Anda di halaman 1dari 9

RESPIRASI BAKTERI

Laporan Praktikum
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Mikrobiologi
yang dibina oleh Ibu Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si.
Oleh:
Kelompok 6
Offering H

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Anis Rochani
Dwi Meinita S
Hesti Nur C.
Qoniatul Munawaroh
Ria Yustika Sari
Saiful Anwar

(130342615317)
(130342615313)
(130342615321)
(130342615349)
(130342615306)
(130342615340)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI S1 BIOLOGI
Februari 2014

A. TOPIK PRAKTIKUM
Respirasi Bakteri
B. HARI / TANGGAL
Kamis, 6 Februari 2014
C. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Untuk memperoleh keterampilan membuat medum cair
2. Untuk mengetahui sifat respirasi bakteri.
D. DASAR TEORI
Pengertian Respirasi Bakteri
Respirasi didefinisikan sebagai penggunaan rantai angkut electron untuk
mengantarkan electron ke penerima electron anorganik akhir. energi diperoleh
melalui fosforilasi oksidatif tetapi prosesnya dapat menggunakan oksigen sebagai
penerima electron terakhir (respirasi aerob) atau senyama anargonik lainnya
(respirasi

anaerob)

(wheelr,1993:103).

Kebutuhan akan oksigen bebas dari udara bagi bakteri untuk respirasi sel
sangat berbeda, tergantung pada adanya system enzim biooksidatif yang ada pada
tiap spesies sehingga dikenal adanya respirasi aerob dan anaerob.respirasi yang
menggunakan oksigen bebas sebagai penerima electron disebut respirasi aerob,
sebagai yang menggunakan senyawa anorganik sebagai penerima electron disebut
respirasi

anaerob

(Utami,2004:16).

Gas-gas utama yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah oksigen dan


karbon diokside. Bakteri memperlihatkan keragaman yang luas dalam hal respon
terhadap oksigen bebas dan atas dasar tersebut maka mudah sekali untuk membagi
mereka

menjadi

empat

kelomok

aerobic

,anaerob,

anaerob

fakultatif,

mikroanaerob, dan kelompok ini dapat dibedakan menurut pola pertumbuhan


didalam tabung-tabung reaksi yang kurang lebih (Pelczar, 1986: 140).
Faktor-Faktor

Yang

Mempengaruhi

Pertumbuhan

Bakteri

1.Temperatur, umumnya bakteri tumbuh baik pada suhu antara 25C - 35C.
2.Kelembaban, lingkungan lembab dan tingginya kadar air sangat menguntungkan
untuk

pertumbuhan

bakteri

3.Sinar Matahari, sinar ultraviolet yang terkandung dalam sinar matahari dapat
mematikan

bakteri.

4. Zat kimia, antibiotik, logam berat dan senyawa-senyawa kimia tertentu dapat
menghambat

bahkan

mematikan

bakteri

(Anonymous,2005).

Respirasi Aerob
Banyak organisme dapat menggunakan oksigen sebagai penerima hydrogen
terakhir, dalam hal demikian, tidak perlu mereduksi hasil antara seperti halnya
pada fermentasi sebagai akibat, hasil antara semacam itu dapat dioksidasi secara
sempurna menjadi CO2 Dan H2O. Hal ini merupakan keuntungan luar biasa bagi
organisme itu karena banyaknya energi yang tersedia dari oksidasi sempurna
molekul glukosa lebih besar dari pada energi yang diperoleh dari fermentasi
glukosa. Hal ini terjadi karena jalan bertahap setiap pasangan electron dari NADH
ke

oksigen

melalui

serangkaian

pengangkutan

tiga

molekul

ATP

(wheelr,1993:103).
Respirasi Anaerob
Ada kelompok organisme terakhir yang terpisahkan karena organisme ini
bukan pula fermetatif. bakteri ini adalah anaerob obligat, tetapi, bukannya
menggunakan hasil antara mtabolismenya, organisme tersebut menggunakan ionion anorganik sebagai penerima electron terakhir. organize semacam ini dapat
dibagi lagi menjadi tiga tipe: pereduksi netrat , pereduksi sulfat, pereduksi metan
(Suriawiria, 1986: 47).
E. ALAT DAN BAHAN
ALAT
1. Timbangan
2. Sendok
3. Jarum inokulasi ujung berkolong
4. Kacaa pengaduk
5. Labu erlenmeyer
6. Inkubator
7. Gelas ukur 10 ml
8. Otoklaf
9. Kompor gas
10. Rak tabung reaksi
11. Gunting

