari mekanisme, pengaturan organisasi, dan
aturan pengambilan keputusan. sistem ekonomi dapat varyin setiap dimensinya, praticularly
dalam struktur, operasi, dan kemampuan beradaptasi untuk berubah melalui waktu. itu mencakup
semua lembaga-lembaga tersebut, organisasi, hukum dan aturan, tradisi, kepercayaan, sikap,
20

nilai-nilai, tabu, dan pola perilaku yang dihasilkan yang secara langsung atau tidak langsung
mempengaruhi perilaku ekonomi dan hasil.
Sistem ekonomi yang multidimensi, sebuah fitur yang dapat diformalkan dengan cara
berikut:
sebagai persamaan 2.1 menunjukkan sistem ekonomi (ES) didefinisikan oleh institusinya :
Ii
I
ES = f ,,,,, n )
atau karakteristik di mana ada n atribut tersebut. sistem ekonomi tidak dapat didefinisikan dalam
hal instituion tunggal seperti kepemilikan properti lebih, set lengkap lembaga (n = 5) yang sangat
penting dalam membedakan sistem ekonomi:
1. organisasi struktur pengaturan pengambilan keputusan
2. mechanisms (aturan) untuk penyediaan informasi dan pasar cordination dan rencana
3 .property kontrol yang tepat dan pendapatan
4. menchanisms untuk menetapkan tujuan dan untuk mendorong orang untuk bertindak insentif
5. procedures untuk membuat pilihan publik peran pemerintah
lima karakteristik telah dipilih karena sistem ekonomi berbeda sepanjang dimensi ini mereka
juga telah dipilih karena mempengaruhi hasil ekonomi kita tidak daftar fitur yang relatif seragam
di seluruh sistem misalnya organisasi produksi di unit pabrik.
Aturan dalam sebuah organisasi menentukan bagaimana aktivitas dalam organisasi
dilaksanakan. Dua titik ekstrem dalam struktur organisasi yaitu hirarki dan asosiasi. Dalam
sebuah organisasi yang berlandaskan pada hirarki, superior (prinsipal) menetapkan tujuan dan
isu-isu yang diperintahkan kepada bawahannya (agen) yang seharusnya melaksanakan tugas
yang ditugaskan untuk mencapai tujuan organisasi.Dalam asosiasi berlandaskan organisasi,
secara kontras, pembuatan keputusan terjadi diantara individu dimana tidak terdapat hubungan
membawahi, tetapi sebaliknya persamaan ditengah individu-individu.
Kecuali dalam kasus yang sangat sederhana organisasi-organisasi (seperti pemilikperusahaan operasi dengan tidak ada pekerja), sebuah hirarki hadir. Dapat menjadi perbedaan
besar didalamnya, untuk contoh, jumlah tingkat dalam hirarki, alokasi tugas-tugas berada
diantara tingkat-tingkat tersebut, dan jangkauan dalam control atau jumlah membawahi
diarahkan oleh seorang superior.
Armen Alchian dan Harold Demsetz, menyarankan satu alasan mengapa hirarki itu ada.
Teknologi mewajibkan anggota dari organisasi (sebut saja, perusahaan) untuk bekerja bersama
dalam tim produksi. Karena usaha tim dalam memproduksi output,ini sulit untuk menilai
21

masing-masing kontribusi individu. Seperti sebuah pengaturan menyebabkan beberapa usaha


dalam bekerja berkurang kecuali kala sebuah superior mengawasi kinerja dan yang berhubungan
dengan imbalan untuk usaha ini.
Terdapat alasan lain untuk hirarki dalam organisasi. Beberapa individu adalah pengambil
risiko, sedangkan individu lain penghindar risiko. Pekerja menyetujui untuk bekerja kepada
pemilik perusahaan dan untuk mematuhi instruksi pemilik perusahaan. Pemilik perusahaan
mendapatkan imbalan
berupa profit (keuntungan) jika bisnisnya berhasil tetapi juga
mendapatkan risiko kerugian jika bisnisnya gagal. Produksi sering kali melaksanakan pengaturan
hirarki karena masalah manajemen pada setiap waktu terlalu rumit untuk mengatur produksi
termasuk pasar.
Principal-Agent Problems. Sebuah organisasi dikarakteristikkan oleh tingkat-tingat
dimana keputusan alokasi sumber daya dibuat dan dieksekusi. Dalam organisasi desentralisasi ,
keputusan dibuat dalam organisasi tingkat rendah, sedangkan dalam organisasi sentralisasi,
keputusan paling banyak dibuat dalam organisasi tingkat tinggi. Tingkat pembuatan keputusan
merefleksikan struktur organisasi, gaya dari hasil organisasi, dan kepuasan informasi, dan
akhirnya, cara organisasi mengarahkan kekuasaan dan tanggung jawab untuk pembuatan
keputusan diantara tingkat-tingkat organisasi.
Pada banyak organisasi, hubungan sebuah superior-membawahi (atau principal agen)
mengimplikasikan sebuah agen diorganisir sebagai kelompok, subunit, atau organisasi yang lebih
kecil. Untuk contoh, badan usaha mungkin sebuah cabang dari perusahaan besar yang dimiliki
oleh seorang konglomerat. Badan usaha milik pemerintah dibawah naungan departemen
pemerintahan yang pada gilirannya berada dibawah naungan kementrian.
Organisasi masuk ke dalam hubungan yang mana mereka dapat bertindak salah satunya
sebagai prinsipal atau sebuah agen. Prinsipal adalah partai yang mengontrol kekuasaan dan ikut
serta dalam sebuah agen yang bertindak sebagai subjek untuk konrol principal dan instruksi.
Sebuah agen adalah partai yang bertindak diatas kepentingan atau sebagai utusan dari prinsipal.
Perusahaan X adalah sebuah prinsipal ketika terikat kontrak dengan Perusahaan Y dimana
Perusahaan Y (agen) akan menyuplai Perusahaan X dengan barang dalam jumlah yang
ditentukan pada harga tertentu dan periode waktu yang telah ditentukan. Perusahaan X juga
sebuah prinsipal ketika terikat dengan sebuah kontrak dengan seorang pekerja (agen) yang
memerintahkan pekerjanya untuk melakukan pelayanan khusus dengan upah tertentu untuk
periode waktu yang telah ditentukan. Hubungan sebuah agensi ditetapkan, prinsipal adalah
sebuah tanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja memastikan bahwa agen
menyediakan pelayanan tertentu dalam sebuah perjanjian. Ketika keduanya baik prinsipal dan
agen dimotivasi oleh penghargaan dengan tujuan yang sama, atau ketika kinerja agen dapat lebih
mudah diawasi, konflik antara prinsipal dan agen mungkin bisa timbul. Bagaimanapun, ketika

