Anda di halaman 1dari 9

Asuhan Keperawatan Perioperatif pada An.

R dengan Duhamel Prosedur


atas Indikasi Hirschsprung Desease Post Sigmoidostomy di OK. 2
RSSA Malang

Oleh
ELI DWI LESTARI

PELATIHAN INSTRUMENTATOR KAMAR OPERASI


INSTALASI BEDAH SENTRAL
RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
2015

TINJAUAN TEORI
A. DEFINISI
Duhamel Prosedur
Duhamel Prosedur adalah salah satu tindakan yang dilakuakan pada kasus
hirschprung dengan cara penarikan kolon normal ke arah bawah dan
menganastomosiskannya di belakang usus aganglionik, membuat dinding ganda yaitu
selubung aganglionik dan bagian posterior kolon normal yang telah ditarik.
Hirschprung Desease
Hirschsprung atau Mega Colon adalah penyakit yang tidak adanya sel sel
ganglion dalam rectum atau bagian rektosigmoid Colon. Dan ketidakadaan ini
menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya peristaltik serta tidak adanya evakuasi
usus spontan ( Betz, Cecily & Sowden : 2000 ).
Penyakit Hirschsprung atau Mega Kolon adalah kelainan bawaan penyebab
gangguan pasase usus tersering pada neonatus, dan kebanyakan terjadi pada bayi
aterm dengan berat lahir 3 Kg, lebih banyak laki laki dari pada perempuan. ( Arief
Mansjoeer, 2000 ).
Sigmoidostomy
Sigmoidostomy adalah suatu tindakan membuat lubang pada kolon sigmoid dan
berhubungan dengan dunia luar. Merupakan kolokutaneustomy yang disebut juga
anus prenaturalis yang dibuat sementara atau menetap yang dilakukan pada kolon
sigmoid.
B. ETIOLOGI
Adapun yang menjadi penyebab Hirschsprung atau Mega Colon itu sendiri
adalah diduga terjadi karena faktor genetik dan lingkungan sering terjadi pada anak
dengan Down Syndrom, kegagalan sel neural pada masa embrio dalam dinding usus,
gagal eksistensi, kranio kaudal pada myentri dan sub mukosa dinding plexus.

Segera setelah lahir, bayi tidak dapat mengeluarkan mekonium (tinja pertama
pada bayi baru lahir)
Tidak dapat buang air besar dalam waktu 24-48 jam setelah lahir, perut
menggembung muntah.
Diare encer (pada bayi baru lahir)
Berat badan tidak bertambah
Malabsorbsi
Keturunan, karena penyakit ini merupakan penyakit bawaan sejak lahir.
Faktor lingkungan
Tidak adanya sel sel ganglion dalam rektum atau bagian rectosigmoid kolon
Ketidak mampuan spinkter rektum berelaksasi

C. PATOFISIOLOGI
Istilah congenital aganglionic Mega Colon menggambarkan adanya
kerusakan primer dengan tidak adanya sel ganglion pada dinding submukosa kolon
distal.Segmen aganglionic hampir selalu ada dalam rektum dan bagian proksimalpada
usus besar.Ketidak adaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya gerakan

