Anda di halaman 1dari 2

Ekposisi Yohanes 13:1-20

Galih Dwiyan Wijaya


Injil Yohanes 13:1-20 Mengisahkan tentang makan bersama terakhir yang dilakukan oleh
Yesus dengan keduabelas muridnya sebelum hari penyerahan dirinya kepada Bapa tiba.
Pada Ayat 1 dijelaskan makan bersama ini dilakukan sebelum hari raya Paskah mulai.
Pada ayat ini juga dijelaskan bahwa waktunya sudah tiba, dimana pada perikop yang lain Yesus
menyebutkan dua kali bahwa waktunya belum tiba yaitu pada Yohanes 7:30 dan Yohanes 8:20
yang menegaskan bawa waktu penggenapannya memang akan segera tiba.
Pada kegiatan mekan malam bersama, seperti yang dilakukan Yesus dan murid muridnya,
sangat lazim dilakukan pembasuhan kaki majikan dan undangan majikannya sebelum atau saat
melakukan perjamuan. Pada Ayat 4-5 Yesus melakukan pembasuhan kaki kepada murid
muridNya. Yesus mengikat pinggang dengan kain dan menggunakannya untuk membasuh kaki
para murid. Bila dirujuk dari Lukas 17:8 Mengikat pinggang dengan kain dan menggunakannya
untuk membasuh kaki merupakan sikap merupakan sikap dan pelayanan dari seorang hamba /
budak. Pembasuhan kaki Yesus kepada murid muridNya berarti Yesus, walaupun dalam rupa
Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan mengosongkan diriNya untuk mengambil rupa sebagai hamba, dan menjadi sama
dengan manusia.
Pada ayat 6 Petrus menolak untuk dibasuh kakinya oleh Yesus. Penolakan yang dilakukan
Petrus adalah tanda kebingungan Petrus tentang apa yang Yesus lakukan karna hal itu tidak
sepantasnya dilakukan oleh Yesus. Namun pada ayat 8 Yesus menjawab Jikalau Aku tidak
membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku. Kata-kata Yesus ini
menunjukkan bahwa pembasuhan kaki yang Yesus lakukan itu bukanlah sekedar merupakan
tindakan yang rendah hati / teladan dalam kerendahan hati, tetapi juga mempunyai arti simbolis
tertentu yaitu yang menyimbolkan penyerahan diri, pembersihan, pengampunan, dan
pembaharuan. Penyerahan diri yang dimaksud memiliki arti yakni penyerahan diri Yesus dalam
kematian untuk menebus dosa. Pembasuhan kaki yang Yesus lakukan juga menyimbolkan
kerendahan hati dan keinginan untuk menjadi hamba yang mau melayani orang yang hina

sekalipun. Yesus berkata bahwa orang yang tidak mau dibasuh kakinya tidak mendapat bagian
dalam Dia, artinya tidak mempunyai persekutuan dengan Yesus, atau tidak selamat.
Pada Ayat 10-11 Kata Yesus kepadanya: Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah
membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga
kamu sudah bersih, hanya tidak semua. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan
Dia. Karena itu Ia berkata: Tidak semua kamu bersih. Dari perkataan Yesus ini dapat
diartikan bahwa mandi menunjuk pada penerimaan Kristus sebagai Juruselamat yang
menyebabkan pencucian / pengampunan dosa, sedangkan membasuh kaki menunjuk pada
pengakuan dosa pada saat jatuh ke dalam dosa.
Ayat 14 tertulis bahwa Yesus memerintahkan murid muridNya untuk saling membasuh
satu sama lain hal ini berarti seperti yang diteladankan Yesus, kita sebagai murid harus mau
melakukan pelayanan yang rendah seperti yang Yesus contohkan. . Tindakan untuk saling
membasuh kaki tidak mudah. Sebab, kita harus siap dan rela menjadi hamba bagi sesama kita.
Namun, kita sadar bahwa Yesus telah memberikan teladan sehingga kita dapat melakukannya.