22

partai-partai memiliki perbedaan tujuan dan ketika pengawasan menjadi sulit, konflik antara
prinsipal dan agen dapat diekspektasikan.
Gambar 2.1 mengilustrasikan hubungan prinsipal-agen kedalam sebuah perencanaan
ekonomi, seperti dalam ekonomi, kekuasaan politik (seperti Partai Komunis) bekerja dengan
rencana-rencana untuk mengeluarkan intruksi kepada agen-agen mereka, para badan usaha
membawahi agen-agen tersebut.
Permasalahan Informasi. Dalam sebuah organisasi sentralisasi sempurna, kekuasaan
untuk membuat keputusan ditempatkan dalam pasar tunggal yang memerintahkan untuk
mengeluarkan perintah-perintah ke unit lebih rendah dalam organisasi. Kasus dari desentralisasi
sempurna akan menjadi sebuah struktur dimana semua kekuasaan dalam pembuatan keputusan
ditempatkan di sub unit paling rendah (rumah tangga, perusahaan individu), tidak bergantung
pada kekuasaan superior. Dalam dunia nyata, kekuasaan biasanya menyebar termasuk macammacam tingkat dalam hirarki.
Tingkat dari pembuatan keputusann bergantung dalam menangani informasi. Sentralisasi
informasi sempurna diartikan seorang pembuat keputusan tunggal harus menguasai semua
informasi tentang semua partisipan, tindakan dan lingkungan mereka. Desentralisasi
Gambar 2.1
Kekuasaan Politik

Prinsipal

Perencana
Agen Prinsipal
Kementrian A
Kementrian D

Kementrian B

Kementrian C

Kementrian B
Agen Prinsipal

Perusahaan 1 Perusahaan2 Perusahaan 3 Agen

23

Pada kenyataannya, sentralisasi yang informasi sempurna tidak mungkin karena massa
informasi tentang harga, lokasi, output dan teknologi. Organisasi harus memiliki beberapa
derajat desentralisasi informasi. Biasanya, unit-tingkat yang lebih rendah memiliki keuntungan
informasi mengenai kondisi lokal dibandingkan dengan organisasi-tingkat yang lebih tinggi.
Keuntungan informasi menawarkan agants kesempatan untuk terlibat dalam perilaku
oportunistik relatif terhadap kepala sekolah mereka, dengan menggunakan informasi keuntungan
mereka yang terhutang dengan kepentingan atasan mereka. Misalnya, kementerian yang
ditunjukkan pada gambar 2.1 dapat menyembunyikan informasi dari perencana, dan perusahaan
dapat menyembunyikan informasi dari kementerian.
Perilaku oportunistik dari jenis dapat mengambil dua bentuk: moral hazard dan seleksi
merugikan. Moral hazard terjadi ketika lebih rendah unit-tingkat yang lebih rendah
mengeksploitasi keuntungan informasi untuk mengubah perilakunya setelah memasuki
perjanjian dengan unit tingkat atas. contoh, pembeli dapat menjanjikan pemasok pembelian
stabil pada harga tetap jika pemasok yang memperoleh peralatan khusus cocok hanya untuk
produk yang pembeli. Kemudian, setelah peralatan telah terpasang, pembeli, sebagai satusatunya pembeli produk itu, mengurangi pembelian atau harga akan membayar. Pada gambar 2.1
perusahaan itu dapat setuju untuk memproduksi 100.000 meter kain berkualitas tinggi, tetapi
secara substansial mengurangi kualitasnya. Seleksi merugikan terjadi ketika agen
menyembunyikan informasi dari kepala sekolah, sehingga mustahil bagi atasan mereka untuk
membedakan antara mereka. Sebagai contoh, semua perusahaan dapat mengklaim bahwa mereka
tidak bisa mengadopsi menyembunyikan fakta ini dari kementerian karena itu mungkin dipaksa
pengambilan keputusan tidak efisien, seperti mewajibkan semua perusahaan untuk mengadopsi
teknologi.
PASAR DAN RENCANA
Pasar dan Rencana adalah dua mekanisme utama untuk memberikan informasi dan untuk
mengkoordinasikan keputusan dalam organisasi. sentralisasi yang umum diidentifikasi dengan
rencana dan desentralisasi dengan pasar, tetapi tidak ada hubungan sederhana antara tingkat
pengambilan keputusan dan penggunaan pasar atau rencana sebagai mekanisme koordinasi. Di
beberapa negara, adalah mungkin untuk menggabungkan konsentrasi besar pengambilan
keputusan otoritas dan informasi dalam perusahaan besar beberapa dengan keterlibatan negara
substanstial dan belum memiliki sistem perencanaan seperti itu. Ekonomi yang direncanakan
juga dapat bervariasi secara substansial: menyaksikan perencanaan terpusat dari bekas Uni
Soviet, yang "menunjukkan" sistem perencanaan Perancis, adn kombinasi rencana dan pasar
yang ada di negara lain. Untuk mengidentifikasi ekonomi seperti yang direncanakan tidak selalu
mengungkapkan mekanisme koordinasi lazim atau, dalam hal ini, tingkat sentralisasi dalam
pengambilan keputusan. Keduanya tergantung pada jenis mekanisme perencanaan.
Pasar rencana? Coase pemenang Nobel ronald Coase mengajukan pertanyaan tentang
mengapa beberapa kegiatan yang dilakukan pasar pikir, sedangkan yang lain dilakukan oleh
24