tenaga pendorong (peristaltik) dan tidak adanya evakuasi usus spontan serta spinkter
rektum tidak dapat berelaksasi sehingga mencegah keluarnya feses secara normal
yang menyebabkan adanya akumulasi pada usus dan distensi pada saluran cerna.
Bagian proksimal sampai pada bagian yang rusak pada Mega Colon.(Betz, Cecily &
Sowden, 2002 :197).
Semua ganglion pada intramural plexus dalam usus berguna untuk kontrol
kontraksi dan relaksasi peristaltik secara normal. Isi usus mendorong ke segmen
aganglionik dan feses terkumpul di daerah tersebut, menyebabkan terdilatasinya
bagian usus yang proksimal terhadap daerah itu karena terjadi obstruksi dan
menyebabkan di bagian Colon tersebut melebar.(Price, S & Wilson, 1995 :141).
Penyakit Hirshprung, atau Mega Colon kongenital adalah tidak adanya sel
sel ganglion dalam rektum atau bagian rektosigmoid kolon. Ketidakadaan ini
menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya peristaltis serta tidak adanya evakuasi
usus spontan.Selain itu, sfingter rektum tidak dapat berelaksasi, mencegah keluarnya
feses secara normal.Isis usu terdorong ke segmen aganglionik dan feses terkumpul di
daerah tersebut, menyebabkan dilatasinya bagian usus yang psoksimal terhadap
daerah itu.Penyakit Hirshprung atau Megacolon diduga terjadi karena faktor-faktor
genetik dan faktor lingkungan, namun etiologi sebenarnya tidak diketahui. Penyakit
ini dapat muncul pada sembarang usia, walaupun sering terjadi pada neonatus.
D. PENATALAKSANAAN
Menurut Yuda (2010), penatalaksanaan hirsprung ada dua cara, yaitu
pembedahan dan konservatif.
a) Pembedahan
Pembedahan pada mega kolon/penyakit hisprung dilakukan dalam dua tahap.
Mula-mula dilakukan kolostomi loop atau double barrel sehingga tonus dan
ukuran usus yang dilatasi dan hipertrofi dapat kembali normal (memerlukan
waktu kira-kira 3 sampai 4 bulan).
Tiga prosedur dalam pembedahan diantaranya:
Prosedur Duhamel
Dengan cara penarikan kolon normal ke arah bawah dan
menganastomosiskannya di belakang usus aganglionik, membuat dinding ganda
yaitu selubung aganglionik dan bagian posterior kolon normal yang telah ditarik
Prosedur swenson
Membuang bagian aganglionik kemudian menganastomosiskan end to
end pada kolon yang berganglion dengan saluran anal yang dilatasi dan
pemotongan sfingter dilakukan pada bagian posterior
Prosedur soave
Dengan cara membiarkan dinding otot dari segmen rektum tetap utuh
kemudian kolon yang bersaraf normal ditarik sampai ke anus tempat
dilakukannya anastomosis antara kolon normal dan jaringan otot rektosigmoid
yang tersisa.
b) Konservatif
Pada neonatus dengan obstruksi usus dilakukan terapi konservatif melalui
pemasangan sonde lambung serta pipa rectal untuk mengeluarkan mekonium dan
udara.

LAPORAN KASUS
A. PERSIAPAN LINGKUNGAN

Suhu ruangan
Lampu operasi
Mesin suction
Tempat sampah medis dan non medis
Couter dan plat diatermi
Warmer
Meja operasi
Meja linen
Meja mayo
Standart waskom

B. PERSIAPAN ALAT
a. Di Meja Mayo
Desinfeksi klem)
Doek klem
Pincet chirrurgis
Pincet anatomis
Gunting jaringan kasar
Gunting Metzemboum
Hanvat Mess no 3
Bengkok
Mosquito klem
Klem kocker kecil/sedang
Pincet panjang anatomis
Pinset bayonet
Hak kombinasi/Sunmiller
Hak Pyelum
Hak U
Retractor us army (langen back)
Timan
Darm klem (klem usus) halus / kasar
Klem kocher bengkok panjang
NaldFoder

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

1 buah
5 buah
2 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
12 buah
4/4 buah
1 buah
1 buah
2 buah
2 buah
2 buah
2 buah
2 buah
2/2 buah
2 buah
3 buah

b. Di Meja Instrumen
Gaun operasi
Duk Besar
Duk Sedang
Duk Kecil
Bengkok
Kom
Cucing
Slang suction
Couter Monopolar
Couter Bipolar

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

5 buah
2 buah
4 buah
4 buah
2 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

c. Bahan habis pakai


Handscoen no 6,5 / 7 / 7,5
Mess no 15
Cairan Normal Saline 0,9%
Premiline 4-0/ Vicryl 3-0
Mersilk round 2-0/3-0
Spuit 3cc / 20 cc /50 cc Lubang Tengah
Needle no 26
Deppers
Kapas
Roll tampon
Kassa
Bighass/ Kassa besar
Betadine 10% / alkohol
Underpad steril / on
Tulle Dressing / Hipavix
Rectal tube 28
Jelly
NGT 8 / urobag / kateter no 6

: 2/4/4
:1
: 3 flash
: 1/5
: 2/3
: 1/1/2
:1
:8
: secukupnya
:1
: 30
:5
: 800cc/400cc
: 2/2
: 1/1
:2
: secukupnya
: 1/1/1

C. PERSIAPAN PASIEN
-

Surat Persetujuan Operasi dari dokter bedah dan anesthesia

Penandaan Operasi (Site Marking)

