Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL TUGAS AKHIR

KAJIAN PENCAMPURAN BATUGAMPING BEDA KADAR


UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BAHAN BAKU
SEMEN DI KUARI BATUGAMPING PT. SEMEN
CIBINONG Tbk PABRIK CILACAP JAWA TENGAH.

OLEH :

HERBIN OP. SUNGGU


DBD 112 093

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS PALANGKARAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan

rahmat

dan

kasihnya-Nya

sehingga

penulis

telah

dapat

menyelesaikan proposal tugas akhir ini dengan baik. Proposal tugas akhir ini
dibuat sebagai salah satu syarat mendapatkan kesempatan untuk melakukan tugas
akhir.
Dalam proposal tugas ini, penulis berencana mengajukan topik Kajian
Pencampuran Batugamping Bedar Kadar Untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan
Baku Semen di Kuari Batugamping PT. Semen Cibiong Tbk. Topik penelitian
yang penulis ajukan tersebut dimaksudkan untuk dapat mengevaluasi dan
mengkaji bagaimana proses pencampuran batugamping tersebut sebagai tugas
akhir.
Penulis menyadari bahwa proposal tugas akhir ini banyak kekurangannya,
baik judul maupun isinya. Sehingga seandainya topik atau judul yang penulis
ajukan tersebut tidak cocok maka penulis bersedia dan siap apabila diberikan tema
yang lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di perusahaan .
Semoga proposal ini menjadi pertimbangan dari segenap direksi dan
karyawan sehingga penulis dapat melaksanakan maksud penulis untuk
melaksanakan kegiatan penelitian (Tugas Akhir) dan penulis juga menyampaikan
banyak terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
proposal ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik.

Palangka Raya, November 2012

Penulis

A. JUDUL
KAJIAN PENCAMPURAN BATUGAMPING BEDA KADAR UNTUK
MEMENUHI KEBUTUHAN BAHAN BAKU SEMEN DI KUARI
BATUGAMPING PT. SEMEN CIBINONG Tbk PABRIK CILACAP
JAWA TENGAH.
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Batugamping merupakan salah satu bahan baku dalam industri semen.
PT. Semen Cibinong Tbk, Pabrik Cilacap, Jawa Tengah memiliki standar
sendiri untuk kualitas batu gamping yang dibutuhkan dalam proses produksi
semen. Komposisi batugamping yang dibutuhkan adalah kandungan CaO >
48% dan MgO < 1,8% dan H2O < 9,2%.
Kestabilan mutu semen yang dihasilkan tergantung pula pada
kestabilan mutu bahan baku yang disediakan, oleh karena itu batugamping
sebagai bahan baku utama harus selalu dikontrol fluktuasi kadarnya.
Lokasi penambangan batugamping PT. Semen Cibinong Tbk Pabrik
Cilacap terdapat di Pulau Nusa Kambangan, Jawa Tengah. Dalam keadaan
normal produksi batugamping dari kuari batugamping sebesar 17.500 ton/hari
dimana untuk crusher 1 sebesar 4.000 ton/hari dan crusher 2 sebesar 13.500
ton/hari.
Di kuari penambangan batugamping akan diperoleh batugamping
dengan kadar tidak sama untuk setiap blok penambangan dimana akan
ditemukan batugamping kadar tinggi dan kadar rendah. Batugamping kadar
rendah tidak memenuhi persyaratan untuk bahan campuran semen. Adanya
perbedaan kadar tersebut maka dalam memenuhi kebutuhan akan bahan baku
semen perlu dilakukan pencampuran antara batugamping kadar rendah
dengan batugamping kadar tinggi sehingga batugamping tetap dapat
dimanfaatkan.
Pencampuran dilakukan di dalam hopper crusher dengan demikian
perbandingan tonase batugamping yang akan dicampur dikonversikan dalam

jumlah penumpahan oleh dump truck. Jadi satuan terkecil tonase


perbandingan adalah kapasitas maksimum pengangkutan.
C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah maka permasalahan yang
dihadapi adalah :
1.

Pencampuaran dilakukan di hopper crusher sedangkan


penumpahan ke hopper dilakukan oleh alat angkut. Apakah alat muat dan
angkut sudah optimal dalam proses produksi untuk memenuhi kebutuhan
batugamping yang akan dihasilkan crusher.

2.