arahan (plan) dalam perusahaan. Coase menyimpulkan bahwa kegiatan akan dilakukan oleh
arahan kapan biaya transaksi menggunakan pasar terlalu tinggi.
Koordinasi pengambilan keputusan aktifitas di pasar memiliki biaya. Para peserta dalam
kegiatan pasar terkoordinasi harus mengembangkan kontrak yang sesuai berdasarkan pasar yang
dihasilkan informasi dan harus menanggung hukum yang konsekuensi keuangan kontrak
terpenuhi. Perusahaan bisnis dapat membatasi biaya koordinasi pasar. Perhatikan, misalnya,
tugas membangun pesawat jet. Koordinasi manajerial dapat mengurangi biaya transaksi dan
negosiasi dan dapat menegakkan segudang kontrak berpikir mengarahkan karyawan untuk
memenuhi tugas-tugas yang diperlukan, sehingga membatasi kebutuhan subkontraktor. Selama
biaya penyelenggaraan kegiatan dalam perusahaan tetap di bawah biaya penyelenggaraan
kegiatan yang menggunakan pasar, tugas dilakukan dalam perusahaan.
Gambar 2.2 mengilustrasikan pilihan pasar atau rencana oleh perusahaan, lembaga
pemerintah, dan rumah tangga. Perusahaan dapat memperoleh barang melalui pasar produk atau
menghasilkan mereka dalam perusahaan. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil dapat baik
memproduksi ban atau membelinya dari produsen lain. Perusahaan dapat menggunakan
karyawan sendiri atau menyewa konsultan luar pikir pasar faktor. Demikian pula, pemerintah
dapat memproduksi senjata sendiri dengan karyawan sendiri atau mendapatkan mereka melalui
pasar.
Coase diterapkan teori biaya transaksi tp menjelaskan mengapa ekonomi mengorganisir
diri ke dalam organisasi bisnis. Ide-idenya bisa diterapkan pada megah sebuah
Gambar 2.2 Pasar dibandingkan rencana

25

Coase mengaplikasikan teorinya, teori biaya transaksi, untuk menjelaskan mengapa


ekonomi mengatur keseluruhan dalam aturan bisnis. Idenya dapat diaplikasikan pada level yang
lebih besar untuk menjelaskan mengapa beberapa aturan, seperti sebuah sistem ekonomi
mungkin dalam pelaksanaannya dilakukan secara langsung dan tidak melibatkan pasar. Jika
biaya transaksi dari penggunaan pasar terlalu tinggi, maka dapat diputuskan bahwa ekonomi
terencana (planned economy) lebih baik dari ekonomi pasar (market economy).
Ekonomi terencana (planned economy) adalah dimana agen ekonomi (seperti konsumen,
pekerja, pengusaha, investor, dan perencana) terkoordinasi oleh perintah spesifik oleh pimpinan
tertinggi melalui sebuah dokumen terencana. Dalam ekonomi terencana (planned economy),
aktivitas ekonomi mengacu pada aturan. Penghargaan bergantung kepada pencapaian rencana.
Ekonomi terencana (planned economy) dan ekonomi pasar (market economy), pada
pembentukannya, sumber daya dialokasikan dengan persetujuan dari pembuat rencana, oleh
karena itu pasar berperan sebagai pengalokasi dari sumber daya.
Pada ekonomi pasar (market economy), mengandalkan interaksi kekuatan dan
permintaan-penawaran sebagai alat alokasi yang efisien. Rumah tangga mendapatkan pendapatan
dari persediaan tanah, pekerja, modal, dan dengan pendapatan ini mereka membeli barangbarang yang ditawakarkan oleh perusahaan. Perusahaan dan rumah tangga menanggapi kepada
pasar. Mekanisme lain untuk informasi atau koordinasi tidak begitu penting dan pembuat
keputusan berada pada level paling rendah pada sistem ekonomi.
26

