Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA (BI-2105)

SIKLUS HIDUP LALAT BUAH (Drosophila melanogaster)


Tanggal Praktikum: 12 September 2014
Tanggal Pengumpulan: 26 September 2014

Disusun oleh :
Prinka Apriati Penesa
10613037
Kelompok 6

Asisten :
Arni Chaerunisa
10611036

PROGRAM STUDI BIOLOGI


SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
BANDUNG
2014
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lalat buah Drosophila melanogaster baik disadari atau tidak, telah hadir
dalam setiap lingkungan kita sehari-hari. Drosophila Melanogaster terdapat di
semua bagian dunia. Biasanya, Drosophila Melanogaster ini mengerumuni
buah- buahan yang ranum dan tempat-tempat sampah.Ternyata, Drosophila
melanogaster telah dipakai menjadi objek penelitian genetika semenjak
seorang peneliti bernama Thomas Hunt Morgan berhasil menemukan mutan
yang beragam jenis pada Drosophila melanogaster dan juga jumlahnya yang
mudah bertambah pada tahun 1910 (Gilbert, 2010).
Alasan mengapa Drosophila melanogaster sering dipakai dalam berbagai
penelitian genetika, karena Drosophila melanogaster memiliki banyak
keuntungan seperti pemeliharaannya yang tidak memerlukan kondisi steril
serta tidak memakan banyak biaya, siklus hidupnya yang penedek hanya 8-15
har, makroskopis sehingga dapat diamati dengan mudah. Selain itu, karena
imago betina dapat menghasilkan hingga 500 telur, maka tidak akan
menyebabkan kepunahan dan berkurangnya populasi Drosophila melanogaster
secara drastis sehingga tidak akan mengganggu keseimbangan ekosistem.
Fase siklus hidup Drosophila melanogaster merupakan metamorfosis
sempurna, terdapat fase telur, larva instar I, larva instar II, larva instar III, prepupa, pupa dan imago. Dengan mempelajari siklus hidup Drosophila
melanogaster kita dapat mengetahui perubahan morfologi dalam setiap
fasenya. Selain itu, siklus hidup Drosophila melanogaster merupakan miniatur
dari evolusi.

1.2 Tujuan
Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menentukan karakter morfologis dan waktu hidup tiap tahapan pada
Drosophila melanogaster

2.

Menentukan faktor yang mempengaruhi siklus hidup Drosophila


melanogaster

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Drosophila melanogaster


Drosophila melanogaster merupakan sebuah spesies lalat buah yang
sering kita temukan hinggap pada buah-buahan. Drosophila melanogaster
memiliki klasifikasi sebagai berikut. (Borror, 1993)
Kingdom
:
Animalia
Phyllum
:
Arthropoda
Class
:
Insecta
Ordo
:
Diptera
Familia
:
Drosophilidae
Genus
:
Drosophila
Spesies
:
Drosophila melanogaster

2.2 Ciri-ciri morfologi dan perbedaan jantan dan betina Drosophila


melanogaster
Drosophila melanogaster memiliki ciri morfologi yang berbeda antara
jantan dan betina. Drosophila jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil bila
dibandingkan dengan yang betina. Lalu, memiliki tiga ruas dibagian abdomenya
dan memiliki sisir kelamin. Sedangkan Drosophila betina memiliki ukuran yang
relatif lebih besar daripada jantan dan memilliki 6 ruas pada bagian abdomen,
dengan abdomennya mempunyai ujung yang runcing dengan garis-garis yang
berbeda.

(Suryo,

2005)

Hal

lain

yang

paling

memudahkan

membedakan Drosophila jantan dan betina adalah, ujung abdomen jantan lebih
tumpul, sementara ujung abdomen betina runcing dan tidak berwarna hitam. Maka
dari itu pengamatan morfologi hewan ini bisa dengan menggunakan alat bantu
seprti luv ataupun kaca pembesar (Borror, 1993).

2.3 Siklus Hidup Drosophila melanogaster

Imag
o

Pupa

Prepup
a

Larva
Instar
I
Larva
Instar
II
Larva
Instar
III

Gambar 2.1 Siklus hidup lalat buah


(Klug, S. William, 2009)