Puasa 6-8 jam sebelum operasi

Spooling di ruangan

Sign In di Ruang Premedikasi

Posisikan pasien supine

Pasang kateter

D. PELAKSANAAN
1. Memasang warmer
2. Pasien di posisikan Supinasi
3. Memasang underpad dibawah bokong pasien
4. Dokter anestesi melakukan induksi, pasien dilakukan General Anesthesi
5. Pasien diposisikan Lithotomy fiksasi betis pasien
6. Berikan Rectal Tube, Spuit 50, dan cairan Ns Hangat kepada perawat sirkular
untuk dilakukan spooling oleh asisten operator didampingi perawat sirkular.
7. Setelah spooling selesai bersihkan bagian tubuh pasien dan sekitarnya yang telah
dilakukan spooling kemudian di keringkan Posisikan Kembali pasien ke posisi
Supinasi
8. Peawat sirkuler memasasang arde dipunggung dan memasang screen anasthesi

9. Instrumentaror melakukan surgical scrubbing, gowning dan gloving serta


membantu mengambilkan baju operasi dan hanscoen pada operator dan asisten
operator
10. Berikan Desinfeksi klem, bengkok, dan cucing berisi betadine kepada asisten
operator untuk melakukan desinfeksi lapang operasi
11. Selanjutnya bokong pasien diberikan pengalas penghangat dan underpad steril +
doek besar steril
12. Berikan sarung kaki kedua kaki diberi sarung kaki dan selanjutnya diverban
13. Pasang kateter no 6 kemudian urobag diletakan pada doek steril
14. Perawat Instrumen dibantu asisten operator melakukan Drapping :

Pasang duk besar dari simfisis menutupi menutupi kaki

Pasang duk besar dari diafragma keatas melewati sreen anestesi

Pasang duk kecil samping kanan dan kiri

Fiksasi duk dengan duk klem

Fiksasi selang sunction, couter monopolar dan bipolar dengan duk klem

15. Perawat Circular membacakan Time Out


-

Konfirmasi bahwa tim operasi telah memperkenalkan nama dan tugas


masing-masing ? sudah

Konfirmasi nama pasien , jenis tindakan dan area yang akan di operasi ?
sudah

Apakah antibiotic sudah diberikan paling tidak 60 menit sebelum


operasi ? ceftriaxone 500 mg sudah diberikan

Apakah ada tindakan darurat atau prosedur diluar standart operasi yang
akan dilakukan ? tidak ada

Berapa lama operasi ? 3-5 jam

Bagaimana antisipasi kehilangan darah ? Rawat perdarahan

Apakah ada perhatian khusus mengenai pembiusan pada pasien ini ?


Pasien Pediatric

Apakah peralatan sudah steril ? sudah

Apakah ada perhatian khusus pada peralatan ? hati-hati penggunaan alat


tajam, jumlah deppers (10) kassa kecil (30) Bighass (5)

Apakah diperlukan instrument radiologi ? tidak

16. Berikan roltampon bethadine dan jelly dengan koker lurus panjang untuk
dimasukan pada kolostomy ( disenfeksi pada kolostomy )
17. Berikan Naldfoder dan Mersilk 2-0 dan pincet anatomis pada operator untuk
melakukan hecting pada stoma
18. Berikan Klem kocher dan gunting benang pada asisten
19. Setelah penjahitan selesai berikan pincet cirurgis dan betadine untuk penegasan
area operasi ( marker )
20. Berikan hanvat mess no 3 + mess no 15 dan pincet cirurgis kepada operator untuk
melakukan insisi
21. Berikan masquito dan kasa pada asisten operator untuk merawat perdarahan