Pada indicative planning, pasar berpersn sebagai instrument dari alokasi sumber daya
tetapi sebuah rencana disiapkan untuk memandu pengambilan keputusan. Pada indicative
planning tidak dibagi menjadi perintah untuk unit produksi individu, perusahaan bebas
mengaplikasikan informasi yang mereka lihat cocok.
Pembuatan keputusan di ekonomi terencana (planned economy) dan ekonomi pasar
(market economy) berbeda. Di ekonomi pasar (market economy), konsumen dapat memilih di
pasar dan memiliki kedaulatan (consumer sovereignty). Jika kedaulatan konsumen berlaku,
keputusan dasar dari apa yang diproduksi oleh perusahaan adalah didominasi oleh konsumen di
pasar. Di ekonomi terencana (planned economy), keputusan dibuat oleh pembuat rencana dan
dan terdapat kedaulatan selera (planners preferences), keputusan dasar dari apa yang diproduksi
dibuat oleh pembuat rencana
Gambar 2.3 menggambarkan perbedaan antara rencana pasar dan ekonomi pasar. Hal
tersebut menggambarkan produksi dan alokasi komoditas industri seperti besi cor, yang
dilambangkan oleh X. Kurva permintaan D menunjukkan kuantitas barang X yang diminta oleh
pengguna dengan berbagai potensi dengan perbedaan harga dari X. Harga dapat harga resmi
atau beberapa harga yang lebih lengkap, yang menggambarkan biaya sumber daya yang harus
dibayar oleh pengguna potensial untuk memperoleh X. Kurva penawaran S menunjukan berbagai
jumlah dari barang X yang disediakan oleh para produsen di harga yang berbeda. Jika ini adalah
ekonomi pasar (diagram di sebelah kiri), pasar akan menentukan berapa banyak dari barang X
yang dihasilkan dan potensi pengguna yang akan mendapatkan pasokan yang tersedia. Semua
orang yang bersedia membayar di harga apsar (P) akan mendapatkan barang X. Dasar fitur dari
sebuah administrative-command ekonomi (diagram di sebelah kanan) adalah produsen
memutuskan berapa banyak X yang di produksi dan siapa yang akan mendapatkan barang X. Di
pasar (diagram on the left) didorong oleh invisible hand yang tidak membedakan antar
pembeli/konsumen. Siapa saja yang dapat membayar di harga tersebut akan mendapatkan
barangnya. Perencana, di sisi lain, dapat menggunakan invisible hand dari alokasi kekuatan
untuk penghargaan atau hukuman baik kepada pembeli atau produsen dari tujuan ekonomi atau
tujuan politik. Dalam diagram, perencana mengatur produksi barang X di X* dan harga di P*.
Pada tingkat harga tersebut, produsen seharusnya menjual seluruh outpun (X*) kepada pembeli
yang berwenang di harga resmi P*. Perencana menentukan siapa yang medapatkan X* diantara
semua orang yang bersedia membayar pada harga resmi P*. Catatan bahwa pembeli akan
membeli lebih daripada yang tersedia (X**). Perencana mengalokasikan pasokan yang tersedia
diantara sejumlah besar pembeli yang siap membayar. Jika tidak mematuhi aturan, hanya orangorang yang ditunjuk untuk menerima barang X yang akan mendapatkannya.
Menurut diagram, terdapat dasar keseimbangan di pasar ekonomi dan dasar
ketidakseimbangan dalam ekonomi terencana. Dalam pasar ekonomi, semua orang yang bersedia
membayar di harga pasar akan mendapatkan produk/barang tersebut. Pembeli siap untuk
membeli jumlah yang sama seperti pedagang siap untuk menjual. Semua orang yang ingin
barang tersebut keluar pasar karena mereka tidak sanggup membayar harga pasarnya. Dalam
27

ekonomi terencana, pembeli ingin membeli lebih barang daripada yang tersedia di harga tersebut.
Ini adalah perencanaannya, bukan harga, yang menentukan siapa yang akan mendapatkan
produk/barang tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang potensial sumber
konflik antara kepala (perencana) dan agen/pembeli (pembeli dari produk/barang). Mereka yang
sanggup membayar harga, tetapi dikeluarkan oleh perencana mungkin akan mengupayakan untuk
menyerang satu sisi untuk mendapatkan kesepakatan dengan produsen barang tersebut di tempat
yang ditunjuk oleh perencana. Kita akan membahas konflik ini secara lebih rinci dalam bab
selanjutnya.
Hak Kekayaan : Kontrol dan Penghasilan
Lembaga memiliki perbedaan dalam kekayaan yang dimiliki.Kepemilikan merupakan
campuran dari hak individu yang memiliki banyak benda atau klaim dari benda atau jasa dan
hak dapat mempengaruhi disposisi benda atau pemanfaatannya. Hak milik dapat dibagi ke
dalam tiga jenis. Pertama yaitu disposisi objek dimana pengalihan hak kepemilikan pada yang
lain, seperti dalam penjualan kepemilikan ponsel. Kedua, kepemilikan mencangkup hak untuk
penggunaan, pemilik dapat menggunakan benda yang bersangkutan dengan cara yang tepat.
Ketiga, kepemilikan yaitu hak untuk menggunakan produk atau jasa yang dapat dihasilkan oleh
benda tersebut.
Hak kepemilikan dapat bersidat sementara atau permanen dan dapat juga berhenti
tergantungpada setiap individu disetiap saatnya. Individu yang menyewa mobil dapat memiliki
hak untuk menggunakan mobil tersebut tapi tidak secara keseluruhannya. Pada pemilik
perusahaan pribadi memiliki klaim atas laba perusahaan, walaupun secara signifikan dibatasi
aturan dan peraturan pemerintah. Hak kepemilikan De jure secara signifikan berbeda dengan hak
De facto. Sebagai contoh,walaupun anggota pertanian kolektif soviet ( kolkhoz ) milik aset
pertanian , tetapi anggota tidak dapat menjual aset saham mereka.
Ada tiga bentuk dalam kepemilikan yaitu pribadi , umum dan kolektif. Dibawah
kepemilikan, hak nya adalah milik pribadi, sedangkan kepemilikan public itu hak
kepemilikannya milik negara.
Perbedaan hak kepemilikan mempengaruhi pendapatan ekonomi. Semua ekonomi
dimana tiga hak kepemilikan milik individu. Sebagai pemilik berusaha memaksimalkan
pendapatannya, modal akan lancar kembalinya sesuai dengan resiko yang diterimanya. Jika
modal yang dimiliki oleh negara, aturan dalam pengalokasian modalnya akan berbeda. Mungkin
tingkat pengembaliannya dibayar dalam waktu jangka panjang. Selain itu, adanya perbedaan
waktu kembalinya modal dalam milik pribadi dan negara. Distribusi pendapatan akan berbeda
antara kepemilikan pribadi dan negara. Kepemilikan pendapatan pribadi pada satu masalah,
untuk negara lain. Akhirnya, karena alokasi modal menentukan kegiatan ekonomi, kepemilikan
modal menetukan apakah pengalokasian dilakukan oleh individu atau negara.