Tahap siklus hidup lalat buah (Drosophila melanogaster) seperti gambar


di atas, memiliki 4 tahap siklus hidup yaitu telur, larva, pupa dan dewasa.
Drosophila melanogaster mempunyai siklus hidup yang pendek sekitar 12 hari
pada suhu kamar. Lalat buah betina dapat menghasilkan 50 telur dalam satu hari
(Wonderly, 2002).
Tahap siklus hidup Drosophila melanogaster adalah sebagai berikut,
a. Telur
Telur berukuran 0,5 mm dan berbentuk lonjong. Telur dilapisi oleh
dua lapisan, lapisan pertama yaitu selaput vitelin tipis yang mengelilingi
sitoplasma dan lapisan edua yaitu selaput tipis namun kuat(korion)
dibagian luar dan dianterior terdapat dua tangkai tipis. Permukaan korion
tersusun atas lapisan kitin yang kaku, berwarna putih transparan. Pada
salah satu ujungnya terdapat filamen-filamen yang mencegah supaya telur
tidak tenggelam di dalam medium (Stickberger, 1962).
b. Larva
Setelah telur menetas dalam kisaran waktu 24 jam, Drosophila
melanogaster memasuki fase berikutnya, yaitu larva instar I dengan
ukuran 0,5 mm yang warnanya dapat dikatakan bening, karena sangat
mengkilat. Larva instar I tidak bergerak banyak. Selain itu, bila dilihat
pada mikroskop, terdapat jumlah gigi pada mulut hitam yang sedikit.
Larva instar I memiliki spirakel di bagian posterior, tapi tidak memiliki
spirakel di bagian anterior (Gilbert, 2010).
Setelah larva instar I, Drosophila melanogaster memasuki larva
instar II. Secara struktur, larva instar II tidak terlalu berbeda dengan larva
instar I, tetapi dapat dibedakan ukuran tubuhnya. Larva instar II berukuran
jauh lebih besar dari larva instar I dan bergerak aktif. Pada larva instar II
terdapat spirakel anterior yang tidak ditemukan pada larva instar I (Gilbert,
2010).
Larva Drosophila melanogaster mengalami 3 tahap instar yang
disebut larva instar 1, larva instar 2, dan larva instar 3 dengan waktu
berkembang berturut-turut 24 jam, 24 jam, dan 48 jam yang diikuti dengan
perubahan ukuran tubuh. Pada larva instar I, melakukan aktivitas makan

pada pemukaan medium. Pada larva instar II, mulai bergerak ke dalam
medium dan larva instar III juga bergerak masuk ke dalam medium untuk
melakukan aktivitas makan. Sebelum mencapai tahap larva instar 3,
Drosophila melanogaster merayap dari dasar botol menuju ke daerah
yang relatif kering (Ashbuner, 1989).
c. Pupa
Proses perkembangan pupa sampai dengan dewasa membutuhkan
waktu 4 sampai 4,5 hari. Pada awalnya pupa berwarna kuning muda,
bagian kutikula mengeras dan berpigmen. Pada tahap ini terjadi
perkembangan organ dan bentuk tubuh. Dalam waktu yang singkat, tubuh
menjadi bulat dan sayap semakin panjang. Warna tubuh Drosophila
melanogaster dewasa yang baru muncul lebih mengkilap dari pada
Drosophila melanogaster yang sudah tua (Stickberger, 1962).
d. Dewasa
Drosophila melanogaster sudah memiliki tubuh yang terdiri dari
kepala, thorax, hingga abdomen pada fase imago. Selain itu, terdapat satu
pasang sayap dan satu pasang antena, yang pada awalnya sayap lalat buah
masih melipat dan siap terbang pada 2-3 jam setelahnya. Imago
Drosophila melanogaster betina membutuhkan waktu 8-15 jam untuk bisa
bertelur. Telur yang dihasilkan 50-75 telur perhari. (Gilbert, 2010)
Drosophila melanogaster dewasa jantan dan betina terdapat
perbedaan pada abdomennya. Pada Drosophila melanogaster dewasa
betina terdapat garis-garis hitam melintang mulai dari permukaan dorsal
hingga bagian tepi. Pada Drosophila melanogaster dewasa jantan
ukurannya relatif kecil dibanding betina dan bagian ujung segmen
abdomen berwarna hitam (Stickberger, 1962).

2.4 Faktor yang mempengaruhi siklus hidup


Faktor-faktor mempengaruhi siklus hidup Drosophila melanogaster adalah
sebagai berikut
1.

Suhu Lingkungan

Siklus hidup lalat Drosophila melanogaster 8-11 hari dalam kondisi


ideal (pada suhu 250C-280C). Suhu ini adalah suhu optimal yang diperlukan
oleh lalat buah untuk tumbuh dan berkembang. Jika hidup pada suhu
dibawah 180C, pertumbuhannya akan terhambat, sementara jika hidup pada
suhu diatas 300C, pertumbuhannya menjadi steril. (Shorrocks, 1972)
2.

Ketersedian Sumber Nutrisi


Ketersediaan makanan yang mencukupi akan memberikan nutrisi
yang cukup untuk lalat buah. Dengan begitu, Drosophila akan memproduksi
telur dalam jumlah yang banyak dengan larva yang berukuran besar.
Sehingga, larva ini mampu membentuk pupa dan berhasil menjadi imago.
(Shorrocks,1972).