Pencampuran

batugamping

beda

kadar

apakah

dapat

memenuhi target produksi batugamping yang diharapkan sesuai dengan


kualitas kadar yang ditetapkan.
D. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah dengan
pencampuran batugamping beda kadar di kuari penambangan batugamping
pulau Nusa Kambangan. dapat memenuhi kebutuhan bahan baku semen
sesuai sasaran produksi semen yang diharapkan PT. Semen Cibinong Tbk
Pabrik Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian ini juga bertujuan untuk mencari
solusi dari permasalahan yang ada dan memberikan masukan yang berguna
untuk peningkatan produksi alat angkut dan muat serta efisiensi waktu kerja.
E. DASAR TEORI
Pencampuran (Blending) adalah penambahan atau penimbunan secara
bersamaan dan terus menerus dalam waktu tertentu dari dua atau lebih
material yang dianggap mempunyai komposisi yang konstan dan terkontrol
proporsinya sehingga diharapkan batugamping sebagai produk pencampuran
tersebut akan berkadar sesuai dengan yang dikehendaki.
I.

Teori Kadar Campuran


Persamaan untuk menentukan kadar campuran batugamping adalah :

Kc

K1 . X 1 K 2 . X 2 ...... K n . X n
Xt

X t X 1 X 2 ........ X n

Kc

= Kadar campuran batugamping (% CaO dan % MgO)

Xt

= Berat total campuran batugamping

K1, K2 = Kadar masing-masing batugamping yang dilakukan


pencampuran (%CaO dan % MgO)
X1 , X 2 Berat masing-masing jenis batugamping yang dilakukan

pencampuran
II.

Produksi Alat Muat dan Alat Angkut


Dalam proses produksi kinerja alat muat dan angkut juga perlu
diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu tolok ukur
yang dapat dipakai untuk mengetahui baik-buruknya kinerja alat muat
dang angkut adalah besarnya produksi alat tersebut.
1.

Alat Muat
Alat muat yaitu alat yang digunakan untuk memuat material hasil

pembongkaran. Pemuatan material di kuari batugamping ini menggunakan


Wheel Loader untuk melayani alat angkut.
Besarnya produksi yang dihasilkan Wheel Loader adalah :

Q=

qx60 xE
Cm

Dimana : Q = Produksi per jam (m3/jam), (cu.yd/jam)


q = Produksi per siklus (m3, cu, yd)
E = Effisiensi kerja wheel loader
Cm = Waktu edar wheel loader (menit)
Harga produksi per siklus dapat dicari dengan persamaan :
q = q1 x K

Dimana : q1 = Kapasitas munjung (penuh) yang tercantum dalam


spesifikasi
K = Faktor bucket
2.

Alat Angkut
Alat angkut yaitu alat yang digunakan untuk pengangkutan material

dari

alat

muat.

Pengangkutan

material

hasil

penambangan

ini

mrnggunakan Dump Truck. Untuk mengetahui produksi alat angkut


digunakan persamaan :

P =

Cx60 xEt
x M
C mt

Dimana : P
C

= Produksi per jam (m3/jam)


= Produksi per siklus , C = n x q1 x K

Et = Effisiensi kerja Dump Truck


Cmt = Waktu siklus dump truck (menit)
M = Jumlah dump truck yang bekerja
3.

Match Factor (MF)


Untuk menjamin bahwa aplikasi pelaksanaan pencampura kadar juga

akan optimal, maka perlu dilakukan pengkajian ulang terutama mengenai


effisiensi

pemanfaatan

kapasitas

pengangkutan

(karena

tonase

pencampuran dikonversikan dalam perbandingan jumlah penumpahan alat


angkut) dan faktor keselarasan kerja (match factor) antara alat muat dan
alat angkut.
Besarnya match factor diperoleh dengan menggunakan persamaan :

MF =

TlxnT
Ttxnl

Dimana : Tl = Waktu pemuatan


Tt = Waktu pengangkutan

nT = Jumlah dump truck


nL = Jumlah wheel loader
Keterangan : MF = 1 berarti adanya keselarasan kerja
MF < 1 adanya wheel loader luang
MF > 1 adanya dump truck luang
III.

Metode Simplek dalam Linear Programming


Linear Programming (LP) merupakan suatu cara yang lazim
digunakan dalam pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber yang
terbatas secara optimal. Persoalan pengalokasian akan muncul apabila
seseorang diharusakan untuk memilih atau menentukan tingkat aktivitas
yang akan dilakukannya dimana masing-masing aktivitas membutuhkan
sumber yang sama sedangkan jumlahnya terbatas.
Apabila suatu masalah LP hanya mengandung 2 (dua) kegiatan
(variabel-variabel keputusan) saja, maka akan dapat diselesaikan dengan
metode grafik tetapi bila melibatkan lebih dari dua kegiatan maka metode
grafik tidak dapat digunakan lagi, sehingga diperlukan metode simplek.
Metode simplek merupakan suatu cara untuk menentukan kombinasi
optimal dari tiga variabel atau lebih.
Model dasar dari program linear adalah sebagai berikut :
Optimumkan (bisa maksimal atau minimum )
n

Z Cj . X j ,
j 1

untuk j = 1,2,3,4,..,n

Fungsi kendala ( Syarat ikatan )


n

a
j 1

Cj

. x j atau b1

untuk i = 1,2,3,4,..,n dan X j 0

Parameter yang dijadikan kriteria optimasi atau variabel


pengambilan keputusan dalam fungsi tujuan.