28

Jelas, Pengaturan kepemilikan penting dalam klasifikasi sistem ekonomi. Seperti


dijelaskan sebelumnya, pada klasifikasi tradisional dalam hal isme pengaturan kepemilikan
dapat membedakan karakteristik berbeda. Kebanyakan sitem ekonomi, faktanya, campuran.
Dalam sitem ekonomi klasifikasi pasar atau sistem kapitalis, bukan hanya ada perbedaan dalam
kepemilikan pribadi, tetapi sasaran utama perekonomian secara luas didominasi oleh
kepemilikan publik, dimana hak kepemilikan tradisional lebih kurang menjanjikan. Pengambilan
keputusan lebih banyak pada sektor swatsa. Keputusan yang dibuat dan pengaruhnya terhadap
alokasi sumber daya dalam perusahaan negara birokrsinya lebih baik dipahami dalam tiori dan
praktik. Dalam sistem ekonomi harus ada aturan antara keputusan pribadi dan publik.
Mengidentifikasi perbedaan dalam aturan pengambilan keputusan, terutama pengaruh perbedaan
alokasi sumber daya, yang merupakan tantangan utama dalam sistem ekonomi komparatif.
Intensif
Organisasi dapat memiliki perbedaan intensif dalam memotivasi orang. tujuan dan
intensif adalah penting untuk memahami transformasi hak milik dan informasi dalam tindakan
yang efektif.
Mekanisme intensif harus mendorong peserta ditingkat bawah (agen) untuk mengikuti
arahan peserta yang lebih tinggi (ketua). Mekanisme yang efektif harus memenuhi 3 kondisi.
Pertama, agen menerima penghargaan dari hasil penghargaan yang diberikan ada pengaruhnya .
Kedua agen harus memeriksa tugas yang dilaksanakan bawahan apakan telah dilaksanakan
dengan baik. Ketiga, manfaatkan hasil penghargaan untuk mendorong bawahan.
Dalam hierarki atasan memiliki intruksi yang terikat kepada bawahan, intensif tidak akan
diberikan jika atasan tidak memiliki informasi yang sempurna. Kekuatan dengan informasi
sempurna, atasan secara langsung mengetahui bawahan dengan melakukan tugas yang benar.
Dalam organisasi yang luas, namun, atasan biasanya kekurangan dalam informasi. Bawahan
lebih banyak mengetahui tentang keadaan setempat daripada atasan, dan atasan tidak dapat
memberikan intruksi yang lengkap untuk bawahan. Karena kurangnya informasi atasan, bawahan
membuat keputusan yang jumlahnya tidak sesuai dengan ketentuan. Atasan memerlukan
penyusunan sistem intensif yang yang akan membuat bawahan mengikuti atasan pada ssat
keputusan local dibuat. Jika sistem intensif buruk , bawahan tidak akan bertindak untuk
melakukan sesuai dengan atasan.
Kerugian informasi dari atasan di organisasi yang unggul dapat mempengaruhi agen
dengan sistem yang disusun di organisasi. Jika tidak mungkin merancang sistem intensif dapat
menyebabkan agen untuk bekerja secara cepat untuk menarik kerja pada organisasi yang unggul,
solusi yang terpusat mungkin diperlukan. Jika sistem intensif tidak menghasilkan informasi,
organisasi yang unggul dapat menggunakan keputusan pada bawahan tanpa konsultasi. Jika
asuransi pribadi perusahaan tidak dapat memperoleh informasi mengenai kurangnya atau