12. Tabung reaksi


BAHAN
1. Beef extract
2. Bacto peptone
3. Aquades
4. Kapas
5. Kain kasa
6. Alkohol 70%
7. Lisol
8. Vaseline
9. Sabun cuci
10. Lap
11. Benang kasur
12. Biakan bakteri
F. LANGKAH KERJA
Membuat medium cair dengan formula seperti medium Nutrient Agar (NA), tetapi
tanpa penambahan agar powder.
Mengisi tabung reaksi untuk tiap kelompok kerja. Masing-masing tabung diisi
dengan 5 ml medium.
Mensterilkan semua medium dan aquades dengan menggunakan otoklaf.

Menunggu selama 1

jam, jika medium tetap jernih berarti medium tersebut


steril dan dapat digunakan.

Memilih 2 macam koloni bakteri yang akan diperiksa.


Menginokulasikan kedua macam suspensi bakteri tersebut ke dalam medium cair.

Menginokulasi tiap macam suspensi bakteri sebanyak satu kolong jarum inokulasi
berkolong.
Memutar-mutar kedua tabung reaksi diantara kedua belah tangan sehingga
diperoleh suspensi yang merata.

Menginkubasikan biakan bakteri tersebut pada suhu 37 .

Mengamati pertumbuhan bakteri tersebut setelah 1

jam atau 2

G. HASIL PENGAMATAN
No. Koloni
1. (atas)

Letak

distribusi

sel Tipe

bakteri dalam tabung


bakteri
Bawah
permukaan Anaerob
medium (dasar tabung)

2. (bawah)

Bawah

permukaan Anaerob

medium (dasar tabung)

respirasi Gambar

jam.

H. ANALISIS DATA
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dari kedua koloni bakteri
(koloni atas dan bawah) yang dipilih tersebut kami memperoleh hasil yang sama ,
yaitu bakteri tumbuh pada bagian dasar tabung reaksi. Hal ini dibuktikan dengan
adanya komponen yang lebih keruh pada bagian dasar tabung reaksi. Keadaan
tersebut menunjukkan bahwa kedua koloni tersebut bersifat anaerob karena
letaknya yang jauh dari permukaan sehingga dimungkinkan jauh dari senyawa
oksigen yang jika mengenai selnya dapat menyebabkan kematian daripadanya.
I.

PEMBAHASAN
Pada praktikum yang telah dilakukan pada topik Respirasi Bakteri

ditemukan bahwa bakteri dari kedua koloni yang dipilih (koloni atas dan bawah)
meiliki sifat resirasi yang sama, yaitu anaerob. Hal ini berkaitan dengan
kebutuhan senyawa oksigen pada masing-masing bakteri yang berbeda. Menurut
Utami (2004), Kebutuhan akan oksigen bebas dari udara bagi bakteri untuk
respirasi sel sangat berbeda, tergantung pada adanya system enzim biooksidatif
yang ada pada tiap spesies sehingga dikenal adanya respirasi aerob dan
anaerob.respirasi yang menggunakan oksigen bebas sebagai penerima electron
disebut respirasi aerob, sebagai yang menggunakan senyawa anorganik sebagai
penerima electron disebut respirasi anaerob.
Keberadaan koloni bakteri tersebut dapat diketahui dari kondisi medium cair
yang menjadi keruh. Penggunaan medium cair pada praktikum ini sangat
mendukung dan dapat memperjelas pengamatan terhadap sifat bakteri.
Sebagaimana dikatakan Anonymous (2005)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri:
1. Temperatur, umumnya bakteri tumbuh baik pada suhu antara 25 - 35
derajat C
2. Kelembaban, lingkungan lembab dan tingginya kadar air sangat
menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri
3. Sinar Matahari, sinar ultraviolet yang terkandung dalam sinar matahari
dapat mematikan bakteri