Xj

Variabel pengambilan keputusan atau kegiatan ( yang ingin


dicari )

a1 Kegiatan yang bersangkutan dalam kendala kesatu.

b1 Sumber daya terbatas yang membatasi kegiatan atau usaha yang

bersangkutan , disebut juga nilai sebelah kanan dari kendala


kesatu.
Z = Nilai kriteria pengambil keputusan suatu fungsi tujuan.
Langkah-langkah metode simplek :
1. Merubah fungsi tujuan dan batasan-batasan
a.

Fungsi tujuan diubah menjadi fungsi implisit, semua C j Xj


digeser ke kiri.

b.

Semua batasan mempunyai tanda ketidaksamaan diubah


menjadi kesamaan. Caranya dengan menambah variabel slack (Xn+1,
Xn+2, ... Xn+m).

2.

Menyusun persamaan-persamaan di dalam tabel


Tabel
Tabel simplek dalam bentuk simbol

VD
Z

Z
1
0
0
:
:
0

X n 1
X n 2

:
:
X n m

X3

Xn

X n 1

X n2

X nm

- C3

- Cn

a13

a1n

a 23

a2n

:
:

:
:

:
:

am2

a m3

a mn

0
1
0
:
:
0

0
0
1
:
:
0

0
0
0
:
:
1

X1
- C1
a11
a 21

X2
- C2
a12
a 22

:
:
a m1

Keterangan :
VD = Variabel Dasar
Z = Fungsi Tujuan
X1 = Pengamatan yang dilakukan pada kuari A
X2 = Pengamatan yang dilakukan pada kuari B
X3 = Pengamatan yang dilakukan pada kuari C
Xn+m = Variabel tambahan
NK = Nilai Kanan ( Nilai Pembatas )
3.

Memilih kolom kunci

NK
0
b1
b2

:
:
bn

Kolom kunci adalah kolom yang digunakan untuk merubah tabel


dimana mempunyai nilai pada baris kunci tujuan terdapat lebih dari satu
kolom yang mempunyai nilai negatif terbesar yang angkanya sama,
maka dapat dipilih salah satu diantaranya menjadi kolom kunci. Kalau
suatu tabel tidak mempunyai nilai negatif berarti tabel tersebut sudah
mencapai optimal.
4.

Memilih baris kunci


Baris kunci adalah baris yang digunakan untuk merubah tabel.
Untuk itu lebih dahulu dihitung indek tiap-tiap baris dengan cara
membagi nilai nilai kolom bn atau nilai kanan dengan nilai yang
sebaris pada kolom kunci.

Indeks

Nilai kolom bn
Nilai kolom kunci

Baris kunci adalah baris yang mempunyai nilai indek dengan angka
positif terkecil. Apabila terdapat lebih dari satu baris yang mempunyai
nilai indek positif terkecil yang angkanya sama, maka dapat dipilih
salah satu diantaranya menjadi baris kunci. Nilai yang masuk dalam
kolom kunci dan juga termasuk dalam baris kunci disebut angka kunci.
5.

Merubah nilai baris kunci


Nilai baris kunci diubah dengan cara membaginya dengan angka
kunci. Kemudian dengan mengganti variabel baris pada baris tersebut
dengan variabel kegiatan yang terdapat di bagian atas kolom kunci.

6.

Merubah nilai-nilai selain baris kunci


Nilai-nilai baris yang lain selain baris kunci dapat dirubah dengan
nilai sebagai berikut :
Bb = Bl - (koefesien Kk x nilai baru Bk)
dengan :
Bb = baris baru
Bl = baris lama

Kk = kolom kunci
Bk = baris kunci
7.

Pencapaian hasil maksimum


Ulangi langkah-langkah perbaikan pada langkah ketiga diatas
untuk memperbaiki tabel-tabel yang telah dirubah nilainya. Jika masih
ada variabel pada fungsi tujuan yang mempunyai koefisien negatif
maka penyempurnaan masih perlu diteruskan. Perubahan baru berhenti
apabila seluruh variabel pada fungsi tujuan.

F. PENYELESAIAN MASALAH
Permasalahan yang ada dilapangan selanjutnya dipelajari dan dikaji
berdasarkan data yang ada dan ditunjang dengan berbagai teori dari literatur
kemudian dicari alternatif penyelesaiannya.
Data-data yang diperlukan dalam penyusunan penelitian ini antara lain
:
1.