29

kebiasaan mengemudi dengan biaya yang efektif, kemungkinan instansi pemerintah , dipasar
swasta harus memberikan asuransi.
Atasan dapat merancang dan menggunakan materi atau moral intensif untuk memotivasi
bawahan. Biasanya intensif material dominan dalam sistem ekonomi modern, namun dalam
beberapa sistem ekonomi ada beberapa yang menekan imbalan moral. Intensif material
memberikan penghargaan pada yang dapat mempertanggungjawabkan perusahaan dan
meningkatkan penerimaan masyarakat dengan pada perusahaan. Moral intensif tidak diberikan
kepada penerima perintah yang lebih baik dari barang barang material. Dalam hal sederhana,
perbedaan antara materian dan moral intensif adalah perbedaan bonus tunai yang luar biasa dan
memberikan penghargaan.sebagai tanggung jawab penerima kepada masyarakat (atau
perusahaan) dan dengan meningkatkan social strature dalam masyarakat. Insentif moral tidak
akan memberikan penerima kuasa yang lebih besar terhadap barang material. Dalam bentuk yang
lebih sederhana, perbedaan antara material dan insentif moral pada pemberian bonus dan
mendali pada performa terbaik.
Mode of Public Choice
Masyarakat harus memiliki persiapan untuk membuat pilihan publik, keputusan politik
yang masyarakat buat pada perpajakan dan pengeluaran pemerintah. Pemerintah harus
menyediakan barang publik: pembangunan jalan, pendidikan untuk anak-anak, dan kebijakan
pertahan nasional dan perlindungan kebijakan. Bahkan dalam ekonomi pasar, barang publik
harus disediakan oleh negara karena ada orang-orang yang tidak membayar, free rider, tidak
dapat menghidari mereka untuk menggunakan barang tersebut dan penggunaan oleh satu orang
tidak akan menyingkirkan yang lainnya dalam menggunakannya. Keputusan pada pilihan publik
bisa membuat perbedaan pada ketetapan lembaga politik. Pada sesuatu yang ekstrim,
kediktaroran, pilihan publik yang dibuat oleh seseorang atau kelompok kecil membuat sebuah
keputusan politik yang signifikan dalam masyarakat. Keekstriman lainnya adalah demokrasi
murni, dimana setiap pilihan publik ditentukan dengan pemungutan suara dan mayoritas akan
memenangkannya. Demokrasi yang murni langka, karena sulit untuk mengumpulkan suara setiap
orang. Oleh karena itu, kebanyakan demokrasi adalah representatif dari demokrasi dimana
pilihan pemilih mewakili untuk membuat pilihan publik untuk mereka. Wakil-wakil tersebut
berada di sebuah parlemen dan biasanya terbagi atas eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Kediktatoran biasanya berhubungan dengan ekonomi yang sudah terencana. Faktanya,
peraih nobel, Friedrich Hayek, berpendapat bahwa perencanaan pasti akan mengarah pada politik
kediktatoran. Bagaimanapun, sejumlah diktator sekarang dan dahulu telah memimpin negara
dengan ekonomi pasar yang besar. Faktanya, Augusto Pinochet, diktator militer di Chile pada
tahun 1970 dan 1980, menetapkan tujuannya untuk membentuk ekonomi pasar.

30

A Threefold Classification
Bab ini menguji sifat yang menjadi ciri sistem ekonomi. Gambar 2.4A berisi pilihan
alternatif yang tersedia untuk masing-masing sifat. Terdapat lima kriteria untuk membedakan
antara sistem ekonomi yang dipilih. Meskipun kriteria tambahan telah dijelaskan, kriteria
tersebut sangat berguna. Hal tersebut menghasilkan threefold classification dari sistem ekonomi:
capitalism, market socialism, dan planned socialism. Pada gambar 2.4B menggambarkan, setiap
sistem ditandai secara multidimensional dala, lima kriteria uyang telah ditentukan.
Capitalism ditandai oleh kepemilikan pribadi dari faktor produksi. Pengambilan
keputusan secara desentralisasi dan ditentukan oleh pemilik dari faktor produksi. Keputusan
dibuat tergantung pada mekanisme pasar, yang menyediakan informasi yang diperlukan. Insentif
material digunakan untuk memotivasi pelaku, pilihan publik dibuat oleh lembaga politik secara
demokratis.
Kelengkapan
Aturan dalam membuat keputusan

Rangkaian Kesatuan
Sentralisasi
desentralisasi

Ketentuan dari informasi dan koordinasi

Rencana

Hak milik

Umum

Sistem dorongan

Moral

Ketentuan dari pilihan umum

Diktator

pasar
koperasi/kerjasama

pribadi

material
demokrasi

Sosialisme pasar adalah ciri dari kepemilikan umum dari faktor produksi. Pembuatan
keputusan terdesentralisasi dan terkoordinasi oleh mekanisme pasar. Dorongan moral dan
material digunakan untuk memotivasi peserta.
Sosialisme direncanakan adalah ciri kepemilikan dari faktor produksi. Pembuatan
keputusan tersentralisasi dan terkoordinasi oleh kebijakan pusat yang melakukan arahan
pengikatan ke peserta sistem. Dorongan moral dan material digunakan untuk memotivasi peserta.
Pilihan publik dibuat oleh diktator.
Pengertian- pengertian ini meningkat sebanyak apa yang mereka jawab. Mereka hanya
menyatakan ciri yang paling penting dari sistem ekonomii; merea tidak menjelaskan bagaimana
dan seberapa baik setip sis memecahkann masalah perekonomian dari aokasi sumber daya.
Dibawah kapitalisme, bagaiamana sebenarnya pemilik dari faktor produksi mengalokasikan
sumber dayanya, berdasarkan aturan apa dan bagaimana dengan hasilnya? Dibawah pasar
sosialisme, bagaimana kepemilikan publik dari faktor produksi dapat kompatibel/sesuai dengan
31

koordinasi pasar ? dibawah sosialisme terencana, bagaimana informasi dihimpun dan diproses
untuk mengalokasikan sumber daya secara efektif? bagaimana mungkin untuk memastikan
bahwa peserta sistem akan mengikuti arahan pusat?