3.

Tingkat Kepadatan Botol Media


Botol media diisi dengan jumlah lalat yang tidak terlalu padat agar
persaingan untuk mendapatkan nutrisi tidak terlalu ketat. Selain itu juga,
jika terlalu padat akan menyebabkan menurunya produksi telur dan
meningkatkan jumlah kematian individu dewasa. Lalu, akan terjadi
persaingan hidup dalam mencari makanan dan tempat untuk menetaskan
telur. (Shorrocks, 1972)

4.

Intensitas Cahaya
Pada Drosophillia Melanogaster menyukai tempat dengan intensitas
cahaya yang remang remang dan akan mengalami pertumbuhan lambat
jika berada di tempat yang gelap. (Suryo, 2005) Intensitas cahaya sangat
dibutuhkan

untuk

membantu

kecepatan

siklus

hidup

Drosophila

melanogaster karena pada umumnya serangga menyukai tempat yang terang


dibandingkan dengan tempat yang gelap (Campbell et al, 2011).
5. Parasit
Parasit merupakan faktor organisme lain yang bersifat mengganggu
siklus hidup lalat buah. Adanya jamur, tungau, serta semut merah

mengganggu Drosophila melanogaster dalam beraktivitas dan mencari


makanan, karena adanya infeksi makanan dari jamur, serta semut merah dan
tungau tersebut (Gilbert, 2010).

BAB III
METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dibutuhkan di praktikum siklus hidup Drosophila
melanogaster ini terdapat pada tabel berikut:
Tabel 3.1 Alat dan Bahan

Alat

Bahan

Botol

Lalat buah (Drosophila melanogaster)

Kertas saring

Pisang

Busa

Ragi

Kantong Plastik

Nipagin
Aquades
Sorbic Acid

3.2 Metode Kerja


Pada praktikum siklus hidup (Drosophila melanogaster) terdapat dua cara
kerja, yaitu penangkapan lalat buah dan pengamatan siklus hidup (Drosophila

melanogaster). Lalat ditangkap dengan cara dipancing dengan menggunakan


buah-buah, dimasukkan pisang busuk ke dalam botol. Lalu, ditunggu beberapa
saat hingga lalat buah terpancing dan masuk ke dalam botol. Kemudian
dipindahkan ke dalam botol media. Setelah proses penangkapan lalat, maka
selanjutnya adalah pengamatan lalat buah.
Lalat buah yang telah berada dalam botol media disimpan di tempat yang
teduh. Lalu, dikeluarkan jika terdapat koloni jamur dalam media. Diberi kertas
saring jika botol media dalam keadaan basah. Lalu, diamati dan dicatat tempat,
tanggal, jam penangkapan, dan jumlah lalat buah, lalu diamati secara rutin dua
hari sekali. Hingga akhirnya ketika siklus hidup sudah sampai pupa pertama, lalat
dewasa dikeluarkan dari botol media dan diamati kembali hingga lalat dewasa
muncul.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


Lalat berhasil ditangkap dan dimasukkan pada media di hari Senin, 14
September 2014. Berikut adalah tabel pengamatan dari siklus hidup Drosophila
melanogaster,
Tabel 4.1 Hasil Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster.
Pertama
muncul
Telur

Pengamatan
Ukuran (mm) dan hasil

Tanggal/Jam

pengamatan lainnya
Telur berukuran sangat

16 September

kecil dan lonjong, 1 mm.

2014 pukul

Posisi telur menempel

17.05 WIB

pada dinding botol kaca.

Larva

Ukuran larva Instar I

17 September

Instar I

tidak terlalu jauh berbeda

2014 pukul

dengan telur yaitu 2 mm,

18.03 WIB

warnanya pun samasama putih. Hal yang


membedakan yaitu
pergerakannya. Larva
Instar I aktif bergerak di
dinding kaca.
Larva instar Larva Instar II paling

18 September

II

mudah diamati karena

2014 pukul

cenderung lebih aktif

15.46 WIB

bergerak. Sering bergerak


ke arah daerah makanan
dan menembus masuk

Foto

lalu keluar dari daerah


makanan. Berukuran 4
mm

Larva instar Larva Instar III tidak

19 September

III

seaktif larva instar II.

2014 pukul

Namun ukurannya jauh

06.23 WIB

lebih panjang yaitu 5 mm


dan cenderung sudah
menetap pada posisi siap
menjadi prepupa. Berada
di dinding bagian atas
botol media.
Prepupa

Tahap prepupa seperti

20 September

larva instar III yang diam

2014 pukul

di posisi warnanya

06.40

kekuningan.

Pupa

Berwarna coklat dengan

20 September

ukuran 4 mm. Posisinya

2014 pukul

sudah menetap tidak

06.52 WIB

bergerak menempel pada


tissue.