4. Zat kimia, antibiotik, logam berat dan senyawa-senyawa kimia tertentu


dapat

menghambat

bahkan

mematikan

bakteri.

berdasarkan pengamatan yag telah dilakukan koloni bakteri tersebut


berada jauh di bawah permukaan (dasar tabung reaksi) sehingga dapat
dikatakan bahwa koloni bakteri tersebut bersifat anaerob.
Organisme anaerobik atau anaerob adalah setiap organisme yang tidak
memerlukan

oksigen

untuk

tumbuh.

Anaerob obligat akan mati bila terpapar pada oksigen dengan kadar atmosfer.
anaerob

fakultatif

dapat

menggunakan

oksigen

jika

tersedia.

Organisme aerotoleran dapat hidup walaupun terdapat oksigen di sekitarnya,


tetapi mereka tetap anaerobik karena mereka tidak menggunakan oksigen sebagai
terminal electron acceptor (akseptor elektron terminal). Mikroaerofil adalah
organisme yang dapat menggunakan oksigen, tetapi hanya pada konsentrasi yang
rendah (rentang mikromolar rendah); pertumbuhannya dihambat oleh level
oksigen yang normal (sekitar 200 mikromolar). Anaerob adalah organisme yang
tidak dapat tumbuh bila terdapat konsentrasi mikromolar oksigen, tetapi dapat
tumbuh

dan

diuntungkan

pada

konsentrasi

nanomolar

oksigen

(Anonymous,2005).
J.

DISKUSI

1.

Mengapa digunakan medium cair untuk pengamatan sifat respirasi bakteri?


Jawab : dalam penggunaan media cair pertumbuhan bakteri tersebut dapat
diamati lebih jelas dengan mengamati akumulasi dari sel-sel bakteri yang

2.

tumbuh
Mengapa terjadi perbedaan tempat akumulasi sel-sel bakteri?
Jawab : karena kebutuhan akan oksigen bebas dari udara bagi bakteri untuk
respirasi sel sangat berbeda, tergantung pada adanya system enzim
biooksidatif yang ada pada tiap spesies sehingga dikenal adanya respirasi
aerob dan anaerob. Bakteri aerob akan berada dipermukaan atas karena ia
akan mengambil oksigen bebas dari udara. Organisme anaerobik atau anaerob
adalah setiap organisme yang tidak memerlukan oksigen untuk tumbuh.
Anaerob obligat akan mati bila terpapar pada oksigen dengan kadar atmosfer.
Anaerob fakultatif dapat menggunakan oksigen jika tersedia.

K. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu:


1. Pada percobaan yang telah dilakukan kita dapat membuat medium cair untuk
mengamati respirasi bakteri
2. Pada praktikum yang telah dilakukan ditemukan bahwa bakteri dari kedua
koloni yang dipilih (koloni atas dan bawah) memiliki sifat respirasi yang sama,
yaitu anaerob. Hal ini karena bakteri tidak menggunakan oksigen bebas untuk
menerima electron. Bahkan bakteri yang seperti ini akan mati jika terkena oksigen
bebas.

DAFTAR PUSTAKA

Hastuti, Utami Sri. 2012. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Malang: Universitas


Negeri Malang.
Pelczar, Michael, dkk. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Universitas
Indonesia. Hlm: 2-3, 140-142
Suriawiria, Unus. 1986. Buku Materi Pokok Mikrobiologi. Jakarta: Penerbit
Karunia Jakarta Universitas Terbuka. Hlm: 43
Utami, Ulfa. 2004. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Malang: Universitas Islam
Negeri Malang. Hlm:21
Wheeler dan Volk. 1993. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Erlangga. Hlm 30-31