Gambar 2.4 (B)

KAPITALISME

PASAR
SOSIALISME

RENCANA
SOSIALISME

Terutama
Desentralisasi

Terutama
Desentralisasi

Terutama
Terpusat

Pasar Utama

Pasar Utama

Rencana Pasar

Hak Milik

Terutama
Kepemilikan
Pribadi

Negara dan / atau


kolektif
kepemilikan

Terutama
Kepemilikan
Negara

Insentif

Pasar Utama

Bahan dan Moral

Bahan dan Moral

Pilihan Publik

Demokrasi

Diktator

Keputusan
Penyusunan
Struktur
Mekanisme
Informasi dan
Koordinasi

Alternatif Sistem Ekonomi: Ekonomi Islam dan Model Amerika Latin.


Bab ini difokuskan pada tiga model dasar sistem ekonomi: kapitalisme pasar, sosialisme
direncanakan dan sosialisme pasar. Sosialisme menyorot pada dasarnya menghilang dengan
runtuhnya kekaisaran Soviet di bekas Uni Soviet dan Eropa Timur dan dipraktekkan hanya
dengan holdouts eksentrik di Kuba dan Korea utara. Negara-negara komunis di Asia telah lama
kembali mereka pada sistem ini. Pembelotan yang paling signifikan adalah bahwa negara yang
paling padat penduduknya di dunia, China, mulai sukses 1979. China menciptakan minat baru
32

dalam model ketiga sistem ekonomi, sosialisme pasar, seperti Cina bereksperimen dengan
kombinasi kepemilikan publik dan alokasi pasar.
Sebagian besar ekonomi dunia beroperasi sebagai ekonomi campuran, beberapa dengan
sukses besar, lain dengan relatif sedikit. Kami akan membedakan dalam, bab-bab selanjutnya
antara model Anglo-Saxon, seperti yang dilakukan di Amerika Serikat dan di sejumlah negaranegara lain tersebar di seluruh dunia (seperti Selandia Baru, Irlandia dan sebagian di Kanada dan
Australia); Model Eropa, seperti yang dilakukan di Uni Eropa: dan Asian Model, yang berasal
dari Jepang dan menyebar ke seluruh Asia Tenggara pada periode pascaperang. Kami juga akan
mencurahkan perhatian kepada mereka ekonomi bekas Uni Soviet dan Eropa Timur yang berada
dalam masa transisi dan karenanya masih dalam proses memilih sistem ekonomi mereka. Yang
paling sukses telah mereka secara geografis paling dekat dengan Eropa Barat. Yang paling sukses
telah mereka jauh dari Eropa yang telah berusaha untuk terus banyak praktik periode
sebelumnya.
Model Islam?
Bab ini membatasi diri pada tiga sistem ekonomi utama. Sistem lain ekonomi - model
Islam - naik saya di menonjol di abad kedua puluh satu. Sebuah persentase yang besar dari
populasi dunia adalah Muslim, dan sejumlah negara berlatih ekonomi Islam dan menyebut diri
republik Islam. Oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi fitur dari model Islam.
Tak satu pun dari ekonomi yang telah kita bahas sejauh ini secara ketat terkait dengan
agama, meskipun Model Asia dipengaruhi oleh pemikiran Konfusianisme, dan model Anglo
Saxon mungkin dipengaruhi dengan cara tertentu oleh Protestan. Ekonomi Islam Istilah berasal
dari ajaran Al-Quran dan praktek-praktek berabad-abad, tetapi diciptakan oleh pemikir sosial
Pakistan Sayyid Abdul A'la Maududi di akhir 1940-an. Ekonomi Islam dipraktekkan di seluruh
dunia Muslim pada abad pertengahan, ketika pedagang Islam adalah pedagang aktif dari
Mediterania ke Laut Baltik, menyebarkan instrumen keuangan Islam di seluruh Eropa. Dua
negara kontemporer - Iran dan Pakistan telah undangkan bahwa ekonomi mereka harus
dijalankan sesuai dengan Prinsip Islam. Konstitusi mereka mengharuskan perbankan untuk
sepenuhnya kompatibel dengan hukum Islam. Di Mesir, Indonesia, Malaysia, Sudan dan Gulf
Cooperation Council (GCC) negara, perbankan syariah ada di samping perbankan konvensional.
Tidak ada pusat keuangan Islam tunggal yang setara dengan New York atau London. Pasar
saham di Iran dan Sudan datang paling dekat dengan operasi sesuai dengan Prinsip Islam.
Untuk tiga prinsip dasar Ekonomi Islam dikatakan berasal langsung dari Al-Quran.
Mereka adalah pelarangan bunga; sistem zakat, yang mentransfer di berasal dari orang kaya
kepada orang miskin; dan penggunaan norma-norma Islam moral dalam bisnis, ekonom Islam
tentang hal-hal lain, seperti swasta dengan benar dan peran peraturan negara, tetapi ada
kesepakatan pada tiga titik tersebut, terutama pada pelarangan bunga.