Imago

Berwarna muda, tidak

23 September

seperti imago

2014 pukul

sebelumnya. Ujungnya

18.50 WIB

berwarna putih.
Berukuran 4 mm.

4.2 Pembahasan
Setelah melakukan pengamatan siklus hidup Drosophila melanogaster
didapatkan waktu siklus hidup sembilan hari, sesuai dengan hasil studi litelatur
yang telah dibahas pada bagian tinjauan pustaka, menyatakan bahwa siklus hidup
Drosophila melanogaster berkisar antara 8-15 hari. Perbedaan morfologi yang
berhasil diamati sesuai dengan literatur yang telah di bahas pada bab tinjauan
pustaka oleh (Ashbuner, 1989) bahwa larva instar I tidak bergerak aktif, dan
ukurannya kecil berwarna putih dan menempel pada dinding botol media. Namun,
tidak dapat dilihat jumlah gigi pada mulut hitam karena melihatnya harus
memakai mikroskop. Lalu, larva instar II bergerak lebih aktif daripada larva instar
I dengan ukuran yang lebih besar, berbeda 1 mm. Pada larva instar III, letaknya
berada di atas botl kaca mendekati mulut botol, sesuai dengan literatur bahwa
larva instar III berada di posisi daerah yang kering menjauhi sumber makanan
yang basah.
Komposisi pada botol media pemeliharaan yang diberikan oleh
laboratorium terdiri atas ragi, pisang, nipagin, kertas saring, asam sorbat, aquades.
Namun, terjadi kontaminasi oleh koloni jamur dalam jumlah yang banyak
sehingga tidak bisa dikeluarkan dari botol media pemeliharaan. Untuk
mengatasinya, saya membuang komposisi yang lama, lalu mencucinya dengan
bersih lalu, dikeringkan dan diisi dengan pisang, kertas tissue dan gabus. Pisang
berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi lalat buah, teksturnya tidak boleh terlalu
cair karena akan membuat lalat terperangkap dan mati. Diberi kertas saring agar
media pemeliharaan tidak terlalu lembab atau basah, selain itu juga kertas tissue

dapat digunakan untuk meletakkan telur. Lalu, gabus berfungsi sebagai penutup
media agar tidak terjadi kontaminasi, dan lalat tidak lepas. Selain itu juga, dipilih
penutup gabus agar lalat dapat sirkulasi udara yang cukup.

BAB V
KESIMPULAN

1. Bedasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dapat ditentukan bahwa


siklus hidup lalat buah yang diamati adalah 9 hari sesuai dengan lieratur.
Diamati juga perubahan morfologi dari setiap fasa siklus hidup. Pada
larva instar I berukuran sangat kecil yaitu 1 mm, berwarna putih dan
tidak begitu aktif berbeda dengan larva instar II yang sangat aktif
bergerak dengan ukuran 2 mm, dan larva instar III yang pergerakkannya
menjadi tidak terlalu aktif dan berada pada daerah kering menjauhi
daerah media, lalu berubah warna menjadi agak kekuningan menjadi
prepupa yang tidak bergerak dan berubah menjadi warna coklat, menjadi
pupa yang tiga hari kemudian berubah menajadi imago yang warna
bagian abdomennya masih putih.

2. Faktor yang mempengaruhi siklus hidup Drosophila melanogaster adalah


suhu lingkungan, jumlah makanan, kepadatan populasi lalat di dalam
media, intensitas cahaya, dan adanya parasit.

DAFTAR PUSTAKA
Ashburner, Michael. 1989. Drosophila, A Laboratory Handbook.USA :Coldspring
Harbor Laboratory Press.
Borror et al. 1998. Pengenalan Pelajaran Serangga. 8th Ed. Terjemahan dari an
Introduction to Study of Insect oleh Soetiyono Partosoedjono. Yogyakarta:
Gajah Mada University Press.
Campbell, Reece, Urry, Peterson, Wasserman, Minorsky, Jackson. 2011. Biology
Concept and Connection 7th. Pearson International: New York.
Klug, S. William. 2009. Concepts of Genetics 10th Edition. New Jersey: Pearson.
Geiger, Pete. 2002. An Introduction to Drosophila Melanogaster .
http://biology.arizona.edu/sciconn/lessons2/Geiger/intro.htm. Diakses
tanggal 17 September 2014.
Gilbert, Scott F. 2010. Developmental Biology 9th Edition. Sinauer Associates :
New York
Strickberger, Monroe, W. 1962. Experiments in Genetics with Drosophila.
London: John Wiley and Sons, inc..
Shorrocks, B. 1972. Drosophila. London: Ginn & Company Limited.
Suryo. 2005. Genetika Manusia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.