22. Operator memperlebar dan memperdalam insisi hingga lapisan facia dengan
menggunakan couter monopolar. Jaringan subkutis dijepitdengan pean bengkok,
rawat perdarahan
23. Setelah tampak peritoneum berikan dua pinset anatomis pada asistan kemudian
berikan gunting metzemboum pada operator untuk membuka dan melebarkan
peritoneum
24. Setelah peritonium terbuka berikan hak timan atau us army untuk memperlebar
lapang operasi, lalu berikan pincet anatomis dan bigkas basah pada operator
untuk mengeksplorasi.
25. Operator melakukan pemisahan colon proksimal dan distal dijepit dram klem
halus dan kasar potong dengan mess atau cauter kemudian stoma proksimal
dijahit dengan mersilk 2-0,rawat perdarahan dengan waches dijepit dengan pincet
bayonet.
26. Dilakukan pembebasan kolon dari penggantungnya ( dromon ) dengan diklem
dengan pean dua sisi kemudian berikan gunting monopolar untuk memotong
kemudian dijahit dengan mersilk 3-0 agar colon bisa ditarik sampai rektum.
27. Dilakukan pembuatan jalan menyusuri rectorectal hinggga anus dengan jari
terlebih dahulu diikuti steal deppers.
28. Berikan couter kepada operator untuk melakukan sayatan setengah lingkaran.
Kemudian berikan jahitan Mersilk 3-0
29. Setelah steal deppers tampak, berikan kockher bengkok untuk dijepitkan ke steal
deppers sebagai guiding ke rongga peritoneum.
30. Setelah kockher tampak di rongga peritoneum lepaskan steal deppers. Kemudian,
kolon proximal dijepitkan ke kockher untuk guiding kearah muara anus. Setelah
colon masuk dilebihkan beberapa cm diluar anus kemudian operator dan asisten
operator memastikan tidak ada keteganggan.
31. Dilakukan fiksasi antara colon dan anus dengan jahit menggunakan benang vicryl
4-0
32. Setelah dijahit dipastikan tidak ada perdarahan, colon tidak meluntir, tidak ada
keteganggan kemudian jahitan kolon dibuka, rawat perdarahan dengan cauter dan
ditutup dengan kassa basah.
33. Kemudian Operator dan asisten operator mengerjakan colon distal (Recto
Sigmoid) dipotong 5-7 cm. Berikan Stapler dan reload kemudian distepler diover
hecting
34. Tim operasi ganti handsconuntuk mengerjakan area operasi atas yaitu mencari
colon yang akan difiksasi dengan recturectal. Kemudian dilakukan repetonisasi
untuk menyatukan drumon dijahit dengan vicryl 3-0.
35. Berikan 4 klem kocher untuk menjepit peritonium untuk melakukan pencucian
yang dilanjutkan dengan penjahitan
36. Operator melakukan cuci area operasi yang dibantu perawat instrument dengan
menggunakan spuit 50 cc dengan ciran normal saline 0,9% hangat serta bigkas
masih didalam dikeluarkan kemudian disuction.
37. Sign Out. Inventarisasi kassa dan alat
38. Berikan Naldfoder pincet dan benang vicryl 4-0 kepada operator kemudian
menjahit lapis demi lapis lapisan fasia dan lemak, kulit dijahit dengan premiline
4-0.
39. Bersihkan luka dengan kasa basah dan keringkan dengan kasa kering,tutup luka
operasi dengan tulle dressing ,kasa dan hipafix.
40. Operasi selesai, pasien dirapikan, alat alat dibereskan.

E. PENYELESAIAN
Dekontaminasi Alat dan Pengepakan
1. Alat yang sudah dipergunakan dirapikan dan dibawa semua ke ruang
pencucian alat
2. Alat-alat yang kotor (terkontaminasi cairan tubuh pasien) direndam dengan
larutan precept dengan komposisi 9 tablet 2,5 gr didalam 5 liter air selama
10-15 menit, kemudian rendam dalam larutan Enzimatic Detergen selama 1
menit
3. Cuci alat dengan cara menyikat alat hingga bersih
4. Bilas alat dengan air mengalir kemudian di keringkan
5. Lakukan pengepakan alat kemudian diberi indicator dan keterangan isi dari
alat
6. Lakukan sterilisasi
7. Dokumentasi atau inventaris alat dan bahan habis pakai pada depo farmasi.

Mengetahui,
Pembimbing OK.2

(Pak Karyono)

DAFTAR PUSTAKA
-

A.Price, Sylvia. 2006. Patofisiologi, kosep klinis proses-proses penyakit. Jakarta


: EGC.
Anonim. 2003. Mengenal Penyakit Hirschsprung (Aganglionic Megacolon).
Disitasi dari http://www.indosiar.co.id/v2003/pk. pada tanggal 26 Oktober 2010.
Behrman, dkk.1996.Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 2. Jakarta: EGC.
Budi.2010. Asuhan Keperawatan pada Penyakit Hisprung.Disitasi dari
http://www.mediakeperawatan.com/?id=budixtbn.pada tanggal 26 Oktober
2010.
Holdstok, G. 1991. Atlas Bantu Gastroenterologi dan Penyakit Hati. Jakarta:
Hipokrates.
Klaus & Fanaroff. 1998. Penatalaksanaan Neonatus Resiko Tinggi Edisi 4.
Jakarta: EGC.
Wong, L. 1996. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta: ECG.
Yuda. 2010. Penyakit Megacolon. Disitasi dari http://dokteryudabedah.com/wpcontent/uploads2010/01/mega-colon pada tanggal 26 Oktober 2010.