Anda di halaman 1dari 23

D

A
RE

PADA ANAK

Diare adalah suatu keadaan


dimana buang air besar cair,
lebih dari 3x sehari, dengan
atau tanpa lendir dan darah.
Diare bisa juga berarti buang
air besar cair yang lebih dari
biasanya.
Pada bayi terkadang buang air
besarnya bisa 3-4 x sehari,
namun itu bukanlah diare.
Diare kadang disertai demam,
mual, muntah, nyeri perut atau
perut kembung.

Diare bisa disebabkan


oleh infeksi, baik bakteri,
virus ataupun protozoa
Kuman masuk kedalam
tubuh melalui tangan
yang kotor, makanan
atau air yang kotor atau
alat makan yang kotor
Diare juga bisa
diakibatkan oleh reaksi
alergi terhadap susu sapi
dan produk olahannya
atau akibat susu formula

Diare hingga saat ini masih


merupakan penyebab kematian no. 2
pada balita di Indonesia, walaupun
sebenarnya penanganannya cukup
sederhana
Penyebab kematian pada diare
adalah akibat balita atau anak
mengalami kekurangan cairan tubuh
atau biasa disebut dehidrasi
Pada tahap awal, balita yang
mengalami dehidrasi akan tampak
sangat haus

Tanda lanjutan dari dehidrasi adalah


kelopak mata jadi cekung, ubun-ubun
menjadi cekung, lalu air mata
berkurang, mulut menjadi kering,
dan elastisitas kulit juga ikut
berkurang
Pada fase yang berat, akan terjadi
penurunan kesadaran pada anak
hingga koma
Mata cekung

Elastisitas menurun Kesadaran menurun

Penanganan Awal Diare


Prinsip : Setiap ada BAB cair, berarti ada
cairan tubuh yang keluar
Jangan hanya terfokus pada menghentikan
diarenya saja, tetapi fokus pada mengganti
cairan tubuh yang hilang!!!
Beri Oralit sedikit demi sedikit sebanyak
mungkin. Bila tidak ada oralit, beri larutan
garam dan gula. Bila tidak ada juga, beri
air putih sebanyak mungkin.

Jika anak muntah, hentikan dulu


pemberian cairannya, lalu 5-10 menit
kemudian ulangi lagi pemberian
cairan sedikit demi sedikit
Segera bawa berobat kepuskesmas,
namun apabila ada tanda-tanda
dehidrasi selama dirumah, segera
bawa ke UGD Rumah Sakit terdekat
Tidak dianjurkan pemberian obatobat penghenti diare pada anak
(Rekomendasi WHO : cukup Zinc 10
hari dan Oralit)

Cara Membuat Larutan Gula-Garam

Pencegahan Diare
Biasakan mencuci tangan sebelum
makan
BAB pada tempatnya
Menggunakan air minum yang bersih
atau sudah dimasak
Tidak mengkonsumsi makanan atau
minuman yang dibeli dari luar rumah
Menutup makanan dengan tudung
saji
Pemberian ASI Eksklusif

PNEUMONIA PADA ANAK

Pneumonia adalah infeksi pada paruparu


Pneumonia bisa disebabkan oleh bakteri,
virus atau jamur
Pneumonia ditandai dengan gejala batuk
disertai nafas cepat dan atau sesak
Kadang juga disertai dengan demam
tinggi dan pilek

FAKTOR RESIKO PNEUMONIA

Pneumonia jangan dianggap remeh,


hingga saat ini merupakan penyebab
kematian tertinggi pada anak
Gejala harus dikenali dan diobati sedini
mungkin
Semakin lama anak baru diobati,
semakin parah pula gejalanya
Bila sudah terjadi sesak nafas yang
berat, maka tidak lama kemudian terjadi
penurunan kesadaran yang akhirnya
bisa menyebabkan anak meninggal

Bagaimana mendeteksi nafas


cepat ?
Usahakan anak dalam keadaan tenang atau
tertidur, tidak sedang menangis atau gelisah
Hitung gerakan nafas anak dengan melihat
naik turunnya dinding dada atau perut
Dianggap nafas cepat, bila :
Usia < 2 bulan : gerakan nafas 1 menit
sebanyak 60 kali atau lebih
2-12 bulan : gerakan nafas 1 menit
sebanyak 50 kali atau lebih
1-5 tahun : gerakan nafas 1 menit
sebanyak 40 kali atau lebih

Bagaimana Gejala Sesak Nafas ?


Bayi / Anak gelisah dan rewel
Terdapat pergerakan nafas cuping
hidung
Cekungan pada otot-otot saluran
nafas disekitar dada
Bibir, ujung-ujung jari dan seluruh
tubuh anak membiru