33

Larangan bunga berasal dari keyakinan bahwa tidak adil untuk mendapatkan uang tanpa
resiko. Sejauh pemberi pinjaman uang di dianggap tidak mengambil resiko, itu ada untuk tidak
adil untuk menerima hadiah untuk tingkat bunga tetap. Laba adalah sah hanya sebagai hadiah
dalam bentuk tingkat bunga tetap. Laba adalah sah hanya sebagai hadiah untuk mengasumsikan
risiko. Oleh karena itu pemberi pinjaman dana harus menerima beberapa risiko baik dengan
pembagian keuntungan dan kerugian atau dengan metode pembagian risiko yang lebih inovatif.
Pembayaran bunga dilarang bahkan ketika pinjaman itu, pasar kompetitif dan tingkat bunga
menghasilkan pemberi pinjaman tingkat normal kembali. Islam mendorong pendapatan dari
keuntungan, karena keuntungan menandakan kesuksesan kewirausahaan dan menciptakan
tambahan bunga atas kekayaan, dengan kata lain, merupakan sebuah biaya yang ditambahkan
tanpa tergantung dengan hasil bisnis dan tidak akan menghasilkan kekayaan jika terdapat
kerugian. Keadila sosial menuntut para peminjam dan pemberi pinjaman membagi baik
keuntungan maupun kerugian dengan cara yang pantas,meskipun tidak jelas bagaimana
pembagian ini dilaksanakan.
Lebih dari seratus institusi keuangan di lebih dari enam puluh negara kini menjalankan
beberapa bentuk keuangan Islam. Arus perputaran tahunan dana pasar keuangan Islam mencapai
$100 milyar, dibandingkan dengan hanya $5 milyar pada 1985. Pada akhir 1980an, grup Bank
Islam terbesar memiliki aset sebesar $23 milyar. Penabung di perbankan Islam tidak mendapat
bunga melainkan bagi hasil yang besarnya cenderung fluktuatif. Para peminjam tidak
membayar bunga, namunn mereka menaksir besarnya markup dan biaya jasa yang serupa
dengan bunga . Pada kenyataanya, di Turki, dimana perbankan Islam berdampingan dengan bank
konvensional, penabung menerima tingkat bunga yang sama baik dari perbankan Islam maupun
konvensional. Oleh karena itu, dalam prakteknya, perbankan Islam telah terbukti fleksibel dan
telah menciptakan instrumen keuangan yang menguntungkan operasional perbankan tanpa
menggunakan bunga.
Instrumen yang paling umum adalah perdagangan dengan tambahan selisih harga atau
cost-plus sale, dimana bank menjual barang atau komoditas tertentu kepada pelanggan
(peminjam), dimana barang diterima saat ini namun pembayaran dilakukan kemudian pada
jumlah harga markup yang telah disepakati. Contohnya, seorang pelanggan bisa menerima
komputer yang dibeli dari bank dengan harga $100.000 dimana ia membayar bank sebesar
$107.000 satu tahun dari tanggal diterimanya omputer tersebut. Biaya $7.000 adalah markup
yang menyerupai beban bunga. Sekitar lima persen dari transaksi perbankan Islam adalah
penjualan markup. Instrumen lainnya adalah sewa beli, seperti sewa menyewa sebuah rumah
atau sebuah pesawat terbang, dimana pada akhir pembayaran cicilan terjadi pengalihan
kepemilikan kepada penyewa.
Terdapat sedikit kesamaan pada prinsip religiusitas yang diterapkan di negara-negara
Islam. Pada ketiadaan otoritas keagamaan pusat yang diterima secara menyeluruh, perbankan
Islam telah membentuk dewan keagamaan sendiri sebagai pemberi pedoman. Perbankan Islam
harus berkonsultasi dengan masing-masing dewan keagamaan, atah penasehat syariah, untuk
34

memperoleh persetujuan atas masing- masing instrumen keuangan yang baru. Perbedaan pada
cara menginterpretasikan prinsip-prinsip Islam oleh mahzab yang berbeda berarti instrument
keuangan yang sama bisa ditolak oleh salah satu dewan namun diterima oleh dewan yang lain.
Jadi instrumen yang sama bemum tentu bisa diterima di semua negara.
Sisi lain dari ekonomi Islam adalah sistem zakat atau redistribusi kekayaan dari orang
kaya kepada orang miskin. Dalam banyak kasus, zakat bersifat sukarela, namun di enam negara
(Yaman, Arab Saudi, Malaysia, Libya, Pakistan, dan Sudan), sisem zakat diatur oleh pemerintah.
Sistem zakat mengumpulkan dana dari orang kaya , atau pembayar pajak jika sistemnya wajib,
dan menyalurkannya kepada para janda, dan kepada institusi-institusi keagamaan atau
pendidikan. Kewajiban zakat bisa diterapkan biak pada individu maupu perusahaan. Bukti
empiris menunjukkan bahwa sistem yang mewajibkan zakat tidak mampu mengatasi kemiskinan
di negara dengan sistem zakat yang diatur oleh pemerintah. Juga terdapat bukti bahwa hal ini
mendorong adanya korupsi, dengan dana yang mengalir ke individu tertentu, bahkan ke pemuka
agama daripada orang miskin.
Prinsip ketiga dari ekonomi Islam adalah penggantian norma-norma kapitalis dengan
norma-norma Islam. Pelaku bisnis diharuskan untuk berlaku jujur dengan rekan bisnisnya
berdasarka moral yang islami. Mereka harus menetapkan harga yang adil, menyediakan

35

36