Data Primer
Data primer adalah data penting yang digunakan untuk membahas

masalah yang dihadapi. Data penting yang perlu didapat meliputi :


-

Kualitas kadar rata-rata kuari

Waktu edar alat muat dan angkut

Kapasitas maksimum crusher

Target produksi batugamping.

Effisiensi waktu kerja produktif.

2.

Data Pendukung
Data pendukung adalah data-data yang dapat mendukung data-data

dari lapangan guna menganalisa permasalahan yang ada untuk mencari


alternatif penyelesaian masalah. Data pendukung dapat diambil dari laporan
penelitian terdahulu baik dari dalam maupun luar perusahaan dan instansi atau
lembaga terkait serta dari literatur-literatur.
Data-data pendukung meliputi :

1.

Data curah hujan.

2.

Spesifikasi dari alat.

3.

Waktu kerja.
Hasil pengamatan alat muat dan angkut diolah datanya dengan

menggunakan persamaan yang telah ada sehingga

diketahui kapasitas

produksi alat muat dan angkut. Demikian juga dengan adanya beda kadar
dengan menggunakan metode simplek dapat diketahui produksi batugamping
tiap-tiap kuari dengan memperhatikan kendala-kendala sebagai berikut :

Target produksi batugamping sebagai bahan baku semen..

Pengaturan keseimbangan pencampuran material di hoper

Kondisi dari alat-alat.

G. METODOLOGI PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
langsung di lapangan. Data-data yang ada dilapangan digabungkan dengan
teori yang relevan sehingga dari keduanya dapat diperoleh pendekatan
penyelesaian masalah.
Tahapan penyelesaian masalah tersebut dilakukan sebagai berikut :
1.

Studi literratur, dilakukan dengan mencari bahanbahan pustaka yang menunjang.

2.

Pengamatan

di

lapangan,

yaitu

mengadakan

pengamatan langsung di lapangan meliputi :


a.

Waktu edar alat muat dan angkut ratarata setiap hari.

b.

Waktu kerja.

c.

Produksi crusher tiaphari

d.

Target produksi tiap hari

3.

Pengelompokan

data

yang

produksi

dari

diperoleh dari lapangan, meliputi :


a.

Data
crusher.

b.

Data

curah

hujan

mempengaruhi effisiensi kerja.


c.

Data produksi harian


mempengaruhi kebutuhan dari umpan per hari.

4.

Pengolahan data,
dilakukan perhitungan yang selajutnya disajikan dalam bentuk tabel dan
rangkaian perhitungan yang berhubungan dalam penelitian ini.

5.

Analisa

data,

dilakukan dengan pendekatan metode matematis dengan pembuatan fungsi


tujuan yang berdasarkan data-data yang diperoleh dari pengamatan di
lapangan sehingga akan didapatkan analisa permasalahan dengan metode
simplek.
6.

Kesimpulan,
berupa penerapan model metematis dengan metoe simplek sehingga
didapat tujuan yang diharapkan yaitu produksi batugamping untuk
memenuhi kebutuhan bahan baku semen yang diinginkan.

H. RENCANA JADWAL KEGIATAN PENELITIAN

Kegiatan
Observasi Lapangan
Studi literatur
Pengambilan data
Pengolahan data
Pembuatan draft

Waktu ( minggu )
4
5
6
7

I. DAFTAR PUSTAKA
1.

IR.

Rochmanhadi,

Perhitungan

Biaya

Pelaksanaan Pekerjaan Dengan Menggunakan Alat - Alat Berat, Departemen


Pekerjaan Umum, Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta, 1985
2.

Drs. Zainal Mustafa, Ir. Ali Parkhan, Linear Programming,


Ekonisia, Yogyakarta, 2000

3.

Pangestu Subagyo,Dasar-Dasar Operation Research, BPFE,


Yogayakarta, 1983

4.

Ir. Partanto Prodjosumatro,Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan


Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 1995

J. RENCANA DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
Bab.
I.

PENDAHULUAN

II.

TINJAUAN UMUM
A. Lokasi dan Kesampaian Daerah
B. Geologi daerah dan Sifat Fisik Batuan
C. Kegiatan Penambangan Batugamping

III.

LANDASAN TEORI
A. Alat Muat dan Alat Angkut
B. Pencampuran dengan Program Linear Metode Simplek

IV.

PENCAMPURAN BATU GAMPING BEDA KADAR


A. Cadangan Batugamping
B. Persyaratan Dan Sasaran Produksi
C. Kegiatan penambangan Batugamping
D. Penyusunan Model Matematika

V.

PEMBAHASAN
A. Sistem Pencampuran Batugamping
B. Pencampuran Dengan Metode Simplek

VI.

KESIMPILAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA